
..
Melihat tangisan Luna yang begitu polos membuat Winston bahagia, dia merasa Luna memang sudah jatuh hati padanya.
"Sayang, apakah kau tahu, saat lelaki melihat wanita nya menangis karna cemburu, nenurutmu apa yang akan dilakukan pria itu. Hmm?" Winston memberikan pertanyaan dengan mendekatkan wajahnya ke arah Luna.
"Mana ku tahu, aku kan bukan pria."
"Dasar, apa sih mau si mesum ini, sudah dilihatnya aku menangis, masih saja memberikan pertanyaan yang membingungkan. Sial sekali diriku memiliki lelaki arogan yang cuek seperti ini!" gumam Luna dalam hati.
"Sayang, kau pasti memakiku lagi kan di dalam hatimu?" tanya Winston menyelidik.
"Astaga, apakah dia benar-benar bisa mendengar suara hatiku? atau apakah dia benar-benar adalah seorang dukun?" Luna berkecamuk dengan dirinya sendiri.
"Cup." satu kecupan mendarat di bibir Luna.
"Apaan sih? apakah kau tidak bosan? tadi sudah melakukannya begitu lama juga." Luna mengeluh bagaimana bisa pria arogan ini tidak bosan mencium dirinya.
"Haha, kau sangat lucu sayang, mengenai pertanyaanku barusan, akan aku jawab sendiri karena memang aku adalah pria gentleman."
"Sayang, apakah kau tahu, jika seorang pria melihat wanitanya menunjukkan rasa cemburunya, maka pria itu akan memiliki hasrat yang lebih untuk memakan wanitanya." Winston berada dekat sekali dengan Luna, saat ini, dia berbisik di telinga Luna.
"Apa? memakan wanitanya? kanibal maksudmu? hah?" Luna kebingungan, bagaimana bisa jalan cerita nya berakhir menjadi deperti itu.
__ADS_1
Melihat respon Luna membuat Winston sedikit kesal, kesan romantis yang tadi mulai terbangun secara alami hancur begitu saja akibat kepolosan Luna.
"Ah sudahlah, kau akan tahu sendiri nanti, sebentar lagi pak Roni akan datang membawa piyama tidurmu, kau gantilah bajumu dan kita tidur." Ketus Winston yang merasa kehilangan moodnya.
"Aneh sekali pria ini, tadi dia bercerita tentang kekasih yang cemburu, lalu tiba-tiba menjadi kanibal dan sekarang, dengan secara tiba-tiba pula dia menjadi kesal, ckckck."
Luna bergumam dalam dirinya, dia bingung dengan sikap Winston terhadap nya.
Setelah beberapa saat, Pak Roni sudah sampai di apartemen Winston, tanpa menekan bell, Pak Roni langsung masuk kedalam apartemen itu, karena memang Pak Roni selaku kepala asisten rumah harus mengetahui setiap sandi apartemen Winston.
"Tuan, saya sudah membawakan piyama Nyonya Luna dan piyama Tuan sendiri." ucap Pak Roni yang sudah berada didalam apartemen itu.
"Letakkan saja di atas meja, oh ya, jika gadis itu bangun, bilang aku ada kerjaan di kantor, kalau dia masih rewel tambah dosis obat tidur di dalam minuman nya."
"Baik Tuan, Kalau begitu aku permisi dulu."
Pak Roni sudah berlalu pergi, Luna mendengar ada kata 'gadis itu'?
"Oh, jadi dia menyuruhku tinggal disini karena sudah ada gadis lain disana? huh, dasar kau playboy." Kembali Luna memaki Winston di dalam hatinya untuk yang kesekian kalinya.
"Apa yang kau lamunkan? cepatlah ganti piyamamu, agar kita bisa tidur. Oh, atau kau mau aku yang menggantikan nya? aku sih dengan senang hati." Goda Winston dengan senyuman nakal nya.
"Tidak ... Tidak ... Tidak, aku akan mengganti nya sendiri." Luna berlari kecil ke arah kamar mandi.
__ADS_1
Saat di kamar mandi, di lihatnya penampilan nya memakai piyama tidur yang sangat seksi dari pantulan cermin.
"Hiks, dasar pria mesum! dia pasti sengaja melakukan ini padaku. Bagaimana mungkin baju kurang bahan seperti ini menjadi pakaian tidurku!"
Piyama itu memanglah sangat seksi, seperti sebuah gaun mini yang tipis, bagian dadanya pun terlihat terlalu terbuka.
Tok ... Tok ... Tok ....
"Sayang, Kenapa lama sekali ganti bajunya, apakah kau baik-baik saja?" Winston menanyakan dengan serius karena memang sudah sekitar sepuluh menit berlalu namun Luna belum juga keluar.
"Sayang, buka pintunya!" kali ini suara Winston sudah sangat meninggi, Winston benar-benar khawatir.
"Kriet," pelan-pelan Luna membuka pintu kamar mandi itu, tapi yang muncul di pintu hanya wajahnya saja, tubuhnya di sembunyikan di balik pintu.
"Tolong balik badan sebentar." Ucap Luna malu .... "Heh? kenapa kau memerintah ku sayang, kau harus memintanya dengan lembut." Respon Winston sembari memberikan senyuman nakal, tentu saja Winston tahu apa yang membuat Luna malu.
"Pasti karena baju yang ku pilihkan itu, haha, rencana busuk nomor satu telah terlaksana dengan baik." Gumam Winston merasa puas.
..
"Sayang, bisakah kau memutar badan mu sebentar ke arah sana." Luna meminta dengan ekspresi paling menyedihkan yang sudah ia latih, sekiranya di butuhkan suatu saat. Dan benar saja, saat ini ekspresi menyedihkan itu sangat manjur.
"Baiklah sayang, sesuai keinginanmu." Jawab Winston sembari membalikkan badan nya.
__ADS_1
Melihat Winston sudah membalikkan badan nya, membuat Luna berlari dengan sangat cepat ke arah kasur, dan segera ia menutupi dirinya dengan selimut.