Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Nonik


__ADS_3

***


"Ahh ... jangan, pelan sedikit." Ucap Luna pada Winston saat tangan jahil Winston memegangi buah dadanya.


"Teruskan desahannya sayang, aku sangat menyukainya. Lebih keras, jangan ditahan." Bisik Winston sembari melanjutkan aksi nakalnya itu.


Tring ... Tring ... Tring


Tiba-tiba ponsel Winston berbunyi, membuyarkan semua kegiatan yang akan menuju puncaknya itu.


"Ah sial! siapa yang berani mengganggu ku?" decak Winston kesal dan mengambil ponselnya.


"Cih, si Rean lagi! awas saja ya kalau ini tidak penting, akan aku kirim dia ke Antartika." Decak Winston merasa sangat terganggu.


"Halo, ada apa?" tanya Winston dengan nada yang menekan dan terdengar kesal.


"Halo Bos, saya di hubungi nona Lily, katanya kapan Bos mengunjunginya ke sana? kalau tidak, katanya dia akan kembali lusa ini."

__ADS_1


"Rean, kau urusi visamu dan pergi ke Antartika sekarang! sejak kapan kau memiliki hobi untuk menggangguku? aku tidak peduli dengan Lily, kau urus saja dia! Huh." Balas Winston kesal pada Rean.


Bagaimana tidak, ini sudah kedua kalinya Rean mengganggu kegiatan panasnya dengan Luna.


"Sial, sepertinya aku harus mematikan ponselku saat bersama dengan Luna. Padahal tadi sedang nikmat-nikmatnya." Gumam Winston dalam hati.


"Sayang mari kita lanjutkan kegiatan tadi." Ucap Winston sembari mendekapkan tubuhnya ke tubuh Polos Luna.


"Sayang ... hei ... Luna ...."


Winston memanggil Luna, tapi memang Luna sudah tertidur dengan sangat pulas.


Bagaimana tidak Rean mengganggu kegiatan yang sudah hampir mencapai puncak tadi.


Di kediaman Beni.


Nonik masuk kedalam kamar putrinya Hani, dan dilihatnya Hani sedang menangis tersedu-sedu.

__ADS_1


"Mama, aku benci sekali dengan Luna, dia yang membuatku seperti ini. Aku sangat membencinya! huhu."


Hani menangis dan mengadu pada ibunya Nonik.


"Sialan! tidak ibu tidak anak, keduanya sama saja, sama-sama murahan dan tidak tahu diri. Tenang saja Hani, Mama akan membalaskan dendam mu."


Balas Nonik pada anaknya itu, sungguh Nonik benar-benar telah salah mendidik anaknya Hani, dia terlalu sering menanamkan kebencian pada putrinya itu.


Nonik sangat membenci Luna bukan tanpa alasan, Nonik dulu bersahabat dengan ibunya Luna.. ibunya Luna sangat cantik dan juga bercahaya.


Pada suatu ketika, Nonik naksir pada senior mereka. Tetapi, Nonik tidak berani mengungkapkan perasaannya, sampai pada suatu ketika, Nonik melihat jika ibunya Luna itu sedang bermesraan dengan pria yang ia taksir. Seketika Nonik sangat membenci ibunya Luna itu, dia merasa tidak adil, dia merasa ibunya Luna itu terlalu bersinar dan beruntung.


"Jelas-jelas aku yang duluan menyukai kak Gonzales. Tidak akan kubiarkan kau merebut segalanya dariku Adel!" gumam Nonik dalam dirinya.


Nonik merasa semua yang menjadi miliknya direbut oleh Adel, dia merasa menyesal telah bertemu dan bersahabat dengan Adel.


Nonik merasa jika dirinya tetap bersahabat dengan Adel, maka dirinya akan terus menjadi bayang-bayang, karena menurutnya Adel ibunya Luna terlalu cantik dan bersinar.

__ADS_1


Dari hari itu, Nonik mulai menanamkan kebencian pada Adel, dia menjadi licik dan terus berpura-pura menjadi sahabatnya.


Puncaknya adalah saat Adel menikah dengan Gonzales, hari itu Nonik bersumpah akan membenci Adel seumur hidup.


__ADS_2