Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Kau hanya Milikku


__ADS_3

***


Di mansion Winston.


Setelah memastikan Rena tertidur, Winston menelfon Rean assistennya.


"Halo Rean, bagaimana sudah kau dapat info pria yang tadi bersama Luna?"


"Sudah Bos, dia adalah kakak sepupu Luna, nama nya adalah Neon, mereka sudah sangat dekat sedari kecil, hari ini kebetulan Neon baru kembali dari luar negeri setelah menyelesaikan kuliahnya.


"Hari ini seperti nya Nyonya Luna tidak diterima dengan baik oleh bibinya, makanya mereka berdua makan di luar."


..


"Baiklah Rean, kau awasi terus Luna, rencana ini tidak boleh batal, aku sudah sangat ingin menyingkirkan gadis murahan, putri dari Lou ini."


Winston merasa bersalah tadi telah mencium Rena di hadapan Luna, rasanya dia ingin berlari dan memeluk Luna saat ini juga.


Tring ... Tring ... Tring ....


Bunyi ponsel membuyarkan kegalauan Luna, sungguh wajah Luna sudah bengkak, sedari tadi dia hanya menangis, mungkin karena ini adalah jalinan hubungan pertama dalam hidupnya, walaupun hanya sebagai simpanan, Luna merasa sudah bahagia..


"Halo,"


"Luna, keluar dari rumah itu sekarang, aku menunggumu di luar pagar rumah."


Tut ... Tut ... Tut ....


Belum sempat Luna membalas, sambungan telfon itu sudah di matikan oleh Winston.

__ADS_1


Winston memang sudah datang ke rumah Beni paman Luna, dia merasa Luna harus segera pergi dari rumah itu, dia tidak suka melihat kedekatan Neon dan Luna, walaupun dia kakak sepupunya tapi siapa yang tahu. Neon tetap lah pria.


Luna sadar tidak bisa menolak permintaan Winston, dia pergi beranjak menuju luar, dan berjalan menuju pagar rumah.


Dari jauh, Luna sudah melihat Winston berdiri di dekat mobilnya, dia sangat tinggi.


"Cih, dari jauh aja dia sangat tampan! ah, aku kesal, bagaimana mungkin aku bisa tidak menyukai nya!" Luna bergumam di dalam hatinya, dia merasa di rugikan dalam hal perasaan ini.


"Tuan, untuk apa datang Kesini ...."


belum sempat Luna melanjutkan omongannya.


"Srettt," Winston langsung menarik Luna dan memeluknya dengan sangat erat.


"Sayang, aku sangat merindukan mu."


"Untuk spa kau merindukan ku? tadi saja kau sedang bersama wanita seksi, kau bahkan menciumnya."


"Sayang, apakah kau cemburu?" Winston melonggarkan pelukannya dan memandangi wajah Luna dengan lekat.


"Untuk apa aku cemburu, kau yang bilang aku hanya simpananmu Tuan Winston, aku tidak punya hak untuk cemburu."


Entah dari mana keberanian itu muncul, Luna merasa sangat berani berbicara dengan Winston.


Mendengar penjelasan Luna membuat Winston geram.


Dengan sangat cepat, Winston meraih dagu Luna dan di ciumnya bibir Luna, ciuman itu terlihat sangat memburu, ciuman kali ini berbeda dengan ciuman yang biasanya, biasanya Winston mencium Luna dengan sangat lembut.


Melihat Luna hampir kehabisan nafas membuat Winston melepaskan Luna sebentar.

__ADS_1


Namun saat Luna menarik kembali nafasnya, Winston melanjutkan ciuman itu, dia mencium bibir Luna dengan sangat ganas, nafasnya memburu, bibir Luna benar-benar di cium dengan sangat keras. Winston sangat tidak suka dengan jawaban yang di lontarkan oleh Luna barusan.


Setelah beberapa saat, Winston mengakhiri ciuman panas nya dengan Luna.


"Sayang, kau melakukan kesalahan fatal hari ini, Kau wajib cemburu melihatku dengan wanita Lain, dan ingatlah ini, kau hanya milikku, semua yang ada pada dirimu hanyalah milikku. Sekali ku katakan kau tidak boleh dekat dengan pria lain itu termasuk dengan Neon, Apakah kau mengerti?"


Sungguh saat ini Winston terlihat sangat menyeramkan, dia berbeda dengan Winston yang biasa nya.


"Jawab aku sayang." Winston mendekatkan wajah Luna pada nya.


"Iya sayang, aku berjanji tidak akan membuatmu marah dan tidak akan dekat dengan pria Lain." Luna menyerah, dia yakin pasti tidak akan bisa menang dari Winston.


Winston membawa Luna pergi dari rumah Beni, dibawanya Luna ke salah satu apartemennya.


***


Di apartemen Winston.


"Sayang, satu minggu ini kau tinggal disini dulu ya, ada yang harus aku selesaikan."


Luna hanya mengangguk mendengar pernyataan dari Winston.


"Sayang, apakah kau masih marah padaku? gadis yang di restoran tadi hanyalah rekan bisnis biasa, percayalah padaku."


Winston berjalan mendekat ke arah Luna yang sedang duduk di tepian ranjang.


"Tapi kau menciumnya, mana ada teman bisnis yang begituan. "Tiba-tiba Luna menangis dengan sesenggukan, air matanya sudah mengalir dengan sangat deras, tangannya gemetaran, dia benar-benar tidak suka saat melihat Winston mencium gadis seksi itu.


"Kau bisa mencium orang lain dengan begitu bebas nya, sedangkan aku, aku hanya pernah berciuman denganmu saja. Kau tidak adil!"

__ADS_1


tangisan Luna makin keras, dia sudah tidak peduli dengan apa pun yang akan terjadi, jika Winston marah biarlah.


__ADS_2