
***
Setelah kasus Wira Hermanto usai, Winston dan Rean bergegas menuju restoran yang sudah Winston siapkan untuk melamar Luna. Hari ini dia sudah mempersiapkan semuanya dengan sangat matang.
Diperjalanan, Winston terlihat sangat gugup. Baru kali ini dia akan melamar seseorang yang ia inginkan bersama dengannya selama sisa hidupnya.
Melihat bosnya gugup sungguh membuat Rean terkekeh, belum pernah dia melihat bosnya itu gugup seperti itu.
"Apakah cinta memang bisa mengubah seseorang? apakah aku berhak merasakan hal yang sama juga?" gumam Rean dalam hati. Setelah pembalasan dendamnya telah usai, Rean sekarang jauh lebih tenang dan santai. Dia juga ingin merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh bosnya itu.
Tring ... Tring
Ditengah kegugupan Winston, dia menerima sebuah pesan masuk di ponselnya. Winston mengira jika pesan itu adalah pesan Luna. Namun, seperti mimpi disiang bolong, tangan Winston bergetar dan wajahnya memerah melihat pesan itu.
Melihat perubahan ekspresi yang sangat drastis dari wajah Winston membuat Rean khawatir.
"Ada apa Bos?" tanya Rean pada Winston yang sedang melihat ponselnya itu.
"Rean, kirim gambar ini pada Lani, dan lacak tempatnya!" seru Winston dengan nada yang sangat garang.
Hal itu tentu saja membuat Rean semakin kebingungan. Lalu dilihatnya lah foto yang dikirimkan Winston untuknya. Dan alangkah terkejutnya Rean melihat jika yang difoto itu adalah Rani yang sedang dirantai dan sedang terbaring lemas.
Tentu saja hal itu membuat Rean marah dan panik juga, karena Rani adalah rekan mereka juga sama seperti Lani. Dengan sangat cepat Rean menghubungi Lani dan memerintahkan untuk melacak tempat itu secepat mungkin.
Dulu Rani pergi meninggalkan mereka dengan hanya meninggalkan sepucuk surat dan sebuah video perpisahan. Rani mengatakan sudah bosan hidup di dunia yang begitu keras dan gelap, dia juga ingin memulai hidup yang baru.
Saat itu Winston sangat marah, karena memang Rani meninggal surat dan video itu membuat Winston sama sekali tidak mencari Rani begitupun Rean dan yang lainnya.
Mereka semua mengira jika Rani sungguhlah memang ingin pergi bebas dan memulai hidup yang baru. Hanya Lani yang tidak mempercayai hal itu, namun karena sifat keras kepala Winston, Lani tidak bisa berbuat apa-apa.
Dengan sangat cepat Lani bisa melacak keberadaan kakanya itu, dia langsung bergegas dengan sangat cepat pergi ketempat itu, begitupun dengan Winston dan yang lainnya. Winston sampai lupa jika dia sekarang sedang ada janji bertemu dengan Luna.
Alamat yang dikirimkan oleh Lani sungguhlah menuju kesebuah hutan kecil ditengah kota. Didalam hutan itu mereka menemukan sebuah bunker didalam bawah tanah, dan disanalah mereka menemukan Rani sedang dirantai dan terlihat sangat lemah.
"Rani!" dengan wajah yang begitu khawatir Winston dan yang lainnya berlari menghampiri Rani.
"Winston, teman-teman? kenapa kalian sangat lama?" balas Rani dengan suara yang begitu lemah dan akhirnya tidak sadarkan diri.
Melihat itu Winston sangat khawatir, dia merasa bersalah dan juga merasa sangat marah.
__ADS_1
"Siapa yang sudah berani melakukan ini? aku akan menghabisinya sampai mati!" decak Winston dengan suara yang sangat berat dan nafas yang begitu memburu.
Namun, saat Winston hendak membawa Rani keluar, Rean berteriak saat menemukan bom waktu sudah tertempel di bawah meja dekat mereka. Tentu saja sang penculik tidak akan mengirimkan foto Rani tanpa rencana. Si penculik itu ingin menjebak Winston dan menghanguskan mereka secara bersamaan.
Namun, si penculik itu sungguhlah lupa jika yang ia hadapi adalah Winston, seorang jenius yang selalu berpikir satu langkah dibandingkan lawannya. Si penculik juga lupa bahwa baik Winston maupun anggotanya yang lain memiliki kemampuan diatas rata-rata, jadi bom bukankah sebuah masalah besar bagi mereka.
"Rean, bom itu aku serahkan padamu. Lani, ayo kita bawakan Rani ke rumah sakit sekarang juga!" perintah Winston kearah Lani yang juga sedang sangat khawatir.
Diwaktu yang sama ....
"Kenapa Winston tidak datang juga?" gumam Luna sedang duduk sendirian di restoran yang Winston pesankan untuk mereka. Luna sudah menunggu sangat lama, sampai restorannya sudah mau tutup.
Luna juga sudah mencoba menghubungi Winston berulangkali, namun nomor Winston selalu saja berada di luar jangkauan.
"Apakah dia sedang sangat sibuk? kenapa mengajak aku bertemu jika tidak datang? atau apakah dia sedang ada dalam bahaya?" ucap Luna semakin merasa khawatir, hatinya sedang kacau sekarang. Karena baru kali ini Winston tidak menepati janjinya.
Luna juga sudah mencoba menelepon Rean dan Sean, namun sama seperti Winston, nomor mereka berada di luar jangkauan.
"Sial!" ketus Luna langsung berlari untuk mencari Winston, dia hendak menghentikan sebuah taksi. Namun, tiba-tiba semuanya gelap. Luna dibius oleh seseorang yang tidak dikenal dan membawanya kedalam sebuah mobil berwarna hitam.
***
"Ahh, kepalaku pusing!" keluh Luna saat membuka matanya dan seluruh tubuhnya sudah basah kuyup. Dia baru saja sadar jika seseorang telah menyiram nya dengan air untuk menyadarkan dirinya.
Dan barulah Luna mengingat jika gadis itu adalah gadis yang bersama Winston di restoran dahulu.
Luna ingin segera bergerak dan segera kabur. Namun, barulah ia sadar jika dirinya sedang di ikat dengan sangat kencang disebuah bangku kayu di tengah ruangan gelap itu.
"Aku heran apa yang membuat dirimu lebih baik dari aku? kau harus tahu, jika kekasihmu Winston itu hanya boleh menjadi milikku!" ketus Rena sembari mendekat ke arah Luna.
"Kau, kau salah menangkap orang, aku buka kekasih Winston. Bukankah kau juga sudah tahu, jika dia sudah punya tunangan? ja ... jadi kalian salah orang," Luna mencoba sebisa mungkin untuk bisa selamat dari keadaan yang sangat menyeramkan ini.
"Hahaha! maksudmu perempuan manja yang selalu merengek itu? sebelum aku menangkap mu, aku sudah terlebih dahulu menangkap dia. Darinya lah aku mengetahui jika wanita yang dicintai oleh Winston adalah kau, jadi aku tidak salah menangkap orang! kau jangan terlalu banyak berpikir untuk bisa kabur dari sini, bahkan Winston pun tidak akan bisa menyelamatkan mu saat ini!" ucap Rena sembari tersenyum sinis melihat keadaan Luna yang sedang terikat tak berdaya itu.
"Kenapa kau menculik aku? apa tujuanmu? jika Winston mengetahui ini, dia tidak akan melepaskan mu!" teriak Luna mencoba berontak untuk melepaskan ikatan tali dari tangannya.
"Gadis cantik, jangan terlalu menghabiskan energi mu! kau masih harus melayani mereka semua, jika kau kehabisan energi mu sekarang, aku takut kau akan mati karena kehabisan energi!" bisik Rena sembari mengodekan pada para pria-pria berbadan besar yang sudah ia bayar, untuk melakukan itu pada Luna.
Saat Rena sudah memberikan perintah pada pria-pria itu, dia sendiri pergi keluar. Rena ingin Luna diperkosa oleh para pria yang dibayarnya agar Winston merasa jijik dan akhirnya akan meninggalkan Luna.
__ADS_1
***
Di mansion Winston.
Lily yang merasa syok setelah mendapatkan penyiksaan dari Rena kembali ke mansion dengan wajah yang amat sangat ketakutan. Dia tahu sekarang Luna sudah di culik oleh Rena.
Entah mengapa hati nurani Lily sebagai sesama wanita merasa tidak tenang.
"Apa yang kau pikirkan Lily? bukankah ini yang kau inginkan? mengapa kau jadi tidak tenang?" ucap Lily mencoba menenangkan dirinya.
Tapi, tetap saja dia tidak tenang. Entah mengapa dia merasa apa yang sudah ia lakukan adalah kesalahan yang sangat besar.
"Sialan! bukan berarti aku menyerah ya mendapatkan Winston!" ketus Lily sembari mengusap keras wajahnya. Karena Lily merasa harus membantu Luna saat ini, walaupun Luna adalah saingan cintanya.
Lily memutuskan untuk menghubungi Winston dan mengatakan semuanya padanya, jika Winston sudah tahu, maka pastilah Luna akan terselamatkan.
Lily mencoba menghubungi Winston, namun tidak diangkat olehnya. Dan baru panggilan ketiga lah Winston mengangkat panggilan tersebut.
"Halo Winston ...." belum sempat Lily melanjutkan omongannya, Winston sudah terlebih dahulu memotong omongan Lily.
"Cepat katakan apa mau mu! aku sedang sangat sibuk sekarang, jika ini tidak penting aku akan segera mematikan panggilan ini!" ketus Winston merasa kesal, karena sedari tadi panggilan teleponnya selalu mengganggu dirinya, padahal sekarang dia sedang sangat panik karena keadaan Rani yang terlihat sangat lemah di rumah sakit.
"Itu, emm, Lu ... Luna di culik, aku tidak tahu dia dibawa kemana. Tapi aku merasa harus memberitahukan mu hal ini." ketus Lily langsung mematikan panggilan itu.
"APA? HALO? HALO?" mendengar itu membuat Winston sangat panik. Tubuhnya begitu bergetar, belum pernah dia setakut ini sebelumnya.
"Ini salahku! ini semua karena aku! aku melupakan janji kami! sialan!" teriak Winston langsung menghubungi Sean yang sedang mengurus Wira, untuk melacak GPS ponsel Luna.
Dengan kepanikan yang amat sangat, dia bergegas meninggalkan rumah sakit. Padahal Rani sedang berada disitu, dan baru saja ditemukan. Yang berada di rumah sakit menemani Rani hanyalah Lani, karena Rean juga sedang melakukan pelacakan terhadap penculik Rani.
Di mobil Winston,
***
"Sialan! Sialan! Sialan!" teriak Winston sembari menghantam dengan sangat kuat setir mobilnya.
"Halo Sean. Dimana letaknya? apakah belum kau temukan?" teriak Winston menghubungi Sean melalui panggilan telepon.
"Halo Bos, lokasinya sudah ketemu Bos. Ini akan saya kirimkan alamatnya," balas Sean sembari mengakhiri panggilannya dan mengirimkan alamat yang sudah ia lacak melalui GPS ponsel Luna.
__ADS_1
Dengan kecepatan penuh Winston langsung menuju lokasinya. Karena jaraknya lumayan jauh dari tempat dia berada sekarang.
"Kumohon jangan terjadi apa-apa! jika kau kenapa-kenapa maka aku tidak akan bisa hidup lagi! aku mohon!" benak Winston sudah sangat ketakutan, dia takut jika Luna akan celaka karena dirinya.