
Operasi penyelamatan ini berjalan baik. Untung saja aku lari kesini secepat tenaga tadi.
Raut wajah kebahagiaan terpampang jelas do wajah Nadia dan adiknya.
Yah, tadi itu hampir saja aku terpancing oleh ucapan anak kecil.
Aku harus pergi dari sini sebelum dokter dan perawat kembali. Akan gawat kalau mereka sampai bertemu dokter Sistem yang hanya datang ke dunia ini sebentar.
Aku mengendap endap melarikan diri sebelum Nadia menyadarinya.
Di tengah jalan kembali ke sekolah, kami sempat dicegat oleh sekelompok pria yang terpesona oleh kecantikan dokter Sistem, tapi segera para pria itu berhasil ditidurkan dengan teknik akupuntur dokter.
Agen Nostradamus juga menyuruhku membeli minyak tanah sebelum kembali ke sekolah. Akan dipakai untuk apanya aku sendiri belum tahu.
Saat kembali ke sekolah aku lihat anak anak berbondong bondong keluar.
Aku menghampiri Abang Ketua Osis yang masih berdiri di tempat yang sama dengan sebelum aku pergi tadi.
"Apa yang terjadi selama ku pergi tadi, Ketua?" Tanyaku.
"Masih menyambung kegiatan tadi pagi. Baru aja beberapa menit yang lalu, para guru itu menyerahkan diri ke komite sekolah."
Rupanya demo yang dilakukan para pejuang nilai belum juga usai. Akibatnya pelajaran pun terganggu dan anak anak terpaksa dipulangkan untuk menghindari adanya pengaruh buruk dari aksi ini.
"Apa ada yang bisa aku lakukan untuk menyelesaikan masalah ini ketua?" Tanyaku.
"Sebentar lagi sekolah kita akan berlangsung Ujian Tengah Semester. Apa tidak apa apa kalau ini terus berlanjut?"
Sebagai siswa yang juga berjuang demi mendapatkan nilai bagus aku mendukung aksi Bima dan teman temannya.
Pada akhirnya para guru penerima suap itu muncul di hadapan para pendukung Bima setelah diinterogasi cukup lama di ruang Kepsek.
Mereka menyampaikan permintaan maaf, dan mengakui kekhilafan yang mereka lakukan. Akhirnya kasus ini berakhir damai dengan catatan, apabila pihak guru ketahuan mengubah nilai siswa lagi maka pihak siswa akan menyebarkan kasus ini ke media sosial.
Aku tidak tahu metode dan cara apa yang dimiliki Bima untuk memastikan tidak ada yang melakukan kecurangan.
Aku lupa di sampingku ada ketua Osis. Jadi aku tanyakan saja padanya.
"Ketua, gimana caranya mencegah kecurangan supaya tidak terjadi lagi?" (Yuda)
"gampang." (Ketua)
"Caranya??" (Yuda)
"Udahlah, pulang lu sana! nanya mulu, gua lagi sibuk nih!"
Ketua Osis marah. Aku langsung kabur dari tempat itu.
Hari ini sekolah pulang cepat berkat para pejuang nilai. Bagus deh, sekarang aku bisa nonton acara tv favoritku yang selalu aku lewatkan semenjak masuk SMK.
Aku membuka pagar penutup gang dengan hati berseri seri setelah membantu temanku melewati krisis besar dalam hidupnya.
Oh ya, rumahku ada di dalam gang yang cukup luas. hanya ada satu jalan masuk ke gang ini, yaitu lewat gapura selamat datang yang dijaga satpam.
Ini memang gang tapi keamanannya tidak kalah elit dengan perumahan mewah.
Tiba tiba chat Agen Nostradamus masuk.
[Anda bahagia sekali ya.]
[Syukurlah anda sudah melewati masa masa depresi anda karena bullying.]
[Hah, aku pernah punya depresi?] (Yuda)
[Sebagian besar korban bullying memang tidak menyadari kalau diri mereka sedang depresi. Namun depresi yang mereka alami dapat dilihat dari perubahan emosi dan bahasa tubuh yang tidak terkontrol.]
[Kau ini bicara apa Agen Nostradamus? Tolong jelaskan dengan lebih singkat dan sederhana.] (Yuda)
[Dulu anda sering menangis kan?]
[.....]
Aku terdiam mendengar itu. Benar juga, kalau diingat ingat lagi aku kan anak yang cengeng. Bahkan setelah mendapat sistem pun aku masih saja menangis beberapa kali karena hal sepele.
Tidak. Bukan hanya beberapa kali. Tapi aku selalu meneteskan air mata setiap kali merasakan sakit. Itu benar benar memalukan.
[Jangan terlalu serius memikirkannya Kontraktor. Ingatan masa lalu bisa menjerat emosi anda untuk kembali merasakannya.]
[Yang terpenting sekarang anda tidak cengeng lagi.]
[Iya.] (Yuda)
BRAKK!!
Aku kaget mendengar suara keras dari arah sampingku.
Seorang wanita bersimbah darah berjalan keluar dari rumah pinggir jalan.
Awalnya aku kira dia terjatuh, tapi segera seorang pria yang kemungkinan adalah suaminya menarik tangan wanita itu.
Wanita itu menangis. Aku yang berhadapan di notice oleh mereka.
"Ah dik... ini gak seperti yang kamu lihat kok. Istri bapak barusan kebentur pintu."
"ayo masuk bu...!!"
__ADS_1
Siapa yang akan percaya kalau wanita itu terbentur pintu. Jelas sekali wanita itu dipukuli, terlihat dari raut wajahnya yang ketakutan barusan.
[Agen, haruskah aku menolong wanita itu?] (Yuda)
[...tidak usah. Itu bukan urusan anda.]
[Tapi itu kan KDRT.] (Yuda)
[Jangan asal ikut campur urusan orang lain jika anda tidak tahu duduk permasalahannya. Pria itu memang melakukan KDRT, tapi pasti ada alasan di baliknya.]
[Jika anda dengan kemampuan anda yang sekarang ikut campur urusan orang tidak dikenal, anda mungkin akan celaka.]
[Aku sedikit kecewa tidak bisa menolong wanita itu.] (Yuda)
[Kuharap KDRT bisa dibasmi dari negeri ini. Bahkan ibuku dulu pun juga korban KDRT.]
Aku sampai di rumah. sesuai dugaanku, ibu belum berangkat kerja.
Aku berikan uang yang aku dapat dari Daily Quest hari ini kepada ibu.
Tenang saja, ibuku tidak akan bertanya uang itu dapat darimana, karena aku sudah memberikan alasan yang cukup logis.
Hari ini aku akan menambahkan semua poin peningkatan yang aku miliki ke statistik kecerdasan.
Poin Peningkatan yang aku punya satu ini +29. Ditambah reward dari Hidden Quest 'membubarkan grup belajar Bima' dan Daily Quest Hidup dan Mati ibunya Nadia. Total aku punya Poin Peningkatan sebanyak +56.
Quest Hidup dan Mati tidak pernah pelit memberikan Poin Peningkatan. Langsung saja aku masukkan semua Poinnya ke statistik kecerdasan.
Awalnya aku tergiur untuk menambahkan poin ke ketampanan. Tapi menjelang UTS ini lebih baik ditambahkan ke kecerdasan bukan.
Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
(Sudah mencapai level maksimal) (Kini anda bisa bicara bahasa inggris dengan fasih sebagai mana anda bicara bahasa indonesia fasih)
(Sudah mencapai level maksimal) (Kini anda bisa dengan cepat mempelajari dan meniru semua gerakan olahraga yang ada, terkecuali ilmu bela diri tertentu.)
(Sudah mencapai level maksimal) (Kini anda bisa dengan lancar bicara beberapa bahasa daerah dengan fasih)
Pemberitahuan dari Sistem muncul.
Pandanganku menjadi kabur. Aku benar benar merasa seperti sedang berputar. Tapi ini bukanlah putaran yang sedikit, ini seperti kita masuk ke dalam blender di setelan maksimal.
-5 menit kemudian-
"Yuda, ibu bawakan masakan lobster pertama ibu."
"YUDDA!!"
"ueek... bukan apa apa kok bu. Yuda muntah karena pusing abis nonton acara hipnotis di tv." (Bohong. Aslinya muntah karena kepalanya berputar hebat.)
[Anda baik baik saja, Kontraktor?] (Agen Nostradamus)
[Harusnya kau bilang kalau ada efek samping memasukkan terlalu banyak poin sekaligus!!] Ucapku dengan geram ke Agen Nostradamus.
[Itu bukan salah saya. Perihal hal itu sudah ditulis di surat kontrak yang anda tanda tangani. Kalau tidak percaya lihat saja sisi belakang surat itu.]
Aku memang tidak membaca keseluruhan tentang Sistem di surat itu.
[Inilah salah satu hal buruk yang dianggap sepele oleh rakyat negeri ini. Apa ya sebutannya? oh ya, darurat membaca kan.]
"Terkadang kau ini menyebalkan Agen Nostradamus!"
Ada chat di grup kelas. Katanya sebentar lagi akan diadakan acara camping selama satu minggu yang diikuti oleh seluruh anak anak kelas 1.
Aneh. Bukankah sebentar lagi kami akan UTS. Kenapa sekolah malah mengadakan acara camping. Jangan bilang kami disuruh menjalani UTS di tengah hutan.
Aku ternganga saat membaca keseluruhan chat dari grup Osis.
[Menyambung tradisi SMK Negeri 7 Harapan yang di tahun tahun sebelumnya. Adik adik kelas 1 akan menjalani UTS dam UAS semester genap di tempat camping.]
[Ini bukan acara, melainkan tradisi yang wajib diikuti seluruh siswa. Perjalanan ini tidak dipungut biaya, kalau ada yang pungli bisa dilaporkan kepada Osis.]
[Segera buat list nama dan kelas anda. Deadline 2 hari dari sekarang, setelah list nama terkumpul akan diadakan pertemuan dengan orang tua murid.]
[Ditunggu list namanya ya, teman teman.😉]
Satu satunya komentarku untuk tradisi itu adalah "Tidak masuk akal..."
...
Chapter Selanjutnya
Maaf kalau di chapter ini gak ada hal hal menarik yang terjadi. Chapter ini adalah jembatan menuju arc berikutnya.
__ADS_1
Di arc berikutnya Sistem akan kembali disorot. Author juga bakal menambahkan bumbu bumbu mistis di arc selanjutnya. Seperti kejadian mistis yang dialami Yuda pas di warung pinggir jalan tol itu.
Jadi pantengin terus yak😁
....................................................................................
Etika (45) (Cukup)
Moral (91) (Mulia)
Ketampanan (-49) (Jelek)
• Berat Badan (93 kg)
• Kharisma ( 2 )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
(Sudah mencapai level maksimal) (Kini anda bisa bicara bahasa inggris dengan fasih sebagai mana anda bicara bahasa indonesia fasih)
(Sudah mencapai level maksimal) (Kini anda bisa dengan cepat mempelajari dan meniru semua gerakan olahraga yang ada, terkecuali ilmu bela diri tertentu.)
(Sudah mencapai level maksimal) (Kini anda bisa dengan lancar bicara beberapa bahasa daerah dengan fasih)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido)
teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)
teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• silahkan isi sendiri
• daftar pusaka sistem yang dimiliki:
- sepatu mistis
- selimut sutra
- emas hitam peretas
- hoodie anti terkejut
- lidah suci
....................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
....................................................................................