Simpanan Pria Arogan

Simpanan Pria Arogan
Konsekuensi


__ADS_3

***


Tring ... Tring ... Tring


"Halo Sean, apakah Wira sudah kau bereskan?" Winston memang menghubungi Sean untuk menanyakan perihal Wira Hermanto.


"Sudah Bos, aku sudah mengurus dia dengan sangat hati-hati, jadi pasti tidak akan meninggalkan bukti," jawab Sean sedang duduk disebuah kursi kayu. Dan dihadapannya sudah ada Wira Hermanto yang sudah berdarah-darah.


"Baiklah Sean, kau datang kemari sekarang. ada tugas yang sangat penting untukmu!" Winston mengirimkan alamat pada Sean, dia ingin menuntaskan masalah ini saat ini juga.


Mendengar itu membuat Sean sedikit kebingungan, padahal jam saat itu sudahlah subuh, dia bisa melihat jika Winston terlihat sangat terburu-buru dan juga tidak sabaran.


Setelah Sean menyuruh anggotanya untuk membereskan Wira Hermanto, Sean pun bergegas menuju alamat yang Winston kirimkan.


***


"Ada apa Bos? kali ini kita akan mencari siapa?" tanya Sean pada Winston yang sedang bersama dengan dirinya di dalam sebuah mobil.


"Kau ingatkan putrinya Lou, yang bernama Rena. Dia tadi telah menculik Luna, aku ingin kau melacak keberadaannya sekarang. Aku ingin membereskan dirinya saat ini juga!" ketus Winston menjelaskan perihal tujuannya memanggil Sean saat ini.


Tanpa banyak basa-basi dan pertanyaan lagi, Sean langsung melacak lokasi Rena. Dan tanpa menunggu lama, Rena sudah dapat ia temukan, Rena sedang berada di sebuah klub malam saat ini.


***


Di klub rising.


Winston dan Sean sudah sampai di klub rising, tempat Rena sekarang berada.


"Hahaha, aku telah menghancurkan wanitanya Winston. Dia akan berada dalam pelukanku sebentar lagi, setelah gadis cantik itu dipakai habis-habisan oleh preman-preman jalanan itu pastinya Winston akan jijik padanya. Hahaha!" Rena tertawa dengan sangat lantang di klub itu, dia tidak sadar jika Winston sudah mendengarnya dan terlihat sangat marah akan hal itu.


Sungguh, gemuruh amarah sedang meluap-luap di diri Winston, dia sungguh tidak bisa membayangkan jika tadi Rendi tidak datang menyelamatkan Luna. Memang Winston tetap tidak suka saat yang menyelamatkan Luna adalah Rendi bukan dirinya, tetapi tetap saja Winston merasa lega.

__ADS_1


Winston segera menyuruh Sean membawa Rena ke hadapannya. Lalu dengan sangat cepat Sean sudah berhasil menarik paksa Rena masuk kedalam ruangan yang memang sudah dipesankan Winston sebelumnya.


"Siapa kau? lepaskan aku! sialan!" teriak Rena kearah Sean yang menarik paksa dirinya itu.


"Wah, Winston. Kau kah itu? kau datang kemari untuk kembali padaku? kau sudah jijik kan pada wanitamu itu?" tanya Rena sesaat setelah dirinya melihat Winston sedang duduk di sebuah kursi yang berada di ruangan itu.


Mendengar itu semakin membuat Winston sangat geram, ingin sekali Winston langsung menembak kepala Rena dan membuangnya ke lautan. Tapi, Winston ingin sesuatu yang lebih dari itu, dia ingin Rena merasakan apa itu artinya menderita.


"Kau, apakah kau tidak tahu siapa aku?" tanya Winston dengan sangat sinis kearah Rena yang sedang berjalan mendekat ke arahnya.


"Tentu saja aku tahu, kau adalah Winston. Satu-satunya pria yang akan menjadi milikku!" ketus Rena sudah dalam setengah mabuk, karena memang tadi dia sudah meminum banyak sekali minuman beralkohol.


"Kau sudah tahu jika aku adalah Winston, tapi kau masih berani mengganggu ku! kau mencari kematianmu sendiri!" ketus Winston dengan nada yang datar, tapi matanya memancarkan amarah yang membuat semua orang yang melihat pasti merinding ketakutan.


Segera Winston menjentikkan jarinya, memberikan kode agar preman-preman yang sengaja ia bayar untuk melakukan hal itu pada Rena.


"Kenapa jadi banyak sekali orang disini? padahal aku ingin berduaan saja denganmu!" keluh Rena sesaat setelah dirinya melihat banyak pria di ruangan itu.


Lalu, Winston langsung pergi dari ruangan itu dan menyuruh preman-preman itu melakukan aksinya.


Tapi, sebelum Winston benar-benar pergi ....


"Winston, jangan pergi! aku, aku sangat mencintaimu. Aku melakukan itu karena aku sangat mencintaimu, kau hanya boleh bersamaku!" teriak Rena kearah Winston.


Tetapi, Winston sama sekali tidak menyahut. Winston hanya menoleh sembari memberikan pandangan merendahkan dan sinis sembari berbisik 'matilah'.


Hal itu membuat Rena tersungkur, dia bisa melihat kekejaman Winston. Dan Winston sama sekali tidak memperdulikan dirinya.


"Ahhhhh! jangan mendekat! tolong aku! aaahhh!" Rena berteriak dari dalam ruangan itu. Karena preman-preman tadi memang khusus dibayar untuk melakukan hal itu pada Rena.


***

__ADS_1


"Sean, aku harus kembali ke mansion. Urusan disini kuserahkan padamu, jangan lupa menghabisinya sampai habis! oh ya, dokter yang aku pesankan padamu, besok pagi harus sudah sampai di mansion," jelas Winston pada Sean yang sedang bersama dirinya di luar klub malam itu.


Setelah itu Winston langsung kembali ke mansionnya.


Sesampainya di mansion, Winston terkejut menjumpai Tuti, Nani dan Lily sedang berdiri di depan pintu kamarnya. Tuti dan Nani memegangi tongkat sedangkan Lily memegangi pisau dapur.


"Kalian sedang apa disini?" tanya Winston keheranan.


"Maaf Tuan, tadi nona Lily mengatakan untuk berjaga disini. Karena mansion ini sedang kosong, jika ada penculikan lagi agar kami bisa mengatasinya!" jawab Nani dengan wajah yang sangat serius.


Winston yang memang sedang kelelahan geleng-geleng melihat pemandangan yang ada dihadapannya itu.


Karena malas menjelaskan Winston hanya terdiam sebentar dan menyuruh mereka kembali ke ruangan mereka masing-masing.


"Tidak akan ada yang berani melakukan penculikan di mansion ini, kalian Kembali lah. Aku sangat lelah, dan pisau yang di tangan mu itu, bagaimana mungkin kau memegangnya dengan bergetar seperti itu? ckck," ucap Winston geleng-geleng dan langsung masuk kedalam kamarnya itu.


Karena memang Lily memegangi pisau dapur itu dengan tangan yang gemetaran, dia juga tidak bisa berdiri dengan benar.


"Nona Lily, sebaiknya kita kembali dulu. Tuan Winston sudah kembali," ucap Tuti sembari mengambil pisau dapur yang ada di tangan Lily yang sedang gemetaran itu.


"Yah, ba ... baiklah, akhirnya aku bisa tidur dengan tenang!" ucap Lily langsung bergegas menuju ruangannya.


***


"Sayang, aku berjanji akan menyembuhkan kamu seperti sedia kala. Aku tidak tega melihat keadaan mu yang seperti ini, dan sepertinya kau mendapatkan teman-teman yang baik. Tadi Tuti dan Nani sedang berdiri berjaga seperti seorang prajurit di luar. Bukan hanya Tuti dan Nani, bahkan Lily juga ikut menjagamu, padahal kalian selalu saja bertengkar. Sepertinya dia terbiasa melihatmu terlihat kuat, jadi dia syok melihat kamu lemah seperti ini," ucap Winston dengan sangat lembut, sembari mengusap lembut rambut panjang Luna.


Winston tidak ingin membangun kan tidur Luna, Winston sudah sangat menyayangi Luna.


Winston sadar, kejadian hari ini terjadi karena kecerobohan dirinya. Dia tidak membereskan Rena dengan benar dahulu, dan hal itu mengakibatkan masalah yang lebih besar sekarang.


Karena Winston juga sudah sangat kelelahan, dia langsung ikut tertidur berbaring di samping Luna.

__ADS_1


"Selamat tidur sayang, aku akan menjagamu dan tidak akan membiarkan mu mengalami hal yang mengerikan lagi," ucap Winston sembari mengecup dahi Luna dengan lembut, dan langsung ikut tertidur.


__ADS_2