
Di tempat Pandu.
"Jatuhkan senjata kalian! atau kalian mau bertarung satu lawan satu dengan saya menggunakan tinju?!"
Si bos gemetar dan memilih untuk menyerah.
"Maaf pak Letnan... saya cuma bocah yang seneng ngikutin trend..." Kata si bos.
Anak buah si bos pun mengikuti pimpinan mereka.
"Hahhaa!! bagus sekali bang Tegar!!" Teriakku dengan girang.
Pertempuran di sisi barat pun berhasil kami menangkan.
Melihat aksi bang Tegar ditambah dengan julukan yang beliau sematkan pada kami menambah semangatku. Hari ini juga aku akan mengakhiri tingkah Geng Mata Elang ini.
Tiba tiba Lauroe mengechat.
[Gua udah pasang talinya. Tapi seutas tali gini bisa buat apa?] Tanya Lauroe.
"Ada deh, liat saja nanti." Jawabku.
Selain kelompok abang Chris dan Pandu, ada juga kelompok rahasia yang dipimpin Lauroe. Tugas kelompok rahasia Lauroe adalah memperingatkan warga supaya tidak mendekati kawasan ini selama tawuran berlangsung, dan memasang tali pelindung yang mengitari kawasan ini.
Sebelum kesini aku meminta pusaka sistem lagi tentunya dengan biaya satu tiket emas. Pusaka berbentuk tali besi panjang pun aku dapatkan.
Pusaka itu bernama 'Phantom Rope' (Tali Hantu).
Saat tali ini dibentangkan memutari suatu kawasan maka akan muncul dinding tak kasat mata yang tidak dapat ditembus maupun dipanjat.
Posisi kelompok Lauroe berada di sisi luar tembok. Lauroe pun terbentur tembok tak terlihat itu.
[Setelah talinya kau bentangkan segera pergi ke sisi luarnya dan jangan dekati talinya!] (Yuda)
[Hidung gue udah kejedot sebelum lu ngomong. Btw, lu punya ajian apa aja?] (Lauroe)
"Itu rahasia, nanti akan aku beritahu."
Dor! Dor!
Terdengar suara tembakan dari luar.
"Apa yang mereka tembak?" Aku bertanya tanya.
"Cepat keluar kau Yudistira! kami sudah menangkap temanmu! kalau kau tidak keluar akan kami cabut jarinya satu persatu!!"
Darimana mereka tahu namaku. Aku juga sempat panik mendengar peringatan itu tapi setelahnya aku sadar kalau tidak mungkin mereka bisa menyandera temanku karena wilayah ini sudah kami isolasi.
Tidak lama kemudian Frederica meneleponku dan memberitahuku kalau mereka hanya menggertak. Tidak ada yang mereka sandera.
Frederica, Hana, Yulia dan Nadia bertugas untuk menggerakkan drone pengawas. Saat ini mereka berkumpul di rumah Yulia untuk hal tersebut.
[Hati hati Yuda, aku hitung ada 12 orang yang memegang senapan angin.] Kata Frederica.
"Wow, ini rekor baru dalam sejarah pertawuran. Tidak perlu khawatir teman teman, aku bisa melakukannya dengan ajian yang aku miliki."
Tidak apa apa meski aku membocorkan rahasia tentang sistem. Karena setelah ini berakhir Sistem akan menghapus ingatan semua orang yang berhubungan dengan Sistem.
"Benar kan Agen!"
[ 👍 ] (Agen Nostradamus)
"Keluar lu l*kn*t..!!"
Aku tendang mulutnya yang kasar itu hingga terdengar suara Krak! beberapa kali.
"Aku sudah keluar, sekarang kalian mau apa?" (Yuda)
"Tembak!"
Langsung aku menghilang lagi. Aku terobos semua orang yang melindungi pemegang senapan. Aku sempat tergores peluru di lengan. Diluar dugaan, ternyata ini lebih mudah dari yang aku bayangkan.
"Awas...!!! Dia ngilang lagi...!!!"
Suara kepanikan mereka terdengar merdu di telingaku.
130 orang berkurang jumlahnya jadi 120, lalu 110, 85, 70, 50, 30.
Luar biasa! aku melawan musuh sebanyak ini tanpa cedera berlebih. Kesenangan seperti inikah yang dirasakan oleh para perundung itu saat memukul orang yang lebih lemah darinya?
Tidak, aku berbeda dari perundung s*al*n itu. Aku tidak menindas mereka yang lebih lemah, tetapi menindas anggota geng yang merugikan masyarakat. Benar, pembelaan diriku ini tidaklah salah, aku ini benar.
"HAHAHAHAHAAAA...!!! MATI KALIAN B*NGS*T.....!!!!!" Teriakku dengan ekspresi ceria yang tidak bisa dilihat oleh siapapun.
[Jangan tenggelam dalam fantasi itu Kontraktor. Saya mengerti ini pertama kalinya bagi anda. Tapi jangan menganggap kalau tindakan anda ini sepenuhnya tidak salah.] Kata Agen Nostradamus.
Aku berhenti sejenak, 30 orang anggota Geng Mata Pengecut yang tersisa berusaha kabur namun jalan keluar mereka dihalangi dinding tak kasat mata.
"Maafkan aku Agen Nostradamus. Aku tidak menganggap tindakanku menghajar mereka itu benar. Tapi aku juga tidak menganggap memberi pelajaran kepada para perusak lingkungan itu salah. Aku hanya mengikuti instingku saat ini."
Frederica yang memantau melalui kamera drone mengira ada kerusakan pada kameranya, karena Geng Mata Elang yang berusaha kabur dari kawasan itu jatuh terpental seperti ada yang menyerang mereka.
Lauroe yang berjaga di sisi luar dinding Phantom Rope pun terpana sekaligus ngeri menyaksikan keampuhan ilmu supranatural di depannya.
Disaat anggota Geng Mata Elang lainnya melarikan diri, sang ketua masih berdiri di hadapanku dengan wajah sombong.
Tanpa basa basi aku tinju dia tapi entah bagaimana dia berhasil menangkap tanganku.
__ADS_1
"Dasar banci, lu menang karena pakai ilmu batin." Kata si Ketua yang tidak terima kalah.
Aku tidak bisa berhenti tersenyum mendengar ucapan tidak tahu malunya.
Tanpa basa basi lagi langsung saja aku banting si ketua itu ke tanah.
"Untung saja dibawah tanah bukan semen." Kataku.
Tidak puas hanya sekali aku banting dia lagi hingga 3 kali combo. Si ketua pun muntah darah kemudian pingsan.
"Tunggu kak.. maafin kami! kami janji akan menyerahkan diri ke polisi, tapi jangan pukul kami...!!"
Anggota Mata Elang yang tersisa memohon padaku. Tapi aku tidak punya niatan untuk melepas mereka semudah itu.
"Sudah terlambat. Aku berubah pikiran karena kalian menyebut nama musuh bebuyutanku. Sekarang aku akan terus menghajar kalian hingga polisi tiba disini."
Aku harus cepat menyelesaikan ini, karena besok aku harus bangun pagi untuk mencari petunjuk pelaku pembakaran panti asuhan.
.....
Satuan polisi khusus yang bergerak setelah mendapat informasi dari warga sampai di tempat kelompok Pandu dan Bang Tegar. Mereka terkejut menemukan sekelompok pemuda sedang diikat dan senapan angin bertumpuk di depan mereka.
Pandu pun menceritakan apa yang telah terjadi. Awalnya para polisi tidak percaya dan ingin menangkap Pandu juga, tapi argumen Pandu didukung oleh pernyataan Bang Tegar.
Karena tidak ingin berurusan dengan militer para polisi pun melepaskan Pandu dan kelompoknya, dengan syarat mereka tidak boleh terlibat tawuran lagi apapun alasannya. Namun Bang Tegar merasa kesal dengan syarat yang diberikan para polisi.
"Adik saya akan menaati peraturan bermasyarakat dengan tidak ikut tawuran lagi. Tapi saya harap bapak bapak bisa meningkatkan patroli polisi supaya tidak terjadi tawuran lagi apalagi yang sampai menggunakan pistol berperedam suara seperti ini."
"Baiklah pak marinir. Apakah ada anak yang terluka?"
Pandu di chat oleh Frederica.
[Cepat ke tempat Yudistira!!] Tuliskan, seakan terjadi hal buruk padaku. Padahal aku disini bersenang senang.
Abang Chris datang ke tempatku dengan kondisi kaki cedera parah. Lalu Lauroe juga datang setelah mencabut pegangan Phantom Rope.
"Gila lu kuda nil. Bisa bisanya lu menang lawan 130 orang sendirian. Senjata apinya lu apain sampai hancur begini." Tanya Lauroe.
"Aku meremasnya dengan tangan." Jawabku.
Tidak lama polisi bersama Pandu dan Bang Tegar pun datang.
Ekspresi Bang Tegar saat melihat diriku yang duduk dengan keren di tengah tengah anggota Geng Mata Elang yang pingsan tampak membara.
Bang Tegar berkata padaku... "Yudistira... kau bukanlah White Tiger melainkan Alpha Tiger." Kata Bang Tegar memberikan julukan baru padaku. Tapi aku tolak karena aku lebih suka White Tiger.
"Tidak terima kasih Bang. Aku lebih suka White Tiger."
Personel Geng Mata Elang pun tertangkap hampir seluruhnya oleh polisi. Bang Tegar memberitahuku kalau Geng Mata Elang adalah kelompok besar berisi berandalan yang kabur dari rumah karena berbagai alasan.
Katanya mereka berasal dari Sulawesi Tenggara. Mereka menyeberang kesini karena hampir ditangkap oleh militer yang dikirim bupati setempat.
[Anda tidak seorang diri, ada banyak orang yang membantu anda. Perlukah saya sebutkan nama mereka satu persatu?]
"Iya iya, maaf aku keceplosan. Untuk apa kau membaca isi hatiku sih..."
Seorang polwan khusus menghampiriku lalu memberiku 2 ibu jari.
"Kamu hebat banget bis ngalahin musuh sebanyak ini. Apa kamu anak didiknya Letnan Satu Tegar Satrio?" Tanya bu polisi.
"Iya." Jawabku singkat.
"Sebagai bentuk apresiasi kami atas kerja keras kamu dan teman teman kamu, mulai hari ini kantor kepolisian daerah bersedia menjadi bekingan kamu."
Terdengar meragukan, mungkin karena wajah bu polisi ini terlalu manis untuk jadi polisi, jadinya aku tidak menganggap serius perkataannya. Tapi jika itu memang benar maka itu berarti aku boleh meminta satu hal lagi.
"Kalo begitu boleh saya minta tolong obati luka teman teman saya? beberapa dari mereka terkena tembakan." (Yuda)
"Itu sudah kami tangani kok." (Polwan)
"Kalo begitu boleh saya minta tolong sekali lagi?" (Yuda)
"...hmm???" (Polwan)
Keesokan harinya di lapas anak.
"Tahanan nomor 035! ada tamu!"
Tahanan lapas anak nomor 035 tidak lain adalah Andi Perkasa, musuh bebuyutanku.
Aku minta tolong kepada Mba Polwan supaya dipertemukan dengan musuh bebuyutanku. Tentunya aku ingin bicara dengannya di tempat yang tidak ada pembatas besi maupun kaca.
Di antara meja kotak inilah kami bertemu kembali. Si Perundung dan si terundung.
Tujuanku menemuinya hanya satu, yaitu untuk menghajarnya lagi.
Kusematkan setengah dari kekuatanku di kepalan tinju untuk membuatnya terbang dari kursinya.
Permintaan tolongku yang kedua kepada si Polwan bukan sekedar mempertemukan aku dengan Andi, tetapi juga meminta izin untuk menghajarnya karena teman temannya telah merugikan kami.
Aku tidak peduli Geng Mata Elang membalas dendam karena disuruh oleh dia atau tidak. Yang pasti aku tidak akan memaafkan semua orang yang mencoba mencelakai ibu dan teman temanku yang baik.
"Bangun kau b*ngs*t! hari ini aku akan menyelesaikan permasalahan pelik diantara kita!"
...
< Chapter Selanjutnya (Membuang Kenangan Buruk) >
__ADS_1
Satu Chapter lagi dan kita gas ke Main Quest Ke 4. Ikutin terus yak. 😁
....................................................................................
< Potensi Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< Statistik anda saat ini >
Moral (25/40)
Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 ) - Sekarang anda punya kharisma setara Zhuge Liang -
Kekuatan (200/200) - Anda bisa mengangkat moge dengan 3 jari -
• Kecepatan (90/90) - Anda bisa menempuh jarak 10 kilometer hanya dengan waktu 5 menit dengan berlari -
• Pertahanan (150/150) - Anda dapat bertahan dari tabrakan mobil berkecepatan tinggi -
• Stamina (200/200) - Anda dapat Push up selama seharian penuh tanpa berkeringat -
• Mentalitas (100/100) - Silahkan anda gambarkan sendiri -
Kecerdasan (110/300)
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
Bakat :
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
< Uang Saku (Rahasia) >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
• sepatu mistis
• selimut sutra
• emas hitam peretas
• hoodie anti terkejut
• lidah suci
• Taring Reog Hijau
• Awan Hitam
• Kuas dan Kanvas
< Tiket emas (2) >
< Poin Peningkatan Random (+26) >
..............................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
..............................................................................