Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Aku Suamimu


__ADS_3

***


Setelah olahraga panas yang mereka lakukan berakhir, Winston dengan sangat lembut menarik Luna ke pelukannya.


"Ada apa sayang? kenapa kau tiba-tiba ingin menyenangkan aku? tunggu ... tunggu, apakah kau melakukan kesalahan fatal padaku? jadi kau sedang menyuapku dengan tubuhmu?" tanya Winston merasa kebingungan atas sikap istrinya saat ini.


Dia merasa Luna tidaklah memiliki nyali yang cukup untuk menggodanya, apalagi sampai mengenakan pakaian yang sangat seksi tadi.


"Kau itu masih saja paranoid, apakah dipikiran mu isinya hanyalah hal-hal negatif?" ketus Luna merespon pertanyaan Winston sembari membalas pelukan lembut dari suaminya itu.


"Hehe, karena kau sering sekali tidak menurut, aku jadi selalu memiliki pemikiran yang negatif padamu, jadi, bisakah kau jelaskan apa yang sedang terjadi? dan apa yang ingin kau katakan padaku?" tanya Winston merasa senang saat pelukannya dibalas oleh Luna.


"Terimakasih, aku ingin berterimakasih atas segala yang kau lakukan untukku, aku tahu kau telah memberikan pelajaran pada bibiku, kau melakukan segalanya untukku dan selalu melindungi ku," jawab Luna dengan suara yang lembut. Saat ini, Luna benar-benar berterus-terang akan perasaan nya.


"Sayang, berhentilah berterimakasih untuk hal-hal sepele seperti itu, aku ini suamimu dan sudah sewajarnya aku membela dan membereskan masalahmu. tugas utama menjadi suami itu adalah melindungi dan menjaga istrinya sebaik mungkin," jawab Winston sembari memberikan kecupan lembut di dahi Luna.


Mendengar pernyataan hangat dari Winston sungguh membuat hati Luna terenyuh.


"Walaupun begitu, aku tetap ingin berterimakasih, sekarang aku sudah tidak takut apapun lagi, karena kau akan selalu melindungi ku, terimakasih suamiku," jawab Luna dengan nada yang sangat halus dan lembut, membuat siapapun yang mendengarnya akan ikut tersentuh.


Deg ... Deg ... Deg


Ritme detak jantung Winston berdetak sangat kencang saat mendengar Luna memanggilnya 'suamiku'.


"Sayang coba kau ucapkan lagi kata yang terakhir? aku ingin mendengarnya lagi," tanya Winston dengan jantung yang sudah berdetak sangat kencang.


Menurut Winston sebutan itu sangatlah romantis dan melelehkan hati.


"Yang mana? kata suamiku?" tanya Luna sedikit kebingungan, karena memang Luna sedang memeluk Winston, Luna bisa tahu jika sekarang detak jantung Winston sedang berderak dengan sangat cepat.


"Iya yang itu," sahut Winston begitu antusias.


"Suamiku," jawab Luna singkat, karena memang dirinya pun sedang kelelahan sekarang akibat olahraga panas yang baru saja mereka lancarkan itu.


"Lagi," ucap Winston sudah menyibak rambut istrinya itu dengan lembut dan mencium tengkuknya.

__ADS_1


"Ahh ... suamiku," jawab Luna dengan suara yang sedikit bergetar, karena memang dia merasakan ada yang mengeras dibawah sana.


"Lagi," sahut Winston lagi, namun kali ini nafasnya sudah memburu. Entah mengapa kata suamiku yang keluar dari mulut istrinya itu sangatlah membuat dirinya bergairah.


"Suamiku, mmmm," sekarang Luna sudah dicium oleh Winston.


"Sayang, kau sangat menggemaskan, ayo kita lakukan satu ronde lagi," bisik Winston sekarang sudah berada di atas tubuh Luna.


Karena memang malam ini Luna sudah berjanji akan mengikuti permainan Winston, Luna menjawab permintaan suaminya itu dengan menganggukkan kepalanya.


"Astaga, kenapa kau sangat imut? aku sangat beruntung memiliki istri seimut dirimu, apalagi sekarang kau sangat menurut, aku sangat bahagia istriku," sahut Winston sudah melancarkan aksi nakalnya itu.


Setelah beberapa saat ...


"Ahh, aku sangat puas," ucap Winston saat dirinya sudah mengakhiri olahraga panasnya itu.


"Istriku terimakasih ya, malam ini kau sangat penurut dan menggemaskan, rasanya semua pikiran dan masalah yang ada dipikiran ku terlupakan karena bersamamu," bisik Winston dengan lembut sembari mengusap rambut Istrinya itu dengan lembut.


Ya, sekarang Luna sudah tertidur dengan sangat pulas, Luna sangat kelelahan akibat aksi nakal yang dilakukan oleh Winston itu.


***


Sesuai rencana yang sudah Winston diskusikan pada Nixon, mulai dari saat ini dirinya akan bersandiwara di hadapan semua keluarganya.


Winston akan sungguh-sungguh membantu Nixon memenangkan pemilihan yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat. Nixon juga akan mendekati Urek Heit yang merupakan pamannya sendiri.


"Ayah, apakah pemilihan ku tahun ini ada kaitannya dengan pencalonan paman menjadi presiden berikutnya?" tanya Nixon ingin menggali informasi lebih dalam pada ayahnya.


Melihat putranya menghampiri dirinya ke ruangan kerjanya dan berinisiatif menanyainya membuat Hans terkejut namun senang. Dia merasa putranya sudah sedikit tertarik bekerja dibelakang pemerintahan.


"Hahaha, tumben sekali kau menanyai ku Nixon, tentu saja ada hubungannya. Dengan terpilihnya dirimu sebagai anggota DPR termuda maka akan semakin menaikkan pamor keluarga kita, termasuk paman mu. Dan Ayah sangat berharap kau akan membantu pamanmu memenangkan pemilu tahun ini. Karena jika pamanmu terpilih menjadi presiden maka keluarga kita akan semakin terpandang,"


Hans memberikan penjelasan mengapa dirinya sangat ingin Nixon serius dalam pemilihan kali ini, selain karena silsilah keluarga yang memang sudah turun temurun bekerja dibelakang pemerintahan, tujuan utama ayahnya mendesak putranya itu agar terpilih adalah supaya Urek Heit semakin memiliki kekuatan dan poin yang tinggi untuk memenangkan pemilihan presiden yang kebetulan akan di adakan dalam waktu dekat.


"Seperti dugaan ku, semuanya sudah di atur oleh paman. Ayah yang mendesak aku pun pasti paman yang menyuruhnya, semoga Winston cepat melancarkan rencananya sebelum paman mencalonkan diri sebagai presiden," gumam Nixon mengakhiri kunjungannya di ruangan ayahnya itu.

__ADS_1


Tapi sebelum Nixon benar-benar pergi ...


"Nixon, nanti malam kita ada makan malam keluarga, malam ini jangan menolaknya lagi. Sampai kapan kau akan bermusuhan dengan pamanmu itu," ucap Hans mengingat kan putranya mengenai makan malam keluarga yang sudah dijadwalkan jauh-jauh hari itu.


Sebenarnya Hans sungguhlah bingung, mengapa Urek dan Nixon tidak akur. Padahal dulu mereka cukup dekat, tetapi karena Hans sangatlah sibuk, dia memilih untuk diam karena merasa mereka pasti akan membaik dalam waktu dekat.


Namun, diluar dugaan Hans, permusuhan antara Urek dan Nixon masih berlangsung sampai sekarang, terlihat dari Nixon yang selalu menghindari Urek dan sama sekali tidak pernah mau menyapa Urek jika Urek sedang berkunjung.


Kali ini, Hans bertekad untuk mendamaikan mereka berdua, karena mau tidak mau mereka adalah keluarga. Dan sesuai budaya keluarga Heit, sesama keluarga harus saling mendukung dan menjaga kehormatan masing-masing anggota keluarga.


"Baik Ayah, malam ini aku akan datang ke acara makan malam itu," jawab Nixon langsung berlalu dari ruangan ayahnya itu.


Karena Nixon sudah berjanji pada Winston, maka mau tidak mau Nixon memang harus berdamai dahulu dengan Urek, pamannya itu. Nixon harus sebisa mungkin membuka jalan untuk Winston dengan cara mendekati Urek.


Melihat putranya yang sudah membuka diri dan tertarik bekerja di pemerintahan sungguh membuat Hans sangat senang.


Setelah Nixon sampai diruangan nya, dia langsung segera menghubungi Winston.


Tring ... Tring ... Tring


"Halo," sahut Winston yang sudah berada di balkon kamarnya, karena Luna sedang tidur pulas, Winston tidak ingin mengganggu tidur Luna dengan suaranya.


"Winston, sesuai dugaan mu, pencalonan diriku memang berhubungan dengan pamor pamanku. Aku tadi sudah menanyai ayahku, setelah pencalonan ku berakhir, setelahnya pamanku akan mencalonkan dirinya menjadi presiden. Aku harap kau memiliki rencana yang bagus kali ini, karena jika pamanku sudah terlanjur memenangkan pemilihan ini, aku rasa akan semakin sulit bagimu untuk menumbangkan nya."


Nixon menjelaskan panjang lebar mengenai pengamatan nya terhadap pamannya itu. Dia tidak ingin Winston salah langkah dan malah merugikan Luna nantinya.


"Kau tenang saja Nixon, untuk menumbangkan harimau tidak harus selalu menggunakan senapan yang berisik dan mengundang banyak perhatian, kita bisa menumbangkan harimau dengan racun. Diam, pelan, tapi mematikan. Aku harap kau paham maksudku," sahut Winston pada Nixon.


Winston tidak suka saat Nixon meragukan dirinya.


"Baiklah, aku paham, aku hanya tidak ingin Luna menjadi korban lagi," sahut Nixon merasa lega, tentu saja Nixon paham akan apa yang mau di sampaikanlah oleh Winston.


Nixon sesaat lupa jika Winston adalah seorang pemimpin mafia yang sudah berkecimpung lama di dunia gelap, dan racun yang Winston sebutkan tadi adalah bahwa Winston sudah memiliki kartu as untuk menumbangkan pamannya itu.


"Sepertinya aku terlalu banyak khawatir akhir-akhir ini," gumam Nixon langsung merebahkan dirinya di kasur tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2