Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Aku Sangat Merindukanmu


__ADS_3

Keesokan harinya.


***


Luna sudah sampai di rumah pamannya Beni, karena memang hari ini adalah ulang tahun pamannya itu. Tidak lupa Luna membawakan kado untuk paman Beni.


Acara ulangtahun pamannya itu berjalan dengan sangat lancar, entah mengapa Nonik dan Hina tidak terlalu menekan Luna hari ini.


Karena memang Luna memliki tujuan tersendiri menghadiri acara ulangtahun ini, Luna menjumpai pamannya saat ditengah acara.


"Paman, bolehkah Luna bertanya? aku menemukan foto ini dirumah lamaku, aku tidak mengenali siapa perempuan ini. Apakah paman mengenalnya?" tanya Luna pada Beni sembari memberikan foto yang ia temukan di rumah lamanya dulu.


"Kamu sungguh tidak mengingat dia? saat kamu kecil dia sering bermain ke rumah kalian loh. Dia ini sahabat ibumu dan bibimu, namanya Lea, tapi malangnya saat dia menghadiri ulangtahun mu dulu dia ditemukan tenggelam di sebuah danau," ucap Pamannya keceplosan, tidak seharusnya dia membicarakan hal ini pada Luna. Karena yang membunuh Lea adalah ayah Luna sendiri.


"Jangan bilang ini saat ulangtahun ku yang ke tujuh?" tanya Luna gemetaran, mengapa dia sama sekali tidak memiliki ingatan tentang hal itu. Juga mengenai Lea, jika dulu Lea sungguh sering mengunjungi dirinya mengapa tidak ada ingatan mengenai Lea di ingatan Luna.


Semua menjadi tanda tanya yang sangat besar, mengapa banyak sekali rahasia dan hal yang Luna tidak ketahui.


Karena Beni merasa sudah memberikan informasi yang terlalu banyak, Beni memutuskan untuk memberitahukan kebenaran pada Luna, karena sekarang Luna sudah dewasa dan sudah bisa membedakan mana yang benar dan yang salah.


"Lu ... Luna, tidak seharusnya Paman membicarakan hal ini padamu, namun Paman sadar, kau sudah dewasa. Sudah sepantasnya kau mengetahui hal yang sebenarnya terjadi," ucap Beni sembari menuntun Luna untuk berbicara di luar.


***


Sesampainya di Luar mereka langsung duduk di sebuah bangku panjang yang memang ada di taman mereka.


"Dulu saat kecil, kau sempat hilang selama berbulan-bulan, saat itu usiamu masihlah 6 tahun. Kami sudah mencarimu kemana-mana, bahkan sudah mencetak brosur poster mu dimana-mana. Tapi kami tidak kunjung menemukan dirimu. Saat itu ayah dan ibumu sangat menderita, mereka hampir putus asa."


"Namun, dengan secara tiba-tiba Lea menemukan dirimu. Lea mengatakan jika dia menemukan kamu disebuah panti asuhan. Anehnya saat itu kamu bahkan tidak mengenali siapa kami, namamu saja pun kau lupakan. Yang kau ingat hanyalah ibumu seorang."


"Saat itu semua orang merasa sangat senang, namun kejadian tragis tiba-tiba menimpa Lea dan ayahmu, Lea ditemukan tenggelam di danau dekat acara ulangtahun mu. Dan yang tersangka adalah ayahmu, karena katanya Lea diduga telah menculik dirimu dan membuat ingatan mu terhapus agar penyiksaan yang kau terima tidak bocor. Jadi karena itulah katanya ayahmu membunuh Lea,"


"Tapi Paman yakin, ayahmu tidak membunuh Lea. Tidak mungkin dia tega melakukan hal itu, Paman juga yakin yang menculik dirimu bukan Lea. Jika dia benar menculik mu, lalu mengapa dia tiba-tiba berkeinginan untuk mengembalikan mu,"


Beni menceritakan semua yang ia ketahui kepada Luna, Beni tidak ingin menutupi hal ini lebih lama lagi, karena lambat laun pasti Luna juga akan mengetahuinya.


***

__ADS_1


Mendengar fakta barusan sungguh membuat Luna terdiam, yang membuatnya lebih syok adalah bahwa Lea adalah nama ibu Winston, dan Lea adalah sahabat ibunya.


"Takdir apa yang sudah mengikat kita seperti ini?" gumam Luna sembari menangis, dia merasa pertemuan nya dengan Winston sungguh membuka semua rahasia yang selama ini Luna tidak ketahui.


Luna merasa dirinya dan Winston memang ditakdirkan untuk bertemu seperti ini.


Luna juga semakin penasaran mengenai ingatan dirinya yang hilang itu. Apa yang sudah ia alami selama berbulan-bulan, yang Luna tahu sekarang adalah bahwa semua kunci rahasia ada pada ingatannya sendiri.


***


Karena terlalu banyak hal yang baru Luna ketahui membuat dirinya pusing, dia ingin segera pulang. Karena memang acara ulang tahun pamannya juga sudah usai dia memutuskan untuk tidak jadi menginap. Dia akan pulang ke mansion Winston.


Entah mengapa hari ini dia begitu merindukan sosok Winston. Sekarang, jika Luna sedang kesusahan ataupun merasa tertekan, dia akan sangat merindukan Winston. Luna merasa sangat aman dan merasa terlindungi jika berada di sekitar Winston.


Walaupun Winston sering berbuat sesuka hati dan sangat arogan, namun tetap saja Luna terjatuh kedalam pesonanya.


Fakta yang baru saja diungkapkan oleh paman Beni sungguh membuat dadanya sesak, disepanjang perjalanan Luna menangis. Mengapa banyak sekali lika-liku dalam hidupnya.


Yang membuat Luna sangat menderita adalah, Luna takut jika nanti dia menemukan ingatannya dan ternyata kematian ayahnya dan ibu Winston adalah karena dirinya, maka Luna tidak akan sanggup lagi bertemu dengan siapapun ataupun Winston. Dia tidak pantas. Hanya membayangkan saja Luna sudah menderita dan merasa tidak sanggup.


Tapi, sebelum sampai ke kamar, Pak Roni memanggil Luna. Pak Roni mengatakan jika Winston sedang dalam mood yang sangat jelek, jadi Pak Roni mengingatkan Luna agar tidak masuk dulu ke dalam kamar Winston.


"Apakah ini karena pertemuan ku dengan Nixon?" gumam Luna tetap meneruskan langkahnya menuju kamar Winston.


Saat sampai di kamar dia menemukan Winston sedang duduk di balkon kamarnya sembari merokok, dia bisa melihat wajah Winston yang kemerahan akibat meminum banyak sekali minuman beralkohol.


"Winston," sahut Luna membuyarkan angan-angan Winston.


"Sial, bahkan sekarang suaranya terdengar sangat nyata," ucap Winston masih belum sadar jika yang berada di hadapannya memang Luna yang asli.


Winston berjalan ke arah Luna dan diusapnya lembut wajah Luna itu.


"Bahkan sekarang kau terlihat sangat nyata berada di hadapan ku, walaupun aku tahu jika ini hanya imajinasiku, aku tetap merasa senang. Bodohnya aku," ucap Winston sembari mengusap-usap wajah Luna itu.


Mendengar itu membuat Luna langsung memeluk Winston, entah mengapa dia sangat merindukan Winston saat ini.


"Aku sangat merindukan mu," ucap Luna sembari memeluk tubuh bidang Winston itu dengan erat.

__ADS_1


"Cih, seandainya kau bisa semanis ini dikehidupan nyata, aku pasti akan merasa sangat bahagia. Kenapa kau selalu saja membuatku kesal, apakah kau kurang puas denganku? sampai kau harus selingkuh dengan Nixon?" tanya Winston sembari mencubit pipi Luna.


"Aku tidak pernah berselingkuh dengan siapapun, juga aku sudah puas hanya dengan mu. Lagian aku ini Luna yang asli, berhenti mencubitiku seperti itu." ketus Luna langsung memeluk Winston lagi.


"Hah? tunggu? kau Luna yang asli? apakah imajinasiku sudah berkembang dengan sangat pesat? sampai aku benar-benar menyangka jika kau adalah Luna yang asli?" tanya Winston kebingungan dan masih tidak percaya.


"Tidak mungkin Luna datang sendiri ke mansion ini, Luna bukanlah orang yang datang begitu saja ke mansion ini," gumam Winston dalam hati.


Karena Winston masih meragukan, Luna langsung mencubit Winston dengan sangat kuat. Agar Winston tersadar dari imajinasinya itu.


"Awww, sakit!" keluh Winston saat mendapati cubitan dari Luna, dan saat itu Winston langsung menyadari jika sedari tadi, yang ia ajak berbicara memanglah Luna yang asli.


"Kau, kau, kau, sungguhlah Luna yang asli? kenapa kau datang kesini? tadi, tadi kau bilang kau merindukan aku?" Winston langsung melonggarkan pelukannya dan melihat dengan lekat wajah Luna dan memberikan pertanyaan bertubi-tubi pada Luna, karena dia masih tidak menyangka jika Luna sungguh datang sendiri ke mansionnya. Apalagi tadi, Luna lah yang memeluk dirinya.


"Aku hanya merindukanmu, apakah aku juga dilarang untuk merindukan dirimu?" ucap Luna sembari memeluk kembali Winston.


"Benarkah? sungguh? kau sedang tidak bercanda kan?" balas Winston dengan wajah yang sangat berbinar. Baru kali ini dilihatnya Luna berterus-terang dengan perasaannya sendiri.


"Iya aku serius," balas Luna tidak mau melepaskan pelukannya dari Winston.


"Tapi tunggu, aku masih marah padamu. Beraninya kau kemarin berduaan dengan Nixon. Apakah kau sungguh mau lepas dariku?" ucap Winston mendorong Luna, meminta penjelasan mengenai kebersamaannya dengan Nixon kemarin.


"Aku sangat merindukanmu, apakah aku juga sudah tidak bisa memelukmu? aku bertemu dengan Nixon hanya untuk membicarakan mengenai kasus ayahku itu. Dia mengajakku bertemu hanya untuk memberikan berkas nya itu saja," balas Luna memanyunkan bibirnya.


Melihat Luna yang begitu menggemaskan membuat kebahagiaan Winston memuncak, dia langsung memeluk Luna.


"Kau sungguh tidak berselingkuh dibelakang ku kan? kau sungguh tidak akan meninggalkan aku kan?" tanya Winston sembari memeluk dengan sangat erat tubuh Luna itu.


Winston sungguhlah sangat ketakutan jika Luna meninggalkan dirinya dan memilih orang lain. Saat Winston melihat Nixon mengkhawatirkan Luna sungguh menorehkan kecemburuan yang amat sangat dihatinya.


Jika saat itu mereka tidak berada di tempat umum, maka sudah bisa dipastikan Winston akan menghajar habis-habisan si Nixon itu.


Tapi, entah mengapa semua kekesalan dan amarah kecemburuan dari hati Winston hilang tidak tersisa. Hanya karena Luna datang sendiri ke mansionnya dan memeluknya.


***


(Bucin tingkat atas nih si Winston dah -Author-)

__ADS_1


__ADS_2