
***
"Sayang, suapi aku." Ucap Winston yang sedikitpun tidak melepaskan pelukannya dari Luna. Entah mengapa Winston sedang sangat ingin diperhatikan Luna saat ini.
"Apa? menyuapimu? di depan semua orang? aku tidak mau. Seandainya aku bisa menjawab seperti itu, huhu ... pasti kalau aku menjawab seperti itu, dia akan menerkam aku lagi." Gumam Luna merasa tidak berdaya menolak permintaan Winston.
Tanpa menolak, Luna menyuapi Winston dihadapan semua pelayan, dan juga dihadapan Lily tunangan Winston.
Lily yang sedari tadi melihat kemesraan antara Winston dan Luna menjadi sangat geram. Dia sangat membenci Luna.
"Lihat saja, aku pasti akan memisahkan kalian berdua. Aku tidak akan pernah rela melihat orang lain bahagia di atas penderitaan ku!" ketus Lily dalam amarah yang begitu memuncak, dia bersumpah akan memisahkan Luna dan Winston bagaimanapun caranya.
Setelah drama makan malam usai, Winston kembali menggendong Luna kembali ke kamar mereka. Sungguh, Winston sama sekali tidak ingin melepaskan Luna, dia tetap saja menempel dari tadi ditubuh Luna.
***
"Sayang, besok kita akan mendaftarkan pernikahan kita. Dengan begitu, kau akan seutuhnya menjadi milikku." Ucap Winston dan langsung tertidur sembari memeluk Luna di pelukannya.
Luna masih tidak menyangka, setelah kejadian beberapa hari yang lalu, dia dan Winston akan berbaikan seperti ini. Padahal Luna sudah mengira jika Winston akan menyiksanya sepanjang hidup.
"Tapi syukurlah setidaknya Luna tidak akan menerimanya penyiksaan lagi, yang Luna harus lakukan sekarang adalah menghindari masalah dengan Winston. Karena, sifat arogansi Winston sungguhlah berada di taraf yang sangat menakutkan. Jadi, Luna harus sebisa mungkin menuruti Winston, sebelum Luna menemukan cinta pertama Winston, Luna harus menjadi istri yang baik dan penurut.
Luna masih ingin lepas dari Winston, Luna tidak suka dikekang. Luna ingin kebebasan tapi Winston tidak bisa memberikan hal itu untuknya. Luna juga masih yakin, jika Winston sebenarnya tidaklah benar-benar mencintai dirinya, Winston mungkin hanya sedikit nyaman karena telah terbiasa bersama dengan Luna.
Pagi hari di mansion Winston.
"Ahhh, kenapa tubuhku berat sekali?" gumam Luna saat terbangun merasakan berat di tubuhnya. Lalu saat dia membuka matanya, dia bisa melihat Winston setengah menindihnya, dan lagi-lagi tangannya menggenggam dadanya.
"Sial, jika saja aku bisa mematahkan tangan ini!" ketus Luna sembari menyingkirkan tangan Winston dari tubuhnya.
__ADS_1
Segera Luna menggeser pelan tubuh Winston itu. Tapi ...."
"Sayang, jangan coba-coba pergi dari sini sebelum aku menyuruhmu pergi." Ucap Winston tanpa membuka sedikitpun matanya.
Dan tangan Winston kembali meraih tubuh Luna dan memeluknya tambah erat.
"Baiklah terserah mu, aku hanya bisa pasrah!" gumam Luna sudah tidak berani menolak ataupun membuat Winston kesal. Saat beberapa hari yang lalu Luna mendapat perlakuan dari Winston sudah cukup memberikan efek jera bagi Luna.
"Kau semakin menurut saja, aku jadi semakin menyayangi mu. Jika kau penurut begini aku pun tidak akan marah ataupun memaksamu bukan?" ucap Winston tanpa melonggarkan sedikit pun pelukannya terhadap Luna.
"Winston, apakah aku sudah boleh pergi ke kampus hari ini?" tanya Luna mengalihkan pembicaraan.
"Kalau aku melarangmu apakah kau akan menurut? pasti tidak kan? kau boleh pergi ke kampus. Tapi ingat, aku punya banyak mata-mata dimana-mana, jadi jangan berharap bisa menemukan selingkuhan yang baru." balas Winston sudah mulai terbangun dari tidurnya.
"Aku tidak pernah selingkuh. Dan aku juga tidak berniat untuk selingkuh, siapa juga yang berani selingkuh darimu? bisa-bisa kau akan menenggelamkan ku di lautan, atau tidak menguburku di pegunungan." ketus Luna akan pernyataan Winston itu.
"Sayang, aku mana tega menenggelamkan kamu di lautan, dan mengubur kamu di pegunungan. Jika kau selingkuh maka aku akan mengikatmu di tempat tidur ini, tidak membiarkan kamu keluar, dan hanya boleh melayaniku saja. Bukankah hukuman nya ringan? kau harus bersyukur sayang karena aku begitu tertarik kepadamu. Jadi, aku tidak akan pernah melepaskan dirimu." Jawab Winston dengan santai, seolah jawabannya itu adalah jawaban yang normal.
"Sayang aku akan mandi dulu. Kau juga bersiap-siaplah, kita harus mendaftarkan pernikahan kita sekarang." Ucap Winston sembari bangkit dari kasur dan hendak pergi mandi.
Setelah selesai mempersiapkan segalanya, mereka pergi mendaftarkan pernikahan mereka berdua.
Sungguh, hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri yang sah.
"Tidak kusangka akhirnya aku akan menikah. Tetapi di usia yang begitu muda. Apakah di masa lalu aku pernah mengkhianati sebuah negara? makanya hidupku di masa ini begitu mengenaskan?" gumam Luna saat dirinya sudah menerima sebuah buku nikah.
"Bagus! akhirnya secara legal dan hukum kau sudah resmi menjadi milikku." Ucap Winston sembari mengantarkan Luna ke kampusnya.
***
__ADS_1
"Sayang, ingat ya kau sudah bersuami jadi jangan mencari selingkuhan yang baru, karena kau sudah memilikiku. Tidak ada lelaki yang lebih sempurna dariku di dunia ini. Apakah kau mengerti?" ucap Winston memberikan peringatan kepada Luna.
"Baiklah aku tidak akan selingkuh."
"Siapa juga yang berani selingkuh darimu? cari mati itu namanya." Gumam Luna dalam hati.
Di kantor Bima Anggara.
***
Bima Anggara sudah menerima laporan dari detektif yang telah ia sewa. Bahwa ada keterkaitan sebuah perkomplotan mafia yang menyebabkan putranya Rendi terluka di hotel tempo hari.
Bima Anggara juga menerima info, bahwa penyebab semua ini adalah akibat seorang gadis yang bernama Luna Maria. Tetapi, detektif itu tidak bisa menemukan nama komplotan mafia mana yang telah mencelakai putranya Rendi. Yang detektif itu bisa temukan hanyalah nama Luna Maria saja. Karena memang Rendi pergi ke hotel itu bersama dengan Luna.
Bima Anggara memerintahkan detektif itu untuk menyelidiki gadis yang bernama Luna Maria tersebut. Bima Anggara merasa ada yang janggal, dia yakin bahwa dalang dibalik semua ini adalah orang yang sangat penting. Jadi, semua harus dilakukan secara hati-hati.
Di rumah sakit,
***
Keadaan Rendi Anggara di rumah sakit sudah mulai membaik. Dia juga telah sadarkan diri. Tetapi, ada sesuatu yang aneh dengan Rendi, biasanya Rendi adalah orang yang suka berbicara dan ceria.
Tetapi, setelah dia bangun dari ketidaksadarannya, Rendi berubah menjadi pendiam. Rendi seperti memikirkan sesuatu, wajahnya terlihat sangat serius dan terlihat kemarahan di kedua bola matanya.
Rendi juga mengatakan kepada ayahnya, bahwa Rendi akan sungguh-sungguh belajar bisnis. Rendi mengatakan kalau dia akan menjadi orang yang sangat sukses. Karena, Rendi ingin merebut sesuatu.
Setelah melihat Luna terluka dan dia tidak bisa berbuat apa-apa, memberikan sebuah sensasi yang sangat menyakitkan bagi Rendi. Jadi, untuk saat ini Rendi akan membenahi dirinya dulu, dia akan menjadi orang yang hebat. Dan suatu saat nanti dia pasti akan merebut Luna dari Winston.
Rendi bersumpah akan mengalahkan Winston bagaimanapun caranya. Menurutnya, Luna sangatlah tidak pantas diperlakukan kasar seperti itu.
__ADS_1
"Tunggu aku sebentar lagi Luna, aku pasti akan membawamu pergi darinya. Mulai dari saat ini, aku tidak akan pernah mengalah dan melepaskanmu lagi." gumam Rendi menetapkan tujuan hidupnya.