
PENGUMUMAN :
Hemmm ... karena kalian semuanya mendesak author untuk up episodenya banyakan. Hari ini aku up 2 episode ya! ðŸ¤
Maaf banget author lagi sibuk pake banget! sumpah ga boong! nanti kalau waktunya sudah senggang lagi, pasti aku akan sering-sering up episode sekaligus banyak. Jadi, mohon ditunggu ya semuanya. Terimakasih juga sudah mendukung karyaku yang biasa-biasa saja ini zheyengg! Lav yuu 💛
Eh jangan Lupa berikan dukungannya juga ya, ga banyak kok. cuma like dan berikan komen membangunnya untuk author. Karena author masihlah baru dan butuh belajar. Tengkiyu 💛
***
Di kediaman Bima Anggara.
Bima Anggara sudah mendapatkan beberapa info mengenai Luna Maria, bahwa Luna adalah teman dekat Rendi sedari SMA. Tetapi, Bima Anggara sangat heran dengan info mengenai orang yang mencelakai putranya.
Sedikit pun dia tidak mendapatkan info mengenai orang itu, padahal Bima Anggara sudah menyewa detektif terbaik di negara itu.
"Sepertinya lawanku kali ini memang bukanlah orang yang biasa. Bahkan datanya saja pun sangat sulit untuk didapatkan. Sebenarnya siapa dirimu? kenapa kau mencelakai putraku?" gumam Bima keheranan saat dia sama sekali tidak mengetahui info mengenai orang misterius itu sama sekali.
Bima Anggara pun memerintahkan anak buahnya untuk mengikuti Luna kemanapun pergi, dan melaporkannya secara berkala pada dirinya.
***
Malam hari di mansion Winston.
Karena memang Winston pun merasa kelelahan akibat olahraga panasnya itu, dia pun ikut tertidur sembari memeluk Luna di dekapannya. Dia ingin melepaskan penatnya sebentar, hari-hari yang dilalui Winston memanglah selalu berat dan menguras energi otaknya. Dan untuk saat ini, hanya Luna lah yang mampu membuat Winston melupakan segalanya dan beristirahat sebentar.
Tring ... Tring ... Tring
Suara dering ponsel Winston mengganggu tidurnya, dengan perasaan yang kesal dia bangkit dari ranjang dan membuka ponselnya.
__ADS_1
"Sialan! si Nixon lagi, ada apa dengannya akhir-akhir ini? kenapa selalu mengganggu ku?" decak Winston merasa kesal saat mengetahui jika yang menghubungi dirinya adalah Nixon.
"Halo Nixon. Ada apa?" ucap Winston dengan nada yang kesal.
"Winston, apakah benar jika kau sedang menyelidiki mengenai perdagangan anak di pasar gelap?" tanya Nixon dengan nada yang serius. Kali ini Nixon sepertinya tidak sedang ingin bercanda ataupun bermain dengan Winston.
"Wah, kemampuan mu memang sangat hebat ya Nixon. Bahkan hal yang sangat rahasia seperti itu pun kau sampai tahu! aku tidak akan memberitahukan kau mengenai hal itu. Sudahlah kau sangat mengganggu ku, jika kau sudah tidak memiliki apapun untuk dibahas. Akan aku matikan telepon ini." Balas Winston merasa kesal karena Nixon benar-benar tau hal yang menurutnya rahasia.
"Winston, aku tidak akan mengganggu rencana mu ataupun menyebar luaskan hal itu. Tapi bisakah aku meminta satu hal padamu? aku akan melakukan apapun sebagai imbalannya." Jawab Nixon dengan nada yang amat serius. Sangat jarang Nixon berlaku serius seperti itu, hal itupun menjadi pertanyaan bagi Winston.
"Ho? kau bisa melakukan apapun sebagai imbalannya? Hahaha! kau sangat naif Nixon. Kau seperti bukan dirimu saat ini. Baiklah, coba kau sebutkan apa yang ingin kau dapatkan." Tanya Winston dengan nada yang sinis. Saat ini Winston sudah duduk di balkon kamarnya, karena dia tidak ingin mengganggu tidur Luna.
"Bisakah kau memberikan aku Informasi mengenai anak yang diperdagangkan di pasar gelap itu dari sekitar 13 tahun yang lalu? aku tidak bisa memberitahu kan kau alasannya. Tapi bisakah kau memberikan datanya padaku, jika kau sudah menemukannya?" Tanya Nixon dengan nada yang tetap serius, tapi nada suaranya agak sedikit bergetar.
"Ho? aku pun tidak tertarik Nixon dengan alasanmu. Tapi, jika kau hanya ingin data kecil seperti itu, aku bisa memberikannya padamu. Asal kau ingat janjimu itu, kau akan melakukan segala syarat dariku." Jawab Winston dengan sangat arogan.
"Baiklah aku setuju." Balas Nixon dengan yakin.
Karena memang panggilan telepon itu sudah berakhir, Winston kembali lagi ke kasurnya dan mensejajarkan tubuhnya dengan Luna. Dan akhirnya dia pun tertidur sembari memeluk Luna.
Di suatu tempat persembunyian,
***
"Apakah Winston masih mengingat diriku? apakah aku sudah dilupakan olehnya?" lirih seorang gadis yang sedang dirantai di sebuah ruangan isolasi.
Gadis itu terlihat lemah dan kurus, kulitnya sangat pucat karena sudah tidak pernah lagi merasakan matahari.
"Duakkkk!" dobrakan pintu terbuka dengan sangat kasar, hal itu mengejutkan perempuan yang sedang dirantai itu.
__ADS_1
"Apakah kau masih mengingat kekasihmu Winston?" tanya pria itu mendekat kearah gadis yang sedang dirantai itu.
Gadis itu tiba-tiba sangat ketakutan saat pria itu mendekat, dia memberontak sekuat tenaga. Namun, karena memang dirinya sedang di rantai, dia tidak bisa berbuat banyak.
"Srekkk." Lelaki itu langsung mencengkeram dagu perempuan itu dengan sangat kasar.
"Hei perempuan, kau sangat naif. Tetap menjaga hatimu dengan pria tidak setia sepertinya. Apakah kau sudah tahu jika dia sudah bertunangan? dia sudah melupakan dirimu, bahkan setelah kepergian mu pun dia sama sekali tidak mencari dirimu. Kau sangat menyedihkan!" Bisik lelaki itu dengan nada yang menekan dan langsung menghempaskan perempuan yang dicengkeram nya itu.
"Lihatlah foto-foto ini, dia sudah bertunangan beberapa minggu yang lalu. Kau hanyalah tinggal masa lalu yang tidak penting baginya. Tapi aku masih penasaran, jika Winston tahu alasanmu pergi karena aku culik? reaksi seperti apa yang akan diberikan nya? hahahaha! aku sangat penasaran dan menantikan hari itu." Ucap pria itu dengan suara yang besar dan menggema di ruangan itu.
Lalu pria menyeramkan itupun pergi dari ruangan isolasi itu, dengan terisak dan hati yang sangat remuk, perempuan itu menangis.
Dia bisa melihat potret Winston bersama dengan seorang gadis.
"Kau benar-benar melupakan aku, aku tidak rela! kenapa kau tidak mencari aku? kenapa?" tangis gadis itu begitu pilu, bagaimana dia telah menderita beberapa tahun ini. Namun dia masih mencoba bertahan karena dia merasa Winston masih menunggu dirinya.
Malam yang sangat pekik itu dilalui perempuan itu dengan tangisan. Dia masih belum rela jika Winston sungguh melupakan dirinya.
Di kediaman Beni.
***
"Apakah kau tahu jika hari ini Luna pergi ke rumah lamanya dulu?" ucap seseorang dari telepon ke Nonik.
"Apa? untuk apa dia ke rumah itu lagi?" decak Nonik dengan sangat gugup dan ekspresi yang ketakutan.
"Nonik! ku peringatkan kau ya! jika sampai Luna tahu semua kebenarannya, maka kau akan langsung aku bunuh bersama dengan putrimu itu!" ancam orang misterius yang sedang berbicara dengan Nonik di ponsel itu, dan langsung mematikan panggilan telepon tersebut.
Dengan sangat gugup dan wajah yang pucat Nonik tersungkur ke sofa. Entah apa yang dirahasiakan Nonik, namun dia sedang sangat ketakutan sekarang.
__ADS_1
"Untuk apa Luna kesana? apakah dia sudah mencurigai sesuatu? tidak mungkin. Dan lagian semua bukti juga sudah aku bereskan dari rumah itu. Jadi, pasti semuanya akan aman dan baik-baik saja. Tenanglah Nonik, jangan panik, pikirkan saja solusinya agar bisa mempengaruhi Luna untuk tidak menyelidiki perihal kejadian 12 tahun lalu." Ucap Nonik pada dirinya sendiri, dan coba menenangkan dirinya yang sedang panik itu.