
Menyogok polisi agar dapat memukuli tawanan, itulah yang aku lakukan. Memang tidak pantas, tapi aku tidak bisa menahan amarah ini lebih lama lagi.
Aneh, Andi tidak melawan, aku yakin orang ini bisa melawan walaupun kedua tangannya terborgol, apa mungkin dia sudah introspeksi diri.
"Hei, apa kau sudah introspeksi diri?" Tanyaku.
Aku terkejut saat Andi mengangkat kepalanya untuk menatap mataku. Di balik kerah bajunya terlihat luka lebam yang sangat parah.
Aku penasaran lalu aku buka paksa bajunya.
- Pov Narator -
Yuda tersenyum puas melihat Badan Andi yang penuh memar setelah dipukuli para polisi karena dirinya juga anggota Geng Mata Elang.
Disini Yuda menjadi sedikit dilema, dia sudah membayar tapi kalau dilanjutkan lagi Yuda takut Andi akan mengalami pendarahan yang fatal.
Akhirnya Yuda mengurungkan niatnya, lagipula Andi sudah babak belur oleh polisi.
"Anggap saja urusan kita sudah selesai sekarang. Ingatlah ini sebagai pelajaran Andi, kalau kita bertemu lagi nanti aku harap kita tidak saling menyakiti lagi."
Yuda pun pergi dengan berat hati. Dia teringat dengan tahap kedua Hidden Quest yang masih berjalan. Tidak ingin ambil pusing Yuda memutuskan menggunakan tiket emas agar bisa memakai cara curang menemukan pelaku asli pembakaran panti asuhan.
"Tidak apa apa kan Agen Nostradamus, aku kehabisan waktu gara gara serangan Geng Mata Elang."
[...] Agen Nostradamus tidak menjawab.
[Bip!]
< Anda terdeteksi melakukan kecurangan. Kontraktor dilarang menggunakan manfaat tiket emas untuk menyelesaikan quest secara instan >
Ini pertama kalinya Yuda ditegur langsung oleh Sistem. Hal itu tentu saja membuatnya kaget.
< Saya akan menoleransi tindakan ini sebagai bentuk peringatan pertama, jadi mohon jangan diulangi lagi >
Yuda merasa tidak enak, apalagi sampai membuat Sistem bicara banyak.
< Anda dianggap gagal menyelesaikan tahap kedua Hidden Quest. Tapi jangan khawatir, anda tidak akan menerima hukuman karena gagal berbuat baik >
"Tunggu! lalu bagaimana dengan pak tunawisma itu? kalau pelaku aslinya tidak tertangkap beliau akan ditetapkan sebagai tersangka." Protes Yuda.
< Soal itu tak perlu khawatir, pihak panti asuhan sudah menemukan pelaku sebenarnya dengan bantuan polisi >
"Hah??"
Yuda mengerutkan dahi.
"Kalau polisi bisa menemukannya kenapa aku harus repot repot? aku sampai masuk ke karaoke khusus orang dewasa untuk mencari petunjuk."
< Kalau anda bertanya alasan, saya ingin membuat anda dekat dengan Mithia Hana. Ketahuilah, salah satu musuh anda yaitu Martha memiliki kuasa yang sangat besar. Jadi untuk melawannya anda perlu backing an yang kuat juga >
< Anda tidak ingin pembalasan anda kepada Martha biasa biasa saja bukan? >
Mendengar itu hati Yuda memanas. Dia memang tidak ingin para perundung yang membuat kehidupan sekolahnya sengsara dibalas dengan cara biasa, harus ada unsur pembeda yang membuat balas dendamnya jadi memuaskan seperti yang terjadi pada Andi.
Selain membuat hasratnya membara Yuda juga takut mendengar Sistem membahas tentang balas dendam. Apakah Sistem yang berjuluk Sistem Kebaikan pantas membahas hal buruk seperti itu.
Yuda senang Sistem mendukung balas dendamnya, namun di satu sisi Yuda juga takut Sistem yang bermoral baik ini berubah menjadi sesuatu yang menyimpang.
Nyali Yuda pun ciut dan dia mengatakan hal yang berbanding terbalik dengan keinginannya.
"Aku hanya ingin membuat Martha sadar kalau kekerasan yang dia lakukan itu salah..." Ucap Yuda sambil memalingkan wajah.
< ...kenapa tiba tiba anda ragu? apa anda takut saya membuat quest yang menyimpang ke depannya? >
"Uhh dia bisa membaca pikiranku ya?!" Ucap Yuda dalam hati.
"Habisnya kau tiba tiba membahas balas dendam! aku jadi takut mendengarnya!" Ucap Yuda terbata bata.
< Baiklah, saya akan berhenti bicara, tapi jika ke depannya anda mempertanyakan quest sistem lagi, ingatlah kalimat ini 'orang baik adalah orang yang berani ikut campur urusan orang lain, dan tidak meminta upah dalam bentuk apapun atas bantuan yang dia berikan' >
Perdebatan dan kursus singkat dari sistem pun berakhir. Yuda bertanya apa tahap ketiga dari Hidden Quest.
< Tahap kedua selesai (Gagal) >
< Tahap ketiga dimulai : Panti asuhan akan dibangun kembali tapi dana yang ada belum mencukupi >
< Tahap ketiga : Berikan sumbangan dengan jumlah uang di atas 10.000.000,00 ke kas panti >
"Astaga, ini quest yang sangat mudah. Tapi aku harus segera berangkat sekolah, 20 menit lagi pagar akan ditutup."
Muncul pesan dari Sistem.
Yuda bingung Sistem itu orang atau mesin. Biasanya dia menggunakan kata 'Sistem' untuk menggambarkan dirinya sendiri, tapi hari ini Sistem menggunakan kata 'Saya' yang merujuk pada seseorang.
__ADS_1
Teleportasi pun dilakukan. Yuda mendarat dengan mulus di depan gerbang sekolah.
"Semoga tadi tidak ada yang melihat aku muncul tiba tiba." Gumam Yuda.
Saat masuk Yuda kaget melihat anak anak cowo kelas 1 berbaris rapi di depannya.
"Hormat pada ketua Divisi White Tiger!!"
Yuda disambut oleh anak anak kelas satu yang kagum dengan kehebatannya mengalahkan 130 anggota geng Mata Elang kemarin.
Ingatan semua orang yang terlibat insiden itu telah diubah oleh Sistem, sehingga mereka menganggap Yuda sebagai pahlawan yang telah menangkap geng Mata Elang. Ditambah Pandu menyebarkan berita ini ke grup grup sekolah, jadinya Yuda pun diakui sebagai ketua angkatan kelas 1.
"Yudistira, Kuda Nil jurusan Seni yang cemen udah gak ada, berganti jadi Yudistira sang pentolan sekolah yang enggak terkalahkan." Ucap Pandu melebih lebihkan.
Yuda pun memulai kehidupan sekolah barunya sebagai ketua sekaligus pentolan kelas 1.
Di hari itu juga OSIS mendengar kabar duka cita dari murid kelas satu yaitu Hana. Mereka pun berinisiatif mengumpulkan sumbangan satu sekolah dan uangnya dipercayakan pada Hana.
Semua berjalan baik, tapi masalah selalu datang silih berganti. Pandu memberitahu Yuda kalau sebentar lagi kakak kakak kelas 2 akan kembali ke sekolah, setelah menyelesaikan program magang mereka, sementara untuk abang Chris dia itu magang di sekolah.
"Kebanyakan kakak kelas 2 gak pernah ketemu sama lo kan, jadi sebaiknya lu berhati hati pas kakak kelas 2 balik minggu depan." (Pandu)
"Sebentar lagi ujian akhir semester, tentu saja mereka kembali ke sekolah. Lagipula selama aku tidak membuat masalah kakak kelas juga tidak akan menggangguku." (Yuda)
Yuda senang dengan kehidupan sekolah barunya, dari yang awalnya cengeng, lemah, jelek, dan diremehkan banyak orang menjadi kuat dan disegani.
Semua ini dapat diraihnya berkat Sistem yang memberikan batu loncatan baginya berupa skill skill, pusaka, dan peningkatan statistik yang mengagumkan. Untuk pertama kalinya juga Sistem bicara dengan menunjukkan sedikit emosi padanya.
[Anda bahagia?] (Agen Nostradamus)
"Kenapa kau suka sekali bertanya seperti itu, aku malu menjawabnya."
[Saya sarankan anda untuk mencari asisten pribadi mulai sekarang Kontraktor.]
"Kenapa begitu?"
[Sebab anda tidak bisa selalu meminta bantuan teman teman anda. Mulai dari sini quest yang muncul akan sedikit berbahaya, jadi lebih baik anda cari asisten pribadi.]
"Begitu ya, tapi dimana aku bisa menemukan asisten pribadi?"
[Tinggal buka saja toko Sistem. Disana ada lapak yang khusus menjual boneka tempur.]
"Aku tebak pasti harganya mahal."
Hana tiba tiba datang ke kelas Yuda, dia membawakan buah tangan untuknya dan Pandu.
"Kenapa Hana membawakan cemilan hanya untuk bicara dengan teman satu klub? apa hubungannya denganku sejauh itu?" pikir Yuda.
- Pov Yuda -
Kalau diingat ingat lagi hubunganku dengan Hana cukup jauh jika dibandingkan dengan anggota klub cewe ku yang lain.
Aku cukup dekat dengan Frederica, ditambah dia memberiku gelang emas secara cuma cuma.
Nadia, aku menolong ibunya yang sekarat jadi hubungan kami baik walaupun jarang ketemu.
Yulia, dia mengerjakan tugas sebagai wakil ketua dengan baik. Hubunganku dengannya cukup baik karena akhir akhir ini aku sering bertemu dia untuk mengurus klub pemanah.
Pandu, tidak perlu ditanya lagi, pertemanan kami sudah mulai memasuki ranah persahabatan.
Dan Hana, dia ingin mencelakakan aku di pertemuan pertama, dan gara gara aku dia terlibat perseteruanku dengan Andi. Wajar saja dia merasa canggung sekarang.
"Kau tidak perlu repot repot membawakan cemilan Hana. Santai saja dengan kami." Jelasku.
"Bener gak perlu repot repot, tapi kalo kamu maksa gak papa juga sih." (Pandu)
Hana mulai menggerakkan tangannya. Bicara dengan bahasa isyarat.
Tiba tiba muncul Hidden Quest kedua.
< Hidden Quest (Hentikan Kesedihannya) >
< Mithia Hana tenggelam dalam kesedihan setelah kematian kakaknya. Buat dia ceria kembali >
...
< Chapter Selanjutnya (Main Quest Ke 4!!) >
....................................................................................
< Potensi Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Statistik anda saat ini >
__ADS_1
Moral (25/40)
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 ) - Sekarang anda punya kharisma setara Zhuge Liang -
Kekuatan (200/200) - Anda bisa mengangkat moge dengan 3 jari -
• Kecepatan (90/90) - Anda bisa menempuh jarak 10 kilometer hanya dengan waktu 5 menit dengan berlari -
• Pertahanan (150/150) - Anda dapat bertahan dari tabrakan mobil berkecepatan tinggi -
• Stamina (200/200) - Anda dapat Push up selama seharian penuh tanpa berkeringat -
• Mentalitas (100/100) - Silahkan anda gambarkan sendiri -
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
< Uang Saku (Rahasia) >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Kuas dan Kanvas
< Tiket emas (2) >
< Poin Peningkatan Random (+26) >
..............................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..............................................................................