
info buat pembaca. kalau kalian ngerasa novel ini lama updatenya itu karena proses review dari noveltoonnya yang lama, bukan karena author yang kelamaan update.
novel ini update 1 chapter setiap hari terus libur di hari ke 3, gitu siklus updatenya. biasanya habis author libur satu hari proses updatenya jadi lama. paling lama pernah sampai 16 jam proses updatenya.
mohon pengertiannya readers. 🙏
oke lanjut ke cerita.
....................................................................................
setelah aku pingsan ditelan kegelapan, pandu berusaha membuka pintu lagi. dia mengikis ngikis lelehan lilin di lubang pintu dan entah mengapa orang yang dia hubungi belum datang juga padahal sudah setengah jam.
"bangsat! kelakuan siapa sih ini?!"
"gua harus keluar buat nyalain lampunya."
pandu memecahkan kaca jendela dengan sikutnya. begitu dia akan keluar seseorang menariknya kembali.
awalnya pandu mengira itu adalah aku yang sudah sadar tapi ternyata bukan. pandu memiliki kemampuan mengamati yang bagus. dia tahu orang yang menariknya bukan aku karena aku memakai seragam tangan panjang, sementara orang yang menariknya memakai baju lengan pendek.
"siapa lu!? jangan keterlaluan kalau ngerjain adek kelas!!"
pandu dipukul dengan benda keras dipundaknya. pukulan itu membuat pandu oleng, namun dia berusaha tetap sadar menghadapi musuh yang menyerang di kegelapan.
"tunjukin muka lo!! gua laporin lu ke polisi kalau berani mukul lagi."
seberkas cahaya terlihat, rupanya si penyerang menggunakan pentungan besi, dan tidak sengaja cahaya senter pandu terpantul di pentungan besinya.
pandu bergegas memegang kerah si penyerang lalu membantingnya ke tanah.
"keehhk..."
"suara cewek??"
pandu menyorot wajah si penyerang lalu melepas topeng yang dikenakannya. ternyata penyerang itu seorang perempuan yang sebaya dengannya.
"apaan nih? seumur hidup ini pertama kalinya gua diserang cewek. lu suruhan siapa?"
perempuan itu bungkam. pandu tidak menyerah menanyainya, dia juga memaksa si perempuan untuk mengeluarkan mereka dari ruang terkunci.
"suruh komplotan lo bukain pintunya sekarang! cepetan buka!! kalo kelamaan kita semua bisa mati kehabisan oksigen!!"
perempuan itu tetap bungkam, ada yang aneh dari perempuan ini. pandu yang kesal pun menendang pintu. dia terus menendang namun sia sia karena pintunya sudah dirantai dari luar.
kini ada 3 orang yang terjebak di ruang yang sama. entah siapa yang melakukan ini, yang jelas dia tidak akan aku maafkan. perbuatannya ini bisa membuat orang terbunuh.
saat itu hanya satu orang terduga pelaku yang mungkin dibalik ini semua. siapa lagi kalau bukan jagoan silat itu.
di alam bawah sadarku aku berbicara dengan sistem. meskipun aku sadar sekarang, selama lampu belum menyala aku pasti akan pingsan lagi. perihal mengapa aku punya fobia gelap akut akan aku ceritakan lain waktu.
aku meminta kepada sistem untuk memberiku pusaka atau barang yang bisa mengatasi fobia gelapku ini.
sistem mendengar permintaan tolongku. sekarang aku dapat mengubah fobia gelap yang aku miliki dengan fobia lain dengan papan penukaran ini.
aku berpikir sejenak.
"fobia apa yang objek ketakutannya jarang ada di tempat umum maupun ruang pribadi ya?"
"ah aku tahu! biar kuubah fobia gelapku menjadi fobia aurora."
aku memilih mengganti fobiaku dengan auroraphobia, alias ketakutan terhadap cahaya utara. aku pernah melakukan riset mendalam tentang macam macam fobia saat aku mencari cara mengatasi fobia gelapku di internet.
[Tring!]
berkat pertolongan sistem aku akhirnya sadar dan dapat beradaptasi dengan kegelapan pekat ini. dadaku tidak lagi sesak, papan pengibar itu benar benar mengubah fobiaku.
aku lihat pandu sedang mendobrak pintu.
aku nyalakan senter hpku. lalu aku bantu pandu mendorong pintu.
"udah sadar kak? kenapa tadi pingsan?"
"aku shock karena tiba tiba saja jadi gelap. aku punya fobia gelap, tapi sekarang aku sudah terbiasa. jangan panggil aku kak, kita seangkatan."
"ohh, bahasa lu baku banget ya."
"nah itu lebih enak didengar. kita dobrak saja pintu ini."
"gua maunya juga begitu. tapi gua takut disuruh ganti luka kerusakan properti sekolah."
"tenang, ada aku. nanti kita patungan bayarnya."
"ya udah deh."
"ngomong ngomong cewek itu gimana?"
"biarin aja. dia gak mau ngomong dari tadi. kayanya dia bisu." pandu sarkas.
demi bisa membuka pintu ini kami menyatukan kekuatan dan mendorong bersamaan. disaat kami mendorong pintu hingga wajah kami memerah, si perempuan aneh itu menarik kerah baju kami.
"apa sih! mentang mentang lu cewek jangan kira gua bakal ngelepasin lo! bahu gua sakit banget nih!!"
pandu sangat marah. awalnya dia kelihatan seperti anak cupu tapi sekarang dia terlihat seperti preman. suara pandu saat bicara denganku halus, tapi saat marah suara menjadi berat seperti orang dewasa.
aku menatap bingung perempuan itu. dia menggerakkan tangannya, dia berkomunikasi dengan bahasa isyarat pada kami. ternyata perempuan ini benar benar tuna rungu (tuli) dan tuna wicara (bisu).
aku memperhatikan gerak tangannya dengan seksama tapi tetap saja aku tidak paham. pandu juga tidak paham. lalu aku menyuruhnya menulis ucapannya di memo hpku, karena perempuan ini tidak membawa hp.
"can you write your word in my memo?"
"aduh, kenapa aku malah ngomong bahasa inggris. maaf aku salah."
perempuan itu mulai menulis memo sementara nafas kami mulai sesak. oksigen di ruangan ini semakin menipis.
[maaf. aku dipaksa kakak kelas buat nyerang kalian. aku dipaksa sembunyi dalam loker selama 2 jam.]
aku kasihan dengan perempuan ini. aku tanya apakah dia diancam oleh kakak kelas.
__ADS_1
[mereka mengancam tidak akan mengembalikan laptopku jika menolak.]
[kamu kelas 1?] tanyaku.
[aku kelas 1.] jawabnya.
aku dan pandu saling menatap.
[ya udah, pokoknya kita keluar dulu sebelum kecekik oksigen disini.] tulis pandu.
[kita gak bisa keluar. pintunya dirantai dari luar.]
"rantai? keterlaluan banget. maksa cewek buat ngelakuin hal berbahaya terus nyekap orang. kalo ketemu sama pelakunya bakal langsung gua hajar!" kata pandu.
[gak apa apa. kita bisa hancurin pintunya. yang penting kita keluar dulu, masalah biaya ganti rugi bisa diurus nanti.] kataku.
aku dan pandu pun menyatukan kekuatan untuk menghancurkan pintu kayu yang dirantai. dengan tenaga dari statistik kekuatan yang sudah max, dan tenaga pandu kami pasti bisa menghancurkannya.
"kita tendang bareng, satu, dua, tiga!"
braak!!
"lagi!"
braak!!
braakk!!
braakk!!
braakkk!!
setelah menendang puluhan kali akhirnya pintu terlebih jadi 2. kami pisahkan kedua bagian pintu lalu menyingkirkannya dari jalan kami. sekarang kami bisa keluar, rantai yang menahan pintu sudah lepas dengan sendirinya.
"akhirnya keluar juga."
pandu melihat ponselnya.
"kakakku sudah sampai kesini. tapi katanya pintu masuk utama ke gerbang sekolah dikunci. wajar sih, jam segini sudah dikunci."
"kau kuat juga pandu, kau pasti anak klub bela diri ya?" aku memuji pandu. aku harus memberikan citra ketua yang murah hati pada anggota klubku.
"enggak kok, aku cuma suka olahraga aja. hahahaa..!"
terdengar langkah kaki. ruang latihan klub pemanah ini ada di gedung kreasi yang berada di luar gedung sekolah tapi masih di dalam lingkungan sekolah. jadi tidak mungkin ada orang luar yang masuk ke gedung ini.
orang orang asing pun menunjukkan dirinya di hadapan kami. aku tahu mereka siswa sekolah kami karena beberapa dari mereka cukup terkenal di sekolah.
"bisa keluar nih? bah, repot deh urusannya..." kata siswa yang duduk di bangku. dia bergaya sok keren, itu cukup menyebalkan buatku.
"oke, karena lu gak pingsan sama kegelapan tepaksa kita bikin lu pingsan pakai jalur kekerasan. heh kuda nil."
"coba aja."
aku memasang kuda kuda. ada 20 siswa, maksudku preman yang menghadang kami. pandu juga ikut memasang kuda kuda, sepertinya dia bisa berkelahi.
"berlindung ke belakangku cewek."
"eh siapa cewek itu? cakep juga. siapa yang bawa cewek ikut tawuran kita?"
"btw, nama gua chris. inget baik baik ya, gua pentolan anak anak kelas 2."
"HAJAR!!!.
.....
-di depan gerbang sekolah-
ibu yudistira datang ke sekolah karena khawatir anaknya belum pulang juga. disana beliau bertemu kakak perempuannya pandu yang tidak bisa melewati pagar sekolah.
"permisi mbak, gerbang sekolahnya enggak bisa dibuka?" tanya ibu yuda.
"eh, iya tante. gerbangnya dikunci. tante ada urusan apa ya?"
"saya mau nyari anak saya, kelas 1 jurusan seni. dia belum pulang ke rumah padahal hari udah malam."
"jangan jangan anak ibu sama kaya adek saya."
"adek mbak kenapa?"
"adek saya dikurung di dalam ruang latihan di gedung baru sekolah. gedung yang itu."
"kalau gitu saya mau manjat pagarnya aja. saya khawatir sama anak saya, soalnya dia gak bisa membela diri kalau terjadi apa apa."
sementara itu aku yang dulunya tidak bisa apa apa, sekarang sudah menghajar 6 orang dan membuat 6 lainnya ketakutan.
aku membagi lawanku dengan pandu. aku menghadapi 12 orang dan pandu 8 orang. aku belum kena satu pukulan pun, sementara pandu sudah kena beberapa kali pukulan di wajahnya.
rupanya pandu menguasai bela diri gulat. padahal tadi bilangnya enggak.
aku cukup khawatir dengan pandu sebab para preman ini menggunakan balok kayu. tapi kekhawatiranku itu tidak berdasar, sebab pandu bukanlah anak lemah sepertiku.
dia membanting lawannya dengan lihai, bahkan si perempuan bisu juga ikut membantu pandu dengan melemparkan sepatunya ke wajah para preman.
"seru juga berantem malam malam begini." kata pandu.
aku juga menikmati perkelahian ini. semoga saja pemikiran melencengku ini tidak membuat aku terkena sanksi dari sistem.
akhirnya chris si pentolan kelas 2 turun tangan langsung menghadapiku. sebelum melawannya aku menanyakan alasannya menyerangku.
"kenapa kakak menjebakku? apa kakak punya dendam pribadi ke aku?"
"gua gak punya dendam pribadi sih. cuma sohib gua minta tolong buat ngejatohin lo dari kandidat ketua klub pemanah."
"memangnya kenapa sih kak, kalau jadi ketua klub? memangnya apa bagusnya jadi ketua klub?"
chris melompat dan melancarkan tendangan berputar kepadaku. beruntung aku sempat menahan tendangannya, tapi kenapa tendangannya bisa sekeras itu. kepalan tanganku berdenyut usai menahan tendangannya.
"sakit gak? itu tadi balchagi 1080 derajat, tendangan taekwondo."
taekwondo. bela diri asal korea itu kurang diminati di sekolah kami. aku tidak menyangka akan bertemu praktisi taekwondo disini. cukup memprihatinkan melihat bela diri yang suci itu dipakai preman seperti sekarang ini.
"yuda, kita harus kabur!"
"bukannya kau suka berkelahi pandu?"
"maaf, tenagaku ada batasnya."
"mau kabur? jangan ngimpi lu bedua!!"
kakinya chris sangat panjang, belum lagi dia cukup cepat bahkan lebih cepat dari lauroe.
__ADS_1
aku kena tendangan beruntung. karena tidak sempat melindungi diri. dibandingkan dengan chris, teknik yang aku miliki lebih unggul. aku berhasil menangkap kakinya tapi aku tidak membanting melainkan meninju wajahnya sekeras mungkin.
padahal kalau bisa meninju dada pasti pertarungan kami cepat berakhir. para preman mulai mengeroyok, aku tidak bisa menyerang chris karena dia bersembunyi di belakang anak buahnya. aku terkejut melihat pandu sudah babak belur.
pandu sudah kalah, sementara di perempuan bisu disandera sama preman, dan aku juga gak bisa sembarangan menyerang karena orang bernama chris ini lumayan jago.
"pandu kenapa wajahmu seperti itu?"
"ya karena kena hajar lah!" chris menjawab pertanyaanku.
"emang yang bisa berantem cuman lu bedua."
"karena lu bedua lumayan jago, gua tertarik buat ngenalin ke lu bedua dunia malam di sekolah ini kita."
"dunia malam??"
"adik adik kelas. kami adalah bagian dari peleton kelas 2, dan mulai malam ini kalian berdua masuk ke peleton kelas 1 smk negeri 7 buat ngelawan pasukan smk sebelah."
"ngomong apa sih kak? peleton apa? pasukan apa maksudnya?" tanyaku.
"lepasin mereka bertiga!"
aku terkejut saat chris menyuruh anak buahnya melepaskan kami. sebenarnya apa tujuannya.
"awalnya gua pengen ngehajar lu karena andi minta tolong. tapi abis gua liat skill tarung lu gua berubah pikiran."
"ternyata benar ini ulah andi!!" pikirku dengan geram.
"yudistira, jurusan seni kelas 1 A. pandu, jurusan farmasi kelas 1 B. kalian berdua lulus jadi peleton dan diwajibkan ikut tawuran malam mulai habis festival."
aku tidak harus berkata apa. situasi membuatku bingung. yang jelas hutangku dengan andi bertambah lagi. aku berencana menghajar anak itu setelah festival atau mungkin disaat festival berlangsung.
andi anak yang selalu melakukan kekerasan di menyelesaikan semua permasalahan dengan kekerasan. aku pasti akan menghancurkannya nanti.
tiba tiba aku dikejutkan dengan dering notifikasi sistem.
rupanya pandu diam diam menerima perempuan bisu itu bergabung ke klub pemanahku. dia benar benar lancang, merekrut orang tanpa izin dariku.
huuh, sekarang kesan baikku pada pandu sedikit berkurang.
....................................................................................
Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:
Etika (34) (Kurang)
Moral (60) (Bagus)
Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (22) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Elang
• silahkan isi sendiri
....................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄
....................................................................................
__ADS_1