Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Kiss Before Work


__ADS_3

***


"Huh, akhirnya penderitaanku berakhir, terimakasih tuan malaikat pak Roni, jasamu tidak akan aku lupakan, akan kuukir dalam diriku selama-lamanya."


Luna merasa Lega, sebab Winston telah melepaskan dirinya, dan sekarang Winston sedang dalam persiapan menuju kantornya.


***


"Hei kau Rean, kau dilarang datang ke mansion ini sebelum jam sepuluh pagi, mengerti?"


Winston merasa sangat kesal, karena adegan dewasanya, pagi ini, di ganggu oleh assistennya sendiri.


"Baik Bos, sesuai perintah mu."


Jawab Rean mematuhi perintah Winston tanpa menanyakan alasannya.


Sebelum pergi ke kantor, Luna bergegas berlari mengejar Winston ke area parkiran mobilnya. Karena Winston memang sudah akan berangkat ke kantor.


Melihat Luna berlari dengan tergesa-gesa membuat Winston bingung.

__ADS_1


"Ada apa ini? kenapa dia mengejarku sampai kesini? hehe, apakah dia mau memberikanku kecupan sebelum berangkat kerja? seperti pasangan suami Istri?" lamunan Winston terhadap Luna, memang tidak pernah jauh dari adegan seperti ini pemirsa.


"Sayang, hari ini, aku ijin pulang ke rumah paman Luna dulu ya, ada sesuatu yang penting." Luna meminta ijin sehalus mungkin, dan dengan menampilkan ekspresi paling menyedihkan, berharap Winston menyetujui nya.


"Kenapa kau mau kembali ke sana? bukankah mereka sudah membuang mu? tidak usah kesana!" Winston memberikan jawaban tegas nya. "Untuk apa dia ke sana lagi?" gumam Winston.


"Sayang, tolong lah. Lagian mereka tetaplah keluarga Luna, dan kebetulan aku ada urusan penting di sana."


Luna tidak mau kalah, dia harus tetap berusaha meluluhkan hati Winston agar dia mengijinkan Luna pulang ke rumah pamannya sebentar.


"Hmmm, aku akan mengijinkanmu, tapi kau harus berjanji satu hal padaku, setiap aku mau pergi ke kantor, kau harus mencium bibirku di manapun dan kapanpun."


"Heleh, cuma ciuman doang mah gampang Tuan mesum, bukankah kita sudah melakukan lebih dari itu?" gumam Luna merasa tidak keberatan dengan syarat yang di berikan oleh Winston.


Menerima jawaban spontan dari Luna membuat Winston tertegun dan merasa sangat puas.


"Baiklah sayang, sini mendekat ke arahku." Winston menggoda Luna di depan semua pelayan dan juga Rean.


"Muah." satu kecupan tiba-tiba mendarat di bibir Winston, dan pelakunya Luna, sudah kabur masuk kembali ke mansion.

__ADS_1


....


Mendapat perlakuan itu membuat Winston terdiam sebentar, wajahnya memerah dan jantungnya seperti mau copot dari tubuhnya.


"Rean, urusan kantor apakah kau tidak bisa back up? seperti nya, aku sudah sangat ingin memakan gadis itu." Winston bertanya dengan wajah yang serius kepada Rean.


"Maaf Bos, tapi untuk kali ini seperti nya tidak bisa di wakilkan oleh saya, ini menyangkut pergerakan Geng Lou." Rean memberikan penjelasan sedetail mungkin.


mendengar kata Geng Lou membuat Winston terdiam, dia sudah mengerti apa yang harus iya lakukan.


"Baiklah Rean, ayo bergegas ke kantor untuk membahas rencana kita," tiba-tiba wajah Winston yang tadinya sedang merona, sudah kembali dengan sekejap ke mode duper serius nya.


***


Dimansion Winston.


"Yey, akhirnya kak Neon kembali juga dari luar negeri, aku sudah sangat rindu padanya."


Memang, tadi Luna meminta ijin ke Winston agar dapat menjumpai Neon kakak sepupu dari Luna yang telah menyelesaikan sekolahnya di Luar negeri. Luna sudah tidak sabar ingin berjumpa dengan Neon, karena dulu, Neon lah yang selalu menjaga Luna.

__ADS_1


__ADS_2