Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Kelemahan Winston


__ADS_3

Di apartemen Winston.


"Winston, sudah lewat dari lima menit. Apakah kau mau memelukku seperti ini terus?" Luna sudah sangat gerah, dia sudah merindukan air membasahi tubuhnya saat ini.


"Kenapa? Kau tidak senang?" Ketus Winston pada respon Luna yang seakan menyuruh Winston untuk berhenti memeluk Luna.


"Ti ... tidak, aku hanya ingin mengingatkan saja, tadi kau bilang menunggu lima menit. Jadi, aku mengingatkan mu. Itu saja." Balas Luna sedikit gagap, dia tidak ingin menyinggung Winston.


"Sial! dia ini kenapa sensitif sekali sih? melebihi sensitif ku saat sedang datang bulan." Gumam Luna heran pada Winston.


"Sayang, malam ini dan beberapa hari kedepan aku tidak akan tidur disini. Kau jangan membuatku khawatir dengan keluyuran di luar. Apakah kau mengerti?" Winston sedang melonggarkan pelukannya dari Luna, dan sekarang sedang memegang lembut pipi Luna.


"Kenapa? apakah kau mau memuaskan perempuan simpananmu yang lain? sepertinya jadwalmu sangat sibuk ya!" ketus Luna tidak senang.


"Hehehehe, apakah kau cemburu sayang? wajahmu memerah." Balas Winston cekikikan.


"Si ... siapa yang cemburu? untuk apa aku cemburu? kau yang bilang agar aku tahu batasan dan sadar diri. Jadi, aku tidak punya hak untuk cemburu." Ketus Luna dengan nada yang kesal. Tapi memang tidak bisa dipungkiri, hatinya sedang berkecamuk sekarang. Karena Winston sama sekali tidak membantah pernyataannya mengenai 'melayani perempuan simpananmu yang lain'.


"apakah aku benar? tentu saja aku bukanlah wanita satu-satunya dihidupnya. Tapi kenapa aku kecewa begini? sial!" gumam Luna merasa kecewa, karena merasa prasangkanya kali ini benar.


"Kau memang tidak pernah melupakan jati dirimu ya! aku tidak tahu aku harus merasa senang atau kesal. Pokoknya, jangan kulihat kau bersama dengan pria lain. Jika aku melihatmu berdua-an dengan pria lain lagi, maka aku akan benar-benar marah. Aku peringatkan, sekalipun itu kau jika sudah membuatku marah, maka tidak akan pernah bisa lepas dari konsekuensinya." Winston sekarang sudah beranjak dari kasur dan bersiap-siap kembali ke mansionnya.


Sesampainya Winston di mansionnya, Winston kembali mengaktifkan bakat sandiwaranya dihadapan Lily, Winston benar-benar berhasil membohongi Lily. Lily sungguhlah sudah terjatuh dalam jebakan Winston.

__ADS_1


Tring ... Tring ... Tring


Winston mendapatkan telepon dari ayahnya.


"Halo Pak tua, tumben sekali kau menelepon ku." Ketus Winston pada ayahnya itu.


"Cih, dasar anak berandal. Aku hanya ingin mengatakan, jangan lupa akan apa yang aku ucapkan tempo hari pada mu. Aku dengar Gale Rolex akan kesitu."


"Tenang saja Pak tua, aku ini bukan orang sembarangan. Segala rencanaku pasti akan aku tuntaskan dengan bersih." Balas Winston percaya diri akan kemampuannya.


"Jangan biarkan bukti apapun lolos kali ini. Sudah dulu ya, aku mau melanjutkan liburanku. Semoga kau menikmati kesibukan mu." Balas Loorey mengejek putranya itu.


Tut ... Tut ... Tut


"Cih, dasar tua bangka." Ketus Winston kesal.


Tring..Tring.. Tring


"Aduh, siapa lagi yang menelfon ku ini? sangat mengganggu!" ketus Winston saat menerima panggilan lagi, dan sungguh terkejutnya Winston saat melihat nama di layar ponselnya tertera nama Nixon.


"Halo, ada apa? tumben sekali kau menghubungiku?" ketus Winston mengangkat panggilan tersebut.


"Haha sobatku Winston, jangan ketus begitu dong. Besok malam ayo kita ke klub king, aku sudah sangat rindu bermain bilyard denganmu."

__ADS_1


"Hmmmm, menarik. Kali ini apa taruhan nya?" tanya Winston menyelidik.


"Hahaha, kau sungguh mengenalku dengan baik sobat. Aku hanya ingin memintamu untuk memperkenalkan aku dengan seorang gadis. sepertinya aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama terhadapnya." Balas Nixon ingin memancing emosi Winston.


"Hahaha, bukan kah kau sudah punya banyak sekali koleksi perempuan? kau ingin aku kenalkan pada siapa lagi? dan ingat ya, jangan memanggilku sobat. Aku ingin muntah mendenganya." Ketus Winston pada Nixon.


"Tentu saja dengan gadis cantik dan menggemaskan yang sedang berada di sisi mu itu." Balas Nixon berterus terang.


"Ternyata kau si jenius Nixon, mencari tahu segala sesuatu yang berada di sekitarku ya? aku peringatkan Nixon, aku tidak peduli siapa kau. Jika kau berani mengusik aku, maka akan aku balas seribu kali lipat."


Sekarang emosi Winston sudah memuncak. Apa yang Winston takutkan sungguh terjadi, Nixon benar-benar tertarik pada Luna.


"Hahahaha, akhirnya sekarang kau punya kelemahan ya Winston. Aku hanya bercanda barusan. Sampai jumpa besok di klub king Winston." Nixon segera mematikan panggilan telepon tersebut.


"Sial! beraninya kau mengancam aku Nixon. Besok kita lihat permainan mu, apa yang ingin kau lakukan besok." Ucap Winston sembari meletakkan ponselnya di atas meja dekat kasurnya itu.


Winston tahu betul, sekarang Nixon sedang memprovokasi dirinya. Nixon sudah menemukan kelemahan Winston yaitu Luna. Dan tentu saja Winston tahu, tujuan pertemuan besok malam adalah pertemuan untuk mencapai kesepakatan, agar Nixon tidak membeberkan informasi mengenai Luna pada khalayak ramai.


Jika banyak orang yang tahu mengenai keberadaan Luna, maka bisa di pastikan nyawa Luna akan terancam. Karena Winston sedang bergelut dan bersaing dengan orang-orang berkuasa yang tidak kalah sadis dari dirinya.


"Apakah gadis kecil itu tahu seberapa banyak aku berkorban untuknya? Aku tidak menyangka, aku akan sejauh ini berhubungan dengan seorang gadis. Sial, baru meninggalkan dirinya beberapa jam saja sudah membuatku merindukannya.


"Tenang Winston, kau harus tetap tenang dan cool, jangan menelepon dia duluan. Kau harus menaikkan harga dirimu di hadapannya, agar dia tidak menganggap remeh perasaanmu! hmmm."

__ADS_1


Sungguh, Winston saat ini sedang merindukan Luna, apalagi sekarang dia sedang lelah. Ingin rasanya Winston tidur di pelukan Luna malam ini. Namun dengan adanya Lily hal itu tidak dapat terlaksana.


__ADS_2