
***
Keesokan harinya di rumah sakit.
"Luna?" teriak Winston langsung terduduk dari kasur nya, dia baru saja sadar sejak tadi malam mengalami kelelahan akibat menyelam ditengah lautan.
Winston langsung melihat sekitar, yang ada disitu hanya Rean, Rani dan Lani.
"Rean, dimana istriku? aku bermimpi sangat buruk, dimana dia?" tanya Winston dengan wajah yang sangat pucat dan bibir yang bergetar.
Mendengar itu Rean hanya bisa tertunduk dan menampilkan ekspresi yang membuat Winston semakin kalut dan kacau.
"Jawab Rean, apakah kejadian tadi malam nyata? bagaimana dengan istriku? kami bahkan akan memiliki anak, tidak mungkin kan dia benar-benar tenggelam?" tanya Winston sudah meneteskan air mata.
Tubuhnya sudah bergetar hebat, dia belum bisa menerima kenyataan sekarang.
"Mohon maaf Bos, tetapi sampai sekarang Luna belum ditemukan, semua tim kita sudah dikerahkan. Namun, karena tadi malam tiba-tiba ada badai ditengah laut membuat pencarian semakin susah dilakukan. Dan sepertinya Nyonya Luna tidak akan pernah ditemukan lagi!"
Rean menjelaskan dengan nada yang pelan. Walaupun menyakitkan tapi Rean tetap harus memberitahukan kenyataan itu pada Bosnya
"DIAM! KELUAR KALIAN SEMUA DARI SINI! PERGI! teriak Winston saat menerima jawaban yang menyakiti hatinya itu.
Rean pun mengodekan kepada Rani dan Lani agar keluar dari ruangan itu. Untuk memberikan Winston waktu untuk sendiri.
"Tidak mungkin istriku pergi, aku bahkan sudah merencanakan rumah masa depan kami, aku bahkan sudah merancang cincin pernikahan kami! aku, aku bahkan sudah menamai anak-anak kami yang akan datang di masa depan?"
"Teganya Kau! teganya Kau mengambil dia dariku! tidak mungkin kan? tolong jawab aku Tuhan, kenapa kau begitu jahat padaku dan dia, juga anak kami, iya, istriku bilang dia sudah hamil! kenapa? kenapa?"
Winston bertanya banyak hal sembari menangis dengan sangat pilu. Dia sungguh tidak bisa menerima semuanya itu.
***
Dua minggu telah lewat, namun keadaan Winston makin parah. Hal itu sampai membuat ayahnya kembali ke negara Winston untuk melihat keadaan Winston yang seperti mayat hidup.
Perusahaan sekarang dijalankan oleh saudara Winston yang lain yaitu Rean dan Sean.
__ADS_1
Sedangkan Lani ditugaskan untuk tetap memantau pencarian Luna. Mereka benar-benar tidak menyerah menemukan Luna walaupun sebenarnya kemungkinan nya sangatlah kecil.
Rani sekarang sedang merawat Winston, walaupun Winston tidak mencintainya namun Rani tetap setia menjaga Winston.
Rani sudah tidak mengharapkan lebih, dia hanya ingin Winston sembuh dan kembali menjadi Winston yang gagah dan berwibawa.
Terkadang jika melihat barang-barang Luna, Winston akan berteriak dan menangis, dia akan kembali mengingat kenangannya dengan Luna.
"Aku bahkan belum meminta maaf padanya atas semua kesalahanku, kembalikan dia padaku? aku mohon padaMu, aku tidak menginginkan apapun lagi, aku mohon," Winston memohon dalam doanya.
Winston sungguh tidak sanggup menerima kenyataan, Winston masih percaya dan meyakini bahwa istrinya masih hidup di suatu tempat diluaran sana.
Nixon dan Rendi yang mengetahui bahwa Luna tenggelam dilautan meyakini hal yang sama dengan Winston.
Namun, berbeda dengan Winston, Rendi dan Nixon mencari Luna dengan caranya sendiri.
Ya, Nixon memang saat malam itu berada di gedung tempat Rean mengungkapkan segala kejahatan pamannya. Nixon sepemikiran dengan Winston jika pamannya masihlah belum tahu siapa yang menargetkan nya.
Awalnya Urek menculik Luna adalah agar bisa menjadi sebuah transaksi pertukaran informasi kepada Nixon, karena memang Urek sudah menyadari jika Nixon merencanakan sesuatu. Namun Urek memang benar belum tahu siapa yang menargetkan nya.
Sebenarnya Urek sudah sedikit curiga terhadap Winston karena melihat hubungan antara Winston dan Luna, tetapi Urek belum menemukan bukti konkrit nya. Apalagi bukti kejahatannya sudah ia lenyapkan yaitu Nonik.
***
Rendi mencari kapal-kapal yang lewat diperairan itu di malam saat Luna tenggelam. Rendi sangat yakin jika Luna belumlah meninggal.
Sampai pada suatu hari, Rendi menemukan bahwa ada sebuah kapal yang sangat besar melintas di lautan itu di malam saat Luna dinyatakan tenggelam.
Segera Rendi menghubungi pihak kapal.
"Halo, apakah benar kapal X melintas di perairan dangkal wilayah Y?" tanya Rendi dengan harapan bahwa kapal itu melewati perairan itu.
"Benar sekali Pak, untuk apa ya bapak menanyakan hal itu?" tanya petugas yang mengangkat teleponnya Rendi.
"Bisakah saya langsung berbicara dengan kapten kapal? saya Rendi Anggara, anak pemilik perusahaan Anggara," sahut Rendi membawa nama keluarganya agar diberikan berbicara dengan sang kapten kapal.
__ADS_1
"Oh, baik, baik Pak, sebentar ya," ucap operator itu langsung menyambungkan telepon itu ke kapten kapal.
Dari kapten kapal itu, Rendi mengetahui jika mereka dua minggu yang lalu menangkap beberapa penjahat yang berada di atas kapal,
Rendi juga baru tahu, jika kapal itu di tunggangi oleh seorang pria terkaya dan tersohor di dunia. Jadi, selama dua minggu penuh kapal itu masih berada di tengah lautan.
Entah apa yang mengakibatkan, namun pria tersohor itu ingin menghabiskan waktunya dilautan dan sangat jarang pergi ke daratan. Dia khusus membeli sebuah kapal yang sangat besar dan mewah, mempekerjakan banyak pekerja hanya untuk mengelilingi lautan.
Kapten kapal itu mengatakan jika besok mereka akan singgah di negara Y untuk maintenance dan persiapan bahan bakar juga bahan makanan.
Mendengar itu Rendi sangat bersemangat, dia langsung membuat janji dengan kapten kapal dengan mengatasnamakan keluarganya yang kaya itu.
Rendi sangat yakin Luna ada dikapal itu, dan kenapa Luna tidak kembali karena memang kapal itu berlayar selama dua minggu di tengah lautan.
Dengan sangat bersemangat dan harapan yang tinggi Rendi pergi ke negara Y untuk membuktikan hipotesa nya itu.
***
Loorey yang sudah kembali satu minggu yang lalu begitu terpukul melihat keadaan putranya itu.
Dan setelah mengetahui siapa pembunuh istrinya dahulu dan yang mengakibatkan Kemalangan itu, Loorey menjadi sangat murka.
Dengan koneksi dan kuasa yang ia miliki, Loorey mampu mengambil Urek yang sedang mendekam di penjara.
Loorey merasa jika Urek tidaklah cukup mendapat hukuman di tahan saja.
Dengan kesadisan dan keberingasan Loorey menyiksa Urek setiap hari. Mengurungnya dibawah tanah dan membuatnya menderita.
Loorey memang sangat ahli dalam penyiksaan, diumurnya yang sudah cukup tua membuat Loorey memiliki banyak pengalaman.
"Ampun, bunuhlah aku! aku sudah tidak sanggup!" teriak Urek dengan suara yang begitu lemah karena sudah tidak memiliki tenaga.
Karena memang saat ini tubuhnya sedang dilibas dengan besi api yang sangat panas.
(Adegan ini sangat berbahaya jangan ditiru ya)
__ADS_1
"Ampun? kau kerikil kecil beraninya mengusik ku, apakah kau sudah tahu konsekuensi mengusik aku? membunuh istriku lalu membuat putraku menderita, bahkan dengan seratus nyawamu pun kau tidak akan bisa menembusnya! TERUSKAN!" teriak Loorey pada beberapa orang yang khusus dibuat untuk menyiksa Urek.
Setelahnya Loorey pergi dari ruangan bawah tanah itu dan pergi mengunjungi putranya.