
***
"Kata dokter, kau bisa sembuh jika kau memiliki keinginan untuk hidup. Apakah kau tidak ingin hidup bersamaku? jangan menyiksaku seperti ini," ucap Winston sudah memeluk Luna didalam pelukannya.
Tapi sama seperti sebelumnya, Luna hanya terdiam membisu tidak merespon. Namun saat Winston meneteskan air mata. Luna dengan sangat cepat mengusap air mata itu dan ikut menangis.
"Kau barusan mengusap air mataku? berarti kau sudah mulai sembuh kan? berati aku hanya akan bersabar sebentar. Kau pasti juga sedih kan melihat aku menderita seperti ini?" ucap Winston dengan wajah yang sangat berbinar, saat mendapati Luna mengusap air matanya membuat Winston sangat bahagia. Walaupun Luna masih terdiam, tapi setidaknya Luna sudah menunjukkan progres yang baik.
***
Tring ... Tring ... Tring
"Halo Rean, apakah sudah kau dapatkan infonya?" tanya Winston saat mendapati panggilan telepon dari Rean.
"Halo Bos, saya mendapatkan info yang mengejutkan, dulu Nonik lah orang yang terakhir kali bersama Luna sebelum Luna dinyatakan hilang. Disamping itu, Nonik juga lah yang menjadi saksi mata di kepolisian mengenai pelaku pembunuhan ibumu,"
Penjelasan dari Rean sungguh membuat Winston syok, Winston sadar ada seseorang yang berkuasa berada di belakang ini semua?
"Apakah ini ulah Gale Rolex?" gumam Winston semakin penasaran. Sebenarnya apa yang sudah Luna alami, dan mengapa bibi Luna bisa menjadi saksi mata mengenai pembunuhan ibunya.
"Halo Bos? bagiamana selanjutnya? tindakan apa yang akan Bos ambil?" tanya Rean pada Winston karena Winston sedari tadi terdiam tidak merespon.
"Aturlah pertemuan antara aku dan Nonik sekarang, aku akan membereskan masalah ini sendiri. Pasti dia memiliki rahasia yang belum kita ketahui," jawab Wisnton merasa Nonik merupakan seseorang yang menjadi kaki tangan pembunuh ibunya dan juga penculik Luna.
***
"Sayang, tenanglah aku pasti akan membereskan segalanya untukmu. Siapapun orang yang telah membuatmu menderita, aku bersumpah akan membalasnya seribu kali lipat," ucap Winston dengan sangat lembut pada Luna yang sedang tertidur itu.
Lalu segera Winston memanggilkan Tuti dan Nani untuk menjaga Luna sebentar. Karena Winston akan bertemu dengan Nonik di tempat yang sudah Rean atur untuknya.
Setelah Winston pergi, Tuti dan Nani masuk kedalam ruangan Luna dan duduk disamping Luna.
__ADS_1
Mereka berdua melakukan perintah Winston untuk menjaga Luna, jikalau Winston sedang tidak berada di dekat Luna.
***
Nonik merasa heran mengapa assistennya Winston menghubungi dirinya dan memintanya untuk bertemu mendiskusikan sesuatu. Namun, tanpa adanya kecurigaan Nonik menyanggupi permintaan assisten Winston tersebut. Nonik mengira jika Winston hanya ingin mendiskusikan mengenai Luna saja.
"Halo Tuan Winston, ada apa sampai meminta bertemu dengan saya disini?" tanya Nonik sembari tersenyum ramah ke arah Winston.
Sekarang mereka sedang berada di sebuah ruangan yang khusus dipesankan Rean untuk Winston dan Nonik.
Tanpa panjang lebar, Winston langsung melemparkan sebuah berkas kehadapan Nonik.
"Bacalah, dan coba jelaskan padaku, apa yang terjadi hari itu," ucap Winston menatap tajam ke arah Nonik.
Nonik sudah mulai risau, apalagi saat ia membaca berkas yang ada dihadapannya. Dia langsung gemetaran dan terlihat sangat ketakutan.
Bagiamana tidak, berkas itu adalah bukti bahwa Nonik adalah saksi rahasia yang mengakibatkan ayah Luna dihukum mati.
"Aku tidak ingin berbasa-basi, aku hanya ingin jawabanmu secepatnya. Dan jika kau tidak menjawabnya dengan jujur, maka kau akan menerima akibat yang lebih mengerikan dari yang kau bisa bayangkan!" ancam Winston melihat dengan sangat lekat kearah Nonik.
Hal itu membuat Nonik tersungkur dan sangat ketakutan.
"Aku, aku tidak tahu. Aku tidak bersalah, jangan membunuhku," teriak Nonik langsung histeris dan sangat ketakutan. Entah mengapa ucapan Winston barusan sungguh membuat Nonik ketakutan.
"Jika kau tidak menceritakan kejadian sebenarnya maka putrimu yang sangat kau cintai itu akan menjadi korban dari perlakuan mu!" ancam Winston serius.
Mendengar ancaman itu sungguh membuat Nonik semakin ketakutan, akhirnya dia menceritakan apa yang ia ketahui 12 tahun yang lalu.
Kejadian 12 tahun yang lalu.
"Bibi, kita mau kemana?" Luna yang masih berumur enam tahun bertanya pada Bibinya yang sedang membawa dirinya kesebuah tempat yang sepi.
__ADS_1
"Sudah kau diam saja, ikuti bibi saja. Aku akan membawamu ke tempat yang sangat indah dan menyenangkan," jawab Nonik dengan wajah yang terlihat sangat kesal dan marah.
Karena memang dia sedang sangat kesal pada Adel, ibunya Luna, karena Adel tadi menegur Nonik ditempat umum, membuat Nonik sangat tersinggung dan sangat marah.
Nonik ingin membalaskan dendam, dengan cara membawa Luna ketempat sepi dan meninggalkan nya disitu beberapa saat.
Nonik ingin Adel merasa cemas dan ketakutan, walaupun sebenarnya Nonik tidak berencana membuang Luna. Dia hanya ingin sementara meninggalkan Luna di tempat sepi itu dan akan menjemputnya saat malam tiba.
"Luna, kau tunggu Bibi disini ya, Bibi mau membelikan mainan disebelah sana. Ingat ya, jangan pergi kemana-mana," ucap Nonik pada Luna, lalu pergi beranjak dari tempat sepi itu meninggalkan Luna yang masih kecil sendirian.
Tentu saja, rencana Nonik berhasil. Adel sangat khawatir dan ketakutan, Adel sampai menangis karena tidak bisa menemukan Luna sampai malam hari.
Hal itu membuat Nonik sangat senang, dan dia berencana untuk pergi menjemput Luna ketempat yang sepi itu. Karena Nonik sudah merasa puas melihat penderitaan sahabatnya itu.
Namun, saat Nonik ingin menjemput Luna. Nonik melihat sebuah mobil pejabat terparkir disitu dan sedang berbicara dengan Luna.
Entah apa yang mereka bicarakan namun Nonik tidak berani menuju ke arah mereka. Nonik hanya bisa bersembunyi dan melihat semua kejadian itu, Nonik sempat panik saat pria yang merupakan pejabat tinggi membawa Luna kedalam mobilnya.
Saat itu, Nonik hanya berpikiran jika pejabat itu ingin membawa Luna ke kantor polisi untuk mencarikan orang tuanya.
Namun, hari sudah berlalu dan minggu juga sudah berlalu namun Luna belum juga kembali. Nonik sangat panik, tapi dia tidak berani mengatakan yang sebenarnya. Nonik takut akan disalahkan dan diceraikan suaminya jika tahu apa yang sudah ia lakukan pada keponakannya Luna itu.
Jadi, Nonik hanya bisa memantau keadaan saja, walaupun dia tahu siapa yang telah menculik Luna. Dia hanya bisa terdiam membisu karena ketakutan.
Poster Luna sudah disebarkan kemana-mana, bahkan masuk kedalam berita. Namun, Luna belum juga ditemukan.
Sampai suatu ketika, saat Luna sudah hilang selama beberapa bulan. Dengan sangat tiba-tiba Lea membawa Luna pulang.
"Luna, putriku," teriak Adel saat melihat Luna sedang dibawa oleh Lea sahabatnya.
Adel langsung memeluk Luna dengan sangat erat, Adel menangis tersedu-sedu begitu juga Gonzales suaminya, dia langsung berlari kearah Luna dan memeluknya.
__ADS_1