
***
Setelah pembicaraan antara Winston dan Grey usai, segera Luna memperkenalkan Grey pada pamannya dan juga kakak nya Neon.
Karena tadi terlalu asyik dengan Winston, Luna sampai melupakan jika dia belum sama sekali memperkenalkan ayah kandung nya pada paman nya dan juga kakaknya Neon.
Dengan sangat rendah hati dan sopan Grey memperkenalkan dirinya kepada keluarga angkat putrinya itu. Grey sangat berterimakasih karena telah menjaga putrinya dengan sangat baik.
Esok Luna bermaksud mengajak ayahnya dan juga Winston ke makam orang tuanya. Luna hendak memperkenalkan suaminya dan juga ayah kandungnya pada orang tuanya itu.
***
Keesokan harinya di makam orang tua Luna.
"Ayah, Ibu, Luna datang kesini ingin memperkenalkan suami Luna. Dia adalah Winston, orang yang menyelamatkan Luna dulu. Disini juga ada ayah kandung Luna. Ternyata Ibu benar, aku tidaklah dibuang oleh orangtua kandungku," ucap Luna dengan kebahagiaan yang sangat terpancar dari wajahnya.
Baru kali ini Luna berkunjung ke makam itu karena hati yang sangat bahagia, bukan karena bersedih atau pun sedang terpuruk.
Segera Winston memperkenalkan dirinya. Dia juga berjanji akan membuat Luna bahagia dan menjaganya seumur hidupnya.
Begitu juga dengan Grey, dia berterima kasih pada mereka karena telah mengadopsi Luna, dan juga memberikan Luna kasih sayang yang tidak ia berikan sampai sekarang.
Tidak lupa Winston juga membawa Luna ke makam ibunya Lea. Karena memang Winston sangat ingin menjalani hidup yang baru dengan Luna. Winston ingin melupakan kepedihan yang lalu dan merelakan kepergian ibunya itu. Winston sungguh ingin melepaskan semua dendam yang ada di hatinya.
***
Beberapa saat kemudian,
Di mansion Winston.
Sesuai janji awal, Setelah semua masalah selesai Winston sudah berjanji menceritakan segalanya pada Luna. Segala yang ia lakukan selama ini dari awal sampai akhir.
Mereka berbicara panjang lebar, sekarang Luna sedang bersandar di pundak suaminya itu.
Hari ini Luna mengetahui jika Nonik, bibinya belumlah meninggal. Winston memang sengaja meyakinkan semua orang termasuk Luna tentang kematian Nonik agar tidak ada celah sedikitpun di rencana nya itu.
Luna juga mengetahui jika pelaku penculiknya itu sudah mendapatkan hukuman yang setimpal dari perbuatannya.
Luna sungguh terenyuh dari semua cerita Winston, semua yang Winston lakukan adalah untuk membela dirinya, untuk melindungi dirinya dan untuk memberikan kebahagiaan yang penuh untuknya.
__ADS_1
Luna merasa Winston adalah sebuah anugerah yang diturunkan Tuhan untuknya, seseorang yang memang di utus untuk menyembuhkan luka Luna dan penderitaan nya.
"Aku sangat bahagia sekarang, aku bahkan tidak tahu bagaimana mengungkapkan kebahagiaan ini. Aku sangat sangat mencintaimu, mari kita lalui kehidupan kita selanjutnya dengan kebahagiaan dan lupakan kepedihan masa lalu," ucap Luna dengan linangan air mata kebahagiaan di pipinya.
Saat ini, sudah tidak ada lagi yang diinginkan oleh Luna. Hidupnya serasa sudah lengkap, apalagi sebentar lagi akan ada anaknya yang akan melengkapi kebahagiaan mereka.
"Sayang, aku rasa cinta ku lebih besar darimu, aku sangat sangat sangat sangat mencintai mu," balas Winston terkekeh sembari mencium dahi istrinya itu.
"Huh, aku yang lebih mencintaimu, aku sangat sangat sangat sangat sangat sangat mencintaimu," ketus Luna tidak mau kalah, Luna sedang menampilkan wajah yang sangat lucu sekarang.
"Haha, baiklah, baiklah bisa apa aku jika melawan istri kesayanganku ini," balas Winston sembari mencubit pipi Luna layaknya mencubit seorang anak kecil.
"Lihatlah papamu itu, selalu saja menganggap ibumu ini seperti anak kecil," ucap Luna sembari mengusap perutnya setelah mendapat cubitan tadi dari Winston.
"Sayang, aku tidak pernah menganggap mu seperti anak kecil, jika aku menganggap mu seperti anak kecil aku tidak akan melakukan hal ini padamu," bisik Winston yang sudah menarik baju Luna keatas dan membukanya.
"Eh, eh, tunggu tunggu, sedang apa kau?" tanya Luna tiba-tiba kaget saat mendapati tindakan barusan dari Winston.
"Sayang, tadinya aku tidak ingin melakukan ini denganmu dulu. Tapi, barusan kau bertingkah sangat imut membuatku tidak tahan. Tenang saja aku akan pelan-pelan," bisik Winston melanjutkan aksinya.
Setelah beberapa saat kegiatan yang melepaskan rindu itupun usai. Mereka berdua sama-sama menikmatinya. Luna juga sudah mulai membiasakan dirinya, karena memang Winston adalah suaminya sudah sepantasnya dia melayani suaminya dengan benar.
"Winston, besok bisakah kau mengajakku bertemu dengan bibiku?" tanya Luna dengan nada yang lembut sembari memeluk suaminya itu.
"Emm, sama seperti mu, aku ingin melepaskan segala kebencian dan dendam di hatiku. Sebelum pesta pernikahan kita nanti, aku ingin berbicara dengan nya," jelas Luna membenamkan dirinya di tubuh bidang Winston suaminya itu.
"Emm, bagaimana ya? aku akan mengijinkan mu jika kita lakukan satu ronde lagi, bagaimana?" tanya Winston yang sudah bangkit dan menampilkan senyuman nakalnya.
"Lihatlah ayahmu itu, belum berubah, masih saja ingin mengambil keuntungan dari Ibu. Huh," ketus Luna pura-pura marah dan mengelus perutnya yang masih rata itu.
"Hehe, anakku, ayah hanya bercanda, kau bisa lihat kan? jika mengganggu ibumu, ekspresi nya jadi sangat lucu makanya ayah ketagihan," balas Winston tertawa sembari ikut mengelus perut Luna istrinya itu.
Sekarang kebahagiaan Winston sedang meluap-luap. Saat ini adalah saat-saat paling membahagiakan dalam hidupnya.
***
Keesokan Harinya di penjara.
Sesuai dengan yang dibicarakan Luna pada Winston, Luna sekarang sedang berkunjung ke penjara tempat bibinya ditahan. Saat ini, Winston sedang menunggu Luna di ruang tunggu. Winston sama sekali tidak ingin membiarkan istrinya pergi sendirian.
__ADS_1
"Luna," decak bibinya kaget saat melihat jika yang mengunjungi dirinya adalah keponakannya itu.
"Halo Bibi," sahut Luna dengan ekspresi yang biasa saja. Tidak seperti bibinya yang sedang terlihat syok itu.
"Emm, Luna, Bibi sudah mendengar jika kau akan menikah sebentar lagi, selamat ya Luna," ucap Nonik membuka percakapan dengan ekspresi malu dan juga gugup.
"Bibi, aku datang kesini hanya untuk meluruskan semua masalah, aku tidak ingin memendam kebencian dan dendam di hatiku. Bukan berarti aku sudah memaafkan kesalahanmu, tapi aku hanya ingin mengatakan jika sekarang aku sudah bahagia, orang yang kau buat menderita sekarang sudah bahagia. Aku ingin Bibi menjalani hukuman dari tindakan Bibi disini, permisi," ucap Luna singkat dan hendak pergi dari ruangan khusus kunjungan itu.
Memang kesalahan Nonik bukanlah sesuatu yang bisa dimaafkan oleh Luna dengan mudah. Luna hanya ingin meluruskan berbagai hal saja dan mengatakan pada bibinya bahkan saat bibinya menghancurkan hidupnya, Luna tetap bisa mendapatkan kebahagiaan.
Luna seperti ingin menunjukkan pada Nonik, bahwa Luna bisa survive dari penderitaan yang di timbulkan oleh Bibinya itu.
Tetapi saat Luna sudah sampai di pintu ...
"Luna, aku tahu ini permintaan egois, tapi setelah Bibi selamat dari kematian tempo lalu menyadarkan Bibi atas semua kesalahan Bibi, kejadian itu menyadarkan Bibi atas betapa pengecutnya Bibimu ini. Aku tahu ini permintaan egois dan tidak tahu malu, tapi bisakah kau memberikan Bibi waktu untuk menebus kesalahan Bibi? aku tahu meminta maaf adalah permintaan yang sangat berlebihan karena itulah, dari pada meminta maaf biarkan Bibi menebus kesalahan Bibi dan nanti jika kau merasa baik, kau bisa menjumpai Bibi lagi dan Bibi akan meminta maaf dengan sangat tulus," ucap Nonik dengan wajah yang menunduk.
Kejadian tempo lalu sungguh menyadarkan Nonik atas kesalahannya. Winston yang telah memberikan dirinya kesempatan untuk hidup lagi membuat Nonik bersumpah akan memperbaiki hidupnya sedikit demi sedikit.
Mendengar itu entah mengapa membuat Luna menangis, jawaban yang diinginkan Luna telah di ucapkan oleh Nonik.
Tapi, Luna segera menyadarkan dirinya dan pergi berlalu. Dia akan melihat bagaimana bibinya itu akan menebus semua dosanya.
Sedangkan Hani, adik sepupu Luna yang sudah mendapatkan didikan yang salah dari Ibunya sekarang di didik dengan sangat benar oleh ayahnya Beni dan juga kakanya Neon.
Segala sesuatu yang salah semuanya dimulai dan diperbaiki dari awal lagi.
***
Setelah menemui Bibinya, hati Luna menjadi sangat lega dan ringan. Kebencian dan rasa dendam yang selama ini ia pikul sudah lah terlepas dari hatinya sekarang.
Setelah Luna keluar dari ruangan itu, Luna bisa melihat seseorang yang sangat ia cintai menunggu dengan sabar di tempat duduk ruang tunggu itu.
Luna terdiam sejenak menikmati pemandangan itu, Senyuman yang sangat indah tergambar dari wajahnya.
"Tidak menyangka jika pria tampan itu adalah pria ku, hidupku sangat bahagia sekarang," gumam Luna memandangi Winston yang sedang menunggunya itu.
Sampai saat mata mereka bertemu pandang membuyarkan angan-angan Luna.
"Sayang, apakah urusan mu sudah selesai? apakah kita sudah bisa pulang?" tanya Winston menghampiri Luna dan memeluknya dengan lembut.
__ADS_1
"Sudah, ayo kita pulang dan makan makanan enak," balas Luna dengan senyuman penuh kebahagiaan di wajah Luna.
Sekarang di mansion Winston sedang ada Loorey dan Grey, Loorey dan Grey selalu saja berdebat tanpa henti Seperti berkompetisi hal-hal yang tidak perlu.