
***
Keesokan harinya di negara Y.
Karena Rendi sudah memiliki janji dengan kapten kapal. Rendi pun bisa masuk kedalam kapal yang sangat mewah itu.
Kapten kapal pun membawa Rendi pada pemilik kapal, orang paling tersohor dan terkaya di dunia yang bernama Louise Grey.
"Hem, kau adalah putranya Bima Anggara, ada apa datang berkunjung ke kapal ku?" tanya pria yang sudah berumur itu, namun bisa terlihat kegagahannya. Dan pastinya saat muda dahulu dia pasti sangat tampan.
"Aku datang kesini mencari teman saya Tuan, namanya Luna, saat malam kapal anda melewati perairan dangkal X, teman saya dinyatakan tenggelam di situ," sahut Rendi sopan dan hormat.
"Luna? maksudmu putriku Louise Anastasya? tanya Grey menyelidik. Grey pun menyuruh para anggotanya untuk memanggil kan Anastasya.
Rendi sempat kebingungan, yang dicari adalah Luna. Namun, kenapa yang disebut Grey malah Anastasya.
Tapi alangkah terkejutnya Rendi saat melihat Luna sudah berjalan kearahnya, membawa sebuah tas.
"Luna?" teriak Rendi yang langsung berlari memeluk Luna.
"Sudah kuduga kau masih hidup, kau tidak akan meninggalkan aku! aku sangat yakin," ucap Rendi dengan linangan air mata kebahagiaan yang jatuh membasahi pipinya.
***
Dua minggu yang lalu,
Saat Luna jatuh kedalam lautan, Luna bisa mendengar kapal yang sangat besar mendekat. Dengan tubuh yang lemah, Luna berusaha naik ke permukaan.
Entah mengapa saat itu secara tiba-tiba dia mendapatkan energi untuk bisa berenang ke permukaan.
Dan dengan sekuat tenaga Luna berteriak ke arah kapal, hal itu tentu saja menarik perhatian para suruhan Urek. Mereka hendak melemparkan benda tumpul ke arah Luna agar Luna benar-benar tenggelam.
__ADS_1
anak buah Urek yang sedikit panik mencoba untuk melempar Luna. Namun lemparannya gagal karena kuatnya angin malam saat itu.
***
Awalnya petugas kapal hanya merasa keheranan melihat sebuah kapal kecil mengapung di tengah lautan, awalnya petugas itu mengira jika kapal kecil itu adalah kapal nelayan, namun saat petugas kapal itu melihat dengan lebih jeli, dia melihat beberapa pria seperti melempar beberapa benda tumpul ke arah lautan, dan dilihat lah di lautan itu ada seseorang yang seperti meminta tolong.
Menyadari ada yang tidak beres petugas kapal itu memerintahkan agar menurunkan sekoci dan beberapa anggota yang lain untuk menyelamatkan orang yang sedang di lautan itu.
Seolah tidak menyerah anak buah Urek hendak menyalakan kapal dan ingin kabur dari situ, namun para pria-pria petugas kapal besar yang lewat itu datang menaiki sekoci itu sembari membawa senjata Laras panjang, dari sekoci itu terdengar teriakan yang sangat lantang.
"Berhenti disitu, jika kalian berusaha kabur, maka kami akan langsung menembak kalian dari sini!"
Itulah teriakan lantang yang membuat para anak buah Urek ketakutan dan terdiam.
Para pria petugas kapal yang sangat besar yang tidak sengaja melintas itu langsung menyelamatkan Luna dari dalam air. Jika terlambat sedikit saja, pasti Luna sudah kehabisan tenaga dan akan tenggelam.
Para suruhan Urek ditangkap oleh para pria itu dan dimasukkan ke dalam sel yang ada di kapal.
Louise Grey yang mengetahui jika para awak kapalnya baru saja menyelamatkan seorang gadis pergi melihat siapa gadis itu.
Dan alangkah terkejutnya Louise Grey saat melihat jika gadis yang sedang terbaring lemah itu sangat mirip dengan almarhum istri nya. Jika Louise Grey tidak jeli, mungkin Grey akan menyangka jika dia adalah istrinya yang puluhan tahun silam meninggal.
"Cepat berikan perawatan terbaik untuk nya!" perintah Grey pada dokter yang ia pekerjaan di kapal itu.
Setelah beberapa saat, dokter yang merawat Luna pergi melaporkan keadaan Luna pada Grey.
"Gadis itu baik-baik saja Tuan, hanya sedang merasa kelelahan. Dari pemeriksaan dia juga sedang hamil satu bulan, tapi tidak ada yang terjadi pada janinnya. Ini adalah dompet gadis itu, saya merasa harus menyerahkan nya pada Tuan agar kita tahu identitas gadis itu,"
dokter pribadinya itu memberikan penjelasan mengenai keadaan Luna dan menyerahkan dompet yang memang berada di dalam kantong baju Luna, karena memang saat sebelum diculik Luna sudah menyimpan dompet kecilnya di saku baju yang ia pakai itu.
Grey menerima dompet itu dan membuka nya. Dia melihat kartu identitas gadis itu bernama Luna, dan alangkah terkejutnya Grey saat melihat gelang berinisial LA yang dulu ia hadiahkan untuk kelahiran putrinya.
__ADS_1
"Anastasya? Louise Anastasya? putriku?" decak Grey dengan linangan air mata yang tiba-tiba terjatuh.
Selama ini, dia mengira jika putrinya itu sudahlah meninggal bersama istrinya di lautan. Walaupun jasad yang ditemukan hanyalah jasad istrinya, namun Grey merasa jika putrinya yang masih bayi itu sudah terseret kedalam lautan.
Karena itulah Grey lebih suka mengarungi lautan, karena merasa anak dan istri nya berada di lautan tersebut.
Dulu, Louise Grey memiliki saudara tiri yang sangat tamak, saudaranya merencanakan rencana keji untuk menguasai harta Grey.
Namun, Louise Grey segera mengetahuinya. Namun, sudah terlambat, saudara tirinya itu sudah membunuh istrinya dan membuangnya ke pantai yang berada dekat dengan Villa mereka.
Grey tidak tahu, jika istrinya dahulu sudah menitipkan putri mereka ke pelayan dan menyuruhnya membawa putri mereka pergi jauh.
***
Tragedi kenapa Luna bisa ditemukan didanau.
Istri Grey sudah melihat jika saudara tiri suaminya datang membawa senjata api. Nalurinya berkata jika adik iparnya itu akan melakukan hal yang sangat jahat.
Dan benar saja, sesampainya adik iparnya itu di dalam, dia langsung membunuh kakak iparnya itu dengan senapan yang ada di tangannya dan membuangnya ke lautan. Setelah itu, diapun bunuh diri ditempat.
Karena rencananya sudah diketahui oleh Louise Grey, dia memilih bunuh diri dan membuat Louise Grey menderita dengan cara membunuh istrinya.
Walaupun dia tidak menemukan putri dari Grey, adik tirinya itu sudah senang saat sudah membunuh kakak iparnya itu. Karena memang Louise Grey sangatlah mencintai istrinya itu.
Pelayan yang tadi membawa putri Louise Grey hendak pergi ke negara sekarang Luna tinggal. Namun, karena faktor ekonomi. Pelayanan itu memilih untuk memberikan putri majikannya itu kepada orang lain.
Pelayanan itu sering melihat pasangan yang terlihat sangat baik sering datang ke tepi danau dekat dia tinggal. Pelayan itu memata-matai mereka berdua, dan saat mereka berdua sampai di tepi danau, pelayan itu langsung meletakkan Louis Anastasya disitu.
"Maafkan saya Non, tapi saya tidak ingin Nona hidup menderita dengan saya," ucap pelayan itu langsung pergi meninggalkan Louise Anastasya disitu.
Dan benar saja, dari kejauhan pelayan itu bisa melihat jika pasangan yang tadi itu menemukan Luna dan terlihat kebahagiaan di wajah pasangan itu.
__ADS_1