
"jadi kau ingin aku berpartisipasi di tawuran ini dengan alasan untuk melindungi para pedagang. kalau maksudmu memang baik kenapa tidak melaporkan hal ini ke polisi saja?"
"ya lu harus ikut. dan juga, orang orang disini udah sering ngelapor ke polisi. para pelaku itu juga sudah pernah dibekuk oleh polisi. tapi mereka berulah lagi pas dan polisi gak bisa nangkep mereka lagi."
"kenapa tidak bisa?"
"tu bocah bocah abis ditangkap sama polisi kaburnya jadi kek kilat. cepet banget sampe tembakan peringatan polisi pun gak bikin mereka gentar."
"sulit ya."
aku bertanya pada agen nostradamus, haruskan aku mengurus masalah ini lebih lanjut.
[haruskah aku mengurus masalah ini lebih lanjut?]
[iya. jika setting masih berjalan sesuai rencana awal maka main quest kedua anda akan berhubungan erat dengan masalah ini.]
"bagaimana kalau aku tidak mau tidak mau ikut tawuran malam?"
"lu bakal kesusahan nantinya. karena anak anak dari sekolah lain udah pada denger tentang lo. hati hati aja kalau jalan pulang entar, anak anak smk sebelah itu sukanya nyerang kita pake taktik gerilya."
chris berhasil menakut nakutiku. walaupun aku bisa melihat ke belakang tanpa membalikkan kepala dengan skill turunan third person point of view, tetap menjengkelkan jika tiba tiba diserang pas lagi santai.
"baiklah, abang chris. aku akan ikut tawuran malam itu. tapi dengan syarat, kita harus bisa nyerang ke markas musuh langsung."
"jangan ngelawak, letak markasnya aja kita gak tahu apalagi kudu nyerang."
"santai, aku tau caranya nememukan markas musuh."
untuk melakukan itu aku berencana mencari pusaka sistem. katanya aku punya hak untuk memilih 2 pusaka sistem dari toko semesta. lalu muncul quest yang mendukung keinginanku itu. tidak tanggung tanggung muncul main quest yang kedua di waktu yang berdekatan dengan selesainya main quest pertama.
[Tring! Tring! Tring!]
main quest kedua ini terdengar rumit. apalagi tingkat kesulitannya disebut mengancam nyawa. aku membayangkan seperti apa serangan besar besaran itu. tidak mungkin hanya adu jotos, kasus kasus tawuran yang sering aku lihat di tv biasanya pelakunya membawa sajam, ketapel, busur dan panah.
kalau memang tawurannya nanti seperti itu aku harus terus mengaktifkan skill third person point of view untuk mengantisipasi serangan kejutan. waktu quest kedua sudah ditentukan, besok jam 10 malam, lokasi masih tanda tanya. paling nanti aku harus mengikuti benang hijau.
sebelum quest dimulai aku menyiapkan semua pusaka sistemku. aku pakai sepatu mistis yang sudah lama tidak aku gunakan, selimut sutra juga aku bawa, siapa tahu nanti akan berguna saat tawuran.
sejauh ini ada 2 jenis pusaka sistem yang kutemui. jenis pusaka sekali pakai dan yang bisa dipakai berkali kali. yang sekali pakai adalah tiket emas dan ramuan penyembuhan. sebenarnya ramuan penyembuhan bukanlah pusaka melainkan barang biasa yang dapat dibeli kontraktor di toko 'alat alat dukungan kebaikan' yang ada di aplikasi. tapi bagiku ramuan itu sama saja dengan pusaka sistem karena sangat manjur. lalu selimut sutra, sepatu mistis, dan permen evolusi adalah yang bisa dipakai berkali kali.
setelah menyelesaikan main quest pertama aku diizinkan memilih 2 pusaka sistem sesuka hatiku. rencananya aku akan memilih 1 pusaka yang bisa membantuku di main quest kedua dan satunya lagi untuk membantu aktivitasku sehari hari. sepertinya sistem mengetahui kejenuhanku, karena semua barang barang ajaib (pusaka sistem) itu selalu berhubungan dengan quest. sesekali aku ingin pusaka yang bisa aku gunakan untuk bersenang senang.
langsung saja aku buka toko alat alat dukungan kebaikan dan memilih tabel pusaka sistem disana.
ada banyak pusaka yang kulihat, semuanya memiliki efek yang keren. scroll ku berhenti saat aku melihat sebuah pusaka berbentuk jam tangan mewah, namanya 'emas hitam peretas'. bentuknya keren dan bisa digunakan untuk meretas perangkat lunak. ini adalah jam tangan impianku. nanti saat aku sudah jadi bos perusahaan besar akan aku gunakan jam ini untuk memantau kejujuran karyawanku.
aku sudahi berkhayalku. sekarang saatnya memilih pusaka sistem untuk membantu menyelesaikan main quest. aku sempat kepikiran untuk memilih pusaka berbentuk senjata tajam yang tentu saja kegunaannya untuk bertarung tapi tidak jadi, karena kita dilarang membawa senjata tajam saat ke luar rumah. aku memilih pusaka sistem berbentuk jas hoodie yang memiliki efek membuat pemakainya kebal terhadap serangan kejutan. nama pusaka itu adalah 'hoodie anti terkejut'.
[tring!]
aku pakai sepatu mistis untuk melindungi kaki, lanjut kupakai hoodie, lalu jam tangan mewahku. fashion gabungan antara jaket hoodieku dengan jam tangan mewah tidak terlalu bagus. tapi. tidak masalah, yang penting bisa meminimalisir luka.
jam 10:20 aku mendapat chat dari chris. aku heran bagaimana dia bisa tahu nomorku. dia memanggilku ke jalan sawah no 17 yang berdekatan dengan lokasi sub-quest. langsung saja aku otw kesana setelah mengendap endap keluar rumah.
-pov chris-
chris bersama 18 anak anak kelas 1 yang dia sebut peleton sedang nongkrong di gubuk pinggir sawah.
"eh arman! bener anak anak sma jeruk parut bakal kesini? kok dari tadi gak kelihatan?" (chris)
__ADS_1
"sabar bang, gua yakin kalo mereka bakal nyerang wilayah sini. nih bakar aja dulu obat nyamuknya bang." (arman)
aku melihat chris dan banyak anak lainnya bersantai di gubuk sawah. mereka seenaknya saja menjadikan gubuk sawah orang sebagai tempat nongkrong.
"kenapa abang menyuruh aku kesini?" tanyaku.
"hari ini kita ada tawuran. lu udah liat kan tadi pagi, apa akibatnya kalo kita gak ngalahin anak anak maniak itu."
tidak lama kemudian jam 11: 25. seorang informan kelas 2 anak memberitahu pergerakan musuh kepada chris.
"abang chris, anak anak sma jerut parut sudah sampai kesini!"
"cepat berlindung! ambil perisai kalian!" lu juga berlindung di belakang gubuk sana yudistira." (chris)
"aku tidak mau. aku mau lihat seperti apa musuh kita."
ini malam yang dingin. aku mengaktifkan skill strong eyes demi mengurangi rasa kantukku setelah seharian belajar di sekolah.
tiba tiba badanku reflek menghindar ke samping. efek dari hoodie anti terkejut aktif karena ada anak panah yang mengarah padaku. untung saja, seandainya tadi kena badanku bisa berlubang oleh panah itu.
tawuran pun dimulai. batu ditembakkan menggunakan ketapel, chris dan anak anak menggunakan 2 batang pohon pisang yang diikat menjadi satu sebagai perisai. peleton kelas 1 maju perlahan ke arah musuh.
anak anak sma parut jeruk itu tidak henti hentinya menembakkan batu, mereka juga melemparkan petasan ke kaki kami. ketimbang itu aku lebih khawatir dengan anak panahnya. skill reading the wind hanya bisa memprediksi arah serangan yang aku lihat, third person point of view cukup berguna untuk pertahanan diri tapi skill ini tidak efektif untuk pertarungan jarak jauh.
"terus maju! ini cuma batu!" (chris)
khusus untuk sub-quest ini aku membawa busur klub kesini. dengan busur yang asli aku bisa memanah pasukan lawan dengan tepat. tidak akan ada yang terluka karena aku memakai anak panah palsu yang mata pisaunya diganti dengan penghapus. hasil modifikasiku sendiri.
"lindungi aku chris. biar aku balas serangan mereka."
aku panah satu persatu lawan kami. mereka yang terkena panahku mulai takut untuk melangkah dan bersembunyi di balik pohon. biarpun ujung anak panahnya diganti penghapus, tetap saja mengintimidasi. apalagi yang melepaskannya adalah aku, juara satu lomba memanah smk negeri 7 harapan.
"kayanya mereka udah kehabisan panah. kita maju sekarang!" (chris)
"sekarang apa abang chris?" tanyaku.
"apa lagi. lanjut jarak dekat lah. di antara kroco disana ada satu orang yang lumayan jago berantem. si cowok rambut pirang belah pinggir itu yang gue maksud, namanya awan, dia jago silat kaya andi." (chris)
"heh andi tidak ada apa apanya melawanku." ucapku dengan sombong.
hanya aku sendiri yang maju berhadapan dengan awan. apa ini adalah pertarungan satu lawan satu antara yang prajurit terkuat dari masing masing kubu, seperti perang di zaman 3 kerajaan?
"jadi ini jagoan baru smk 7. tampangnya lumayan nyeremin sih, kaya kuda nil."
mereka menertawakan aku.
"wajahku memang mirip kuda nil, tapi apa itu lucu bagi kalian?" tanyaku yang kesal.
"lucu bangeeet..." ucap awan.
aku langsung saja pukul si awan dengan mengarahkan pukulanku ke tanah. apa ya nama tinju ke bawah seperti ini?
awan langsung pingsan dengan sekali pukul. anak anak sma jeruk parut pun berbondong bondong menyerangku. aku mendapat bantuan dari kak chris dan anak anak lainnya. beberapa musuh kami membawa cerurit dan pisau dapur. aku menyuruh anak anak lainnya untuk mundur, sementara aku dan kak chris melawan mereka. akhirnya tawuran malam ini dimenangkan oleh kami smk negeri 7 harapan.
[Tring!]
ada sesuatu yang menarik lagi di reward kali ini. tapi ada hal yang membuatku penasaran. aku lantas bertanya pada kak chris perihal siapa yang memulai tawuran ini. karena tidak mungkin ada akibat tetapi tidak ada sebab.
"abang chris, siapa sebenarnya yang lebih dulu memulai tawuran yang berbahaya ini?"
"...gua gak tahu."
kakak chris berbohong, aku yakin itu. peningkatan statistik kepintaranku bukanlah omong kosong belaka.
aku pernah membaca buku pelajaran psikologis. terlihat dari nada bicaranya yang ragu, kak chris jelas sedang berbohong. tampaknya sebelum menggali sisi gelap sekolah aku harus menggali informasi tentang tawuran malam ini terlebih dahulu. terutama mencari tahu siapa yang memulai ini.
....................................................................................
Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:
__ADS_1
Etika (34) (Kurang)
Moral (72) (Mulia)
Ketampanan (-63) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (101 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (24) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido)
teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)
teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• silahkan isi sendiri
....................................................................................
Hari ini chapternya lebih pendek ya. soalnya author lagi sibuk. sebagai gantinya chapter besok bakal author bikin lebih panjang.
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
....................................................................................
__ADS_1