
***
Time skip 1 bulan kemudian,
Dalam masa satu bulan ini, Nixon sudah resmi terpilih menjadi salah satu anggota DPR termuda. Saat ini, dia sedang ramai diperbincangkan.
Apalagi masalah silsilah keluarganya, banyak orang yang mengelu-elukan keluarga Nixon. khalayak ramai merasa sangat segan juga iri pada keluarga nya.
Karena semuanya berhasil menjabat di pemerintahan. Apalagi paman Nixon yang bernama Urek Heit yang dalam bulan itu akan mencalonkan diri sebagai presdien.
Untuk Lily, dia sudah kembali ke negaranya, dia mengatakan alasan bahwa dirinyalah yang memutuskan pertuanangannya dengan Winston.
Hal ini dikarenakan agar ayahnya yang keras itu tidak akan mencurigai sesuatu.
Setelah pelajaran berharga yang ia dapatkan selama hidup bersama Winston membuat Lily bertekad untuk menjalani hidup yang baik dan akan menghindari masalah.
Setelah semua itu Lily sadar jika dia sangat tidak bisa hidup dibawah tekanan dan masalah.
***
Urek Heit sekarang sedang sangat fokus untuk melakukan kampanye nya, ke daerah-daerah. Urek Heit memiliki ambisi yang sangat besar untuk pemilihan itu, demi melaksanakan rencana besar yang sedang ia susun itu.
Dengan terpilihnya Nixon sebagai anggota DPR tentunya memberikan energi positif bagi Urek, sekarang keluarga mereka semakin terkenal, dan semakin banyak pula orang yang ingin memilih Urek sebagai presiden di negara itu.
***
Malam Hari disebuah Hotel,
“Hahaha sepertinya hanya menunggu waktu sebelum aku benar-benar menjabat sebagai presiden. Ini semua berkat dirimu Nixon, dengan terpilihnya dirimu menjadi anggota DPR semakin menarik perhatian orang-orang pada keluarga kita,” ucap Urek yang sedang mengangkat gelasnya yang berisikan wine.
Karena memang saat ini, Urek sedang melakukan pesta untuk perayaan kampanye yang dirasa berhasil itu. Sekaligus merayakan terpilihnya Nixon sebagai anggota DPR.
Melihat betapa percaya dirinya pamannya, Urek itu, membuat Nixon sedikit khawatir, Winston masih saja belum melancarkan rencananya. Bahkan Nixon sendiri pun belum tahu apa yang sebenarnya Winston rencanakan.
***
Diwaktu yang sama di mansion Winston.
Hari ini Winston pulang dengan cepat. Dia sudah sangat merindukan istrinya itu, selama satu bulan penuh dia sangat sibuk dan sangat jarang berjumpa dengan Luna.
Jika dia pulang pastilah Luna sudah tidur karena Winston pulang sangat lama.
“Sayang, aku sangat merindukan kamu,” ucap Winston memeluk istrinya yang sedang berdiri di balkon kamarnya mereka itu.
__ADS_1
“Aku juga sudah sangat merindukan kamu, kapan urusanmu akan berakhir?” keluh Luna memanyunkan bibirnya dan memeluk suaminya itu.
“Minggu ini pasti akan berakhir sayang, tunggulah sebentar lagi. Setelah masalah yang ini usai aku akan meluangkan lebih banyak waktuku untukmu,” ucap Winston dengan lembut sembari mengecup dahi Luna dengan sangat lembut.
“Sayang, aku mau itu,” bisik Winston dengan tangannya yang sudah mengerayang diseluruh tubuh Luna.
Mendengar permintaan suaminya itu hanya membuat Luna terdiam, Luna masihlah sangat malu menyetujui permintaan yang menjurus ke hal itu.
Melihat Luna yang tersipu malu dan pipi yang merona membuat Winston terkekeh.
“Kau masih belum terbiasa ya? sangat lucu,” ucap Winston sembari menggendong Luna ala bridal style ke kasur mereka.
Sesampainya dikasur, Winston segera menanggalkan piyama istrinya yang memang berbentuk one piece itu.
“Ah, aku sudah sangat merindukan mereka, sikembar kesukaanku ini,” bisik Winston dengan senyuman nakalnya setelah berhasil membuka kaitan bra istrinya itu.
Melihat itu malah semakin membuat Luna malu dan salah tingkah.
“Semakin kau menunjukkan ekspresi malu seperti itu, semakin aku bergairah terhadapmu sayang. Kali ini nikmatilah setiap detik yanga akan kita lalui,” bisik Winston sudah membenamkan diri ditubuh mungil istrinya itu.
(Terkadang author masih bingung, kenapa aku bisa nulis novel kayak gini – curhatan author yang masih bingung akan dirinya sendiri )
Malam itu sungguh dilalui dengan sangat bergairah. Winston yang satu bulan penuh menahan hasratnya karena sedang fokus melancarkan rencananya itu menumpahkan segalanya di malam itu.
“Aku juga sangat beruntung memiliki suami sepertimu,” jawab Luna membalas pelukan suaminya itu.
Sekarang Luna sudah tidak ingin bertanya panjang lebar lagi akan apa yang sedang Winston lakukan, Luna sudah percaya sepenuhnya pada Winston, dia akan menunggu Winston sampai semua urusannya selelsai.
Malam yang begitu hangat mereka berdua lalui. Winston hari ini memang sengaja pulang untuk mengobati rasa rindunya pada istrinya itu. Mulai besok dan beberapa hari ke depan, Winston mungkin bahkan tidak akan sempat untuk pulang.
***
Keesokan harinya,
Luna merasa ada yang aneh dengan badannya, dia jadi sangat gampang lelah dan dia semakin malas bergerak.
"Ada apa denganku? sepertinya aku kekurangan olahraga, sekarang badanku sangat lemah dan kaku," ucap Luna yang sedang meregang kan tubuhnya di kasur itu.
Seperti biasa dia sudah tidak menemukan Winston di sampingnya.
"Kapan yah urusannya selesai? aku sudah sangat ingin mengajaknya kesuatu tempat," gumam Luna memanyunkan bibirnya.
Dia merasa Winston sangatlah sibuk.
__ADS_1
"Tapi tidak apa-apa, katanya minggu ini urusannya akan usai! aku akan sabar menunggu," gumam Luna berhenti mengeluh dan melanjutkan aktifitasnya.
Hari ini, dia akan pergi ke rumah sakit. Ingin melakukan pengecekan kesehatan rutin yang diwajibkan Winston untuknya.
Memang saat Luna sudah terikat pada Winston, Winston mewajibkan kepada Luna agar cek kesehatan per satu bulan sekali. Hal itu dituruti oleh Luna karena memang hal itu baik untuk dilakukan.
***
Di ruangan kerja Urek Heit.
Hari ini dia sedang berdiskusi dengan suruhan kepercayaan nya itu, orang yang lalu melakukan pembunuhan Nonik.
"Bagaimana, apakah kau sudah menemukan orang-orang yang Nixon temui akhir-akhir ini?" ucap Urek dengan nada yang sangat serius.
Kelebihan Urek dari yang lain adalah, bahkan disaat tenang seperti ini, dia tetap kritis dan mempertimbangkan segala hal. Walaupun Nixon tidak menimbulkan gerak-gerik yang mencurigakan, Urek merasa tetap harus menyelidikinya.
"Sudah Pak, beberapa bulan terakhir dia hanya bertemu dengan satu orang perempuan, disamping itu dia tidak pernah melakukan kontak dengan orang lain kecuali dari kalangan keluarga Bapak," jawab pria itu menjelaskan penyelidikannya.
"Seorang gadis? apakah dia sudah memiliki kekasih? siapa nama gadis itu?" tanya Urek masih belum mencurigai sesuatu.
"Namanya Luna Maria Pak, ini saya sudah membawa beberapa foto saat mereka sedang bersama," sahut pria itu menjawab pertanyaan Urek atasannya itu.
"LUNA MARIA?" tanya Urek dengan nada yang sudah bergetar dan ketakutan di wajahnya.
Urek pun melihat pertemuan antara Luna dan Nixon yang terpotret di beberapa photo yang bawahannya itu serahkan.
Tangan Urek bergetar, dia sungguh sedang dalam kewaspadaan yang tinggi saat ini.
"Kau, selidiki gadis ini! bawa dia padaku! jika dia sudah mendapatkan ingatannya, kita harus melenyapkan nya sama seperti bibinya itu!" decak Urek merobek-robek beberapa photo yang ada di tangannya.
Ketenangan yang ia rasakan barusan sekarang sudah berubah menjadi kewaspadaan yang sangat tinggi.
Tangannya bergetar mengetuk-ngetuk mejanya, dan wajahnya sudah berubah menjadi pasi.
"Jika Nixon sungguh merencanakan sesuatu, bahkan jika itu dirimu, kau pun akan ku lenyap kan! tidak boleh ada yang menghancurkan rencanaku! Tidak akan kubiarkan!" decak Urek sudah memikirkan banyak sekali opsi untuk menghadang semua kekacauan yang sekiranya akan mengganggunya.
***
Jangan lupa di Like dan komen yah 🤗
Dan mampir ke karya author yang baru : Terikat Tali Pernikahan ~
Lope yu ❤️
__ADS_1