Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Cemburu??


__ADS_3

***


Sesampainya di restoran yang di janjikan oleh Winston, dia melihat sesosok yang sangat Ia kenali.


"Luna? Ngapain dia disini? bukankah dia mengatakan dia ke rumah paman nya?" Benak Winston.


Tetapi, saat ia melihat Luna sedang bersama seorang pria, dan Luna terlihat sangat bahagia membuat darah Winston mendidih.


Ingin rasanya ia membakar dan menghancurkan tempat ia berdiri sekarang.


"Oh, gadis kecil, beginikah caramu bermain?kurang ajar, sepertinya aku terlalu lembut padamu, bahkan kau berani membohongiku."


Winston merasa sangat kesal, kecemburuan telah memenuhi dirinya, tapi tentu saja Winston belum menyadari jika perasaan itu adalah perasaan cemburu.


***


"Sayang, ada apa? apakah ada yang mengganggumu?" Rena sudah sangat berani memanggil Winston dengan sebutan sayang.


"Tidak ada apa-apa, semuanya baik-baik saja." Respon Winston menguatkan volume suaranya berharap Luna mendengar.


...


Ditengah perbincangan asik antara Luna dan Neon, Luna seperti mendengar suara Winston. "Ah, mana mungkin dia disini," gumam Luna menepis pemikiran nya.

__ADS_1


Sampai sesaat setelah ia melihat Winston melewati mejanya dan sedang bergandengan dengan wanita yang menurut Luna sangat seksi dan cantik.


Apalagi saat perempuan itu bersandar mesra di pundak Winston, membuat bulu kuduk Luna merinding.


Hati nya merasa nyeri, tubuhnya bergetar, hampir saja ia meneteskan air mata. Tapi, segera Luna menyadarkan dirinya sendiri.


Luna memperhatikan perempuan yang bersama Winston, dilihatnya penampilan gadis itu.


"Sangat cantik, badannya sangat bagus, dadanya juga besar. Hiks, dia beda kelas denganku. Pantas saja aku hanyalah simpanan, ternyata kelasku sungguhlah berbeda. Luna berani-berani nya kau merasa bahagia akhir-akhir ini, kau bodoh! simpanan sepertiku mana ada artinya."


Luna tertunduk meratapi nasibnya yang menjadi seorang simpanan.


...


Neon memegangi rahi Luna, "tidak panas." gumam Neon.


saat melihat Neon memegang dahi Luna membuat emosi Winston memuncak, Winston sudah tidak bisa menahan emosi yang sedari tadi ia tahan itu.


Tapi di samping itu, dia tidak boleh menghancurkan rencana matang yang telah ia susun dengan Rean untuk menghancurkan Geng Lou, demi membalas perbuatan Luna, Winston tiba-tiba mencium Rena, dan saat Ia mencium Rena pandangan mata Winston tetap melekat pada Luna..


mendapati Ciuman dari Winston membuat Rena kegirangan..


"Sayang, Kau sabarlah, nanti malam kita punya banyak waktu kok." Goda Rena sembari menempel ke tubuh Winston.

__ADS_1


..


"Jleb ...." Hati Luna serasa di tusuk seribu jarum, rasanya sangat sakit, ini pertama kalinya dirinya merasakan itu.


"Apa-apaan itu, dia melihatku saat berciuman dengan wanita seksi itu, apakah kau mau memperjelas statusku? jika aku ini sangatlah tidak bernilai bagimu?"


"Luna jangan menangis, sudah berapa kali ku bilang jangan jatuh cinta pada pria itu, hiks, beginilah jadinya, dirimu hanyalah mainan."


Luna merasa sangat tersakiti, tapi dia sadar, jika posisi nya hanyalah seorang simpanan, tidak pantas mengharapkan lebih.


..


"Kak Neon, kita pulang saja yuk, tiba-tiba Luna merasa tidak enak badan."


"Baiklah Luna, kamu menginap di rumah saja ya, urusan ibu dan Hani biar kaka yang bereskan."


"Baiklah kak." Respon Luna karena merasa hari ini dia memang tidak ingin pulang ke mansion Winston.


Luna dan Neon pergi meninggalkan restoran itu, kemarahan Winston semakin membara saat ia melihat Neon menggandeng pundak Luna dengan sangat nyaman.


seolah-olah mereka sudah sangat sering melakukannya.. karena kemarahannya Winston sampai tidak sadar telah meremukkan gelas yang sedang Ia pegang.


"Rean, selidiki laki-Laki yang sedang bersama Luna sekarang." Perintah Winston pada Rean melalui pesan di ponsel.

__ADS_1


..


__ADS_2