Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 36 | Peringatan! Musuh Terlalu Kuat


__ADS_3

"Tiba tiba jadi dingin... ada apa sebenarnya?" (Lauroe)


"Kau bicara bahasa baku lagi, siapa kau?" (Yuda)


"Gua ini asli g*bl*k!" (Lauroe)


"Selain hawa panas apa lagi yang bisa dilakukan siluman harimau putih itu?" Gumamku.


Harimau putih itu menyemburkan api gaib dari mulutnya.


Api itu tidak terlihat oleh mata manusia biasa tapi efek yang dihasilkannya nyata. Pohon yang ada di seberang sungai terbakar terkena nafas apinya.


Pak tetua desa memerintahkan kera putihnya untuk memadamkan api yang membakar pohon seberang sungai.


"Hentikan kelakuan anda ini Mbah Ghoib!"


"Tidak hanya menculik anak anak yang sedang camping, anda juga memasang formasi santet di kawasan ini. Sebenarnya anda ingin berlindung dari siapa?" Tanya tetua desa.


"Anda jangan sok tidak tahu! Kawasan ini sudah sedari dulu menjadi jalur melintasnya ilmu ilmu ghoib yang dikirim untuk mencelakai orang." (Dukun)


"Jadi saya membentengi diri saya sendiri dengan membentuk formasi yang bisa memanggil penunggu hutan!" (Dukun)


"Anda jangan bersilat lidah! Sudah lama tidak ada kejadian warga yang terkena santet lagi di kawasan ini."


"Kekhawatiran anda itu tidak berdasar! Sebaiknya anda hentikan perilaku anda ini atau saya akan memimpin warga mengusir anda dari perkampungan ini!" Ancam tetua desa.


Aku khawatir Main Quest Ketiga ini akan berbuntut panjang, lebih panjang dari Main Quest Kedua yang melibatkan hukum.


Karena para dukun ini bisa saja balas dendam padaku dengan mengirimkan santet padaku.


Kalau begitu bagaimanapun caranya aku harus membuat orang orang ini tidak berani mengusikku.


Aku memikirkan sebuah trik baru yang bisa melenyapkan siluman harimau putih itu dengan sekali tusuk.


Tapi sebelum itu aku harus membagikan efek pusaka Awan Hitam kepada Lauroe dan tetua desa.


"Bagus, sepertinya mereka tidak melihat Awan Hitam mengelilingi mereka."


Si dukun menunjuk ke arah kami, diikuti si harimau putih yang menghembuskan nafas apinya.


"Pergi ke belakang bapak anak anak! Sebentar lagi ini akan selesai!" (Tetua Desa)


"Ada apa ini sebenarnya!! Teriak Lauroe dengan histeris.


Anak ini bisa histeris juga rupanya.


"Dukun itu punya siluman yang bisa menyemburkan api, dan tetua desa punya siluman yang bisa mengendalikan air." Aku berusaha menjelaskan sesingkat mungkin apa yang sedang bertarung saat ini.


Trik baruku sudah siap. Tapi aku butuh media untuk mempraktekkannya.


Aku melihat genangan air sungai di tepian. Genangan air itu adalah media yang bagus.


Trik sulap baruku ini kuberi nama 'Keris Bayangan'.


Ini adalah trik untuk menggandakan taring reog saat aku lempar dan mengenai musuh.


Singkatnya aku akan mengubah genangan air itu menjadi cermin dan saat taring reog kulemparkan, bayangan yang terpantul di cermin akan mengikuti taring reog asli menusuk lawan.


Dan jadilah hujaman taring reog yang mustahil untuk dihindari.


Mataku bertemu dengan mata si dukun saat akan melempar taring reog.


Dukun itu menyadari tindakanku dan mengarahkan mulut harimau ke padaku.


Nafas api dikeluarkan, sontak pak tetua desa memerintahkan kera putihnya untuk membuat pilar air dengan memanfaatkan air sungai yang melimpah di belakang kami.


Nafas api itu pun berhasil ditangkis.


Pilar air buatan kera putih sangat kuat dan keren. Tapi sepertinya ada yang kurang.


Aku bertanya pada pak tetua desa.. "Kera putih bapak tidak bisa menyerang?"


"Kamu bisa melihatnya! iya kera putih bapak enggak bisa menyerang, tapi kamu jangan takut, bapak punya cara untuk menyelesaikan ini." Jawab tetua desa.


Lauroe tidak bisa membantu karena tidak bisa menyerang hantu.


"Kalau begitu saya percaya pada bapak." Ucapku untuk mengalihkan perhatian.


"Keluarkan ajianmu yang dapat membunuh dedemit itu nak?" Tantang si dukun.


"Tentu saja akan saya keluarkan. Saya juga sudah bosan berurusan dengan makhluk halus penunggu hutan ini."


Semua orang yang ada disini menyaksikan sendiri bagaimana genangan air dalam jumlah besar diangkat oleh sesuatu yang tidak terlihat.


[Tring!] -Dering pesan dari Sistem-




[Bip!] Dering Sistem jika ada sesuatu yang salah atau tidak sesuai dengan rencana.



"Tidak masalah, yang penting bisa mengenai harimau itu." Ucapku pada Sistem.


Aku pun melempar keris taring reog hijau di garis lurus mengarah ke wajah harimau putih.


Saat memasuki area pantulan air, tering reog ku menjadi ribuan.


Tidak heran jumlahnya sebanyak itu, karena genangan air yang dipisahkan batu batu sangatlah banyak.


Ribuan Taring Reog mencabik siluman harimau putih hingga tidak tak bersisa.

__ADS_1


Lalu ku ambil kembali Taring Reog dengan trik keris menghilang yang paling mudah dilakukan.


Reaksi si dukun setelah aku membunuh silumannya di luar dugaan. Dia malah bertepuk tangan seolah puas dengan aksi yang aku tunjukkan.


"Nak, kamu punya ajian yang belum pernah bapak lihat sebelum sebelumnya."


"Kayanya Bapak harus ngeluarin semua ilmu hitam bapak buat ngalahin kamu seorang."


3 ekor siluman besar muncul di atas kami. Satu berbentuk burung elang, satu Kolor Ijo, dan satu lagi hantu banyu.


"Aku butuh bantuan Sistem. Aku tidak bisa membuat trik baru yang bisa memusnahkan mereka semua dalam sekejap."


Bantuan dari Sistem datang. Aku diberi pusaka Sistem untuk bertarung yang kedua, namun itu bukan diperuntukkan padaku, melainkan untuk Lauroe supaya dia tidak jadi beban lagi.




Sistem hanya membantu jika Quest yang aku jalani terlampau sulit.


Di Main Quest Pertama aku berjuang menyelesaikan custom quest untuk mendapatkan pusaka Evolution Candy demi meng upgrade skill memanah teman temanku.


Lalu di Main Quest Kedua aku bisa menyelesaikannya dengan mudah karena fisik dan otot adalah faktor utama yang diperlukan untuk Quest itu.


Sedangkan di Main Quest Ketiga. Meskipun aku sudah mendapatkan 2 Pusaka yang over power yaitu Taring Reog dan Awan Hitam, ditambah Bakat Magician Advance Level, aku tetap kesulitan untuk menyelesaikan quest ini.


Ketiga makhluk gaib yang dikeluarkan oleh si dukun menjaga jalan kami.


Si Kolor Ijo menjaga jalan darat. Si Elang menjaga langit. Si hantu banyu menjaga jalur sungai.


Aku berikan pusaka yang baru ke Lauroe.


Pusaka itu berbentuk sebuah kuas dan kanvas seperti peralatan untuk melukis.


"Lu ngasih gua kuas buat apaan?" Protes Lauroe.


"Ini senjata sakti yang bisa membunuh hantu banyu yang ada di depanmu. Kalau kau ingin membantu gunakanlah ini!"


Meski sempat ragu Lauroe akhirnya menerima Pusaka Sistem 'kuas dan kanvas'.


"Kita coba 3 lawan 3." Ucapku.


"Bapak gak tahu kalian anak anak sekolah mana, tapi apa sekolah kalian memang mengajarkan ajian ilmu gaib di sekolah?" Tanya tetua desa.


"Enggak pak, cuman dia yang belajar ajian gaib." Ketus Lauroe.


Dukun itu bertingkah seperti orang dengan gangguan jiwa. Dia melompat lompat di tempat sembari memutar mutar lehernya.


"Itu efek dari terlalu banyak memakai ilmu hitam milik penunggu hutan. Kesadaran Mbah Ghoib sudah diambil alih oleh raja dedemit." Jelas tetua desa.


"Jadi sekarang kita berhadapan dengan raja dedemit. Dia akan menyerang kita atau tidak?" (Yuda)


"Bapak tidak tahu." (Tetua Desa)


"...Bunuh anak cebol dan orang tua itu... dan bawakan anak yang gemuk itu padaku..."


Ketiga siluman itu pun menyerang bersamaan.


Kami berpencar untuk menghindari serangan mereka yang mengarah ke satu titik tengah.


-Yudistira vs Kolor Ijo-


Aku akan membunuh dedemit paling vurgal satu ini.


Kolor Ijo adalah dedemit berwujud manusia dengan kulit hijau dan tentunya rupa yang mengerikan.


Kolor Ijo yang ini sedikit berbeda karena wajahnya menyerupai seekor babi.


Saat aku akan menyerang kolot ijo itu dia malah kabur dariku.


Aku bingung mengapa dia melakukannya tidak lama kemudian aku sadar kalau kolor ijo itu takut pada Taring Reog ku.


"Baru early game saja sudah takut." (Yuda)


Kolor Ijo itu membuatku tertawa. Langsung saja aku bunuh dia. satu musuh mati.


Kera putih pak tetua desa juga cukup kuat. Kuat bertahan maksudnya bukan menyerang.


Aku bantu membunuh siluman elang karena sepertinya kera putih nya kelelahan.


Hantu banyu pun aku bunuh dengan mudah.


"Begini saja rupanya." Ucapku dengan remeh.


"Jangan memancing kemarahannya!" (Tetua Desa)


"Terlalu lemah menurutmu..." (Raja Dedemit)


"Kalau begitu coba kau bunuh aku..." (Raja Dedemit)


Si dukun pingsan. Raganya tidak dibutuhkan lagi, si raja dedemit menunjukkan wujud aslinya.


Dia adalah manusia setengah ular. Tubuh bagian bawahnya ular dan bagian atasnya manusia.


Dia memiliki kekuatan manipulasi angin.


Tanpa pikir panjang ku lempar Taring Reog namun dia dengan mudah menghalau dan mengembalikannya padaku dengan memanfaatkan lintasan angin.


"2 Manusia dengan ajian misterius, satu pemilik ajian kuat. Benar benar tangkapan yang bagus hari ini." (Raja Dedemit)


Akan sulit membunuhnya dengan Taring Reog. Aku berpikir untuk menggunakan pusaka sistemnya Lauroe, Kuas dan Kanvas.


Saat aku buka penjelasan pusaka Kuas dan Kanvas, rupanya ada kemampuan seperti ini.

__ADS_1





Kami punya pusaka untuk menyegel. Langsung saja aku pakai Kuas dan Kanvas untuk memberinya tanda.


Ini adalah pertarungan terakhir Main Quest Ketiga.


...



.......................................................................................




Moral (79)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 7 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)



Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)


(Sudah mencapai level maksimal)



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


(Teknik Dasar) (Teknik Lanjutan)


• Penyanyi Pop | Suara Emas -Advance-


• Pemburu | Mata Pembaca Angin - Advance-


(auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• Pesulap | Manipulasi Realita -Advance-



• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam


• Kuas dan Kanvas



....................................................................................

__ADS_1


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


....................................................................................


__ADS_2