
Malam itu juga setelah tawuran melawan SMA Jeruk Parut dan SMK BANUA HIJAU 11. Di rumah Yuda.
-Pov Yuda-
Aku perlahan membuka mata. Rasa sakit tertusuk panah di bahu kiriku sudah mereda, aku kira karena peningkatan statistik rutin yang aku lakukan tapi ternyata karena lukanya sudah ditangani dengan benar bahkan ditambal dengan kopi.
Memangnya luka tusuk bisa ditangani dengan menaburkan serbuk kopi? aku sudah dirumah, berarti ibu yang menaburkannya.
"cepet banget lu sadarnya."
aku kaget melihat Lauroe di pojok ruang tamu. Pasti dia yang mengantarku pulang saat pingsan, tapi kenapa dia masih stay disini?
"kenapa kau tidak pulang Lauroe? aku sudah membayarmu lunas kan?" tanyaku.
"Mau gimana lagi. Kalo gua biarin lu berdarah darah bisa gawat." Jawab Lauroe.
"Tunggu, dimana ibuku?" (Yuda)
"Oh, tante itu. Dia pingsan pas mau telepon ambulan." (Lauroe)
"Hah! Pingsan!! Lalu dimana ibu sekarang?!" (Yuda)
"Di sebelah lu, jangan teriak tengah malam g*bl*k!" (Lauroe)
Ibu terbaring lemas di sofa sebelah. Wajah ibu merah, jangan jangan ibu demam.
"Kenapa dengan ibuku?" (Yuda)
"Mana gua tau. lu yang anaknya." (Lauroe)
Aku guncang badan ibu perlahan. Saat ibu membuka mata dengan lembut aku tanya.
"Ibu sakit apa bu?"
"Cuma mual mual kok nak. Kamu sendiri kenapa bisa luka kaya gitu?"
Sepertinya ibu tidak tahu lukaku karena dipanah orang. Jadi aku jawab saja karena terkena benda tajam saat di jalan.
"Maafin Yuda yang keluyuran tengah malam bu. Besok Yuda gak akan pergi sekolah, Yuda mau jaga ibu."
"Gak usah nak... kamu sekolah aja. Sakit ibu gak parah kok. Kalau apa apa kamu gak sekolah nanti nilai akhirmu rendah."
Mendengar itu aku berinisiatif mencari obat manjur dari Sistem. Tapi agen Nostradamus menghentikanku.
[Anda tidak perlu sampai mencari obat ke toko Sistem, obat yang dapat menyembuhkan ibu anda banyak dijual di warung warung.]
[Saya tidak bermaksud menyepelekan penyakit yang diderita ibu anda. Tapi kalau anda terus menerus bergantung kepada Sistem, anda akan kesulitan mengatasi berbagai hal yang akan muncul setelah kontrak antara anda dan Sistem berakhir nanti.]
[Tapi warung sudah tutup. aku tidak bisa menunggu sampai besok.] (Yuda)
[Tenanglah kontraktor. Ibu anda akan baik baik saja. Besok pagi berilah obat yang sesuai dengan penyakit beliau. Itu pasti cukup untuk mengembalikannya seperti sedia kala.]
[Baiklah. Kalau ibuku baik baik saja.]
Ibu tidak mau aku alihkan ke kasur, jadi kuputuskan untuk tidur di sofa menemani ibu. Aku juga berpamitan dengan Lauroe.
Lalu keesokan harinya. Di pagi hari buta, tanpa mandi ataupun gosok gigi, aku berlari mencari warung yang buka.
"Aku harus memberi obat sebelum berangkat sekolah! kenapa jam segini belum ada warung yang buka sih! apa penjualnya begadang sampai subuh?"
"apa aku langsung ke apotek saja? tapi tempatnya jauh. aduh gimana nih??"
Akhirnya aku menemukan warung buka di pinggir jalan tol. Agak aneh melihat warung kecil yang berdiri sendirian di pinggir jalan tol. tapi siapa yang peduli, mungkin saja banyak yang singgah di warung itu. Apalagi di belakang warung itu samar samar terlihat gubuk sederhana yang tertutup rumput ilalang
Aku ke warung itu untuk membeli obat demam. Aku duduk di kursi panjang sembari menunggu penjaga warung keluar dari gubuk di belakang rumah.
"Ada jual obat batuk gak bu? yang mereknya *****?" (Mereknya sengaja di sensor)
"Ada. Tunggu sebentar saya ambilkan."
"Ini obatnya."
Saat akan melakukan transaksi pembayaran, tanpa sadar aku bertanya kepada ibu itu.
"Hawa disini dingin ya bu." (Yuda)
"Iya, kan masih pagi hari pak." (Pemilik warung)
"Saya masih anak sekolah bu, hehee..."
Tiba tiba masuk chat dari agen Nostradamus.
[sadarlah kontraktor! yang anda lihat itu tidak nyata!]
baru pertama kali ini aku melihat tanda seru di chat agen Nostradamus.
[Apa maksudmu tidak nyata?]
Hawa semakin dingin. Aku pun tersadar dan menengok ke ibu warung.
Penampilannya sudah berubah 180%, aku tidak bisa lagi melihat wajahnya di posisi ini. Sekarang yang aku lihat hanyalah tubuh bagian bawahnya yang dipenuhi bulu hitam lebat.
aku memberanikan diri menengok ke atas, lalu aku lihat kepalanya yang seperti menembus tirai warung. Matanya putih melotot, dengan gigi serta taring yang panjang nan tebal, lalu lidah putih pucat yang menjulur keluar.
Hawa dingin tidak wajar yang aku rasakan rupanya berasal dari makhluk ini. Jantungku berdetak kencang tapi suaraku tidak mau keluar. Aku terus melotot melihat makhluk gaib itu. Hingga samar samar aku dengar suara sepeda motor, lalu aku pun tersadar.
Pengendala yang melintas menolong aku. Makhluk mengerikan itu lenyap bersama dengan warungnya disaat aku mengedipkan mata.
"Ngapain bapak duduk di jalan? apa bapak pengemis?" (pengendala)
"Saya bukan pengemis. Terima kasih sudah menyadarkan saya pak."(Yuda)
"Sebaiknya bapak jangan terlalu lama berada di kawasan ini. bapak lihat gubuk kecil di depan sana?" Tanya si pengendali sambil berbisik.
"iya, saya lihat."
"disana pernah terjadi pembunuhan berantai terhadap ibu dan anak. gara gara itu kawasan ini jadi angker." bisiknya.
"ya udah, kalau gitu saya pergi ya pak."
"eh iya. Sekali lagi makasih ya pak."
Aku kaget sekali sampai sampai luka di bahuku terasa melebar. Aku lupa kalau negeri ini lekat dengan dunia mistis. Aku lupa karena Sistem.
Akhirnya aku pulang ke rumah dengan tangan kosong, tapi ternyata warung dekat rumahku yang tadinya tutup sudah buka, dan aku pun tidak jadi pulang dengan tangan kosong.
Kejadian di tol tadi pagi masih terasa dengan jelas. Disaat jam istirahat yang sekarang merupakan waktu kebebasan untukku, karena sudah tidak menjadi babu siapapun lagi. aku justru terus melamun mengingat kejadian itu.
"WOII!!!"
"Kenapa melamun kaya gitu? entar kesambet baru tau rasa lo."
itu Yulia, dia mengejutkanku.
"Ketua, gua mau nanya nih. Barusan ada 12 anak yang pengen gabung ke klub pemanah. Terima enggak? atau adain seleksi dulu?"
Setelah klub pemanah memenangkan lomba di festival beberapa hari yang lalu, aku membuat struktur organisasi. Dan aku menunjuk Yulia sebagai sekretaris, lalu Pandu sebagai wakil, Frederica sebagai bendahara jika diperlukan, dan Nadia serta Hana sebagai anggota.
"Terima saja mereka. Nanti kita akan mengadakan latihan memanah lagi, rencananya besok sehabis pulang sekolah."
"Saranku jangan terlalu sering menunda latihan, karena sebentar lagi kita akan UTS."
__ADS_1
"Uhukk..." aku lupa 2 minggu dari sekarang akan diadakan UTS.
"Waduh, ketua gak inget sama UTS? berprestasi di bidang olahraga itu bagus, tapi jangan lupain basic pelajaran di sekolah."
"Iya iya."
"YUDA!!!"
Ada lagi satu orang tidak tahu sopan santun yang berteriak di depan umum. Dialah Pandu.
"Kenapa lo bikin gua pingsan kemaren?! gua kan juga ngehajar orang orang jahat!!"
"Jangan berlebihan. Orang jahat apanya, mereka cuma anak anak sekolah."
Sebenarnya anak anak SMA Jeruk Parut itu memang orang jahat. Tapi kalau aku bilang begitu Pandu akan semakin kecewa.
"Jangan berisik, kayanya ketua yuda lagi gak sehat." (Yulia)
"Kenapa Yud? lu kena tikam disana?" (Pandu)
"tidak, aku cuma terbayang bayang penampakan yang aku lihat tadi pagi." (Yuda)
"Penampakan? Maksudnya penampakan cewek cakep?" (Pandu)
"Penampakan Genderuwo."
Setelah itu Pandu dan Yulia memaksaku untuk menceritakannya. Pandu si bocah nekat pun berniat untuk mendatangi kawasan itu.
"Jangan Pandu. Daripada kau mendatangi tempat itu lebih baik kau membimbingku diet seperti yang sudah kita sepakati beberapa hari yang lalu." Ucapku. Jangan sampai dia sengaja mencari gara gara dengan Genderuwo itu.
Sekolah berjalan dengan tenang. Martha hanya mengabaikanku hari ini, sementara Andi tidak masuk sekolah sejak aku mengalahkannya di jembatan kayu.
Aku bertemu Pandu di gerbang sekolah yang kemudian dia mengajakku ke rumahnya yang cukup jauh dari sekolah. Begitu sampai di rumah Pandu aku terkejut melihat wahana atau lebih tepatnya stage rintangan yang mirip seperti di Ninja Warrior.
"Nah disinilah program diet lu akan dimulai. Ini stage rintangan khusus yang dibuat oleh kakak kakak gue."
Stage ini dibangun dengan cukup niat di atas sungai. Bambu bambu yang digantung dan batu batu sungai yang dimasukkan ke dalam jala adalah peralatan gym tradisional yang dipakai di tempat ini.
"Bagus juga membuat stage di atas sungai seperti ini. Nanti kita bisa sekalian mengambilkan cucian ibu ibu yang hanyut." (Yuda)
"Lepas saja baju lu. Disini jarang dilewatin orang jadi aman." (Pandu)
"Malah menurutku bahaya kalau jarang dilewati orang. Nanti kalau mau minta tolong ke warga jadi susah." (Yuda)
"Lu gak usah ngebayangin hal hal yang buruk. Kalau lu bayangin misal Genderuwo tadi pagi, itu cuma bakal bikin lo Parno. Selama 6 tahun gua bertempat disini enggak pernah terjadi apa apa tuh." (Pandu)
"Udah yuk, kita langsung mulai aja dietnya, mumpung UTS masih 2 minggu lagi."
"Oke deh."
Aku mulai dengan senam sore lalu berkeliling sawah dengan Pandu. Sembari berolahraga aku membuka reward Main Quest Kedua. Sederhananya inilah yang aku dapatkan.
Reward kali ini lebih luar biasa dibanding reward main quest pertama. meskipun di main quest kedua ini aku tidak mendapat peningkatan bakat, tapi jumlah poin moral, poin peningkatan dan jumlah saldonya jauh lebih banyak. Belum lagi aku dapat memilih 2 pusaka sistem lagi dan aku tiket emas.
Aku periksa statistikku.
Moral (89) (Mulia)
Ketampanan (-63) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (99 kg) -Menurun dengan sendirinya karena banyaknya kegiatan yang dilakukan Yuda-
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (24) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido)
teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)
teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
__ADS_1
• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• silahkan isi sendiri
• daftar pusaka sistem yang dimiliki:
- sepatu mistis
- selimut sutra
- emas hitam peretas
- hoodie anti terkejut
- lidah suci
Aku sudah jadi jutawan. Di Main Quest pertama aku dapat 15 juta, di Main Quest kedua dapat 40 juta. Setelah melihat uang, semangatku bergejolak. Aku tambahkan +30 poin peningkatanku ke statistik kecerdasan.
Kecerdasan (54) (Cerdas)
"Wuhhuuu... Akhirnya aku jadi orang cerdas!!" (Yuda)
Aku menyusul Pandu. dia lari santai sedangkan aku lari dengan sekuat tenaga untuk mengekspresikan kebahagiaanku.
Tidak lama lagi aku juga akan menjadi orang tampan. Aku hanya butuh alibi yang dapat merasionalkan perubahan wujudku nanti. Aku tidak akan menyia nyiakan program diet yang diajarkan Pandu.
"Demi jadi tampan dan pintar!!" (Yuda)
"udah gila tu anak." (Pandu)
...
Sang protagonis semakin sempurna. Chapter selanjutnya
....................................................................................
Moral (89) (Mulia)
Ketampanan (-63) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (99 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (54) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido)
teknik dasar | (yarijutsu) (kenjutsu) (sokaku takeda) (kodokan jigoro kano)
teknik lanjutan | (ikkyo) (nikyo) (sankyo) (yonkyo) (gokyo) (tenchinage) (kokyunage) (kotegaeshi) (shihonage)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Pembaca Angin (auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)
• silahkan isi sendiri
• daftar pusaka sistem yang dimiliki:
- sepatu mistis
- selimut sutra
- emas hitam peretas
- hoodie anti terkejut
- lidah suci
....................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
....................................................................................