Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 13 | Bullying Yang Menyerang Psikis


__ADS_3

"maju sini lo!!"


"mati kau andi!!"


kami pun berkelahi. ini bukan perkelahian dengan bela diri, melainkan perkelahian biasa dengan sembarang memukul.


banyak anak anak yang menonton perkelahian kami. kerumunan mereka menarik perhatian guru yang lewat. kebetulan bapak alam juga lewat.


"yudistira! andi!!"


bakk!


"waw, andi nendang muka bapak alam!"


andi tidak sengaja menendang bapak alam. mampus aku sekarang, kalau reputasiku memburuk maka tidak akan ada yang mau bergabung ke klub pemanah. sebenarnya reputasiku sudah buruk dari dulu. tapi kalau ditambah lagi akan semakin banyak anak yang tidak mau berhubungan denganku.


hidung bapak alam berdarah. aku dan andi pun masuk ruang bk. tanpa basa basi bapak alam menghukum kami.


andi di skor 2 hari mulai besok, karena dalam sehari sudah 2x melakukan kekerasan di lingkungan sekolah. dia juga terancam tidak bisa ikut lomba festival nanti.


sementara aku hanya diberi peringatan ringan. karena bapak alam mengira aku jadi korban kebrutalan andi lagi. mungkin terdengar tidak adil karena aku juga memukul, tapi tampaknya keputusan ini juga karena bapak alam dendam ke andi. aku juga diperingatkan oleh pak alam agar serius menangani klub yang harus aku buat.


aku keluar ruang bk dengan hati berbunga. terima kasih bapak alam, berkat bapak beban sekolahku sedikit berkurang untuk 2 hari ke depan.


aku menyewa jasa anak jurusan desain untuk membuat sebuah brosur demi memperkenalkan klub panah, tentunya dengan bayaran. untuk saat ini aku share brosur itu ke grup grup sekolah dulu.


lanjut saat jam pelajaran ketiga aku membuat rancangan awal klub berupa struktur organisasi dan kegiatan kegiatan awal yang akan dilakukan klub. lalu aku kirim rancangan awal itu pada frederica.


frederica membalas pesanku dengan singkat.


[bagus.] kayanya dia setuju saja dengan struktur organisasi buatanku. setelah itu aku melamun sepanjang jam pelajaran, menunggu chat dari orang yang mendaftar.


pelajalan hari ini membosankan, aku sampai ketiduran di kelas. beruntung sekali setelah dihajar tadi pagi tidak ada lagi yang menggangguku, sehingga aku bisa beristirahat dengan tenang.


sampai...


plak!! penggaris guru sejarah menghantam mejaku. aku terbangun dan berakhir diceramahi.


sampai pulang sekolah belum ada juga orang yang ingin bergabung klub pemanah. aku membaca chat frederica, dan katanya ada 2 orang lagi di kelasnya yang ingin masuk klub pemanah.


hasil memang akan berbeda tergantung siapa yang melakukannya. giliran aku tidak ada yang mendaftar, giliran frederica langsung dapat 2 orang. beginilah nasib tidak good looking.


aku pun mengajak frederica bertemu di gedung kreasi. rupanya 2 siswi jurusan broadcasting ingin bergabung ke klub.


"mereka mau ikut klub pemanah. masih bisa kan?"


"bisa. apa kalian.. ehem, apa kalian pernah mencoba olahraga panahan atau pernah pegang busur sebelumnya?" kutanya ke 2 siswi itu.


"belum."


"gua juga belum pernah."


"sudah kuduga."


"kalau begitu hari ini kita atur jadwal latihan dulu. karena seminggu lagi festivalnya dimulai, jadi waktu kita tidak banyak. akan aku ajarkan cara memanah tepat sasaran paling mudah."


aku cukup percaya diri karena aku punya bakat mata elang. setelah aku coba rupanya bakat mata elang ini membuatku bisa melihat jalur lintasan anak panah yang akan aku tembakkan. aku juga sudah mempelajari posisi menembak yang benar.


"kapan kita mulai latihannya kak?"


"aku dipanggil kakak. jadi malu." aku malah salting dalam pikiranku sendiri.


"kita mulai latihannya besok sehabis pulang sekolah gimana?"


"aku bisa melatih kalian sambil menunggu calon anggota."


"kalau besok gue gak bisa. soalnya gua kudu jaga rumah."


"iya, aku juga gak bisa besok. soalnya terlalu mendadak."


kami pun merundingkan hari latihannya, dan hasil akhirnya latihan memanah pertama klub akan diadakan 3 hari lagi.


sebenarnya aku kurang setuju dengan hasil ini. sebab waktu yang kami miliki hanya 7 hari. jika latihannya setelat itu bisa bisa kami akan tampil bodoh di lomba nanti. tapi aku tidak bisa meyakinkan mereka. ke 3 gadis itu menyatukan suara mereka (perempuan), akibatnya aku yang sendiri menjadi minoritas dan mau tidak mau harus setuju (laki laki).


"kalau gitu kita pulang ya."


"hati hati di jalan."


aku tulis nama kedua siswi broadcasting itu.


aku coba melupakan hasil yang tidak memuaskan ini dengan mengutak atik aplikasi sistem. aku penasaran kenapa sedari tadi tidak ada daily quest yang muncul, padahal biasanya ada 1 atau 2 quest yang muncul saat aku sekolah.





begitu rupanya. untung saja aku sudah memaksimalkan stat kekuatanku. dampak positif dari quest yang di freeze adalah aku bisa lebih santai walaupun aku tetap harus berbuat kebaikan ke orang orang yang butuh bantuan. lalu dampak negatifnya, aku tidak bisa mendapatkan bantuan apa pun dari sistem sekarang.


tunggu, bukankah masih ada sub-quest? benar masih ada sub-quest yang bisa menjadi sumber peningkatanku statku selama main quest ini berlangsung. semoga saja reward sub-quest ada poin peningkatan randomnya.


hari ini aku jadi pria sibuk. usai mengumpulkan calon anggotaku aku lanjut ke ruang osis untuk melaporkan kegiatan klub kami dan meminta izin memakai fasilitas yang disediakan sekolah.




nadia adalah siswi sopan yang memanggilku kakak. sementara yulia adalah siswi tomboy yang harus jaga rumah.


__ADS_1


sesampainya di ruang osis aku bertemu ketua osis kami yang pemalas tapi berprestasi. aneh bukan, pemalas tapi berprestasi. orang orang bilang prestasinya itu berasal dari segepok uang yang diberikan oleh ayahnya.


ketua osis kami nama panggilannya jamal, murid kelas 3 jurusan desain. dia anak sulung bos perusahaan baju di kota kami. aku tidak tahu apa yang membuatnya disegani selain ayahnya, tapi yang pasti anak konglomerat hidupnya enak. bahkan martha si anak manja menteri pendidikan pun tidak berani berurusan dengannya.


"permisi kakak ketua osis, saya ingin meminta izin mengadakan latihan dan memakai fasilitas klub pemanah." ucapku.


"ohh.. yudistira ya."


"kakak tahu namaku?"


"iyalah, lu udah bikin rusuh sekolah beberapa minggu yang lalu. kalo lu mau minta izin ada syaratnya."


"maksudnya syarat kalau mau kegiatan kami disetujui kak?"


"iya. bersihin ruang osis ini."


jamal, dia menyebalkan seperti yang sering aku dengar. minta satu tanda tangan saja ada syaratnya, syaratnya membersihkan ruang osis yang besar ini pula.


meski kesal aku tidak mau ambil pusing. aku ambil sapu dan pel lalu mulai membersihkan ruang osis ini, mulai dari lantai, jendela, meja dan kursinya sementara jamal tidur dengan nyaman di sofa guru yang tersedia di ruang osis ini.


jam 17:25 wib.


"sudah selesai ketua!"


kakak jamal bangun, baru tidur 1 jam saja liurnya sudah kemana mana.


"gak usah teriak. mana sini kertas lo?"


ketua osis akhirnya menandatangi surat izin pakai ruangan klub kami. tapi tanpa sepengetahuannya, aku menulis pemakaian ruangan selama 7 hari. jadi klubku bisa berlatih selama 7 hari ini tanpa henti.


selain klub kelas 1 buatanku masih ada klub kelas 2 dan klub kelas 3. jika klubku kebetulan bertemu dengan klub kakak kelas nanti maka akan aku tunjukkan kehebatanku memanah kepada mereka.


aku berlatih memanah seorang diri. aku pegang busur dengan tangan kiriku dan kutarik anak panah dengan tangan kanan.


"stance, nocking the arrow, extend, drawing, anchoring, tighten, aiming, release." langkah langkah memanah.


aku ulang semua proses itu dalam pikiranku demi bisa menunjukkan sikap pemanah yang natural. sebab tanpa harus mengikuti sikap memanah pun aku bisa menembakkan panah tepat ke sasaran dengan bantuan mata elang yang dapat melihat jalur lintasan anak panah. aku juga harus mengingat istilah istilah olahraga panah supaya tidak kelihatan cupu pas lomba nanti.


aku lepaskan anak panah pertamaku dan tepat sasaran di tengah bulatan warna kuningnya. perfect shot di percobaan pertama. aku lepaskan panah kedua dan kena di tengah lagi.


karena memanah sambil terlalu mudah, aku coba memanah sambil berjalan ke samping. dengan lihainya aku ambil anak panah di pinggangku, lalu memanah tepat di setiap lingkaran tengah target yang ada.


karena gabut, aku melakukan aksi berputar 360 derajat lalu memanah tepat sasaran. banyak lagi aksi dan gaya yang aku lakukan, bahkan pada beberapa kesempatan aku berhasil membelah anak panahku yang menancap dengan anak panah lainnya. kalau punya mata elang ini, hawkeye avenger sekali pun bisa kalah jika bertanding denganku.


tanpa aku sadari, aksi memanah gabut tapi kerenku itu dilihat oleh seorang siswa yang entah mengapa tidak pulang sampai jam segini. dia melirik diam diam dari jendela seperti seorang penguntit.


"kakak keren banget. kakak atlet panah sekolah ya."


dari seragamnya dia anak farmasi. aku tanya apakah dia mau bergabung ke klub pemanahku.


"ada biaya gak?"


"gak ada. kau cuma perlu ikut latihan sama ikut lomba memanah di festival nanti."


"oke oke, nanti kuajarin."


"nama dan jurusanmu?"


"pandu dari kelas 1 B jurusan farmasi."


"cuma pandu?"


"iya, simpel kan."




tadinya aku kira hanya angin dan hantu penunggu sekolah yang menonton aksiku. rupanya juga ada anak ini. tidak sia sia aku pamer skill disini.


hari semakin sore. aku mulai cemas, saat ini kuotaku habis jadi tidak bisa mengabari ibu. aku bergegas pulang tapi sesuatu terjadi.


"aku pulang dulu ya pandu."


"kalo gitu kita barengan ya, kak."


"terserah aja. loh..?"


pintu keluar ruangan tiba tiba terkunci. aku tidak tahu apa penyebabnya, tapi sepertinya pintunya dikunci dari luar.


"siapa diluar?" tanyaku sambil berusaha menurunkan gagang pintu.


tidak lama kemudian lampu di ruangan ini mati. ruangan ini tidak memiliki jendela, jadi ketika lampu padam tidak ada lagi penerangan di seisi ruangan.


gelap sekali disini. aku mulai panik karena sedari kecil aku fobia pada kegelapan.


-pov orang yang mengunci yuda dan pandu-


"buruan lelehin lilinnya."


"hahah, mampus tu anak! andi emang the best kalau soal bikin mampus anak orang."


"lubang kuncinya udah ketutup, buruan kita kabur!"


2 siswa suruhannya andi mengurungku dan juga pandu di dalam ruang latihan panah yang sangat gelap. sepertinya mereka tahu aku memiliki fobia gelap, dan sengaja menungguku masuk ke sini.


aku yang tidak tahan berada di tempat gelap berusaha mendobrak pintu keluar itu, tapi tidak berhasil. rupanya anak anak itu juga merantai pintu dari luar dan menahan pintu dari sisi lainnya dengan meletakkan barang barang berat. kini tak ada lagi pencahayaan di ruangan ini.


aku tidak bisa membukanya. tenagaku perlahan lahan menghilang ketika aku merasakan hawa dingin di belakangku. nafasku menjadi sesak. pandu berusaha menenangkan diriku dengan menyalakan lampu senter hpnya. namun sedikit cahaya tidak membuatku merasa lebih baik.


"tenang kak! kakak fobia gelap ya? tenang akan aku coba buka pintunya!"

__ADS_1


pandu mengarahkan senter ke lubang kunci lalu berusaha memutar kunci menggunakan pisau kecil pada pemotong kuku.


"kuncinya tidak bisa diputar. ada serpihan serpihan lilin yang kelar dari lubang kuncinya."


aku tidak henti gemetar dan sesak nafasku semakin menjadi. pandu berusaha menolongku dan mengatakan kalau dia sudah menghubungi orang yang bisa mengeluarkan mereka dari sini.


aku tidak bisa keluar lewat jendela karena badanku terlalu besar. aku juga tidak bisa meminta bantuan sistem. sistem bukan layanan keselamatan. sementara agen nostradamus tidak bisa aku hubungi, bahkan sekedar mengechat pun tidak bisa.


bisakah aku menghilangkan fobia gelap ini dengan bantuan sistem. fobia ini sangat menyiksa, sesak nafas yang aku alami tidak kunjung reda. aku mulai berhalusinasi bahkan aku mulai melihat wajah pandu berubah menjadi sosok yang menyeramkan.


aku menutup mataku. kejadian ini membuatku sadar, bahwa sebesar apapun peningkatan yang aku dapatkan tetap tidak merubah fakta kalau diriku adalah manusia yang lemah.


pandu mengguncangkan badanku. aku pingsan karena shock. saat itu aku masih belum tahu siapa yang melakukan ini.


.....


-pov andi yang lagi nongkrong di gang belakang sekolah-


andi sedang menonton siaran langsung penderitaanku yang terjebak di ruang latihan. anak buahnya sengaja melakukan panggilan video untuk menunjukkan aksi tercela mereka langsung kepada sang bos.


[gimana ndi? kita berdua cepet kan?]


"emang terbaik lu bedua."


"jagain terus sampe jam 1 malem. entar lu bedua gua kasih bonus kalo berhasil nahan sampe jam 1."


[siap bos! eh, tapi gimana kalau tu 2 bocah manggil orang kesini bos?]


"santai, orang luar biar gua yang urus. lagian di dalam sana masih ada satu orang lagi yang gua tugasin buat ngehajar tu 2 anak."


bullying yang dilakukan andi semakin brutal. sementara alasan dia melakukan itu sama sekali tidak diketahui.


Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:




Etika (34) (Kurang)




Moral (60) (Bagus)




Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)




• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)


• Kharisma ( - )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (22) (Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Elang


• silahkan isi sendiri


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄

__ADS_1


....................................................................................


__ADS_2