Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Hilang nya Mahkota


__ADS_3

***


Dengan sigap dan cepat Winston melancarkan ciuman yang memburu ke setiap bagian tubuh Luna, ditinggalkan nya banyak bekas kepemilikan disana. Kali ini, Winston benar-benar tidak akan menahan diri lagi.


Luna tidak seperti biasanya, dia bahkan tidak menolak, malah membalas perlakuan dari Winston itu, malah Luna terlihat lebih agresif dan proaktif dibandingkan Winston.


"Ahhh ... sakit." Keluh Luna saat Winston hendak melakukan puncak dari aksinya.


"Tahan sebentar, nanti juga kau akan menikmatinya, dan ingatlah kaulah yang menginginkan ini. Kau harus bertanggung jawab padaku nanti sayang." Ucap Winston berbisik ke kuping Luna dengan terus melanjutkan aksinya.


Pending ruangan sudah tidak mampu lagi membuat kedua sejoli itu merasakan dingin, tubuh yang penuh keringat dan rasa panas yang mereka alami mewarnai malam itu.


Pelapasan itu berlangsung sangat lama membuat mereka berdua kelelahan. Winston mengakhiri aksinya saat menyadari jika Luna sudah tidur, dengan lembut Winston menyelimuti tubuh polos Luna dan mensejajarkan posisi mereka di kasur.


"Sial, obat jenis apa yang diminum oleh gadis ini? membuatnya sampai seperti ini!"

__ADS_1


sungguh malam itu Luna seperti bukan dirinya, hal itu malah membuat Winston makin geram. Dia membayangkan bagaimana jika saat itu dia tidak berada di hotel, bagaimana jika ada lelaki lain yang melihat Luna seperti ini.


"Sial, akan kuhabisi siapapun yang berani menjebak wanitaku. Beraninya kalian bermain-main denganku!" Winston benar-benar sangat marah, dia berjanji akan memberikan balasan yang setimpal atas apa yang mereka perbuat pada Luna.


Winston memandangi wajah Luna yang tertidur akibat kelelahan, diusapnya lembut bibir Luna yang memang sedang terluka.


"Apakah tadi kau menggigit bibirmu sampai terluka agar kesadaranmu tidak hilang? kenapa kau selalu membuatku khawatir, marah dan selalu menentang ku? dasar kau gadis kecil yang tidak penurut!" bisik Winston pelan agar tidak membangunkan Luna dari tidurnya yang pulas itu.


Winston pun segera mengambil kotak P3K yang berada di ruangannya, diambilnya salep dan diusapnya pada bibir Luna. Sungguh sekarang Winston benar-benar ingin memarahi Luna. Karena kali ini, Luna sungguh membuat kesalahan yang amat besar.


"Halo Bos." Jawab Rean pada Winston yang memang sedang menelepon dirinya.


"Bagaiman keadaan di sana?"


"Semua perintahmu sudah dilaksanakan dengan baik. Sekarang Lou sedang tak sadarkan diri, lengannya pun sudah dipatahkan sesuai dengan perintah mu." Jawab Rean atas pertanyaan Winston itu.

__ADS_1


"Bagus! batalkan rencana membunuh dia, buat dia menderita dan cacat seumur hidup. Dan jangan lupa untuk mengkebiri dia!" Perintah Winston pada Rean, sungguh Winston sangat marah tadi saat Lou menarik dan mengelus lengan Luna.


"Oh ya Rean, apakah Sean masih di markas Lou? suruh dia menyelidiki siapa yang membawa Luna ke hotel tadi. Dan aku ingin besok pagi pelakunya sudah ada di depan ku." Perintah Winston pada Rean.


"Baik Bos." Jawab Rean menyanggupi perintah dari Winston.


Winston yang sedang berada di balkon ruangannya, kembali menuju ranjang tempat Luna sedang mengistirahatkan tubuhnya.


Winston memandangi wajah Luna, diusapnya lembut wajahnya itu, lalu diciumnya kening Luna dengan sangat lembut.


"Sayang, jika kau tidak kelelahan mungkin aku akan tetap menghukum mu. Kau membuatku sangat marah tapi juga khawatir. Apa yang sudah kau perbuat padaku? aku sungguh tidak akan pernah melepaskan mu pada siapapun." Ucap Winston pelan sembari mengelus-elus rambut panjang Luna.


Segera Winston naik ke ranjang dan mensejajarkan tubuhnya dengan Luna, dipeluknya erat tubuh Luna itu, Winston berjanji, dari mulai hari ini, dia akan menjaga Luna dengan keamanan super ketat. Dia tidak ingin kejadian hari ini terulang lagi.


"Sayang, hukuman mu akan kita lanjutkan saat kau sudah bangun, jangan kira kau bisa lepas dari amarahku." Bisik Winston pada Luna dan segera mengistirahatkan tubuhnya yang juga kelelahan akibat olahraga panas yang baru mereka lakukan.

__ADS_1


__ADS_2