
"Cukup Winston! selingkuh? apa maksudmu? kita sudah tidak ada hubungan lagi, jadi, aku bersama pria yang lain juga bukanlah urusan mu. Itu adalah kebebasanku untuk bersama dengan yang lain." Jawab Luna tegas,
"apa maksud dari Winston dengan selingkuh? bukankah yang selingkuh adalah dirinya sendiri?" gumam Luna dalam hati.
"Tuan Nixon, tolong antarkan aku pulang," ucap Luna tanpa melihat ke arah Winston yang memang dekat dengan parkiran mobil Nixon.
"Baiklah kucing kecilku," balas Nixon ingin membuat Winston semakin kesal.
Dan benar saja, Winston sangatlah marah saat mendengar Nixon memanggil Luna dengan sebutan 'kucing Kecilku', matanya langsung memandang tajam ke arah Nixon.
"Oh? kucing kecilku? Nixon, aku lupa bilang sesuatu padamu, jika kau berani membawa gadis itu, jangan harap bisa memenangkan pemilu yang kau bicarakan padaku." Ancam Winston dengan ekspresi wajah yang penuh kemarahan.
"Cih, Tuan Winston kita ini memang paling bisa kalau dalam urusan pengancaman, hahaha, baiklah ... baiklah, kali ini aku akan menyerah, tapi gadis ini memang sangat menarik, sekali kau lepas tangan padanya, maka aku akan berada dibelakang untuk menangkapnya."
Jawab Nixon dengan senyuman yang begitu licik, dia sebenarnya sangat kecewa sekarang, bagaimana ia tidak bisa mengantarkan Luna pulang, tapi tujuan utama Nixon kali ini, haruslah memenangkan pemilu dulu, untuk hal lainnya, akan Nixon pikirkan lagi nanti.
"Nona manis, maafkan aku tidak bisa mengantarkan mu pulang hari ini, kekasihmu telah mengancamku. Semoga kita bertemu di lain waktu," ucap Nixon pada Luna dan langsung bergegas pergi melajukan mobilnya.
"Kau! apa Maksudmu mengancam nya? bukan kah memang kita sudah tidak ada hubungan lagi? kenapa kau tetap mengekang ku? punya hak apa kau?" teriak Luna pada Winston, bagaimana tidak, disaat Luna merasa ingin memulai hidup baru, Winston tetap saja mengganggunya.
Tetapi, saat Luna melihat ke arah Winston, Luna refleks berjalan mundur, karena Winston sedang berjalan kearahnya dengan ekspresi yang sangat menakutkan, lebih menakutkan dari ekspresi sebelumnya. Kali ini, Luna menyadari jika Winston pasti akan melakukan hal yang buruk padanya.
"Ja ... jangan mendekat, ka ... kalau kau mendekat, a ... aku akan melaporkanmu kepada polisi." Ucap Luna gagap saat tubuhnya sudah buntu di sebuah dinding yang dekat dengannya.
"Kau memang tak tahu di untung, apakah kau sebegitu inginnya lepas dari ku? kali ini karena apa? apa mereka berdua menawarkan uang yang lebih banyak padamu?" tanya Winston sembari memegang dagu Luna dengan sangat kasar.
__ADS_1
Luna belum pernah diperlakuan sekasar itu oleh Winston, hal itu sontak membuat Luna ketakutan setengah mati, dia merasa Winston benar-benar akan memberikan perhitungan padanya.
"Tu ... tunggu dulu Winston, kita bicarakan pelan-pelan, a ... aku ti ... tidak sengaja bertemu dengannya disini, dan ... dan lagian bukan kah memang hubungan kita sudah berakhir? aku tidak salah kan? aku hanya mengikuti perjanjian awal kita." Balas Luna gagap, dan tanpa sadar sudah menangis akibat ketakutan di ancam oleh Winston.
"HO? Berakhir? Luna, hubunganku denganmu tidak akan pernah berakhir, karena sepertinya tali takdir sudah mengikatmu padaku, kau putri seorang pendosa, pendosa yang dengan tega telah membunuh ibuku, dan kau harus membayarnya dengan hidupmu." Balas Winston sembari mengusap wajah Luna dengan sangat kasar.
"Membunuh ibumu? ayahku? putri seorang pendosa? tunggu dulu Winston, apa sebenarnya yang ingin kau sampaikan? aku sama sekali tidak mengerti!" jawab Luna sembari menghempaskan tangan Winston dari wajahnya.
"Kau belum dengar? ayahmu membunuh ibuku, ibu yang sangat kucintai, dan bodohnya aku, memberikan anak dari pembunuh ibuku perlindungan, kenyamanan! apakah kau tahu seberapa frustasinya aku mengetahui itu? Ha!Kau bukan hanya murahan, tapi juga adalah anak seorang pembunuh. Aku membencimu!"
Teriak Winston sembari mendorong Luna sampai tersungkur, karena memang dorongan Winston yang sangat kuat membuat Luna terluka, kakinya mengenai benda tajam yang berada ditanah, kakinya sekarang berdarah, tapi bukan itu yang penting sekarang.
Saat mendengar penjelasan dari Winston membuat Luna terkejut setengah mati, Langit seolah runtuh, bukan lagi karena penghinaan Winston mengatainya murahan, tetapi Lebih ke kenyataan bahwa ayahnya sungguh lah seorang pembunuh. Baru kali ini, Luna tidak mampu untuk membela dirinya, baru kali ini, Luna menganggap dirinya rendah seperti yang Winston sebutkan.
"Tidak mungkin ayahku benar seorang pembunuh? tidak! aku tidak mau mempercayainya! itu bohong!" Luna menangis dengan sangat keras, hatinya begitu remuk.
Luna merasa ayahnya tidak mungkin melakukan hal sekeji itu, dalam ingatan Luna, ayahnya begitu lembut dan baik, tidak mungkin melakukan hal seperti itu.
Melihat Luna dalam keadaan yang sangat tak berdaya membuat hati Winston sakit, tetapi dendamnya lebih kuat dari itu, kebencian yang ia pupuk semasa hidupnya, lebih kuat dari perasaan sakit di hatinya.
"Jangan menangis Luna! kau kira dengan menangis bisa mengembalikan ibuku hidup kembali? kau harus membayarnya! hidup dan matimu akan selamanya menjadi urusanku, jika kau ingin mati pun, maka akan kupilih cara yang paling menyakitkan, jadi jangan pernah lagi berpikir untuk pergi dari ku! apakah kau mengerti?" tegas Winston dengan nada yang berat, sembari menarik lengan Luna dengan kasar yang sedari tadi memang sedang terduduk di tanah.
Dengan tarikan yang begitu kasar, membuat Luna mengikuti langkah kaki Winston sembari tertatih, karena memang kakinya sedang terluka dan berdarah akibat ulah Winston.
Luna hanya bisa pasrah, untuk kali ini, dia memang tidak bisa membela dirinya, jika memang benar ayahnya telah membunuh ibu Winston, maka Luna merasa memang pantas mendapatkan perlakuan kasar itu dari Winston.
__ADS_1
Semangat hidup yang Luna pertahankan selama ini sudah terkikis, jika memang Winston ingin membalaskan dendam atas kematian ibunya pada dirinya, maka biarlah, dengan begitu, cepat atau lambat Luna akan bersama kembali dengan kedua orangtuanya.
Winston mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, karena kecepatan yang tidak normal itu, membuat mereka dengan sangat cepat sampai di mansion.
"Cepat turun dan masuk!" perintah Winston pada Luna yang masih berada di dalam mobil, dengan pasrah, Luna hanya bisa mengikuti perintah Winston, dengan tertatih, Luna mengikuti langkah Winston masuk kedalam mansion.
Winston pun duduk di sofa yang memang dekat dengan pintu masuk mansionnya, hal pertama yang Winston lakukan adalah, menyuruh pelayannya mengambil peralatan P3K. Dengan ekspresi yang kosong dan mata yang sembab, Luna hanya bisa berdiri didekat Winston duduk.
"Untuk apa kau berdiri disitu, cepat duduk!" perintah Winston pada Luna.
Pada saat pelayannya membawakan peralatan P3K, dengan cepat Winston mendekat kearah Luna dan mengobati kakinya yang luka itu, selama Winston mengobati kaki Luna, tidak satupun diantara mereka yang membuka suara, keduanya tenggelam dalam perasaan masing-masing.
Luna merasa, jika perasaan manusia itu sungguhlah bisa berubah seperti membalikkan telapak tangan, beberapa saat yang lalu ia masih diperlakukan dengan hangat oleh Winston, tetapi saat ini yang ia dapatkan dari Winston hanyalah kekerasan dan hinaan.
"Sayang? siapa gadis ini?" suara seorang perempuan membuyarkan diam mereka berdua, dan segera Luna melihat seorang perempuan yang ia lihat di berita, Luna langsung tahu jika gadis itu adalah tunangan Winston.
"Oh Lily, dia ini simpanan ku." Jawab Winston ketus, sembari bangkit untuk duduk kembali, karena telah usai mengobati kaki Luna.
Mendengar itu, ingin rasanya Luna menangis, betapa tidak berharganya dirinya disini, betapa rendahnya harga dirinya disini, tetapi Luna tahan, dia tidak ingin menangis lagi dan terlihat lemah di hadapan Winston. Jika Winston ingin mengakhiri hidup Luna, maka Luna bertekad akan mati tanpa tangisan dan kesedihan.
Mendengar pernyataan Winston itu membuat Lily geram, tapi untuk saat ini Lily akan menahan emosinya dulu.
"Hmmmm? hanya simpanan toh, selama aku menjadi tunangan sah mu, aku tidak akan mempermasalahkannya, karena memang terkadang, pria itu butuh pelampiasan kepada seseorang yang kurang berhaga." Balas Lily sembari duduk bersandar dipundak Winston, Lily sedang menyindir Luna, dengan mengatakan jika Luna hanya pelampiasan semata.
Melihat pemandangan yang berada di hadapannya, sungguh membuat Luna ingin lari dari tempat itu, bukan perkataan gadis itu yang membuat Luna sedih, tetapi sikap Winston yang seolah sudah tidak memperdulikannya lagi.
__ADS_1