Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 50 | Pasukan Homunculus


__ADS_3

Orang orang berdesakan masuk ke kawasan pabrik tekstil demi berlindung dari amukan tornado.


Para pemilik pabrik tekstil itu bekerja sama dengan BMKG dan pemerintah karena di tempat itu ada banyak gudang bawah tanah yang tentunya aman dari tornado.


Yuda palsu alias si boneka air mengikuti ibunya Yuda berdoa demi keselamatan diri dan harta benda mereka, sementara di pusat tornado Yuda asli dibantu para Homunculus sedang bertarung melawan sang bencana alam.


Situasi riuh tetapi sunyi menggebu. Kehancuran besar yang seharusnya terjadi saat ini berhasil diatasi oleh Delivery Tower.


Berkat itu Yuda punya waktu sekitar 20 menit untuk memikirkan cara mengatasi rasa kantuknya saat puisi angin ini dimainkan.


Yuda mencari sesuatu yang mungkin bisa menutup pendengarannya dari puisi angin yang dimainkan Delivery Tower. Namun Agen Nostradamus berkata itu sia sia karena lantunan puisi angin bahkan dapat merasuk ke jiwa orang orang yang mendengarnya.


[Puisi itu dapat merasuk ke dalam jiwa anda, jadi jangan buang buang tenaga anda untuk mencari penyumbat telinga.] Ujar Nostradamus.


Yuda yang mendengar kata kata Nostradamus hanya bisa pasrah menjalani ini.


Yuda tanpa sadar menggosok matanya, dia penasaran pada kondisi matanya karena dia mulai merasakan sakit di bagian pupilnya.


Saat melihat ke cermin rumah alangkah terkejutnya dia melihat matanya yang sangat merah.


Yuda pun bertanya pada Agen Nostradamus perihal seberapa kuat efek samping lantunan puisi angin.


"Sebenarnya seberapa dahsyat efek samping puisi itu? apa aku bisa mengatasinya tanpa pusaka atau ramuan Sistem?" Tanya Yuda.


Agen Nostradamus menjawab [Efek sampingnya cukup kuat untuk membuat seseorang tertidur pulas selama 3 hari. Tapi saya yakin anda bisa menahannya. Ingatlah reward Main Quest ini yang berjumlah Miliyaran.] Nostradamus menyebutkan nominal uangnya agar Yuda kembali semangat.


Yuda bergumam sambil mengusap kuat matanya "Quest ini gampang gampang susah, membelokkan tornado itu tidak sesulit yang aku kira, apalagi aku punya delivery tower yang menggantikan aku membelokkan tornado untuk sementara. Tetapi jika aku tertidur 2 detik saja, 2 sampai 3 rumah bisa ambruk." Keluh Yuda.


[Bertahanlah sebentar lagi, menurut prediksi kami setelah ini akan muncul satu tornado lagi di dekat sini.]


"Hah! lagi!" Yuda mengerutkan dahi.


[Tornado yang ketiga akan lebih besar dan pusarannya akan lebih kuat. Saya sarankan anda untuk berhati hati, karena tornado yang seperti itu bisa memuntahkan material material yang dibawanya ke segala penjuru saat berjalan.]


Mendengar setelah ini akan ada tornado lagi Yuda justru kegirangan. Karena semakin banyak tornado yang dia belokkan maka semakin banyak juga jumlah saldo yang dia dapatkan dari reward quest.


Anggap saja jika seluruh properti di kecamatan ini berharga sekitaran 20 miliyar maka jumlah uang yang akan didapatkan Yuda dari membelokkan tornado 3 kali adalah 60 miliyar.


Matanya kembali melek setelah memikirkan uang.


Yuda mengamati pergerakan tornado yang berhasil diangkat. Yuda terus mengamati tornado itu sambil sesekali tertidur dan dibangunkan oleh Vert Homunculus yang berjaga di luar.


"Pak, tornadonya akan meledak!"


Yuda langsung membuka matanya lalu menatap ke arah tornado yang akan meledak.


Sama seperti tornado pertama, tornado kedua ini pun menunjukkan gejala yang sama. Yuda yang mengingat kejadian saat tornado pertama meledak pun menyuruh para Homunculus untuk berlindung.


Beberapa detik kemudian tornado meledak dan hal yang sama terjadi lagi. Beruntung tidak ada material terbawa angin yang menghantam atap rumah Yuda hanya ada beberapa yang merusak halaman rumahnya.


Para Homunculus pun semuanya selamat dan Yuda bergegas mematikan Delivery Tower.


< Progres Pengiriman Suara 80% >


Tertulis papan Sistem kalau rekaman puisi angin sudah terkirim sebanyak 80% yang itu artinya waktu yang tersisa untuk memainkan puisi lewat delivery tower hanya kurang dari 5 menit.


Vert Homunculus yang ditugaskan di dapur keluar membawa sambal buatannya. Vert Homunculus memberikan sambal terasi itu sambil menunjukkan senyum bangga kepada Yuda.


Yuda menerima sambal itu lalu menghirup aromanya. Agen Nostradamus yang mengawasi dari tempat yang jauh penasaran dengan kegunaan sambal itu "masakan itu untuk apa?] Tanyanya.


Yuda menjawab "Ini bukan masakan tapi sambal pelengkap hidangan. Aromanya yang tajam dan membara ini akan aku gunakan sebagai aroma terapi untuk melawan rasa kantuk."


Yuda menghirup aroma tajam sambal dan seketika itu juga matanya langsung terbelalak. Aroma Pedasnya sangat luar biasa.


Sambil menunggu tornado berikutnya muncul Yuda menyempatkan untuk memeriksa grup chat walau matanya masih sayu.


Tapi ternyata jaringan telepon telah terputus, akibatnya chat baru tidak masuk ke hp Yuda.


Tiba tiba Yuda terpikirkan sesuatu namun belum sempat dia memperdalam pikirannya Sistem memperingatkannya untuk menjauh.


< Peringatan! >


< Aktivitas awan tornado terdeteksi >

__ADS_1


"Dimana?" Tanya Yuda yang mulai bisa santai mengatasi Main Quest keempat ini.


Namun tingkah santainya diakhiri paksa saat dia membaca pesan selanjutnya dari Sistem.


< Tornado muncul tepat di atas kepala anda >


Yuda mendongak dan benar saja, tornado turun tepat di atasnya. Yuda pun langsung menekan Nebula Eye dan berteleportasi sejauh mungkin.


Nebula Eye membawanya ke atas sebuah konstruksi gedung yang ditinggalkan, lokasinya cukup jauh dari kawasan rumah Yuda.


Dia bergegas memainkan seruling Fairy Poet karena tidak rela rumahnya dihancurkan oleh tornado, namun sia sia saja karena lantunan puisi angin tidak akan bekerja sebelum tornado menyentuh permukaan tanah.


Alhasil rumah Yuda pun rata dengan tanah.


Yuda yang melihat rumahnya hancur naik pitam dan membentak para Vert Homunculus untuk segera menyalakan Delivery Tower.


Rekaman puisi yang tersisa di Delivery Tower tinggal sebentar.


Yuda syok menyaksikan rumahnya hancur. Rumah itu memang bisa dibangun kembali, barang barang yang hilang terbawa angin bisa dicari kembali. Tapi bagaimana reaksi ibunya saat pulang dan menyaksikan rumah mereka sudah hancur nanti. Itulah yang membuat Yuda khawatir.


Rekaman pada Delivery tower pun berakhir. Yuda mengambil serulingnya dan melanjutkan lantunan puisi angin dengan hati yang retak.


Tidak lama kemudian salah satu Vert Homunculus menunjuk ke bawah gedung. Terlihat di bawah sana ada seorang kakek tua yang berjalan sempoyongan.


Yuda mengenal kakek itu sebagai pedagang es cendol di sekolahnya. Melihat seseorang membutuhkan bantuan Yuda berpikir cepat dan membuka toko sistem.


Seolah sudah hafal dengan layout toko sistem Yuda menjalankan toko dengan satu tangan tanpa mengalihkan pandangannya dari tornado.


Lalu dia membeli satu Jaune Homunculus seharga 15 juta rupiah.


Pembelian berhasil, Jaune Homunculus pun muncul dengan wujud seorang wanita muda menyesuaikan selera pembelinya.


Yuda dengan muka datar menunjuk si Jaune Homunculus lalu telunjuknya dia alihkan ke si kakek di bawah sana.


Jaune Homunculus mengerti maksud Yuda dan bergegas mencari jalan turun untuk menolong si kakek.


Jaune Homunculus menghampiri si kakek lalu mengajaknya mengungsi ke tempat yang aman yaitu di gedung terbengkalai yang di lantai paling atasnya ada Yuda.


...


< Chapter Selanjutnya ( Kehancuran Rumah ) >


....................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >




Moral (25/40)




Ketampanan (+50/+50) - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -




• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/40 )



Kekuatan (200/200)



• Kecepatan (90/90)

__ADS_1


• Pertahanan (150/150)


• Stamina (200/200)


• Mentalitas (100/100)



Kecerdasan (110/300)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


• Bahasa Inggris


• Penjaskes


• Bahasa Daerah



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


...


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam


• Seruling Fairy Poet


• Nebula Eye


• Delivery Tower


• Blanc Homunculus


• Vert Homunculus


• Liquid Doll


• Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems'


< Tiket emas (2) >


.......................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄


..........................................................................................

__ADS_1


__ADS_2