Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Hanya boleh percaya Aku..


__ADS_3

Pagi hari di apartemen Winston.


***


"Ahhhh," Luna merasakan ada yang berat di tubuhnya, lalu dilihatnya jika Winston sedang memeluknya dengan sangat erat.


"Astaga, dia ini kenapa tidak pernah bosan memelukku? padahal tadi malam, aku sudah dihabisi olehnya! hiks." Gumam Luna dalam hati saat mendapati Winston sedang memeluknya.


Luna merasa sangat malu, karena memang sekarang tubuhnya polos tidak mengenakan apapun. Dan selimut lah yang menutupinya.


"Hoam." Winston terbangun dari tidurnya, lalu didapatinya Luna berada dalam pelukannya. Winston merasa sangat senang dan puas.


"Sayang, kejadian tadi malam sangat menyenangkan, aku menemukan hal baru tentang dirimu. Ternyata kau sangat agresif. Aku menyukainya, aku akan sering melakukannya mulai dari sekarang." Bisik Winston ke kuping Luna yang sedang berpura-pura tidur itu.


Winston menarik wajah Luna agar menghadap ke arahnya.


"Sayang, aku tahu kau sedang berpura-pura tidur. Jika kau ingin aku melanjutkan yang tadi malam, maka silahkan berpura-pura tidur selamanya."

__ADS_1


Winston langsung mengetahui jika Luna hanya berpura-pura, mungkin siapa pun yang melihat pasti langsung tahu. Karena Luna merupakan aktor yang buruk.


"Selamat pagi sayang, hehe." Luna langsung bangun agar Winston menghentikan aksi nakalnya itu.


"Cih, saat kukatakan hal itu kau langsung bangun. Apakah kau benar-benar tidak ingin melakukannya dengan ku?" ketus Winston sebal, seraya menarik Luna kembali kedalam pelukannya.


"Sayang, kau tidak pergi bekerja? ini sudah pagi." Luna bertanya pada Winston, agar dia bisa lepas dari cengkeraman Winston.


"Biarkan begini sebentar, aku ingin menikmati pagi ini denganmu, biarkan aku memelukmu dulu sebelum aku pergi bekerja." Winston sama sekali tidak melonggarkan pelukannya pada Luna.


Winston meyakinkan Luna, agar apapun berita diluaran sana tidak akan mempengaruhi Luna.


"Baiklah sayang, aku hanya akan mempercayai kamu. Tapi, kau juga harus mempercayaiku, berikanlah aku sedikit kebebasan, aku juga ingin memiliki teman. Masa iya aku tidak boleh dekat dengan pria manapun? padahal hanya teman semata?"


"Kalau itu aku tidak akan mengijinkannya sayang, kau tahu tidak jika di luaran sana banyak sekali lelaki buas yang sangat Liar. Kau pasti akan menyesalinya, pokonya kau tidak boleh dekat dengan lelaki manapun. Hanya aku yang boleh dekat denganmu, apa kau mengerti?"


Sekarang wajah Winston benar-benar serius, dia sungguh tidak ingin Luna berteman dengan Lelaki manapun.

__ADS_1


"Cih, dasar mesum! kau tidak adil padaku. Hiks, kau bisa dekat dengan perempuan yang lain, sedangkan aku tidak bisa dekat dengan lelaki manapun. Kukira kau sudah berubah setelah semalam, ternyata sama saja!


"Dasar kau pria mesum, otak kotor, berani-beraninya tadi malam aku luluh padamu. Dan satu lagi ya, seperti nya pria paling berbahaya dan buas itu adalah dirimu sendiri. Huh!"


Untuk kesekian kalinya Luna memaki Winston di dalam hatinya.


"Kau pasti memakiku lagi kan dalam hatimu?"


pertanyaan Winston itu benar benar membuat Luna terkejut lagi. "Sial, apakah dia benar-benar bisa mendengar kata hatiku?"


"Cup." satu kecupan mendarat saat Winston melihat Luna yang terdiam.


"Sayang, setiap pagi kau harus mencium aku seperti ini. Apa kau mengerti? dan tadi kau belum mengiyakan pertanyaan ku, jika kau belum mengiyakan, maka akan aku lanjutkan kegiatan kesukaanku ini." Ucap Winston dengan senyuman nakalnya.


"Hiks, dasar mesum! kau selalu saja mengancam aku dengan mempertaruhkan tubuhku." Gumam Luna dalam hatinya, tapi tentu saja responnya berbeda dengan jawaban yang ia lontarkan.


"Baiklah sayang, aku berjanji untuk menciummu setiap pagi. Dan juga tidak akan dekat dengan pria manapun." Ketus Luna pada Winston, karena memang dia malas berdebat dengan Winston. yang Luna inginkan saat ini adalah, bisa pergi dari ranjang ini dan segera mandi.

__ADS_1


__ADS_2