
"Kemari mantan ketua kelas!"
"Kumpulkan semua murid kelas kita di aula kreasi besok pagi jam 6. Aku mau memberikan pengarahan dulu sebelum bikin videonya."
"Baik ketua..." Ucapnya lesu.
Aku punya banyak urusan hari ini. Selain harus membuat naskah video aku juga harus menonton penderitaan Martha. Sayang skill observer tidak bisa melihat mimpinya, kalau bisa maka aku akan mengetahui ketakutan terbesarnya.
Siapa sangka efek debu halusinasi akan sekuat itu. Dulu Lauroe hanya tertidur tapi sementara Martha sampai kejang kejang.
[Anda tidak kasihan padanya?] Nostradamus mempertanyakan moralitasku.
"Ada sedikit rasa kasihan, tapi hanya itu satu satunya cara untuk menghukumnya. Mengingat betapa sulitnya mengusik dia karena kedudukan ayahnya sebagai menteri pendidikan."
Aku menutup kamera skill observer.
"Daripada menonton seseorang yang sedang diazab, lebih baik kita memeriksa pekerjaan para Homunculus."
Skill Observer aku nyalakan lagi untuk mengecek pekerjaan mereka.
Setelah Main Quest Ke 4 aku membeli lebih banyak Vert Homunculus. Aku menjadikan mereka pekerja bangunan untuk memperbaiki rumahku yang roboh, dan mengubah wujud mereka termasuk Jaune Homunculus menjadi serupa kuli jawa.
Gaji yang mereka terima dari ibu masuk ke kantongku. Aku tidak berniat mencuri uang dengan cara seperti itu. Jadi aku kembalikan uangnya diam diam ke rekening ibu.
Begitu sampai aku cukup kagum dengan hasil pekerjaan para Homunculus ini.
Rumah lamaku sudah berdiri kembali dengan pondasi yang lebih kokoh hanya belum dicat.
Aku mengacungkan jariku pada Jaune Homunculus si kepala mandor dan berterima kasih kepada semua warga yang sudah membantu.
"Kamu dapat rezeki nomplok ya Yud?" Tanya tetangga sebelah kiri.
"Eh iya kak."
"Berapa jumlahnya? 100 miliyar? kayanya lebih dari itu deh."
Rumor tentang kami yang jadi milyader telah tersebar ke seluruh desa. Awalnya aku kira ibu yang menceritakannya tapi ternyata tukang gosip yang kebetulan lewat depan rumah lah yang menyebarkannya.
Warga di kawasan rumah Pandu kurang ramah, tapi giliran menguping dan bergosip nomor satu.
Aku menelepon ibu mengabari rumahnya sudah selesai.
Ibu mengangkat teleponku katanya ibu sedang membeli sebuah rumah mewah untuk tempat kami tinggal.
Tapi kalau begitu siapa yang akan menempati rumah baru kami.
"Terus rumah lama kita dibiarin kosong?" Tanyaku.
"Yan enggaklah, Ibu mau rumah lama kita jadi kenang kenangan."
"Oh oke lah bu."
"Kamu tunggu kejutan dari Ibu ya. Mulai besok kita akan tinggal di rumah baru yang mewah."
"Kalau bisa yang ada kolam tenangnya ya bu."
"Oke."
[Tuut~]
"Kau dengar itu Nostradamus, besok aku akan pindah ke rumah baru yang lebih bagus dari rumah Pandu! memikirkannya saja membuat jantungku berdetak makin kencang!"
Tanpa aku sadari kata kataku barusan menyinggung perasaan seseorang.
"Emangnya sebagus apa rumah baru lo sampe sampe rumah gue yang punya stage keren kalah bagus?" Ucap Pandu dengan nada rendah yang bukan kebiasaannya.
"Lumayan bagus, kau tidak perlu berkecil hati begitu, aku tadi cuma asal bicara dan tidak bermaksud membanding bandingkan."
"Di rumah baruku nanti ada banyak ruang kosong. Kau bisa memakai salah satunya untuk bereksperimen membuat obat obatan." Harusnya ini bisa menghibur Pandu.
"Gue mau! tapi gak bayar kan?" (Pandu)
"Aku tidak akan perhitungan dengan teman." (Yuda)
Pandu tampak senang. Sejak dulu aku penasaran dengan potensinya.
Dia bisa meracik obat yang sangat manjur, bahkan hingga saat ini obat buatannya selalu laku terutama obat tidur nyenyak yang dia jual murah, tapi terbatas untuk murid jurusannya saja.
"Ngomong ngomong lu udah dapet tema buat video kreatif?" (Pandu)
"Sudah, besok kelasku akan syuting. Kelasmu bagaimana?" (Yuda)
"Kami belum menemukan tema yang cocok." Pandu tampak lesu.
"Kalau aku boleh memberi saran, bagaimana kalau kita melakukan collab pas pembuatan video nanti."
"Memangnya boleh collab?"
"Tentu saja boleh. Tidak ada yang melarang kita untuk collab kan."
"Benar juga sih. Jadi apa tema video collab kita?"
Aku mengatakan rencanaku dengan sejujurnya pada Pandu. Bahwa aku ingin membuat video kompilasi aksi perundungan yang terjadi di sekolah SMK Negeri 7 Harapan, dengan anak anak yang akan mengambil shoot secara diam diam.
"Kau yakin? kalau begitu aib sekolah kita akan terbongkar ke publik." (Pandu)
__ADS_1
"Justru bagus kalau publik tahu betapa sampahnya sistem kasta prestasi yang diterapkan di sekolah kita. Aku melakukan ini untuk membasmi para perundung sekaligus menyerang orang yang membuat sistem ini."
Frederica memberitahuku saat berbincang di rumah Pandu, kalau sistem kasta prestasi ini sudah dijalankan sejak angkatan tahun 1985.
Sistem itu tetap terjaga karena adanya dukungan dari orang nomor satu di kementerian pendidikan. Siapa lagi kalau bukan ayahnya Martha.
(Note : Ayahnya Martha hanya akan dipanggil menteri pendidikan dan tidak akan diberitahukan nama asli beliau
...
Keesokan harinya, jam 05.30 aku jadi yang paling pertama datang ke aula.
Tidak lama datang yang lainnya berbondong bondong. Raut wajah mereka tampak pucat saat melihatku. Pasti kejadian semalam membuat mereka tidak nyenyak tidur.
"Baik kawan kawan terima kasih sudah berkenan hadir sepagi ini. Sebelum memulai syuting, ayo kita pemanasan dulu." Ajakku.
"Mampus lu kuda nil! bapak gue yang pensiunan TNI udah dateng kesini!"
Salah seorang berandal yang aku tampar kemarin membawa bapaknya ke sekolah.
Bapak ini sangat kurus, kelihatan tidak mungkin beliau mantan TNI.
"Kamu yang nampar anak saya?" Tanya si Bapak.
"Bener pak. Tapi saya cuma membalas kelakuan anak bapak. Dulu dia sering mencekik saya menggunakan taplak meja guru." Ucapku sembari menghipnotis si Bapak.
"Ctak!"
Hipnotis atau sugesti kuat berhasil aku terapkan pada si Bapak. Maafkan saya Pak.
Si Bapak mendaratkan tinjunya ke anaknya sendiri sebagai akibat hipnotisku.
Dibandingkan dengan bakat bakat yang lain, potensi bakat Magician adalah yang paling besar menjadi bakat serba guna. Karena Reality Manipulation kelas Magician membuatku menjadi penyihir sepenuhnya. Dengan trik sulap apa saja termasuk sugesti alias hipnotis.
Trik lain memiliki batasan tapi hipnotis tidak. Mau sejauh apapun orang yang terhipnotis pergi tetap dia akan berada di bawah sugestiku
"Seberapa besar niat gak mau belajar kamu, sampai sampai ke sekolah cuma untuk mencekik teman!!"
"Waaa... kenapa bapak malah memihak dia..!!?"
Aku tertawa kecil melihat berandal itu dipukuli ayahnya.
Anak anak lain melirik si berandalan yang dipukuli ayahnya.
"Nah!" Ucapku untuk mengejutkan mereka yang sedang tegang.
"Kita akan membuat video kompilasi aksi aksi perundungan yang terjadi di sekolah kita."
"Maksudnya ketua...??"
"Maksudku mulai saat ini kalian menjadi pemburu perundung. Sembunyikan kamera kalian dan rekamlah bullying yang mereka lakukan secara diam diam. Seperti Candid Camera."
"Gua gak mau. Lu gak usah sok pengen memberantas bullying di sekolah kita. Lagian sekolah juga memberi izin buat itu dan ada tata krama yang bisa mengontrol perilaku bullying agar tidak terlewat batas." Kata si paling pro dengan sekolah.
Kata kata itu sontak membuatku naik pitam dan mencekiknya.
Yang dia katakan itu memang benar. Dibully habis habisan adalah risiko bersekolah disini, tapi cara bicaranya yang seolah membenarkan bullying membuatku telingaku panas.
"Apa kau mau bilang bullying itu tidak apa apa jika ada hukum yang mengatur batasannya?" Tanyaku.
"Aku... ak..ku..."
Kulepaskan cengkeramanku dari lehernya.
Jika aku berhasil menyelesaikan Hidden Quest yang diberikan oleh Sistem maka ada kemungkinan sekolah SMK Negeri 7 Harapan akan ditutup.
Masa bodoh sekolah ini ditutup. Mungkin yang rugi kalau sekolah ditutup nanti adalah kakak kelas 3.
Kembali ke Quest.
"Kalau ada yang menyakiti kalian karena merekam laporkan padaku. Akan kuberi paham orang itu."
"Paham!!" Aku harus memastikan mereka mengerti sepenuhnya.
"Paham..."
Mereka menjawab dengan lesu. Lalu sebelum memulai perburuan perundung aku mensugesti mereka semua.
< Ultimate Hypnotic digunakan >
< Anda berhasil menghipnotis ke 38 teman sekelas anda >
< Target memasuki kondisi 'Empty' [ Target (38) ] >
< Silahkan berikan perintah kepada target >
"Dekatilah kenalan kalian yang suka merundung lalu rekamlah perbuatan mereka diam diam dengan kamera ponsel. Jika kalian ketahuan lindungi hp kalian."
"Ctak!"
Anak anak langsung bubar. Lauroe si anak baru juga aku hipnotis.
Periode waktu perburuan aku bagi jadi 2. Periode waktu yang pertama atau shif pertama mulai dari dibukanya gerbang sekolah hingga akhir jam pelajaran ke 4.
Lalu kelasnya Pandu akan menggantikan kami mulai jam pelajaran ke 5 hingga pulang sekolah.
__ADS_1
Kalau dihitung aku punya waktu maksimal 4 hari untuk mengumpulkan bukti bukti kekejaman para iblis yang bersekolah disini.
Dalam 4 hari ini ku harus mengumpulkan bukti sebanyak banyaknya.
Aku terus mengawasi grup chat sembari mengamati keadaan sekolah dengan skill Observer.
Lalu aku menemukan Yanto si pembuat masalah sedang bertengkar dengan siswa jurusan Multimedia.
Meski malas berurusan dengan anak yang jorok sepertinya aku mau tidak mau harus melibatkan diri. Segera aku melelai mereka yang ingin beradu jotos
"kenapa kalian bertengkar?!" Tanyaku sembari mengamati wajah mereka, siapa tahu ada bekas tinju.
"Si jorok ini ngeludahin laptop gue...!!! jangan ikut campur lo! emangnya lo siapa?!"
"Aku-"
"Yudistira dari jurusan Seni A 1, ketua divisi White Tiger. Kalau udah tau lo mau apa?" Pandu tiba tiba muncul dan merangkulku dari belakang.
"Eh.. gitu ya.."
"Enggak jadi deh Yud. Maaf ya."
Siswa Multimedia itu langsung pergi, sedangkan Yanto menatapku dengan tajam. Mungkin dia marah aku mengganggu kesenangannya.
Pandu balas menatap tajam Yanto, mata mereka berdua pun bertemu dan sebentar lagi akan terjadi perkelahian.
Tiba tiba skill Observer ku menangkap gambar sesuatu yang janggal.
Di koridor sekolah tampak 2 siswa laki laki broadcasting sedang membully seorang siswi farmasi.
Tidak ingin kejadian siswi itu kenapa kenapa, aku pun menyuruh teman sekelasku yang berada di dekat koridor sekolah untuk menolongnya.
Tapi disinilah pemandangan janggal itu dimulai.
Bos Awan si ketua berandalan SMA Jeruk Parut menolong siswi itu. Dia membuat kedua bocah broadcasting meminta ampun hanya dengan sekali jotos.
...
< Chapter Selanjutnya [ Rumah Sultan Buatan Sistem] >
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< 1. Moral (46/40) >
< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
< 3. Kekuatan (200/200) >
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
< 4. Kecerdasan (110/300) >
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
< 5. Bakat : >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( sepatu mistis ) ( selimut sutra ) ( emas hitam peretas ) ( hoodie anti terkejut ) ( lidah suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Fairy Poet ) ( Nebula Eye ) ( Delivery Tower ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' )
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )
.......................................................................................
__ADS_1
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................