Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Menyeramkan


__ADS_3

***


Pagi itu di mansion Winston sangat banyak drama yang terjadi, saat Winston sudah memutuskan untuk bangun dia menggendong paksa Luna ke kamar mandi.


Winston juga memaksa Luna untuk mandi bersama, Winston beralasan bahwa Luna harus memberikan tanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan tadi malam.


"Sayang, kau sudah menjadi milikku seutuhnya. Kau bahkan memaksaku melakukan itu padamu, kau sangat agresif." Bisik Winston ke telinga Luna yang berada di bathtub.


Mereka berdua memang sedang berada di bathtub bersama akibat dari paksaan Winston tadi.


"Sial, aku tidak menyangka aku sudah melakukan hal sejauh ini diusia yang begitu muda. Apakah ini bisa disebut sebagai pergaulan bebas?" Luna tidak merespon Winston, begitu banyak hal yang menjadi pikiran Luna sekarang.


"Sayang, kau sedang memikirkan apa? apakah kau belum puas memaksaku tadi malam? apakah perlu kita mengulanginya disini?" tanya Winston sembari memainkan helaian rambut Luna yang basah itu.


"Tidak ... tidak, dasar kau mesum! kau seenak nya saja mau mengambil kesempatan didalam kesempitan. Jangan berani melakukan itu lagi padaku!" ucap Luna sembari menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.


"Haha, sayang, jangan merasa malu lagi padaku, kita bahkan sudah melakukannya, semua bagian dari tubuhmu pun sudah ku lihat. Dan yang mengambil kesempatan didalam kesempitan adalah kau, beraninya kau mengkambing hitamkan ku."


Balas Winston sembari menarik Luna ke dalam pelukannya.

__ADS_1


"Lihatlah kau sangat sensitif, dipeluk sedikit saja sudah langsung gemetaran." Bisik Winston menggoda Luna.


Hal itu sontak membuat wajah Luna merah padam, dia sangat malu. "Bagaimana mungkin orang ini bisa dengan enteng mengatakan hal-hal seperti itu?" gumam Luna pasrah dengan tubuhnya yang sedang di peluk erat oleh Winston.


Setelah drama di kamar mandi usai, Winston memanggil Luna ke salah satu ruangan di mansion itu.


Dan saat Luna masuk, alangkah terkejutnya Luna saat mendapati seorang pria yang sedang diikat dan babak belur, semua tubuhnya mengeluarkan darah.


Lalu, Luna mengingat jika pria itu adalah pria yang tadi malam mau menodai dirinya.


"Winston dia orangnya, dia yang mau menodaiku malam itu! Huhu." Luna kembali mengingat segala kejadian yang terjadi tadi malam. Dia terisak, untung saja dia bertemu dengan Winston, kalau tidak, entah apa yang terjadi padanya sekarang.


"Duakk ... plak." Tendangan dan tamparan mendarat di wajah pria itu.


"Katakan, bagian mana yang kau buat menyentuh wanitaku? hmm? jika tidak kau katakan maka semua keluargamu akan menanggung akibatnya!"


"Maafkan aku Tuan, aku tidak akan mengulanginya, aku belum menyentuh dia sama sekali. Aku bersumpah. Tolong katakan Nona, tolong selamatkan aku dan keluargaku." Ucap pria itu memohon pada Luna.


Melihat kejadian itu sungguh membuat Luna gemetar ketakutan, dia tidak tahu jika Winston adalah orang yang sangat menyeramkan seperti itu. Tubuh Luna bergetar hebat, selama ini, dia ternyata tinggal bersama dengan seorang monster.

__ADS_1


"Win ... Winston, lepaskan lah dia, dia memang belum sempat menyentuh aku, bahkan aku yang memukul dia sampai pingsan." Ucap Luna tertunduk karena dia merasa sedang sangat ketakutan.


"Diam! semenjak kejadian semalam, sepertinya aku menyadari, jika aku sudah terlalu memberikanmu kebebasan.


Kau duduklah disitu dan nikmatilah pemandangan ini. Ini adalah hukuman padamu sayang, kau harus lihat akibat dari tadi malam. Dengan begitu, lain kali kau akan menjauh dari pria manapun. Karena jika ada yang berani menyentuh mu, maka orang itu akan lenyap!"


Wajah Winston sangat menyeramkan, wajahnya sama seperti saat pertama kali Luna berjumpa dengan Winston. Dingin dan mendominasi.


"Arggghh ... tolong ... tolong aku, ampun Tuan." Teriak pria itu saat kedua tangannya dipatahkan oleh bawahan Winston yang juga berada di ruangan itu.


Winston menonton kejadian itu sembari menghisap rokok yang berukuran besar. Dia menyilangkan kakinya dan duduk seperti seorang raja dihadapan pria yang sedang di siksa itu.


Winston memperlihatkan senyumannya yang begitu sinis dan menyeramkan.


"Apakah dia Winston yang ku kenal? Tidak mungkin, kenapa dia sangat menyeramkan? bahkan lebih menyeramkan dari yang ku bayangkan?" gumam Luna dalam hati.


Sungguh, dia sangat ketakutan sekarang. Tubuhnya bergetar, dia tidak tega melihat pria yang sedang diberikan pelajaran itu. Jadi Luna menutup kedua matanya.


Sekali lagi Luna menyadari, jika dia sekarang sedang menapaki jurang yang begitu dalam. Luna ketakutan apa yang akan dilakukan Winston kedepannya.

__ADS_1


__ADS_2