
***
Rean yang sedari tadi mengikuti Lily yang berlagak mencurigakan menemukan jika Lily baru masuk kesebuah mobil yang mencurigakan.
Memang saat Rean hendak kembali ke perusahaan dia melihat Lily keluar dengan tergesa-gesa.
“Dengan siapa dia bertemu? apakah dengan kekasih gelapnya? ah sudahlah bukan urusanku!” decak Rean melajukan mobilnya.
Namun, berbeda dengan yang dia ucapkan hatinya mengatakan dia harus mengikuti Lily.
“Ah, ku ikuti saja sebentar. Siapa tahu ada sesuatu yang aneh,” ucap Rean mengikuti Lily.
Rean semakin heran karena Lily dibawa kesebuah hotel, dan Rean bisa melihat ekspresi wajah Lily yang seperti ingin minta tolong tetapi tidak berani, saat pria yang membawanya itu menarik tangan Lily.
“sepertinya dugaanku benar, ada yang tidak beres!” ucap Rean sangat yakin akan apa dia lihat itu.
Rean tetap mengikuti mereka berdua sampai ke dalam hotel.
***
Di dalam kamar Hotel.
“Sayang, apakah kau masih mengingat pelajaran yang aku ajarkan padamu dulu?” sahut Rey mendekat kearah Lily yang sedang gemetar ketakutan itu.
__ADS_1
“Jangan mendekat! apa maumu? aku bisa memberikan kamu uang sebeanyak apapun, tapi jangan lakukan itu lagi padaku! aku ingin hidup dengan benar kali ini!” decak Lily berjalan mundur, dengan tubuh gemataran dan ekspresi yang takut.
“Hahaha, apakah aku tidak salah dengar? kau ingin hidup dengan benar? Lily, kau begitu naif sampai aku ingin muntah karenanya, mana ada lagi pria yang akan mau padamu setelah tahu jika keprawananmu sudah aku rebut,"
"Dan aku merekam video saat kita berhubungan badan! hidup mu sekarang ada ditanganku! saat kau tiba-tiba menghilang meninggalkan aku, aku baru sadar, jika aku tidak hanya membutuhkan uangmu, tapi juga tubuhmu!” ucap Rey masih berjalan mendekat kearah Lily yang sedang berjalan mundur itu.
“Apa yang bisa kulakukan agar kau membuang file video itu? tolong jangan menghancurkan hidupku! apa salahku padamu?” teriak lily yang sudah mentok di diding kamar hotel tersebut.
“Kau bisa memuaskan aku sekali lagi sayang, jika kau bisa memuaskan aku maka akan kupertimbangkan untuk menghapus video itu!” bisik Rey dengan senyuman yang amat sinis melihat Lily yang sedang menangis ketakutan itu.
“Kau brengsek! kau biadab! apa salahku padamu? Kenapa kau ingin menghancurkan hidupku?” teriak Lily yang sudah menangis histeris saat Rey hendak merobek pakaiannya.
“Tidak ada yang salah, aku hanya merasa tidak bisa menghilangkan candu tubuhmu, kau yang sangat polos namun sedikit sombong membuatku sangat tertarik padamu!” bisik Rey sudah merobek pakaian yang dikenakan lily.
Tapi, setelah beberapa saat,
“Brak!” suara dobrakan pintu kamar memecah kegiatan yang sedang dilakukan oleh Rey.
Dengan sangat cepat Rean masuk kedalam ruangan itu dan menghajar Rey sampai jatuh pingsan.
Lily masih keheranan melihat pemandangan yang ada dihadapannya, sampai lamunannya dipecahkan oleh Jas yang menutupi kepalanya.
Memang Rean sudah melepaskan jasnya untuk menutupi tubuh Lily yang hanya menggunakan bra itu. Karena tadi, Rey sudah merobek pakaiannya.
__ADS_1
“Kau itu anak kecil ya? sampai hal begini pun kau tidak meminta tolong?” teriak Rean dengan ekspresi yang marah kearah Lily.
Memang sedari tadi, Rean sudah mendengarkan apa yang sedari tadi lelaki itu ucapkan pada Lily. Yang membuat Rean sangat kesal adalah bahwa Lily benar-benar lemah seperti anak kecil. Tidak tahu betapa bahayanya dunia luar.
“Memangnya aku bisa meminta tolong kepada siapa? Winston? Tidak mungkin dia menyelamatkan aku. Disini aku hanya sendiri, berjuang sendiri dan hidup sendiri. Memangnya siapa yang mau menyelamatkan gadis kaya tapi sombong sepertiku? Ha?” teriak Lily yang sudah menangis tersedu-sedu layaknya anak kecil yang menangis.
“Lihatlah kau memang seperti anak kecil, lain kali jika kau membutuhkan sebuah pertolongan kau bisa menghubungi aku! Tapi jangan salah paham, aku menyuruhmu menghubungi aku karena saat ini kau masih menyandang sebagai tunangan bosku. Aku tidak ingin namanya rusak karenamu!” jawab Rean dengan jawaban yang panjang lebar.
“Tenang saja, sudah tidak ada lain kali, minggu depan aku sudah akan kembali ke negaraku! Selama aku disini, aku selalu saja mendapatkan ancaman, bahkan mengalami penculikan! Aku tidak tahan hidup di dunia yang keras seperti ini!” decak Lily yang masih sesenggukan menahan tangisannya.
“Baguslah kalau kau sudah sadar dan tahu jika dunia ini keras. Sudahlah, aku akan mengantar mu pulang! Kau sudah menyita waktu berhargaku,” ucap Rean menuntut. Dia tidak ingin Lily menolak karena Rean masih memiliki urusan yang penting di kantor.
Setelah Rean mengantar Lily pulang, barulah Rean pergi ke kantornya. Namun, Rean masihlah sangat heran akan sifat Lily yang terlihat sangat lemah, mudah ditindas dan cengeng seperti anak kecil.
“Dasar anak orang kaya,” gumam Rean geleng-geleng.
Untuk pria yang tadi ingin melecehkan Lily, Rean sudah mengutus anggotanya untuk mengurus dia. Pria itu sudah di deportasi ke negaranya dan diberikan hukuman yang tidak akan pernah ia lupakan seumur hidup.
***
Jangan lupa di Like dan komen yah 🤗
Dan mampir ke karya author yang baru : Terikat Tali Pernikahan ~
__ADS_1
Lope yu ❤️