
***
Setelah Luna pergi, Nixon langsung memerintahkan bawahannya untuk menyelidiki tentang Luna dari 12 - 13 tahun yang lalu.
Hal itu disebabkan karena baru saja Nixon tertegun, saat Luna memberikannya hadiah pesawat kertas. Dan kata-kata yang di ucapkan oleh Luna sama persis dengan apa yang diucapkan gadis kecil yang ia kenali dahulu, yang sampai sekarang Nixon cari-cari, tapi tidak pernah menemukan dirinya.
Dengan gemetaran Nixon memegang pesawat kertas yang diberikan oleh Luna tadi.
"Apa yang harus aku lakukan jika itu adalah kau? kau sekarang sedang bersama dengan Winston," gumam Nixon dengan hati yang pilu.
***
Setelah berurusan dengan Nixon, Luna hendak pergi ke salah satu tempat perbelanjaan. Karena memang, dirinya ingin membelikan kado untuk pamannya yang akan ulangtahun besok.
Dan sialnya Luna berjumpa dengan Lily di pusat perbelanjaan itu.
"Ah sial, aku bertemu lagi dengan si ular betina ini. Lihatlah wajahnya itu, sangat sombong dan angkuh. Dia kira dia ini superstar apa?" gumam Luna merasa risih melihat gaya Lily yang seolah menjadi pemilik pusat perbelanjaan itu.
Lily sedang dikelilingi oleh gadis-gadis yang lain, Lily sedang dielu-elukan gadis-gadis yang disitu karena telah berhasil menjadi tunangan Winston.
Karena merasa risih akan kehadiran Lily di dekatnya, Luna hendak pindah ke tempat yang lain. Luna juga sudah sangat muak mendengarkan bualan Lily pada gadis-gadis yang mengelilinginya.
Karena apa yang dibicarakan oleh Lily semuanya kebohongannya. Lily mengaku-ngaku jika dirinya adalah wanita satu-satunya milik Winston dan Winston sangat mencintai dirinya. Makanya dia dijadikan tunangan dan dipublikasikan ke khalayak ramai.
"Iya aku dan Winston saling mencintai, sebenarnya aku tidaklah masalah jika dirinya memiliki satu atau dua simpanan diluar sana. Yang penting yang menjadi pasangan sah dan yang dia cintai hanyalah aku." Seru Lily dengan suara yang sedikit meninggi, maksudnya adalah agar Luna mendengarnya.
"Wah, kau memang sangat baik hati dan juga cantik Lily, tidak salah jika Winston menyukai kamu," balas salah seorang gadis yang mengerumuni Lily itu.
"Cih, dasar, dia kira aku akan cemburu apa? setelah dia mengatakan itu? aku tidak peduli. Ah sudahlah aku harus menyingkir dari dekat ular betina ini," ketus Luna kesal dalam hatinya sembari beranjak pergi ke tempat yang lain.
Tapi alangkah sialnya Luna, kemanapun Luna pergi selalu diikuti oleh Lily dan gerombolan gadis-gadis yang mengelilinginya tadi.
Dan jika Luna hendak membeli sesuatu untuk menjadi kado pamannya, maka Lily akan langsung membeli barang yang di inginkan oleh Luna sampai habis.
Awalnya Luna masih diam dan tidak mau menggubris, namun lama-kelamaan Luna semakin geram. Karena dia sudah lelah dan ingin pulang.
"Hei kau! dasar ular betina sialan, bisakah kau meninggalkanku sendiri? kau sengaja mengikuti aku kan sampai kesini?" teriak Luna melabrak Lily yang seolah sedang tertawa dengan gadis-gadis yang mengerumuni dirinya itu.
"Percaya diri sekali kau gadis kampung, untuk apa aku mengikuti mu? tidak ada untungnya bagiku!" ketus Lily membela dirinya, padalah memang sebenarnya Lily sengaja mengikuti Luna agar Luna merasa kesal. Lily ingin Luna melihat kenyataan bahwa yang menjadi wanita sah Winston adalah dirinya.
"Siapa dia Lily? berani sekali dia membentak kamu?" tanya seorang gadis yang bersama Lily itu.
__ADS_1
"Oh iya teman-teman aku baru ingat, dia ini adalah satu dari ribuan gadis yang mencoba merayu Winston, tunanganku. Tapi karena dia tidak berhasil, dia malah membenciku dan dendam terhadap aku," ucap Lily dengan sandiwaranya. Dia menampilkan ekspresi yang memelas dan terlihat sedih di mata gadis-gadis yang bersamanya.
"Yaampun murahan sekali dia,"
"Iya, tidak tahu malu!"
"Pelakor, mati saja sana. Beraninya mengusik tunangan yang sah!"
Itulah ucapan-ucapan yang didengar oleh Luna dari gadis-gadis yang disekitar Lily itu.
Dengan emosi yang sangat memuncak, apalagi Luna juga sudah merasa sangat kelelahan, dia langsung menerjang Lily yang berada di dekatnya itu.
Ditamparnya Lily dan dijambaknya rambut ular betina itu.
"Sialan kau ular betina! beraninya kau memfitnah ku. Akan kuhabisi kau sialan!" teriak Luna dengan kekesalan yang sangat menggebu-gebu.
Karena memang Lily kalah kuat dari Luna, Lily memutuskan untuk bersandiwara. Agar yang menjadi korban adalah dirinya.
"Ahh, Luna sakit, jangan pukul aku. Aku hanya ingin mempertahankan tunanganku saja, kau malah menampar dan menjambak aku. Huhu," Lily pura-pura menangis di hadapan orang banyak itu.
Melihat itu Luna sangat keheranan. "Bagaimana bisa ular ini bersandiwara dengan sangat hebat? sialan!" ketus Luna dalam hatinya.
"Huhu, malangnya nasibku ini. Aku adalah kekasih Winston sebelum dia, tapi karena dorongan keluarga Winston, Winston terpaksa bertunangan denganmu. Aku hanya berjumpa dengan Winston kemarin untuk mengucapkan salam perpisahan. Teganya kau memfitnah aku, huhu," Luna tidak mau kalah, dia juga pura-pura menangis dan menjadi korban yang sangat menyedihkan dihadapan orang banyak itu.
"Huhu, kau bahkan meneriaki aku dan menghinaku. Padahal sekarang aku sedang patah hati, apakah kalian bisa melihatnya? dia sangat jahat padaku, huhu," Luna semakin menangis dengan keras untuk menarik simpati gadis-gadis yang tadi bersama Lily.
"Astaga, jadi yang pelakor itu adalah Lily? bukan gadis ini? betapa pilunya kisah cinta nya?" ucap salah seorang gadis disitu dan menolong Luna yang sedang berpura-pura lemah.
Dengan sekejap mata, semua dukungan yang tadi Lily dapatkan berpindah menjadi pendukung Luna. Semua orang yang disitu menjadi iba pada Luna dan mereka mencoba menenangkan Luna.
"Hahaha, kau salah memilih lawan ular betina. Kau kira selain pada Winston orang paling menyeramkan sedunia itu, aku mau ditindas yang lain? tidak akan!" ucap Luna dalam hati, dia sudah menang melawan Lily barusan.
"Sial, aku terlalu meremehkan perempuan murahan itu," geram Lily dalam hati, karena telah dikalahkan dengan telak oleh Luna.
***
Winston sudah mendapatkan kabar mengenai perkelahian Luna dan Lily di salah satu pusat perbelanjaan. Hal itu sudah menjadi trending topik di media sosial.
Judulnya adalah 'Pertengkaran antara tunangan dan mantan kekasih rahasia Tuan Muda Winston'.
Melihat berita itu Winston sangat gugup, dia sangat takut jika orang-orang menyelidiki tentang Luna. Dia tidak ingin Luna celaka jika orang-orang mengetahui tentang hubungannya dengan Luna.
__ADS_1
Dengan cepat Winston beranjak ke pusat perbelanjaan itu, padahal sebentar lagi dirinya ada pertemuan penting dengan Wira Hermanto.
Setelah beberapa saat diperjalanan Winston sampai di tempat perbelanjaan itu.
"Astaga sial! kenapa Winston ada disini?" gumam Luna dengan sangat gugup, dia sangat khawatir apa yang akan terjadi padanya setelah ini. Karena memang jelas-jelas Winston pernah mengatakan agar tidak mengungkapkan ataupun menyangkut-pautkan hubungan mereka di depan umum.
Dan baru saja, karena gengsi yang sangat tinggi, Luna mengaku-ngaku menjadi mantan kekasih Winston.
Dengan wajah yang sangat pucat dan keringat dingin, Luna melihat Winston berjalan kearahnya. Tapi bukannya mau menyeret Luna malah Winston melewatinya dan berjalan kearah Lily yang berada di belakang Luna.
Tapi saat Winston memegang Lily, mata Winston tertuju pada Luna. sungguh tatapan mata itu bisa membunuh seseorang. Tatapan itu sangat tajam dan mematikan.
Dengan cepat Lily membaca keadaan dan mengambil kesempatan emas itu.
"Sayang, lihatlah. Dia tadi memukulku dan menjambak rambutku," ucap Lily memelas sembari memeluk Winston dengan sangat manja.
"Baiklah Lily, ayo kita pulang. Akan aku obati kau sampai di rumah," jawab Winston dengan lemah lembut dan meraih tangan Lily untuk membawanya dari tempat itu.
"Luna?" seru Nixon dari arah belakang, karena memang pusat perbelanjaan itu tidaklah jauh dari arah taman tempat dia berada tadi.
Dan saat Nixon melihat berita di media sosial mengenai Luna, segera Nixon bergegas ke pusat perbelanjaan itu untuk melihat keadaan Luna.
"Kenapa pipimu merah Luna? siapa yang melakukan ini padamu?" ucap Nixon begitu khawatir saat melihat pipi Luna kemarahan, dan rambutnya sedikit berantakan.
Sungguh saat melihat Nixon mengkhawatirkan Luna membuat Winston ingin merobohkan gedung itu. Dia sangat ingin menghajar Nixon sekarang.
Tapi, diurungkannya niatnya, karena disini sangat banyak orang. Jika Winston melakukan sedikit kesalahan demi ego pribadi. Maka sudah bisa dipastikan Luna akan menjadi sasaran empuk saingan bisnis Winston yang lain.
Karena tidak tahan dengan pemandangan yang ada dihadapannya, Winston segera beranjak pergi dari tempat itu.
Saat Winston sedang berjalan, ada seseorang yang menanyai dirinya.
"Apakah benar gadis itu adalah mantan kekasih mu?" itulah pertanyaan yang dilontarkan orang itu untuk Winston.
"Aku bahkan tidak mengenalinya. Bagaimana bisa aku menjadi mantan kekasihnya," ketus Winston dengan nada yang begitu datar dan dingin.
"Jleb!" saat mendengar itu, entah mengapa hati Luna sangat sakit. Saat ini jelas sekali terlihat hubungan apa yang ia jalin dengan Winston. Hubungan tersembunyi yang sungguh sangat rapuh.
Setelah menjawab pertanyaan itu Winston tetap melanjutkan langkahnya, dan saat melewati Nixon dan Luna, Winston menyenggol dengan sangat kasar bahu Nixon dan membisikkan sesuatu yang juga Luna dengar.
"Pasangan yang sangat serasi. Ingin sekali aku rusak," itulah bisikan yang diucapkan oleh Winston.
__ADS_1
Hal itu membuat Luna ketakutan setengah mati. "Aku pasti akan dihabisi olehnya setelah ini," gumam Luna dengan ekspresi wajah yang sangat pucat.
Luna bisa melihat keseriusan di wajah Winston. Ekspresi itu sama dengan ekspresi saat Luna dilempar kolam. Ekspresi yang sangat menyeramkan.