Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Suasana Hati yang Baik.


__ADS_3

***


Pagi itu, ruangan tampak begitu hangat. Sudah lebih dari setengah jam Winston tidak melonggarkan pelukannya dari tubuh Luna, Winston sangat bersyukur bahwa iya telah menemukan Luna di dermaga dekat danau malam itu.


Winston sudah lupa, sejak kapan Luna mengisi hatinya yang kosong. Selama ini, Winston tidak pernah memikirkan hal-hal seperti perasaan, pasangan hidup, ataupun cinta. Menurut Winston itu adalah hal yang sangat tidak berguna dan sangat kekanak-kanakan.


Tapi, sekarang semuanya berubah, tujuan hidup Winston bertambah satu lagi. Saat semua ini berakhir, saat ia sudah mengetahui kebenaran dibalik kematian ibunya, saat masalah mafia dan dunia bawah terselesaikan. Winston berjanji pada dirinya akan hidup dengan baik, dan membangun keluarga yang harmonis dengan Luna.


Sekarang Luna sudah masuk dalam daftar tujuan Hidup Winston, sekarang Winston benar-benar tidak akan pernah melepaskan Luna kepada siapapun.


***


"Aduh, sampai kapan dia akan memeluk aku seperti ini? aku sudah sangat ingin mandi. Badanku terasa lengket semua." Luna bergumam dalam dirinya, karena memang Winston sama sekali tidak memberikan jarak diantara mereka berdua.


"Tidak bisa, aku harus melepaskan diriku dari ini. Hari ini aku mau mengambil surat kelulusan, dan melakukan cek lokasi ke kampus yang sudah aku pilihkan." Luna berfikir keras bagaimana cara membuka percakapan yang tidak akan membuat Winston merasa kesal.


"Emmm, sayang ...."


Belum sempat Luna melanjutkan pembicaraannya, ponsel Winston kebetulan tiba-tiba berbunyi.


Tring ... Tring ... Tring


"Siapa sih yang mengganggu pagiku yang damai ini? awas saja kalau ini tidak penting." Ketus Winston sembari melepaskan Luna dan mengangkat ponselnya itu.


"Bagus! siapapun yang menelfon Winston itu, kau aku nobatkan menjadi malaikat yang kedua ku. Terimakasih tuan malaikat." Gumam Luna dalam hati, karena ia sudah tidak perlu lagi mencari cara yang tepat agar Winston pergi ke kantor dan meninggalkannya.


"Halo Rean, ada apa?"

__ADS_1


"Oh, baiklah aku akan segera ke kantor."


Luna tidak tahu apa yang dibicarakan Winston dengan assistennya Rean. Yang Luna tahu adalah bahwa sebentar lagi Winston akan pergi ke kantor, yang artinya dia bisa lepas dari genggamannya.


"Sayang, ayo mandi bersama." Winston meminta seolah-olah itu bukanlah hal yang memalukan.


"Apa? mandi bersama? tidak ... tidak ... tidak, aku tidak mau! kau mandilah sendiri."


Luna menolak sembari membenamkan dirinya dalam selimut.


"Enak saja kau mesum. Tadi malam kau sudah menghabisi ku, sekarang kau mau melakukan hal yang sama lagi? NO! tidak akan kubiarkan!" gumam Luna dalam mode berapi-api.


"Cih, apa perlu kau malu padaku lagi? bagian tubuhmu yang mana yang belum pernah aku lihat memangnya? padahal tadi malam kau begitu menikmatinya"


Winston merasa terkekeh mengingat kejadian tadi malam.


"Tenanglah sayang, aku tidak akan melakukan hal itu pagi ini, karena ada hal yang penting yang harus aku urus. Kau baik-baiklah disini, jika kau mencoba membuat ku kesal, maka kau akan menerima hukumannya."


Di kantor Winston.


"Wah, lihat para karyawanku ini mereka terlihat sangat rajin pagi ini. Bahkan bunga yang diatas meja itu terlihat indah. La ... La ... La ...."


Untuk pertama kalinya Winston memuji karyawannya, dan bahkan memuji bunga yang berada di atas meja salah satu karyawannya itu. Dan yang paling mengejutkan adalah dia bersenandung.


"Apakah kiamat sudah dekat? apa yang terjadi pada atasan kita?"


"Iya, apakah dia terbentur sesuatu di jalan? atau dia salah minum obat?" itulah pembicaraan hangat diantara para karyawan di kantor pagi itu.

__ADS_1


Tentu saja para karyawan di kantor itu sangat kebingungan dengan sikap Winston.


Saat sampai di ruangan pribadinya, Winston menjumpai jika sudah ada Sean dan Lani di sana. Lani merupakan satu-satunya anggota Winston yang berjenis kelamin perempuan. Lani dan Sean biasanya membantu jika ada masalah yang sudah serius.


Melihat adanya Sean dan Lani, membuat Winston memusatkan pikirannya agar lebih serius.


"Winston, kau mau sampai kapan bermain-main dengan gadis kecil itu? tumben sekali kau bertahan dengan satu gadis." Lani bertanya keheranan melihat Winston yang seperti ini. Dia merasa ada perubahan yang aneh pada diri Winston, dan Lani kurang suka akan hal itu.


Lani lebih menyukai Winston yang dingin dan menyeramkan. Menurut Lani, itulah jati diri Winston yang sebenarnya. Bukan Winston yang sekarang.


"Dia akan bersama denganku selama nya, aku sudah menetapkan pilihan ku. Dan dia adalah Wanita pilihanku, dan lagi sejak kapan pertemuan kita bisa membahas hal-hal seperti itu? aku ingin kita fokus."


Winston ingin segera mengakhiri drama antara dirinya dan Lou.


"Aih, Bos kita ini memang tidak bisa diajak bercanda, aku dan timku yang lain telah merampungkan bukti yang kita butuhkan untuk melumpuhkan geng Lou. Puncaknya kita akan lakukan sabtu malam ini di hotel X."


Raut wajah Sean yang biasanya terlihat ramah dan suka bercanda, berubah menjadi sangat dingin dan menyeramkan. Ya itulah memang jati diri dari Sean, dia adalah si jenius yang menyukai kerusuhan.


Tok ... Tok ... Tok


Sekretaris dari Winston masuk ke dalam ruangan, padahal tadi Winston sudah mengingatkan agar tidak menggangu meetingnya.


"Pak, mohon maaf ada seorang Nona yang bernama Lily Rolex memaksa masuk kesini, katanya dia adalah tunangan Bapak." Sekretaris itu mengucapkan dengan sangat gemetaran, karna memang Lily memaksa sekali harus bertemu dengan Winston.


"Aih, Bos kita ini memang sangat tampan, banyak sekali gadis yang menyukainya, baiklah Bosku, karena kita sudah selesai membahas mengenai rencana kita, aku dan Lani akan kembali dulu. Semoga kau berhasil dengan gadis-gadis mu itu." Ucap Sean meledek Winston.


Sean langsung bergegas lari dari ruangan itu, takut diamuk oleh Winston. Langkah Sean diikuti oleh Lani, tetapi sebelum pergi ...

__ADS_1


"Winston, kau harus ingat tujuan utamamu, kenapa kau ingin menguasai perdagangan dunia bawah, dan juga mengapa kau mendirikan organisasi kita ini. Aku ingatkan lagi, gadis itu mungkin akan menjadi penghambatmu."


Setelah mengatakan itu, Lani langsung bergegas mengikuti Sean keluar.


__ADS_2