Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 59 | Wujud Sang Pahlawan


__ADS_3

[ Tring! ]


< Selamat anda telah menyelesaikan Hidden Quest tahap kedua >


< Tahap Kedua \= Tunjukkan betapa kerasnya sekolah anda kepada masyarakat! Buat video tentang bullying yang kerap dilakukan di sekolah anda > ( Complete )


< Hidden Quest tahap ketiga dimulai >


< Tahap Ketiga \= Jatuhkan Menteri Pendidikan dari posisinya dengan metode anda sendiri >


< Batas waktu ( 7 hari ) >


Aku tidak bisa bergerak dengan tubuh gendut ini. Sial.. berdiam diri terasa memuakkan karena akhir akhir ini aku lebih aktif. Sekarang aku hanya bisa mengandalkan Pandu untuk mengurus sisa sisa hidden quest tahap kedua.


Sekilas info, Pandu berbeda dengan teman temanku yang lain. Dia sangat royal kepadaku, karena itulah aku tidak butuh hipnotis untuk mengendalikannya.


Aku menatap jam yang hampir menunjuk ke jam setengah 11.


"Sebentar lagi akan dimulai..."


- Pov Narator. Fokus cerita pada chapter ini akan tertuju pada Pandu yang berperan sebagai kaki tangan Yuda di sekolah -


Pandu segera menelepon Yuda saat dirinya mendapati banyak orang berkumpul di depan gerbang sekolah. Cuma dengan melihat sekelasnya saja Pandu tahu kalau orang orang itu adalah para orang tua murid.


Satpam menyerah untuk mengusir mereka dan terpaksa membuka gerbang sekolah, akibatnya para wali murid itu membanjiri lapangan sekolah lalu mendemo kantor kepala sekolah. Kegaduhan ini sontak menghentikan semua mata pelajaran yang tengah berlangsung. Para murid pun menyodorkan wajah serta tangan mereka ke kerumunan wali murid itu.


"Mama!"


"Ibu ngapain ke sekolah aku bu!?"


"Mpok!"


"Sayang!!"


Anak anak menghampiri wali mereka masing masing.


"Buset, itu yang bilang sayang gak tahu malu banget." Gumam Pandu.


Yuda mengangkat telepon Pandu, Pandu pun menjelaskan situasinya dengan tenang, setelah itu dia bertanya pada Yuda. "Jelasin ke gue apa yang lu lakuin tadi malam sampai bikin wali murid dateng barengan kaya begini."


"Gua tahu para wali murid bakal datang buat menuntut pihak sekolah karena aksi perundungan yang menimpa anak anak mereka, tapi gak mungkin mereka dateng barengan. Kecuali kalau janjian."


"Jadi sihir apa yang lu pakai?" Pertanyaan Pandu mulai keluar nalar saking penasarannya dengan metode yang dilakukan Yuda.


Pandu mendengar suara yang aneh di teleponnya seperti suara percikan air.


[ Aduh maaf sekali bro aku sedang buang air besar. ]


Pandu jadi jijik pada Yuda.


[ Aku lagi sibuk. Semua pertanyaanmu tadi tanyakan saja pada orang di sebelahmu. ]


Di sebelah Pandu ada Lauroe yang juga sedang menelepon ke hp kedua Yuda.


"Gua yang bawa wali murid kesini." Kata Lauroe tanpa ba bi bu.


"Elu rupanya, gimana caranya?! menghubungi 140 wali murid korban perundungan dalam satu malam?" (Pandu)


Lauroe menceritakan kejadian tadi malam. Singkatnya tadi malam Lauroe di hubungi oleh Yuda. Tidak ada angin, tidak ada hujan Yuda tiba tiba saja menantang Lauroe melakukan pekerjaan yang kiranya mustahil dapat dia lakukan.


Pekerjaan itu adalah mengumpulkan wali dari semua korban perundungan yang terdapat di video kolaborasi kelas seni dan farmasi, lalu mengumpulkan mereka untuk mendemo sekolah besok harinya.


Lauroe yang berdaya juang tinggi pun menerima tantangan pekerjaan dari Yuda karena bayaran yang ditawarkan cukup besar. Menit itu juga dia pergi ke sekolah. Mendaki tembok sekolah, membobol ruangan arsip, mencari arsip para siswa korban perundungan, terakhir menghubungi wali mereka dan mengajak mereka untuk mendemo sekolah seperti yang diinginkan Yuda. Lauroe berhasil melakukannya dalam waktu 7 jam.


"Perlu usaha super ekstra untuk menyelesaikan pekerjaan itu. Jadi bilang ke Yudistira kalau bayarannya harus 8 juta, gak boleh kurang!" Paksa Lauroe.


[ Iya, iya, nanti aku berikan. Malah akan aku tambah jadi 10 juta kalau kau bisa mendapatkan angle kamera yang bagus untuk merekam demo ini. ] Yuda menawarkan pekerjaan lagi ke Lauroe.


"Kalo gitu gua ACC." Lauroe membawa kamera Lena ke atas atap sekolah, demi mencari angle yang bagus.


Sementara Pandu mencari teman temannya yang lain. Nadia tidak masuk sekolah hari ini, sementara Yulia sedang makan di kantin. Frederica dan Hana juga tidak terlihat.


"Serius deh, kenapa harus sama lo sih?" Keluh Pandu pada Yulia.


"Apa sih Ndu, lu laper? Nih gua kasih." Yulia memberikan mie bekasnya pada Pandu. Tentu saja Pandu tidak mau menerimanya, dia memesan mie nya sendiri.


Saat akan menyuap kepala Pandu didorong oleh seseorang sampai membuat wajahnya masuk ke dalam mangkuk mie.


"Ahh panas!"


Melihat Pandu kepanasan Yulia dengan bodohnya menyiram teh es ke wajah Pandu mengakibatkan efek frostbite terjadi di wajah Pandu.

__ADS_1


"Lu gak apa apa Pandu?" (Yulia)


Pandu berbalik membelakangi Yulia. Orang yang mendorongnya adalah anak anak jurusan Multimedia. Mereka bukan bawahan Bima tetapi cuma para perundung biasa.


"Ini dia biang keladinya! Orang yang upload video kita ke medsos itu dia!"


Semua mata tertuju pada Pandu. Dia dan Yulia pun dikepung oleh siswa siswa perundungan dari berbagai jurusan.


"Liat nih, para sampah berkumpul di satu tempat. Maju lo semua! tapi jangan coba coba nyerang dia!" Maksudnya Yulia.


Ada peraturan di sekolah ini yang melarang untuk menyakiti murid perempuan. Peraturan macam ini dibuat oleh kak Amira, dia mengancam akan menghajar siapa pun yang menyakiti anak perempuan.


"Berhenti! kalian mau mengeroyok satu orang. Dasar anak anak gulat gak tahu malu!" Kak Amira yang sudah lama tidak terlihat tiba tiba muncul.


"Bah, gak seru kalau ada cewek ini. Bubar!"


Kak Amira membubarkan perkelahian. Pandu sedikit kecewa. Tap segera kak Amira memberitahunya apa yang tengah terjadi di luar sana.


"Para wali murid gak hanya menuntut pihak sekolah tapi juga menyerang para pelaku perundungan. Kalau kau tidak percaya lihat saja sendiri." Kata Kak Amira.


Pandu memantau keadaan dari lantai 2 sekolah. Ternyata benar yang dikatakan Kak Amira. Para wali murid baik yang tua maupun muda, yang pria maupun wanita, yang miskin maupun kaya, semuanya membabi buta menyerang para pelaku perundungan yang dipaksa turun ke lapangan.


"Apa ini yang kamu harapkan. membuat para perundung itu dihajar oleh wali korban?" Tanya Kak Amira.


"Iya. Aku sudah muak dengan kasta prestasi, Sistem itu hanya membuat kita gelap mata dan menyakiti satu sama lain. Jadi aku berinisiatif untuk menghapusnya." Jawab Pandu.


Bima datang dengan baju yang compang camping akibat ditarik oleh wali murid. Dia mendatangi Pandu untuk menghabisinya karena telah membawa ortu murid.


"Lu orangnya kan. Ketua kelas farmasi yang bikin candid kamera aksi perundungan?" (Bima)


Pandu tersenyum puas melihat kondisi Bima.


"Lu juga pelaku perundungan Bim. Sayang banget siswa pintar kaya lo gak lepas dari pengaruh lingkungan."


Pandu menantang Bima berkelahi. Hal ini dia lakukan untuk menyamai Yuda. Dulu Yuda mengalahkan bos perundung dari klub silat (Andi) Jadi Pandu ingin mengalahkan bos perundung dari klub gulat (Bima).


Kak Amira meninggalkan mereka berdua. Ada urusan yang lebih penting untuk dia lakukan ketimbang mengurus dua anak anak yang sedang berkelahi.


"Maju lo Bim."


Bima maju dengan postur badan yang rendah seperti badak yang ingin menyeruduk lawannya. Pandu dengan enteng melangkah kesamping lalu mendorong badan Bima hingga dia membentur tembok balkon.


Bima membuang kacamatanya yang pecah.


"Haahh... b*ngs*t! Lu bakal mati kalau bertarung sungguhan denganku!" (Bima)


"Ya elah ni anak. Pakai kata mati mati segala. Kalau mau berantem langsung aja, gak usah ceplas ceplos sembarangan."


Bima terpancing. Dia lantas menyerang dengan cara yang sama namun kali ini Bima berhasil mengatasi triknya Pandu. Melihat Bima berhasil memegang kakinya Pandu bergegas menubruk wajah Bima dengan lututnya.


Tidak hanya sekali Pandu melakukannya berulang ulang. Bima membanting Pandu, namun Pandu berhasil menggapai plafon sekolah dan berpegangan erat disitu.


Bima berpikir kalau dia menggunakan tinju Pandu bisa meloloskan diri. Akhirnya Bima menarik Pandu beserta plafon sekolah. Namun keputusan Bima salah, Pandu mengambil kayu yang jatuh dari plafon lalu memukulkannya dengan keras ke ubun ubun Bima.


Bima pun terhuyung dan pegangannya lepas. Sekali lagi dia lupa kalau ini adalah pertarungan sungguhan.


"Katanya gua bakal mati kalau bertarung sungguhan sama lo. Makanya jangan banyak omong." Ejek Pandu.


Kali ini Bima maju perlahan lahan. Tanpa posisi untuk menyerang ataupun melakukan tackle. Hanya berjalan biasa ke arah Pandu.


Bima melancarkan tinju lulus ke wajah Pandu. Pandu pun dengan mudah menghindarinya sembari melancarkan serangan balik ke pergelangan tangan Bima.


Bima cuma merasakan nyeri sedikit setelah dipukul Pandu.


"Itu aja kemampuan lo?" Pandu memanas manasi Bima lagi.


"Ternyata bener dugaan gue. Lu menguasai bela diri militer." Bima yang berwawasan tahu kalau Pandu menguasai bela diri militer.


Pandu menguasainya tidak lain dari abang nya.


"Bener bangettt. Ayo lanjut lagi." Pandu dengan sombong memutar kayu di tangannya.


Sementara itu Lauroe dan adiknya Lena sedang merekam aksi demo brutal yang dilakukan para wali murid.


Lauroe tertawa kecil menyaksikan para perundung mendapat balasan perbuatan mereka. Ada perundung yang dilucuti pakaiannya hingga hampir telanjang, ada yang ditampar berkali kali oleh ortu murid, ada yang dipaksa berkumur oli, ada yang ditindih oleh para korban perundungan, dan masih banyak lagi.


"Kak, aku takut disini..." Keluh Lena, dia memegang erat baju kakaknya karena takut tergelincir.


"Kalau di bawah kita bisa diserang." Jelas Lauroe.


Beberapa detik kemudian 3 orang naik ke atap sekolah. Mereka tampak memakai baju silat.

__ADS_1


"Berhenti merekam Lauroe! Pasti lu juga yang upload video ke media sosial kan!"


"Bukan tuh." Jawab Lauroe dengan enteng.


"Pergi lu semua! Gua lagi kerja nih!" (Lauroe)


Salah satu dari mereka menendang kamera Lauroe. Untungnya tendangannya meleset dan hanya mengenai tripod Lauroe.


"Kalian yakin gak mau turun ke bawah dulu? Kalau kalian jatuh ke bawah bisa gawat." (Lauroe)


"Gak banyak omong lo. Selama masih ada kasta prestasi gak masalah walaupun bikin siswa lain masuk rumah sakit."


Lauroe tersenyum lebar mendengar pernyataan itu.


...


< Chapter Selanjutnya [ Wujud Sang Pahlawan (2) ] >


..........................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira dikunci selama 3 hari >


< Statistik Kontraktor Yudistira saat ini >




Moral (10) ( Buruk )




Ketampanan ( -80 ) ( Sangat Jelek )




• Berat Badan ( 105 kg )


• Kharisma ( - )



Kekuatan ( 15 ) ( Lemah )



• Kecepatan ( 10/90 )


• Pertahanan ( 12/150 )


• Stamina ( 15/200 )


• Mentalitas ( 20/100 )




Kecerdasan ( -35 ) ( Sangat Kurang )




Bakat ( Tidak ada )




- Ini adalah statistik Yudistira yang sebenarnya tanpa Sistem -


.......................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................

__ADS_1


__ADS_2