Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 9 | Kedatangan Agen Nostradamus Di Dunia Nyata


__ADS_3

hari ini aku dan ibu berencana pergi berkunjung ke rumah seseorang. padahal akhirnya aku bisa berdamai dengan lauroe, tapi ibu malah mengajakku melakukan sesuatu yang mendebarkan lagi.


kalian tanya apa yang aku bicarakan? singkatnya kemarin sore setelah aku menyelesaikan hidden quest.


"ibu, yuda pulang."


"eh, yuda. kayanya kamu seneng banget, kamu gak diganggu lagi di sekolah kan?"


"enggak bu."


semua memar di wajahku sudah hilang berkat ramuan penyembuh dari sistem. aku tidak ingin ibu sedih, jadi aku pakai saja barang itu. rasa ramuan penyembuh itu juga manis seperti madu.


aku tanpa pikir panjang memberikan semua uang yang aku dapatkan selama 1 minggu menjalankan quest, totalnya jika dibulatkan 3 jt 800 k rupiah. ini adalah kedua kalinya aku memberikan ibu uang.


di sini aku membuat kesalahan, ibu bertanya aku dapat uang itu darimana, dan aku menjawab dengan jawaban yang sama seperti sebelumnya. dari dermawan di tengah jalan (sistem kebaikan).


gara gara itu ibu jadi tergerak ingin ketemu dengan dermawan itu. aku sudah membujuk agar tidak perlu menemuinya, tapi ibu tetap bersikeras. alhasil aku harus memikirkan cara untuk mengelabui ibu.


aku meminta bantuan agen nostradamus.


[inilah saatnya anda menggunakan tiket emas dari quest hidup dan mati. robek tiket itu dan ucapkan permintaan anda. katakan anda ingin mengadakan pertemuan langsung dengan agen semesta.]


[pertemuan langsung? maksudnya kita akan bertemu langsung begitu?] tanyaku.


[tugas saya sebagai agen adalah membimbing dan membantu kontraktor merasionalkan semua perubahan yang tidak dapat dengan mudah diterima oleh publik.]


[sebagai contohnya, saya bisa menjadi tokoh pendukung demi merasionalkan pemikiran ibu anda.]


"baiklah. intinya kau bisa membantu kan."


kembali ke waktu sekarang.


aku robek tiket emas itu. seketika waktu yang ada di sekitarku terhenti. aku melihat jam berhenti berdetak, dan air yang berhenti di udara saat ibu memelas cucian basah.




"bisakah aku meminta lebih dari satu hal?"


<1 tiket emas hanya bisa mengabulkan 1 keinginan kontraktor>


sebenarnya agak sayang menggunakan tiket emas ini hanya untuk memanggil agen nostradamus. tapi hanya ini jalan keluar paling cepat yang bisa aku dapatkan, ibu sudah selesai berdandan di sana.


"aku ingin pertemuan langsung dengan agen nostradamus."





waktu kembali berjalan normal, aku menunggu efek tiket itu, tapi tidak ada yang terjadi.


"yuda, kamu udah kencingnya?"


"eh iya bu. ayo kita berangkat!"


"kamu duluan yak, ibu gak tau jalan ke rumah orang itu."


"aku juga gak tau!!!" teriakku dalam hati.


saat aku kebingunan masuk chat dari nomor tidak dikenal di ponselku.


[add saya! saya agen nostradamus.] dari agen nostradamus. dia benar benar ada di dunia nyata sekarang.


agen nostradamus mengirim alamat lengkap rumahnya, aku harus membawa ibu kesana. jaraknya cukup jauh kalau kami berjalan kaki.


singkat cerita kami sampai ke depan komplek perumahan mewah dengan naik ojek. aku beri ongkos lebih banyak pada tukang ojek yang mengantarku, siapa tahu ada yang rusak dari motornya setelah dinaiki badak besar sepertiku.


"kamu yakin rumahnya di komplek ini yud?"


"iya bu, pak arjuna ngirim alamatnya disini."


arjuna adalah nama samaran yang dipakai agen nostradamus. semoga saja akting agen nostradamus bisa meyakinkan ibu nanti.


kami sempat dicegat sebentar oleh satpam komplek, untungnya kami diizinkan masuk. akhirnya kami sampai di depan rumah agen nostradamus, maksudku pak arjuna.


"halamannya luas banget..." kata ibu takjub.


halaman rumah memang luas banget sih. kira kira seperti apa bagian dalam rumahnya ya, dilihat dari luar saja rumahnya sudah bagus.


aku telefon agen, dia mengangkat, kami diizinkan masuk.


"jangan gugup bu, dia baik kok."


"gimana ibu gak gugup. rumahnya lebih gede dari rumah bapak kamu dulu."


ayahku dulunya orang kaya. setelah menikah dengan ibu ayah meninggalkan keluarganya yang kaya untuk berumah tangga.


kami disambut oleh seorang bapak paruh baya yang berpenampilan keren. bapak bapak keren itu tidak lain adalah agen nostradamus yang menyamar.


"saya dengar anda ingin ngobrol dengan saya. ibu nak yudistira." kata pak arjuna.


"logatnya kaya orang india ya yud. vibes nya kaya salman khan banget."


aku jadi bingung. bapak ini benar benar agen nostradamus atau bukan sih. diam diam aku memberi isyarat ke pak arjuna, aku tunjuk tunjuk hp ku dan pak arjuna membalas dengan kedipan mata. dia benar benar agen nostradamus.


"anda ibunya nak yudistira?"


"i-iya pak. maaf mengganggu, saya cuma mau bilang terima kasih sudah ber-"


"sebentar bu, bagaimana kalau ibu dan nak yudistira masuk dulu. tidak enak kalau ngobrol disini kan."


seperti yang aku bayangkan bagian dalam rumahnya sangat bagus, perabotnya di dominasi warna emas dan merah. kalau digambarkan ruang tamunya seperti ruang tamu istana di komik romansa kerajaan.


"jadi anda ingin membicarakan hal apa?"


kami disuguhi teh dan kue. kue vanilla ini terlihat sangat lezat tapi aku harus menahan diri untuk tidak melahapnya.


"yudistira cerita sama saya, kalau bapak memberinya uang setelah dia membantu bapak mencari cincin batu akik yang jatuh ke irigasi. saya bisa membayangkan kejadiannya di kepala saya."


"benar."


ibu bicara serius dengan agen nostradamus. tiba tiba saja muncul quest ke 4 ku hari ini.




__ADS_1


belakangan ini quest yang muncul sering kali quest tingkat menengah dan tingkat tinggi. quest tingkat rendah tidak lagi menjadi tingkatan quest. maksudnya quest tingkat rendah sudah menjadi quest kebaikan biasa yang akan memberikan reward poin moral setiap aku melakukan kebaikan pada orang di sekitarku.


benang merah muncul di hadapanku, quest ini akan berbahaya. aku minta izin ke toilet.


"anu, pak arjuna toilet ada dimana ya?"


"bukannya tadi kamu udah ke toilet yud?"


"yuda pengen ke toilet lagi bu."


"toiletnya ada di sebelah rumah. saya sengaja membangun toilet di samping rumah agar baunya tidak tercium kesini. ehem, maaf kalau kata kata saya jorok."


aku segera keluar rumah, ternyata toiletnya benar benar ada di luar rumah. agen nostradamus benar benar totalitas memerankan peran pendukung dengan tetap menjaga norma norma kebaikannya. aku kira dia hanya berbohong soal toilet di samping rumah.


aku mengikuti benang merah hingga sampai ke sebuah rumah yang cat luarnya sudah usang. ini adalah rumah yang dijual oleh pemiliknya, terlihat dari poster jual rumahnya.


pagar rumah sudah terbuka. pencurinya sudah berada di dalam sana.


[hati hati, mereka bersenjata.] chat agen nostradamus masuk.


aku mengintip di jendela depan rumah. ku lihat ada satu orang maling bertopi sedang mengacak ngacak rumah. agen nostradamus bilang 'mereka bersenjata'. aku pun menambahkan semua poin peningkatan yang aku dapat dari 3 quest hari ini ke kekuatan.



Kekuatan (93) (Sangat Kuat)



• Kecepatan (43) (Cepat)


• Pertahanan (56) (sangat Kokoh)


setelah cukup yakin dengan statistik yang aku miliki, aku pun dengan berani masuk ke rumah itu sembari mengendap endap di belakang si maling.


saat berhasil mencapai si maling, aku cekik dia dan kusumpal mulutnya berharap dia akan pingsan tanpa bersuara. siapa sangka amatiran sepertiku sukses melakukan grapping.


[Tring!]


"siapa lu!!"


aku ketahuan. buru buru aku ambil ancang ancang untuk menggunakan teknik bela diriku. maling yang satu ini cukup pintar, dia mengambil sapu lalu mematahkannya sehingga menjadi senjata runcing. satu orang lagi keluar dari dapur rumah dengan pisau di genggaman tangannya dan linggis di tangan lainnya.


aku dikepung. sebelum kedua maling itu melukaiku aku lebih dulu menggunakan teknik pamungkas. yaitu berteriak sekeras mungkin.


"MALINGG!!!"


"MALIINGG!!"


"TOLONG!! DISINI ADA MALING!!!"


-di luar rumah-


"eh, ada orang teriak maling!!"


"suaranya dari sana!!"


-di dalam rumah yang kemasukan maling-


maling yang pegang sapu menyerangku. aku menghindar sebisa mungkin bahkan menggunakan temannya yang pingsan sebagai tameng. aku berhasil menepis sapu nya lalu memberikan satu pukulan yang langsung membuatnya pingsan.


[Tring!]


satu orang lagi yang pegang pisau dan linggis. aku menggunakan bantal sofa sebagai tameng.


[jangan biarkan dia kabur kontraktor!]


waktu aku dekati maling ini melemparkan linggisnya. untung saja lemparannya meleset tapi aku gagal mencegahnya keluar dari rumah ini.


beberapa warga yang berkumpul di luar rumah juga tidak berani menangkap maling itu karena dia memegang pisau.


"di dalam rumah ada 2 maling yang pingsan pak!! biar saya kejar yang kabur itu!!" ucapku pada warga yang berkumpul.


bapak maling ini larinya sangat cepat, dengan statistik ku saat ini aku hanya bisa menyamai kecepatan larinya dan tidak bisa menyusulnya.


-pov si maling-


"darimana tu orang tau gue maling? padahal gue datang dengan kedok mau beli rumah."


"kampret!! tu 2 bocah pingsan lagi. bisa gawat kalo dia bedua ngasih tau persembunyian gue."


-pov yuda-


"Gimana nih, agen? tu maling larinya cepet banget! mana hampir sampai ke sawah lagi!" kalau maling itu berhasil mencapai sawah maka akan sangat sulit menangkapnya.


aku memutar otak, aku teringat dengan lokasi ini. pas di pertigaan jalan maling itu lari ke arah kiri, sementara aku lari ke arah lurus. aku terus berlari melewati beberapa rumah warga, hingga sisi kiri jalanan berubah menjadi tebing yang cukup curam.


di bawah tebing aku melihat maling itu, sekarang posisiku sejajar dengan si maling karena aku lari di jalan lurus sementara si maling di jalan berbelok.


"sekaranglah kesempatanku menangkapnya."


[tunggu! jangan melompat dari sana!!]


aku tidak menghiraukan chat agen nostradamus. aku melompat dan berhasil mendarat tepat di atas si maling. perhitunganku untuk menindih maling ini tepat. tapi aku lupa memperhitungkan ketinggian tebing.


"makanya jangan jadi maling!"


[Tring!]




aku heran kenapa tidak ada hadiah poin moral, padahal itu adalah reward paling dasar di sistem ini.


aku tidak menghiraukan poin moral yang tidak muncul, sebab aku sedang berbangga diri. segera aku bawa maling yang pingsan ke atas untuk diserahkan kepada warga yang ikut mengejar.


"malingnya udah ketangkep pak!"


"mana malingnya?!"


"sabar dulu bapak bapak, malingnya udah pingsan."


aku serahkan maling itu kepada massa. pas sekali polisi sudah datang, jadinya warga tidak berani main hakim sendiri.


tapi aku telah melakukan kesalahan. polisi menemukan cedera parah pada badan si maling. si maling mengalami patah tulang lengan kanan dan bengkok tulang belakang. polisi menunjukkan cedera itu pada aku dan warga.


sontak semua mata pun menyorot ke ayahku. aku sama sekali tidak memikirkan dampak dari tindakanku, yang aku pikirkan hanya reward, reward dan reward.


[bip!]


__ADS_1



melihat notifikasi dari sistem aku menyadari betapa parahnya kondisi maling itu karena ulahku. aku pun mengakui bahwa akulah yang menyebabkan cedera itu. aku pun juga dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan.


[maaf, aku mengabaikan perintahmu agen nostradamus.]


aku mengechat ibu, memberitahunya berita buruk ini.


-di rumah agen nostradamus-


"kenapa bu?"


"eng-enggak ada apa apa pak..."


setelah ibu mengatakan itu, satpam rumah datang memberitahu pak arjuna bahwa aku telah ditangkap polisi.


"yudistira ditangkap polisi? ayo kita ke kantor polisi sekarang bu yudistira!" ajak agen nostradamus, maksudku pak arjuna.


"iya..." ibu ikut ke kantor polisi.


[ibu anda tampak sangat histeris, tapi beliau berusaha menahannya.]


aku berkomunikasi dengan agen nostradamus di kantor polisi, lalu menelpon ibu.


[sabar ya nak! ibu sama pak arjuna dalam perjalanan ke polresta 5.]


"maafin yuda ya bu, yuda ceroboh."


[pokoknya kamu duduk baik baik disana, dengerin kata kata polisinya, ibu yakin kamu gak ngelakuin kejahatan apa pun.]


"iya bu."


ponselku dimatikan. aku akan segera dimintai keterangan oleh polisi.


aku menceritakan semua yang telah terjadi tanpa menambah atau pun mengurangi kenyataan. tapi reaksi pak polisi setelah mendengar ceritaku itu tidak sesuai dengan yang aku harapkan.


sementara itu agen nostradamus dan ibu sedang dalam perjalanan ke polresta.


"ibu mabuk perjalanan?" tanya agen nostradamus yang melihat ibu mabuk di dalam mobil.


"iya pak. saya gak pernah naik mobil sebelumnya." jawab ibu.


"maaf kalau saya harus berkata seperti ini bu yudistira. tapi yudistira mungkin akan terjerat hukum."


"kenapa gitu pak?!" ibu akhirnya mengeluarkan semua kehisterisan yang ditahan sedari tadi.


"karena yudistira sudah mencederai pencuri yang belum sempat mengambil apa apa."


kecerobohanku di quest kali ini akan berbuntut panjang. sebelumnya aku berselisih dengan lauroe, sekarang aku terjerat hukum.


akibatnya main quest yang harusnya datang sebentar lagi jadi tertunda untuk sementara. setidaknya hingga urusanku dengan polisi ini selesai.


Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:




Etika (25) (Kurang)




Moral (48) (Cukup)




Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)




• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)


• Kharisma ( - )



Kekuatan (93) (Sangat Kuat)



• Kecepatan (43) (Cepat)


• Pertahanan (56) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (9) (Sangat Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Elang


• silahkan isi sendiri


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄

__ADS_1


....................................................................................


__ADS_2