
-pov panitia penyelenggara festival dan lomba-
pulang sekolah tiba, pendaftaran festival hari ini sudah ditutup. bu guru panitia penyelenggara kegiatan sekolah mengumpulkan daftar murid yang ikut lomba.
ada satu nama yang menarik perhatian bu guru. nama murid itu adalah yudistira. anak yang terkenal di kelas 1 belakangan ini.
sementara itu, aku di jam pulang sekolah seperti ini biasa menjadi kacungnya martha. setiap pulang sekolah dia menyuruhku membawakan barang barangnya ke mobil. sementara andi jarang menggangguku saat pulang sekolah.
selesai mengantarkan barang bawaan martha aku bergegas pulang. rasanya lelah sekali setelah tujuh setengah jam dibully fisik dan verbal. andi dan martha membully fisik, sementara anak anak lainnya membully verbal dengan cara mengataiku kuda nil, gendut, jelek, bau.
meskipun belakangan ini fashionku sedikit berubah karena uang dari sistem, bukan berarti mereka akan berhenti mengata ngataiku. dibandingkan andi dan martha, bullying verbal yang dilakukan anak anak lain lebih sulit untuk diatasi.
aku coba lupakan rasa sakit hatiku, sebab baru saja seseorang memberiku amanah. seorang anggota osis menghampiriku, dan memberiku amanah untuk mengumpulkan anak anak yang tertarik mengikuti ekstrakurikuler panahan.
dengan kata lain, aku disuruh membuat klub olahraga baru yaitu klub pemanah. rupanya hingga sekolah berakhir hanya aku seorang yang mendaftarkan diri di lomba memanah. aku menjadi murid pertama yang menunjukkan ketertarikanku terhadap olahraga panahan yang sedang viral belakangan ini.
mencari 5 anggota dalam waktu 5 hari. itu seperti mencari jarum di tumpukan jerami. aku tidak punya relasi apa pun dengan sesama murid. relasi yang aku punya di sekolah ini hanyalah dengan beberapa guru, ibu kantin, tukang bersih bersih, dan frederica hollan.
"kira kira frederica mau tidak ya, bergabung ke klub panah buatanku?" gumamku.
aku juga diberi surat pengajuan pendirian klub oleh anggota osis itu. katanya aku bisa mendirikan klub resmi kapan saja setelah mengumpulkan 5 anggota.
aku coba untuk tidak memikirkan soal ini dulu. tapi... setelah sampai di rumah aku berbaring dan tidak bisa berhenti memikirkan hal ini.
"haruskah aku pergi ke rumah frederica sekarang? atau aku temui dia besok saja di sekolah?"
aku kebingunan. biasanya di saat seperti ini ada agen nostradamus yang memberiku jalan keluarnya. tapi saat ini aku tidak bisa mengechat nya. karena sistem memberiku penalti sebab telah menggunakan tiket emas dan memanggil 2 agen di waktu yang bersamaan ke dunia ini.
jadi aku tidak akan bisa meminta bantuan agen nostradamus hingga 2 hari ke depan.
.....
aku tiduran sambil melamun menatap dinding. sembari memikirkan tentang sistem kebaikan. reward dan peningkatan statistik yang diberikan sistem adalah keberuntungan paling luar biasa dalam hidupku. quest quest kebaikannya juga sangat mudah untuk diselesaikan. bahkan sekarang aku mulai bosan berbuat baik. sebab kebaikan kecil saja yang kulakukan akan dihadiahkan dengan reward yang sangat bagus berupa poin moral dan poin peningkatan random.
aku bersyukur dengan apa yang aku miliki saat ini. namun jauh di lubuk hatiku aku mengharapkan sesuatu yang lebih menantang. sudah sifat alami manusia ingin mencoba hal baru. mungkin perasaan ini muncul karena hasratku yang sangat ingin menghajar andi dan membuat martha menangis.
akan aku tunggu saat dimana aku bisa menghajar kedua anak itu. untuk sekarang aku akan fokus merekrut calon anggota klub panah dulu.
...
malam harinya, di belakang sebuah warung pinggir jalan. andi dan sobat sobatnya sedang nongkrong sambil mabar.
"lu udah tau belum ndi?"
"tau apaan?"
"katanya si kuda nil disuruh bikin klub panah."
"yang bener lo? masa tu bocah disuruh bikin klub manah?"
"ih beneran! gua denger dari anggota osis yang lagi nge rumpi, kalo si kuda nil disuruh bikin klub panah dan syaratnya harus merekrut 5 anggota awal. kayanya kalo tu anak berhasil rekrut 5 anggota, die bakal dijadiin ketua klub panahan deh."
brak!
andi memukul kursi panjang tempat mereka duduk hingga patah menjadi 2.
"kayanya tu anak lama lama makin ngerunjak aja. kayanya gue harus bertindak lebih kejam mulai sekarang."
"bener tu ndi! si kuda nil udah bikin malu angkatan silat kita. terus die sok sokan mau jadi orang berkuasa pulak."
andi mengayunkan kakinya ke wajah temannya itu. itu hanyalah tendangan biasa, tapi titik yang menjadi target tendangan itu adalah dagu, yang membuat tendangan biasa menjadi cukup berbahaya.
anak yang ditendang andi pun roboh dan segera digotong teman temannya pulang ke rumah. andi adalah anak yang tidak pandang bulu saat emosi. dia bahkan melukai sobatnya sendiri karena kesal pada yudistira.
andi yang merasa kalau yudistira sengaja ingin menaikkan pamor nya di sekolah merasa geram akan hal itu.kehidupan sekolah yuda tidak akan baik baik saja, selama andi merasa terganggu dengan proses pendirian klub memanahnya.
...
keesokan harinya di sekolah. aku berencana mengajak frederica bergabung ke klub panah ku.
mencari frederica itu sangat gampang. dia selalu berada di ruang uks saat jam pelajaran pertama. berkat kebiasaannya itu jumlah anak yang sakit semakin bertambah dan anak anak berbondong bondong ingin beristirahat di uks yang cukup panas milik sekolahku ini.
"what's coming this early? You didn't fight and get hurt right?" tanya frederica.
terkadang aku bingung dia bilang apa, karena bahasa inggris nya itu terlalu fasih. sedangkan aku hanya belajar bahasa inggris ba, bi, bu di sekolah dan dari kamus demi bisa mengartikan dialog dalam film bajakan yang aku tonton di dvd.
aku tidak bisa komplain soal cara bicaranya yang terkadang english terkadang indo. sebab gadis ini sudah berjasa banyak padaku, bahkan memberiku sebuah gelang emas yang amat mahal harganya.
langsung saja aku bertanya padanya.
"aku mau menanyakan sesuatu frederica."
"what's that?"
__ADS_1
"maukah kamu bergabung dengan klub pemanahku?"
"archer club?"
"iya, archer club. aku perlu 5 orang anggota agar bisa membentuk klub pemanah dan ikut serta dalam lomba memanah di festival nanti." jelasku.
"ehem.." frederica nge-ehem.
"gimana teknis pertandingan panah itu nanti? apakah akan jadi pertandingan antar sekolah seperti klub silat dan yang lainnya?"
"untuk saat ini pertandingan memanah ini hanya antar angkatan. angkatan kita akan melawan para kakak kelas yang juga membentuk klub panah mereka sendiri. pemanah terbaik dari angkatan yang menang akan diangkat menjadi ketua klub panah permanen hingga lulus." setidaknya begitulah yang aku dengar dari anggota osis itu. untung saja aku mendengarkan dengan baik kemarin.
"oh begitu, aku mengerti sekarang. tapi aku tidak bisa memanah. memegang busur saja aku tidak pernah." kata frederica.
"tidak apa apa. aku bisa mengajarimu. dulu aku sering ikut ayahku berburu anjing liar di hutan. karena sering melihat ayah memanah aku jadi tertarik dan berlatih panahan. sekarang skill memanah ku sudah cukup hebat dan tidak kalah dari para atlet muda." (bohong)
"kalau begitu tolong ajari aku! aku ingin bergabung dengan klub pemanah!"
kebohonganku berhasil meyakinkan frederica. saat ini kata kataku itu memang masih kebohongan, tapi siapa tahu nanti aku benar benar bisa seperti itu. pasti bisa sih nanti, hehee..
"baiklah, anggota pertama frederica hollan." aku tulis nama frederica, lalu dering sistem terdengar.
biasanya tidak ada pemberitahuan seperti ini. aku abaikan saja. sekarang tinggal mencari 4 orang lagi. aku bertanya pada frederica apakah dia punya kenalan yang bisa diajak bergabung.
"aku punya teman dekat di kelas. tapi apa kamu mau satu klub dengannya?"
"memangnya siapa dia?"
"lena sapnaz. adiknya lauroe sapnaz yang waktu itu bertanding denganmu."
"tidak usah deh. daripada nanti aku berurusan dengan lauroe lagi."
aku berpikir sejenak. lalu aku ada ide untuk membuat sebuah video promosi untuk dibagikan di grup kelas. video yang berfungsi untuk menarik perhatian siswa siswi agar mau bergabung dengan klub pemanah yang akan dibentuk sebentar lagi. dengan aku sebagai model pemanahnya, akan aku tunjukkan kemampuan memanahku kepada anak anak. dengan bakat mata elang, anak panahku tidak mungkin meleset. tapi sebelum itu aku harus berlatih postur memanah dulu dan mengurus persediaan busur yang masih terbatas.
"kalau begitu aku pergi dulu ya. masih ada 4 orang lagi yang harus aku cari. nanti kalau ada apa apa aku akan menghubungimu."
"menghubungi pakai apa? kamu belum menyimpan nomorku kan. ini kartu namaku."
kayanya si frederica ini bercita cita menjadi seorang dokter. dia membuat sebuah kartu nama berhias gambar alat kedokteran sebagai background nya.
"nanti chat aku ya."
"iya..."
masih diselimuti perasaan senang diberi nomor hp. tiba tiba bahaya mendekat dari arah belakang ku. aku mendengar suara skateboard di belakangku. saat aku berbalik badan, aku didorong cukup kuat hingga terjatuh ke tanah.
pelakunya adalah andi yang sedang naik skateboard. aku tidak heran sebab hari ini dia belum menggangguku sama sekali.
"calon ketua klub kita yang baru nih!" ucap andi.
aku menyesal lewat jalan ujung yang sepi ini, harusnya tadi aku ambil jalan melewati kantin saja. lebih baik berdesakan daripada bertemu si gila klub silat ini.
"gua denger lo lagi ngumpulin anggota buat bikin klub pemanah angkatan 1?" tanya andi.
"iya benar."
andi tertawa kencang setelah mendengar jawabanku. dia jelas sedang meremehkanku.
"lu kesambet apa sih? lu tiba tiba berubah jadi orang lain beberapa minggu terakhir. lu dapat khodam atau apa sih? kenapa lu tiba tiba jadi jago kaya gini?"
aku tidak mau menjawab pertanyaan itu.
"selama ini gua emang sengaja kalah sama lo. gua gak tertarik berantem sama anak nakal kaya lo. tapi karena sekarang gua dah capek digangguin terus, akhirnya gua milih buat ngelawan lu dan semua anak pembully lainnya." (bohong) (cuma asal bicara agar andi tidak penasaran)
tanpa aku sadari andi dan teman temannya sudah menyiapkan seembel cat hitam untuk mengguyurku. aku pun disiram dengan cat hitam dari lantai 2 gedung sekolah.
tidak mungkin aku tidak marah diperlakukan begini. aku sangat ingin menghajar anak sialan ini.
"lu sengaja ngalah sama gue?"
"oke, kalau gitu. habis festival nanti, gua bakal hajar lo di depan seluruh sekolah nanti. sekalian juga di depan mak lo yang cengeng itu."
"jangan bawa bawa ibuku!!"
andi berusaha menendang kepalaku, namun kali ini aku berhasil menangkap kakinya.
"tendangan lu itu sakit tau! jangan main nendang kepala orang, karena bisa berakibat cedera otak parah!"
"bacot lu kuda nil! mau berantem lu!?"
aku dorong andi hingga dia terjatuh. aku tidak peduli lagi dengan sistem. akan aku hajar bocah kurang ajar ini disini. dia mengotori seragamku yang baru saja aku beri dan mengata ngatai ibu.
"ayo maju lo kuda nil!" tantang andi.
aku menambahkan semua poin peningkatan random yang aku kumpulkan selama beberapa hari ini ke statistik kekuatan hingga mencapai level maks.
__ADS_1
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
sisa 13 poin itu aku tambahkan ke statistik kecerdasan.
Kecerdasan (22) (Kurang)
Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:
Etika (34) (Kurang)
Moral (60) (Bagus)
Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (22) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Elang
• silahkan isi sendiri
....................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄
__ADS_1
....................................................................................