Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 27 | Grup Belajar Yang Mengganggu (1)


__ADS_3

Metode diet yang diajarkan pandu awalnya biasa saja, dengan sedikit inovasi alat berat dan stage keren untuk menumbuhkan semangat. Tapi diet ini seketika berubah menjadi diet ekstrem gara gara aku yang terlalu antusias untuk menurunkan berat badan.


Selama berhari hari aku melakukan diet setelah pulang sekolah, sementara tugas mengelola klub sementara aku serahkan pada Hana dan Yulia.


Badanku mulai berubah semakin banyak poin yang aku tambahkan. Berat badanku sudah turun 6 kilogram setelah 4 hari diet, hingga suatu hari aku dipanggil ke ruang Osis.


Aku tidak tahu apa yang ingin dikatakan ketua osis pemalas itu padaku, sepertinya hal yang penting karena dia menyiapkan banyak saksi disini.


Sistem lah yang menyuruhku kesini. Tadi saat jam pelajaran pertama muncul Hidden quest seperti ini.




Di ruang Osis, di depan para anggota Osis.


"Saya langsung saja ke intinya. Yudistira, ketua klub pemanah dari jurusan seni kelas 1. Kami menunjuk anda untuk menyelesaikan masalah masalah yang dibuat oleh grub belajar jurusan Multimedia."


Begitu aku masuk ke ruang Osis ini aku langsung dipaksa mengerjakan urusan seperti ini. Memangnya grup belajar apa yang dimaksud ketua Osis.


"Grup belajar siapa yang anda maksud dan masalah apa yang mereka buat." (Yuda)


"Lu gak bisa berkomunikasi pakai bahasa gaul kah?"


"2 minggu belakangan ini Bima Sadewa Multimedia membentuk Study Group untuk persiapan Ujian Tengah Semester. Aktivitas yang mereka lakuin bagus bagus aja, belajar bersama, berbagi pemikiran, dan mempererat hubungan antara anak anak cerdas." (Ketua Osis)


"Cuman mereka itu egois. Mereka ngadain kegiatan belajar kelompok di kelas pas ada guru. Gara gara itu para guru merasa enggak dihargai dan menuntut supaya grup belajar Bima dibubarkan atau seenggaknya mereka tau tempat dan waktu." (Ketua Osis)


"Ada juga yang kaya gitu di sekolah ini? Apa mereka gak bisa belajar bersama guru saja. Bukankah bagus jika kelompok belajar punya guru pembimbing." (Yuda)


"Kalau mereka emang mau begitu. Dari awal ni rapat gak bakal terjadi. Kami nyuruh lu karena kebetulan aja lu datang kesini pas kita lagi rapat. Terus lu juga gak banyak kegiatan kan akhir akhir ini?" (Ketua Osis)


"Iya sih.. aku menyerahkan tugas mengelola klub pemanah pada para anggotaku (Hana dan Yulia) selama beberapa hari terakhir." (Yuda)


"Kalau gitu bilang 'iya' untuk membantu kami membubarkan grup belajar Bima. Kami juga akan memberimu upah apa aja yang lu mau." (Ketua Osis)


Aku tidak tergiur dengan upah yang Osis janjikan karena aku bisa mendapatkan semua itu dengan Sistem. Tapi aku tetap penasaran apa yang akan mereka berikan sebagai upahnya. Jadi aku terima saja pekerjaan ini, lagipula Bima juga pernah membullyku. Ini mungkin adalah saat yang tepat untuk balik membullynya.


"Baiklah ketua, aku terima pekerjaan ini, tapi bagaimana cara membubarkan grup belajar itu? Tidak mungkin dengan adu jotos kan." Tanyaku.


"Yang bisa membubarkan grup itu hanya ketuanya. Jadi bikin dia malu di depan satu sekolah." (Ketua Osis)


"Hah???" Aku tidak mengerti apa maksudnya.


"Bima si kacamata itu harga dirinya setinggi langit. Kalau lu bisa bikin harga dirinya jatuh sampai ke got, gua yakin dia bakal kena mental dan nge iyain semua yang kita bilang."


Aku baru tahu sekarang, ketua Osis kamu itu.. selain pemalas dia juga sering berucap berlebihan jika sedang emosi.


"Bagaimana cara menjatuhkan harga dirinya?" Tanyaku lagi.


Salah seorang anggota Osis yang menghadiri rapat mengangkat tangan.


"Izin ketua. Saya punya saran, Gimana kalau kita lebih tegas lagi menyikapi masalah ini. Jadi setiap grup belajar itu mengganggu jam pelajaran kita kirim saudara Yudistira untuk menertibkan mereka."


"Gak bakal berhasil kalau menertibkannya dengan ngomong ngomong baik baik. Mereka itu memang belajar banyak hal tapi gak pernah belajar gimana bertata krama yang baik." (Ketua Osis)


Ketua Osis berkata begitu padahal dia sendiri juga kurang ber attitude. Sekarang saja dia rapat dengan liur masih menempel di kerah bajunya. Aku melihat noda yang menjijikkan itu karena efek mata pemburu yang iseng aku aktifkan barusan.


Anggota Osis menyampaikan sarannya lagi.


"Kalau gak bisa diselesaikan baik baik kita kerasin aja. Kan selama ini sekolah kita pakai metode itu."


Ketua Osis tampak berpikir, tapi aku yakin dia akan menerima saran itu. Pada akhirnya metode kekerasan tetap menjadi metode paling efektif untuk menertibkan siswa yang bermasalah.


"Saran diterima." (Ketua Osis)


"Ternyata memang adu jotos saja jalan keluar yang bisa kalian pikirkan ya." (Yuda)


Sembari berdiet aku dapat misi untuk mengusik Bima. Tidak seperti Andi dan Martha, Bima jarang melakukan bullying.


Sepanjang aku bersekolah disini, Bima pernah menyakitiku beberapa kali. Yang paling aku ingat diantara semua itu adalah saat 2 iblis angkatan kelas 1 berkumpul di kelas seni 1-A.


Kala itu andi sedang bermain raja rajaan. Kenakan kanakan memang. Dia jadi rajanya dan aku jadi penjaga pintu kelas, yang dianggap sebagai gerbang istana.


Saat itu dia melarangku membiarkan siapapun masuk ke ruang kelas yang dia anggap aula utama kerajaan. Ketika itu aku merasa semua orang akan mengerti karena tidak ada yang berani membuat masalah dengan Andi sampai Bima lewat di depan kelas kami.

__ADS_1


Dia penasaran dan ingin memaksa masuk tapi aku menolaknya. Lalu aku dibanting olehnya. Itu adalah pertemuan pertamaku dengan Bima dan kejadian pertama yang membuatku sadar kalau anak yang tampak baik dari luar itu sama jahatnya dengan preman yang ada di dalam kelas.


Kesialanku tidak berhenti sampai disitu. Andi marah dan menghajarku dia juga mengajak Bima melakukannya. Orang orang yang sejenis memang cepat akrab.


Setelah kejadian itu aku tidak masuk sekolah selama beberapa hari karena harus di urut. Ibu sering datang ke sekolahku untuk meminta keadilan, namun selalu berakhir sama. Bima meminta maaf dan kejadian itu terulang kembali.


Aku maupun Ibu tidak berdaya karena hanya di sekolah inilah aku bisa menimba ilmu. Sejak awal semua adalah salahku yang tidak bisa menjadi murid berprestasi di SMP dan berakhir di sekolah yang kejam ini.


Kembali ke questnya.




Study Group Bima sedang berkumpul di taman sekolah. Aku disambut dengan cukup ramah oleh mereka. Bima ada disini, aku berharap bisa menghajar sampah itu barang satu pukulan.


"Kalian grup belajar ya..."


"Kalian harusnya lebih sopan, jika tiba tiba kalian mengkerumuni aku seperti ini, kesannya seperti akan berkelahi." Ucapku kepada anak anak grub itu.


Disini memang penuh buku dan alat alat tulis. Siswa Siswinya juga berpakaian rapi dan tidak merokok, tapi kenapa mereka bersikap seperti berandalan begini.


"Ngapain lu nyamperin kita, kuda nil jurusan seni?"


"Mana Bima? Aku mau mengajaknya ngobrol santai."


"Ketua gak ada waktu ketemu anak bodoh. Pergi sana!"


"Jangan kasar dong. Aku kan bertanya baik baik."


"Ni anak dikasih enak malah ngelunjak!"


Aku dipukul. Meski begitu aku baik baik saja karena tinju anak ini terasa geli.


Aku salah paham. Aku kira grub belajar ini isinya anak anak berandalan seperti klub silat. Rupanya anggota grup belajar ini isinya anak anak cupu yang mau jadi pintar. Atau mungkin mereka hanya ingin menjilat sepatu Bima.


-Menjilat sepatu disini maksudnya sama seperti penjilat-


"Mana Bima? Aku mau bicara dengannya!" Ucapku sambil menarik kerah salah satu anggota GB (Grup Belajar)


"Kalau begitu besok bilang padanya agar jangan menjalankan aktivitas grup di tengah jam pelajaran lagi! Ini peringatan dari Osis. Kalau dia melanggar pihak Osis akan mendisiplinkan dia dan grupnya dengan keras."


Wajah anak anak itu tampak takut. Anak anak jurusan lain yang lalu lalang di taman pun menatap kami.


Aku memutuskan pergi sebelum gosip yang buruk tentangku menyebar. Karena kalau dilihat dari sudut pandang orang lain, bisa saja mereka menyimpulkan kejadian yang baru saja mereka lihat seperti ini.


'grup belajar jurusan Multimedia diserang oleh siswa jurusan seni yang ingin menyerang ketua grup belajar yang membullynya.'


Aku mungkin berpikir berlebihan, tapi di sekolah ini memang ada orang orang yang suka menguntit untuk mencari bahan gosip.


Membubarkan grup belajar ini mungkin akan berdampak besar nantinya. Jadi supaya sanggup menghadapi konsekuensinya aku harus mencari Poin Peningkatan dan Pusaka Sistem yang lebih banyak lagi.


...


-Arc Study Group-


Untuk saat ini cerita akan fokus pada bagaimana Yuda mengubah lingkungannya.


Jadi untuk para pembaca yang bosan karena Sistem dan Quest quest nya jarang disorot, gak kayak awal awal cerita, bisa menunggu arc Study Group ini selesai.


Singkatnya Sistem, Quest, Reward dan agent akan jarang dibahas di arc ini. dan akan fullscreen time di arc berikutnya.


....................................................................................




Etika (45) (Cukup)




Moral (89) (Mulia)

__ADS_1




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 2 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (54) (Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido)


teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)


teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• silahkan isi sendiri



• daftar pusaka sistem yang dimiliki:


- sepatu mistis


- selimut sutra


- emas hitam peretas


- hoodie anti terkejut


- lidah suci



....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄

__ADS_1


....................................................................................


__ADS_2