
Langsung saja aku mulai, karena tanganku sudah gatal.
Brak!
Aku buat mereka semua merasakan tinjuku satu persatu. Ini sangat mudah, tidak peduli sebanyak apapun mereka dan semematikan apapun senjata yang mereka gunakan. Di hadapan statistik combat ku yang sudah melampaui batas manusia ini perlawanan dari manusia biasa tidaklah berbahaya. Hingga...
Klik!
Salah satu dari mereka menodongkan pistol.
Aku terkejut. Semoga saja abang Chris dan Pandu tidak ditodong dengan pistol sepertiku. Mereka tidak akan bisa menghindarinya.
"Mati lu..!"
Dengan cepat aku arahkan pistolnya ke atas.
Dor! Dor! Dor!
Segera aku rebut pistol dari tangannya. Setelah berhasil melucuti senjatanya aku lancarkan tinju destruktif berulang kali hingga b*jing*n itu meminta ampun.
"Harusnya kau juga ada disini saat ini Andi. Aku belum puas memukulmu..."
"Si anj*ng itu ngomong sendiri! kayanya dia udah capek, buruan serang dia!"
"Capek..?"
Tidak ada kata capek untung orang yang staminanya sudah melampaui batas manusia sepertiku.
• Stamina (200/200) - Anda dapat Push up selama seharian penuh tanpa berkeringat -
Para berandal ini sangat keras kepala, mereka terus menerus bangun saat terjatuh. Aku lantas bertanya kenapa mereka segigih itu.
"Supaya keren b*ngs*t!" Ucap mereka sambil mengacungkan jari tengah.
Mereka mengeroyok satu orang, mengayunkan benda keras, menikam dengan pisau, menyebar gas air mata, bahkan menodongkan pistol dengan alasan 'supaya keren'.
"Kalau gitu masuklah ke penjara dengan keren..!!"
Aku tidak peduli di bagian tubuh mana aku harus memukul mereka, yang penting menang.
"Aktifkan Third Person Point Of View lagi..!!"
Seseorang menodongku dengan pistol dari belakang. Aku pun cepat cepat menghindar dengan skill Reading The Wind.
Aku bergerak secepat angin ke hadapan orang itu, dia menembakkan pistol dengan tangan gemetaran, seperti ciri khas seorang amatir.
2 pistol sudah ditanganku. Tidak kusangka masih ada satu pistol lagi. Kali ini si gadis pembohong muncul sambil menodong pistol.
"Kalian dapat senjata api darimana? Apa kalian mencuri dari kantor kepolisian?" (Yuda)
"Jangan bergerak..!!" Ancam si gadis pembohong.
"Kenapa? kau takut bertemu dengan Andi di penjara? Biar aku beritahu kalian, aku akan membawa kalian semua ke kantor polisi." Ancamku.
"Lu kira gua takut sama penjara. Kalo pun ditangkap polisi paling kita dimasukin ke lapas anak."
Yang dia katakan tidak salah. Lapas Anak memang mengerikan tapi masuk kesana tidak akan mempengaruhi masa depan mereka karena lapas anak berbeda dari penjara sungguhan karena ada hukum konyol yang tertulis yang mengatakan "Anak dibawah umur 18 tahun tidak diberi catatan kriminal."
Aku lakukan trik menghilang supaya dia tidak bisa menembakku.
"Apa itu tadi..?? dia tiba tiba hilang kaya hantu! lu semua juga liat kan?"
"Iya, dia tiba tiba hilang kaya hantu."
Tanpa hambatan aku berhasil merebut pistol yang dipegang si pembohong. Tampak dari wajahnya yang ketakutan mengira aku adalah orang yang punya ajian.
Selama diet satu bulan aku terkadang diajari bela diri militer oleh abangnya Pandu. Bela diri militer yang beliau ajarkan cukup keren, namanya Silat Elang.
Langsung saja aku praktekkan salah satu tekniknya, yaitu teknik sapuan keras.
Praktek teknik sapuan keras mirip dengan gerakan pemain bola saat menjegal kaki lawan, bedanya teknik ini menggunakan tenaga yang lebih besar dari menjegal kaki, supaya lawan terhempas ke tanah dengan keras.
Aku yang tidak terlihat menggunakan teknik sapuan keras versiku yang membuat lawan berputar di udara sebelun terjatuh, ditambah kecepatanku yang tidak masuk akal membuat semua orang yang menyaksikan ini tercengang.
2,2 detik. Itulah waktu yang aku butuhkan untuk menerbangkan semua berandalan dengan teknik sapuan keras.
"Akkhh... kaki gue...!!!"
"Tolongin gua cewek l*nt*...!!!"
Aku merasa puas saat mendengar mereka merintih kesakitan. Pasti beberapa diantara mereka ada yang kakinya patah karena tendanganku.
Setelah itu aku memukuli mereka hingga mereka semua kehilangan kesadaran.
"Apa yang-" (Gadis Pembohong)
Aku tutup mulut mulutnya supaya berhenti bicara, lalu aku tunjukkan diriku.
"Heh cewek penipu, kasih tau gue dimana ketua geng Mata Elang!"
Aku mulai terbiasa bicara bahasa gaul karena belakangan ini aku berkomunikasi dengan banyak anak muda, tidak seperti dulu yang mana aku hanya berucap 'iya' dan 'tidak' kepada lawan bicaraku.
"Enggak tahu..." Suaranya keluar dari sela sela jariku.
Aku jewer telinganya karena kesal. Lalu aku ancam dia.. "Kalau kau enggak mau memberitahuku aku akan menjewermu sampai telingamu robek." Ancamku.
"Lakuin aja...!!!"
"Gua gak bakal kalah sama lo, karena gua ngelakuin ini buat balasin dendamnya Andi."
"...!? gyaaaaaaa.....!!!"
Aku putar daun telinga perempuan s*al*n ini dengan kencang hingga dia menangis.
Aku benci Andi. Mayoritas anak di sekolahku juga membencinya karena dia kasar dan jahat. Tapi bagaimana bisa orang jahat sepertinya memiliki teman seperti ini. Entah mereka ini setia kawan atau bodoh, mengapa mereka sampai sebegininya membela perundung yang jahatnya melampaui batas seperti Andi?
"Andi, Andi, Andi, Andi, Andi, Andi, Andi, Andi, Andi..............." (Yuda)
"KAU TIDAK TAHU SEBERAPA MENDERITANYA AKU GARA GARA DIA KAN?!!"
"DIA MEROBEK BUKUKU, MEMBUANG BEKALKU, MENGEJEK ORANG TUAKU, MENJADIKAN AKU KACUNGNYA, MEREBUT JAM ISTIRAHATKU, MELEMPARKAN SEMUA KESALAHANNYA PADAKU, DAN MELAKUKAN KEKERASAN BERULANG YANG TIDAK BISA DIDESKRIPSIKAN HANYA DENGAN KATA KATA!!!"
"ANDI ADALAH MUSUH YANG SELALU INGIN AKU HABISI LEBIH DULU SEBELUM MENGHABISI MUSUH MUSUHKU YANG LAIN."
Sistem tidak menegur walaupun aku seperti ini, itu artinya tidak masalah kalau aku berbuat yang lebih lagi kan.
Ketika aku sedang menikmati momen pelampiasanku ini tiba tiba datang banyak sekali orang. Mereka mengenakan pakaian merah yang sama seperti anggota geng.
__ADS_1
"Lepasin cewek itu, gua ketua Geng Mata Elang yang elo cari."
Ketua Geng Mata Elang itu tinggi besar, berkulit hitam pekat, berkumis dan berjenggot serta menggunakan kaca mata hitam bak penjahat di film barat lama.
"Ohh jadi bapak ketua anak anak gak waras ini. Apa bapak juga yang menyuruh mereka balas dendam untuk Andi Perkasa?" Tanyaku yang masih emosi.
Ketua geng itu berusaha menamparku tapi aku tidak merelakan pipiku ditampar begitu saja.
"Jawab saja pertanyaanku..! Apa kau yang menyuruh mereka balas dendam." (Yuda)
"Jawabannya iya dan tidak. Iya karena aku memang berniat menyuruh mereka melakukannya. Tidak karena mereka bergerak sendiri tanpa menunggu perintahku." (Ketua Geng)
"Intinya kau akan menyuruh mereka kan. Kalau begitu aku juga harus menghajarmu." (Yuda)
"Memangnya kau bisa melawan kami? Jumlah kami ada 130 orang dan kami punya senjata api." (Ketua Geng)
"Selain itu kami juga akan segera menangkap teman temanmu yang bersembunyi di sekitar sini."
"Agen Nostradamus, aktifkan fitur chat interface!"
[Baiklah.]
Agen Nostradamus memanfaatkan papan quest model lama yang tidak digunakan lagi oleh sistem sebagai papan baca dan tulis pesan. Jadi sekarang aku tidak perlu lagi menyalakan HP kalau mau membaca dan membalas chat yang masuk.
[ Abang Chris : kami sudah mengalahkan 2 kelompok yang datang dan sekarang kelompok ketiga datang membawa senapan angin. ]
[ Pandu : Geng Mata Elang yang kami temui mengantungi sebuah pistol berperadam suara. Satu orang tertembak di tempatku. ]
Karena situasi tidak memungkinkan aku pun kabur dari situ dengan trik menghilang. Geng Mata Elang tidak akan bisa menemukanku. Tapi mereka pasti akan mengincar kelompok Pandu dan abang Chris.
Aku mencari tempat bersembunyi yang aman di dalam gudang lalu aku minta abang Chris untuk mengganti komunikasi kami dengan video call.
[ Ding~ ding~ ] Nada dering hp abang Chris.
[ Halo, Yuda. Aku dan teman temanku sedang bersembunyi di hutan. Orang orang gila itu masih mencari kami. ]
"Hebat juga Abang Chris bisa kabur dari senapan angin." Pikirku.
"Apa abang bisa mengarahkan kamera hp abang ke musuh yang memegang senapan angin itu?" Tanyaku.
[ Bisa. ]
Terlihat 3 orang sedang mengendap endap di tengah hutan. Dari Angle kamera aku tahu kalau abang Chris sedang bersembunyi di bawah tumpukan ranting kayu. Pasti sakit bersembunyi disitu.
Langsung saja aku mainkan trik keris menghilang. Batasan jarak dari trik ini tergantung dari penglihatanku, itu artinya aku bisa memunculkan kerisku dimanapun asalkan aku bisa melihat tempatnya.
Bermodalkan kamera hp abang Chris aku menghancurkan senapan angin Geng Mata Elang dari jarak jauh. Tangan mereka juga ikut terluka terkena ledakan destruktif Taring Reog saat menyentuh benda non astral.
[Jangan takut bang, aku yang melakukan itu.] (Yuda)
[Ternyata lu punya ajian se gg itu ya.] (Abang Chris)
[Arahkan kameranya ke yang lain lagi.]
Satu orang lagi sudah sangat dekat dengan abang Chris. Aku pun tidak sengaja memutuskan kedua tangannya karena takut dia akan menembak tumpukan ranting tempat abang Chris bersembunyi.
[Yuda... lu ngelakuin itu juga?]
[Ini jadi rahasia kita ya bang. Habisnya aku panik karena dia sangat dekat dengan abang.]
Abang Chris lari secepat mungkin dari tempat itu.
"Itu dia..!! Tembak..!!"
Peluru menembus betis abang Chris dan membuatnya terjatuh. Tepat disaat itu abang Chris berbalik dan mengarahkan kamera ke orang yang menembaknya.
Aku pun langsung menghancurkan senapan anginnya. Kini tak ada lagi senapan angin, kelompok yang dipimpin abang Chris pun keluar dari persembunyian mereka dan menghajar geng Mata Elang yang tersisa sedikit disana.
[Bagian sini sudah beres Yud. Kayanya gue enggaj bisa latihan Taekwondo lagi abis ini.] Kata Abang Chris.
"Tenang saja bang, aku kenal dokter yang bisa mengobati luka separah apapun."
[...]
Setelah memenangkan pertempuran sisi timur aku lanjut membantu sisi barat.
[Pandu, bagaimana situasi disana?] (Yuda)
[Temen lo udah kami tangkap.]
Anggota Geng Mata Elang yang membalas chat ku, sedangkan Pandu dan pasukannya sudah tertangkap.
Komunikasi dialihkan ke VC.
[Makanya jangan sok sokan pengen ngelawan geng Mata Elang. Baru ditodong pistol aja langsung ciut nyalinya.]
Waktu kamera di arahkan kepada Pandu yang sudah babak belur, Pandu memberiku isyarat.
Dia mengedipkan matanya. Lalu tidak lama kemudian terdengar suara teriakan.
[Bos! ada bala bantuan musuh!]
Bos adalah orang yang berbicara dengan Yuda lewat VC.
[Cuman satu orang, tapi serem banget!!]
[Lu gila apa begimana? pakai pistol, tembak aja tu orang!]
[Pistol gua dan anak anak udah direbut sama dia! pokoknya dia beraksi kek seorang profesional!]
[Profesional kaya bos besar!]
Aku langsung tahu siapa bala bantuan profesional yang datang. Kalau tadi Pandu berkedip itu artinya yang datang adalah marinir kita abang Tegar Satrio.
Sebelum tertangkap Pandu memanggil Bang Tegar. Tapi apa Bang Tegar bisa mengatasi banyak senjata api sekaligus.
"Di angkatanku aku dijuluki 'Floating Tiger' (Harimau Yang Mengambang). Tapi disini aku hanyalah seorang kakak dan seorang instruktur diet." Ucap Bang Tegar.
"Aku kira seperti itu, tapi ternyata kalian lebih dari pada itu."
"Pandu, Yudistira dan para pemuda pemberani yang datang kesini untuk menumpas kejahatan."
"Aku, Letnan Satu Angkatan Laut Indonesia, Tegar Satrio mengakui kalian sebagai 'The White Tiger' dari SMK 7 Harapan, karena kalian bersinar di malam yang gelap."
White Tiger itu julukan yang disematkan Bang Tegar untuk kami semua.
Rasa bangga muncul di hatiku, semangat juang pun serasa memenuhi dadaku.
__ADS_1
Si bos yang menangkap Pandu menertawakan Bang Tegar. Dasar bodoh, dia pasti menganggap bang Tegar hanya bercanda soal dirinya yang seorang Letnan Satu AL.
[Kau tertawa? Kita lihat apa kau masih bisa tertawa jika aku menodongmu seperti ini.]
Aku tersentak melihat senjata api laras panjang yang dibawa Bang Tegar. Aku tidak tahu itu senjata jenis apa yang pasti itu terlihat menakutkan.
Bang Tegar bahkan sengaja menembak untuk menunjukkan pada Geng Elang kalau senjata yang dibawanya itu asli.
[Cepatlah kau minta maaf sebelum aku menembak tangan dan kakimu...!!!] (Bang Tegar)
Aku yang ada disini pun merinding mendengarnya.
Sementara itu di kantor polisi setempat warga melaporkan tawuran yang sedang terjadi di Jalan Batu Laut. Rombongan polisi pun berbondong bondong menuju ke lokasi.
Andi yang melihat para polisi makin sibuk pun tampak senang. Karena dia tahu bahwa Geng Mata Elang sudah membuat keributan besar.
...
< Chapter Selanjutnya "White Tiger (3)" >
....................................................................................
< Potensi Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Statistik anda saat ini >
Moral (35/40)
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 ) - Sekarang anda punya kharisma setara Zhuge Liang -
Kekuatan (200/200) - Anda bisa mengangkat moge dengan 3 jari -
• Kecepatan (90/90) - Anda bisa menempuh jarak 10 kilometer hanya dengan waktu 5 menit dengan berlari -
• Pertahanan (150/150) - Anda dapat bertahan dari tabrakan mobil berkecepatan tinggi -
• Stamina (200/200) - Anda dapat Push up selama seharian penuh tanpa berkeringat -
• Mentalitas (100/100) - Silahkan anda gambarkan sendiri -
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
< Uang Saku (Rahasia) >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Kuas dan Kanvas
< Tiket emas (3) >
< Poin Peningkatan Random (+26) >
..............................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..............................................................................
__ADS_1