Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 53 | Mengatur Dengan Kekuatan


__ADS_3

Abang Tegar mempunyai larangan yang tidak boleh dilanggar oleh siapapun yang tinggal di rumahnya. Yaitu larangan membawa lawan jenis ke rumah saat dirinya sedang tidak ada.


Melanggar berarti menantang, Pandu yang tahu hal betul menyuruh Yuda untuk bersiap siap melawan Bang Tegar.


Pandu berbisik pada Yuda.


"Dengerin gua Yud, apapun alasan kita gak bakal digubris sama bang Tegar. Satu satunya jalan keluar dari situasi ini adalah bertahan."


Yuda mengikuti kata kata Pandu, karena dia tidak tahu tabiat bang Tegar saat marah.


"Tunggu sebentar mas, kami yang memaksa ingin datang kesini saat mas tidak ada, jadi jangan marahi Yuda dan Pandu. benarkan kawan kawan?" Frederica berbohong untuk menyelamatkan kedua teman lelakinya.


Mendengar pengakuan itu bang Tegar menasihati Frederica dan yang lainnya. "Apa kalian tidak tahu etika dan tata krama bertamu ke rumah orang? kalian anak gadis tidak seharusnya bertamu ke rumah anak laki laki. Karena masyarakat disini itu sangat sensitif perihal hal itu."


Meski berkata seperti itu, nyatanya bang Tegar tidak marah pada Frederica, Hana, Yulia maupun Nadia, karena mereka pasti tidak mengetahui hal itu. Intinya yang salah disini adalah Pandu.


"Pandu, ayo kita keluar."


Pandu bangkit dan Yuda menemaninya.


Untuk alasan kenapa bang Tegar melarang keras membawa anak gadis ke rumah, karena dulu dia pernah dilabrak oleh warga ketika membawa teman wanitanya ke rumah. Amukan warga yang salah paham saat itu sangat menakutkan, jadinya bang Tegar melarang Pandu membawa gadis.


Tapi nasi sudah menjadi bubur, Pandu dihukum karena tidak taat. Hukumannya adalah bertahan dari amukan bang Tegar selama 5 menit.


Bang Tegar melancarkan tinju pertamanya ke pipi Pandu, namun Pandu berhasil menghindarinya dengan gesit.


Yuda menyuruh teman teman gadisnya untuk mundur atau pulang sekalian.


"Sudah lihat kan, aku baik baik saja disini." Kata Yuda. Alasan mereka datang ke rumah Pandu adalah untuk mengecek kondisi Yuda dan keluarganya.


"Kamu yakin akan baik baik saja disini?" Tanya Hana dengan khawatir.


"Iya, lagipula abang itulah yang mengatur dietku sampai aku bisa langsing begini."


Pandu terpukul mundur, dia mengambil sebuah barber semen untuk menangkis pukulan bang Tegar yang keras.


Bang Tegar melakukan boxing sederhana untuk menyerang Pandu, sembari menghitung waktu dengan mulutnya.


Pandu pun membalas memukul tulang kering abangnya itu dengan pemberat barber semen.


Krak! terdengar suara tulang remuk.


Nadia menutup mata dan telinganya lalu berlari ke belakang rumah. Frederica juga ikut merasa ngilu, sedangkan Hana tampak berpura pura ngeri.


"Berantem berantem aja woi! jangan sampai patah tulang!!" Teriak Yulia.


Pandu yang kurang berakhlak ini tiba tiba menarik tangan Yulia lalu menjadikannya tameng.


Pandu tidak melakukan itu dengan sengaja. Dia spontan menjadikan Yulia tameng karena merasa akan kalah.


Hampir saja Yulia kena bogem mentahnya bang Tegar kalau saja Yuda tidak menarik bang Tegar ke belakang.


"Awalnya abang gak mau hukum kamu karena baru pertama kali bikin salah. Tapi kalau kamu maunya begini anggap aja ini ujian kelulusan latihan militermu." Ucap bang Tegar pada Yuda.


"Abang tahu kan, aku bisa ngalahin seratus orang cuma modal badan." Yuda mengingatkan tentang insiden tawuran senjata api geng Mata Elang yang menjadi pembuktian kemampuan Yuda.


"Aku pengen melihatnya langsung bagaimana kau bertarung saat itu." Tantang bang Tegar.


Pandu yang diacuhkan selama sesaat berhasil melakukan uppercut pada bang Tegar.


"Aku juga ikut tawuran itu. Jadi sekalian saja aku juga pengen unjuk gigi lagi." Kata Pandu dengan senyum lebar, mata yang membulat sempurna, dan pipi merah akibat ditampar Yulia.


"Kau lagi dihukum Pandu!" Bentak bang Tegar.


"Mati aja lu cowok b*ngs*t! udah jadiin gue perisai terus pegang t*t** gue lagi!" Yulia asal bicara karena terlampau marah pada Pandu.


"Jangan fitnah! gue emang salah dan gue minta maaf, tapi gue gak pernah pegang apa apa. Lagian buat apa gue megang t*t** yang rata kaya papan karambol!"


Pandu mencium telapak kaki bang Tegar alias kena tendang, membuatnya jatuh terjungkal.


Bang Tegar juga menyundul Yuda dengan ubun ubunnya, tapi Yuda berhasil menahan itu walau membuat hidungnya berdarah.


Kalau dibandingkan, postur Yuda dan bang Tegar itu hampir sama. Karena itu bang Tegar jadi berharap lebih pada anak muda di belakangnya.


Yuda menyeret bang Tegar ke belakang lalu membantingnya ke pohon mangga dengan teknik gulat yang pernah dilakukan Bima padanya dahulu.


Setelah sukses membanting Yuda segera menjauh dari bang Tegar.


"Itu teknik gue." Pandu mengoceh.


"Bukan, ini teknik si pegulat berkacamata itu." Yuda membantah pernyataan Pandu.


"Ngomong ngomong ini sudah lebih dari 5 menit bang Tegar." Yuda menurunkan pertahanannya, mengira hukuman sudah berakhir.


Bang Tegar mengusap luka lecet akibat tergesek pohon di lehernya. Kemudian bangun dengan perasaan gusar.

__ADS_1


"Kenapa kau membawa gadis ke rumah? bukankah sudah kubilang kau tidak boleh pacaran hingga lulus kuliah." (Bang Tegar)


Pandu kesal mendengar itu. Tapi dia menahan kekesalannya supaya masalah ini tidak semakin panjang.


"Aku minta maaf bang. Mereka cuma teman, dan aku tidak pernah pacaran di sekolah." Pandu menunjukkan muka memelas.


"Tolong anggap ujian kelulusan saya sudah selesai pak. Saya merasa tidak enak pada gadis gadis kalau terus mengabaikan mereka seperti ini." ucap Yuda belepotan akibat gusinya yang berdarah disundul bang Tegar.


"Enggak."


Yuda dan Pandu terkejut mendengar bang Tegar menolak pemintaan mereka.


"Ternyata kalian jago juga. Ayo kita lanjut lagi, abang janji kalau kalian bisa menang abang akan cabut peraturan tadi."


"Gak bisa gitu lah bang, ini masalahnya lingkungan bukan pribadi!"


Bang Tegar menyerang lagi, tapi tiba tiba Nadia berlari ke hadapannya.


Yuda terkejut dan maju melindungi Nadia, namun Nadia malah berpindah ke depan Yuda lagi.


"Sedang apa kau mba?" Tanya bang Tegar.


Nadia menunjukkan bakat terpendamnya kepada Yuda dan yang lainnya. Dia memarahi bang Tegar tanpa memperdulikan perbedaan umur mereka berdua.


Bang Tegar bingung mengapa Nadia tiba tiba memarahinya sepertu itu. Dari sudut pandang bang Tegar Nadia seperti ibu ibu komplek yang mulutnya lebar bagai wajan abang nasi goreng.


Yulia membantu Nadia dengan mengancam bang Tegar akan memviralkan video pertarungan tadi dengan sedikit manipulasi fakta. Sedangkan Hana dan Frederica mengikuti di belakang mereka.


"Wah kamu bawa teman temanmu ke rumah, Yuda?"


Ibunya Yuda datang, berbanding terbalik dengan bang Tegar, ibunya Yuda justru senang kedatangan banyak tamu.


"Siapa tuh? kakakmu Yud?" (Frederica)


Frederica tidak sengaja melihat gelang emas yang pernah dia berikan kepada Yuda dipakai oleh wanita itu. Hal itu membuatnya sadar kalau wanita itu adalah ibunya Yuda.


"Tante mamanya Yuda ya!" Tanya Frederica dengan mata berbinar.


"Iya, kamu tahu darimana?" Ibu Nia memiringkan kepala.


- Mulai sekarang panggilan Ibu Yuda diganti jadi Ibu Nia -


"Saya yang memberikan gelang emas yang tante pakai. Nama saya Frederica Hollan."


"Oh kamu ya. Terima kasih banyak ya, tante suka sekali gelangnya."


Bang Tegar yang merasa diabaikan pun memutuskan untuk menyerah dan akhirnya memperbolehkan semuanya masuk.


Plok, Yudistira dan Pandu tos.


Akhirnya Frederica dan yang lainnya bertemu dengan normal di rumah yang penghuninya tidak normal itu. Suasana canggung dapat dipecah oleh Ibu Nia. Mereka pun asik ngobrol sampai Ibu Nia memberitahukan kalau dirinya mendapat uang ratusan miliyar dari kuis pada sirkel Yuda.


Semua terkejut, yang paling terkejut adalah Hana. Hana bertanya apa nama website kuis yang dimainkan oleh Ibu Nia.


Ibu Nia menjawab kalau nama website nya adalah Handsome Nostradamus.


Yuda menyemburkan jus jeruk yang dia teguk saat mendengar nama website itu.


Pandu mengkritik nama itu, mengatakan kalau website itu mencurigakan. Hana juga berpikir demikian, tapi dia tidak ingin terlalu mempermasalahkan keuntungan yang didapat orang lain.


Yulia tidak bisa menahan rasa penasarannya dengan website itu dan mencoba mencarinya di google, alasannya tentu saja karena dia tergoda uang ratusan miliyar.


...


< Chapter Selanjutnya [ Mengatur Dengan Kekuatan (2) ] >


..........................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >




Moral (46/40)




Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -



__ADS_1


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/40 )



Kekuatan (200/200)



• Kecepatan (90/90)


• Pertahanan (150/150)


• Stamina (200/200)


• Mentalitas (100/100)



Kecerdasan (110/300)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


• Bahasa Inggris


• Penjaskes


• Bahasa Daerah



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


...


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam


• Seruling Fairy Poet


• Nebula Eye


• Delivery Tower


• Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'


< Tiket emas (2) >


< Special Massal Product >


• Blanche Homunculus


• Vert Homunculus (2)


• Jaune Homunculus (1)


.......................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄

__ADS_1


..........................................................................................


__ADS_2