
***
Tidak terasa waktu berlalu begitu cepat, Langit yang tadinya cerah sudah berangsur menggelap, Luna memutuskan untuk kembali ke apartemen Winston.
Winston sudah menerima laporan dari suruhannya mengenai kegiatan Luna hari ini, memang Luna tidak memberitahukan Winston tentang kegiatannya. Makanya demi berjaga-jaga Winston selalu menempatkan pengawal pribadi disekitar Luna, tanpa sepengetahuan Luna tentunya.
Winston melihat beberapa foto yang diambil hari ini, dia pun melihat jika tadi, Luna sedang bertemu dengan Rendi. Hatinya berkecamuk lagi, Winston sangat tidak suka jika ada lelaki yang dekat dengan Luna.
Winston bertekad akan benar-benar memberikan hukuman pada Luna, tentu saja hukuman yang akan membuat Luna jera bertemu dengan lelaki yang lain.
Lalu Winston melihat foto Luna sedang duduk sendirian di taman sembari memakan ice cream.
"Lihatlah gadis kecil ini, apalagi yang dia pikirkan? kenapa wajahmu begitu sedih hari ini?" Winston berbicara pada foto yang ditangannya, seolah foto itu adalah benda hidup.
Di apartemen Winston.
Sudah sekitar tiga jam Luna sampai di apartemen itu, dia merasa sangat lelah jadi dia bergegas mandi dan hendak memakai piyama tidur.
Tetapi di lemari pakaian, dia sudah tidak menemukan piyama yang sering ia gunakan. Semua sudah digantikan dengan piyama seksi yang pastinya merupakan ulah Winston.
"Memang apa sih yang kuharapkan dari si mesum itu? pastilah dia sangat menyukai gadis seksi! dasar kau mesum." Celoteh Luna sembari mengenakan piyama Seksi itu, dia sudah tidak mau ambil pusing lagi. Dia hanya ingin segera tidur.
__ADS_1
Tidak menunggu berapa lama, Luna sudah terlelap dalam tidurnya, karena hari ini ia memang merasa kelelahan. Tanpa Luna sadari, Winston sudah kembali dari kantornya.
Winston memperhatikan Luna yang sedang tertidur, dilihatnya lekat wajah Luna yang memang sangat enak dipandang itu.
Winston membuka selimut yang digunakan Luna, lalu ia mencium pundak Luna yang terbuka. Karena Luna memang sedang menggunakan piyama yang sangat terbuka.
Winston membuka baju atasannya, lalu ia memeluk Luna, diusapnya lembut rambut Luna itu. "Sayang, bangunlah."
Winston berbisik di daun telinga Luna. Winston ingin membangunkan Luna yang memang sedang tertidur itu.
Karena memang Luna tidak mendengarkan, Winston melanjutkan aksinya. Disibaknya rambut Luna kebelakang, agar tidak menutupi bagian depan Luna. Lalu Winston memberikan ciuman yang lembut dibagian leher Luna, padahal jelas-jelas masih banyak bekas kepemilikan dibagian itu.
Betapa terkejutnya Luna saat mendapati dirinya sudah dipeluk oleh Winston, apalagi Winston sedang tidak menggunakan atasan.
"Glek ...." Luna menelan ludahnya, dia merasa terpesona akan bentuk tubuh Winston yang begitu sempurna.
"Tidak ... tidak ... tidak, sadarlah Luna, itu hanyalah tubuh biasa. Apa yang menarik dari itu? kau harus menyadarkan dirimu. Jangan sampai kau menjadi mesum sepertinya." Luna bergumam dalam dirinya, dia merasa telah menjadi orang yang mesum sekarang.
"Sayang, kenapa kau langsung tidur? tidak menungguku pulang dulu?" Winston membuka pembicaraan sesaat setelah ia melihat Luna sudah terbangun.
"Maaf aku sangat Lelah hari ini." Luna menjawab seadanya dan sejujur-jujurnya.
__ADS_1
"Sayang, ini peringatan terakhir ku padamu. Jangan pernah bertemu dan dekat dengan pria manapun, apalagi pria yang bernama Rendi itu. Aku tidak ingin melakukan hal buruk padamu, jadi jangan pernah memancing emosiku. Kau pastinya ingat kan perjanjian awal kita?"
Winston memang sedang meredam amarahnya, dia tidak ingin mencelakai Luna akibat kecemburuannya itu.
Dari pernyataan Winston itu, Luna baru menyadari jika dirinya benar-benar tidak memiliki kebebasan, setiap gerak-geriknya di awasi oleh Winston. Dan Luna sejenak tersadar, jika kadang Luna lupa akan posisi nya, dan menginginkan hal yang Lebih dari Winston.
"Maafkan aku, tapi tadi aku bertemu dengan Rendi sungguh hanya sebuah kebetulan. Lain kali aku akan menghindarinya." Luna menjawab dengan suara yang sedikit bergetar, tidak bisa dipungkiri, Luna merasa ketakutan mendapati ucapan Winston barusan.
"Sayang, kau tahu kan minta maaf padaku dengan hanya menggunakan ucapan tidak ada gunanya? menurut kamu dengan posisi mu ini, dengan apa kau bisa meminta maaf padaku?" sekarang tangan Winston sudah menjelajah keseluruh bagian tubuh Luna.
"Aku benar-benar minta maaf, aku tidak punya apa-apa untuk ditawarkan padamu, karena seingatku kau sudah memiliki segalanya."
Luna menjawab dengan sangat jujur, apalagi yang Luna bisa berikan padanya.
"Eh ... tapi tunggu dulu, jangan bilang ...." Luna memiliki firasat yang aneh atas permintaan Winston itu.
"Sayang, kau ini masih saja berpura-pura polos. Kau wanita yang aku inginkan, kau pasti tahu apa yang bisa kau berikan padaku."
Winston berbisik dekat sekali ditelinga Luna, membuat bulu kuduk Luna merinding.
"Hiks, sudah kuduga si mesum ini mengerjaiku lagi!" Luna merasa Winston memang sengaja ingin memberikan hukuman padanya.
__ADS_1