Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 85 | Aliran Putih dan Aliran Hitam


__ADS_3

POV NARATOR


Kembali ke beberapa menit yang lalu sebelum pertukaran cincin.


Pihak keluarga pria menyampaikan tujuan pertunangan.


Ayah Frederica yang orang bule berdiri berhadapan dengan Ibu Yudistira. Ibu Yudistira menyampaikan maksud dan tujuan pertunangan ini.


"Saya Ibu dari mempelai pria, kami datang untuk meminang putri anda, Frederica Hollan untuk menikah dengan putra saya 8 tahun ke depan." Dia jelas tidak menghafal kalimat lamaran dengan benar.


"Saya ayah dari mempelai wanita, bersedia menerima lamaran putra anda. Kelak 8 tahun dari sekarang akan dilangsungkan pernikahan yang mewah untuk anak anak kita." Ucap ayah Frederica dengan sedikit improvisasi.


Acara dilanjutkan dengan saling mengucap janji pertunangan. Janji ini harus ditetapi hingga delapan tahun ke depan. Yang mana kedua mempelai dilarang untuk menjalin hubungan dengan pria atau wanita lain. Jika melanggar tanpa memberikan alasan yang masuk akal, maka pertunangan akan dibatalkan dengan sepihak oleh pihak yang dikhianati.


Baik Yudistira maupun Frederica mereka tidak masalah dengan hal itu. Karena mereka merasa memiliki kesamaan yang membuat keduanya merasa nyaman ketika bersama.


Frederica dengan kesibukan dan keantusiasannya dalam mengobati orang sakit, karena cita citanya yang ingin menjadi seorang dokter. Dan Yudistira yang bangkit dari keterpurukan untuk mengejar sesuatu yang tidak diketahui oleh siapapun, tetapi dalam prosesnya kepribadian dan kehidupannya terus berkembang menjadi lebih baik.


Yudistira memasangkan cincin di jari manis Frederica. Pertunangan pun diakhiri dengan salaman antara calon mertua dan calon menantu.


**


Sehari setelah acara pertunangan itu. Yuda kembali teringat dengan organisasi pembunuh dan si monarch Dies Bell.


Dia bertanya kepada Nostradamus apakah urusannya dengan mereka sudah berakhir "Apakah mereka tidak akan kembali lagi Nos? sampai sekarang tidak ada berita lagi tentang Natalie dan Dancing Hatchet. Tidak ada yang tahu apakah mereka di hukum mati atau apa." Keluh Yuda yang masih terbayang bayang dengan teror mengerikan yang dilakukan oleh organisasi pembunuh setengah bulan yang lalu.


[ Natalie dan Dancing Hatchet tidak dihukum mati. Mereka hanya dikembalikan ke negara asal mereka. Terror Bell si pengebom mati. Lalu Dies Bell, seharusnya dia sudah mati. ]


[ Kecuali jika dia memang abadi. ]


Yuda menghela nafas panjang, kemudian dia teringat dengan kata kata Lauroe di rumah sakit waktu itu.


Dia ingin menunjukkan perguruan ilmu putih kepada Yuda.


Karena penasaran tanpa menunda lagi Yuda menghubungi rekan KPS nya itu dan mereka pun janjian bertemu di depan gerbang sekolah.


Yuda sampai lebih dulu. Dia sengaja membawa pakaian ganti agar tidak perlu bolak balik ke rumah. Untuk mandi dia meminjam kamar mandi kantor kepala sekolah.


Lauroe datang dengan masih memakai pakaian sekolah. Dia kaget melihat Yuda. "Ayo kita pergi sekarang. Kalau ditunda takutnya kemalaman." Ajak Yuda.


"Ini masih sore blok! Lu yakin gak ketinggalan apa apa?" Tanya Lauroe.


"Tidakk, buruan kita berangkat."


Lauroe tidak bisa berbuat apa apa pada sikap before time Yuda. Keduanya pun berjalan kaki ke perguruan ilmu putih karena kata Lauroe tempat itu tidak jauh dari sekolah mereka.


Kedua pemuda itu mengambil jalan setapak melewati hutan. Mereka yang sama sama percaya diri pada kemampuan diri, tidak takut meski akan berhadapan dengan hantu maupun begal. Malah dalam hati keduanya, mereka berharap bertemu dengan salah satu dari kedua bahaya itu.


Di tengah jalan Yuda bertanya ke Lauroe apakah dirinya harus membawa buah tangan. Lauroe menjawab "Ya, haruslah. Makanya gua bilang pulang dulu!" Keluh Lauroe.


Terpaksa Lauroe menghadapi tingkah kocak Yuda. Dalam hati Lauroe kesal karena perjalanan yang harusnya singkat jadi lama karena harus menunggu kurir JNE membawakan suvenir.


"Mau bagaimana lagi." Kata Yuda. Dia lupa karena belakangan ini sibuk. Ditambah lagi tidak ada pedagang yang menjual barang suvenir di desa mereka.


Tidak lama kemudian kurir JNE datang. Kurir itu memberikan sekotak besar suvenir yang dari baunya dapat ditebak isinya adalah makanan manis.


Lauroe lantas bertanya makanan apa yang Yuda beri. Namun Yuda merahasiakannya dan menyebut kalau itu bukan untuk Lauroe.


Lauroe bertanya lagi "Apa pertunangan lu sama nona Frederica lancar?" tanyanya.


"Alhamdulillah lancar. Makasih udah tanya." Jawab Yuda.


Lauroe mengingatkan Yuda untuk tidak banyak bicara sepanjang mereka berjalan melewati hutan. Karena makhluk halus sangat sensitif dengan kata kata kasar.


Yuda yang mendengar itu mengangguk. Dalam hati dia tertawa dan mengoceh "Aku bisa santai. Siapa juga yang berani mendekati roh Reog?"


Roh Reog yang kini telah menjadi khodam Yuda selain Sistem berjalan menemani tuannya.


Dia dan Yuda yang memiliki sejarah panjang pertempuran dengan dedemit membuat keberadaannya saja sudah ditakuti oleh makhluk halus. Ditambah lagi aura pelindungan dari roh Reog dapat dialirkan ke Lauroe, membuat keduanya tidak akan diserang oleh dedemit.


Hidden Quest muncul di ujung perjalanan.


< Hidden Quest telah muncul >


< Perguruan ilmu putih adalah tempat yang sakral dan menjunjung tinggi tata krama >


< Jagalah kesopanan anda selama berada di perguruan ilmu putih >


Quest menjaga kesopanan terdengar baru di telinga Yuda.


Sesampainya di tempat tujuan Yuda langsung mengenali tempat itu. Itu adalah rumah Gapura Candi yang tertutup di tengah hutan.


Waktu masih sd Yuda seringkali mengajak orang tuanya untuk berkunjung ke rumah candi itu tetapi ayahnya selalu melarang. Akhirnya sekarang Yuda tahu alasan ayahnya tidak mau datang ke tempat itu.


Karena ayahnya adalah penganut ilmu hitam sementara tempat ini adalah markas penganut ilmu putih.


Ada banyak rumah candi disana. Lauroe menjelaskan kalau rumah candi yang berada di tengah permukiman lah tempat tujuan mereka.


Begitu Yuda melihat rumah yang mereka tuju, dia langsung menyadari ada yang tidak beres dengan rumah itu.


Hawa yang terpancar dari halaman terasa dingin tidak seperti hawa ilmu hitam yang terasa panas di kulit.


Sambutan yang dia dapat pun agak aneh. Dia dihujani tembakan oleh oleh disana.


Yuda melompat lompat menghindari rentetan peluru yang diketahui merupakan peluru karet di kakinya.


"Ada praktisi ilmu hitam!!" Teriak si anak menunjuk ke Yuda.


"Heh! fitnah dari mana itu?! aku bukan pemakai ilmu hitam!!" Bantah Yuda.


"Lauroe! bantu aku!" Pintanya.


"Anak anak, mas ini bukan penganut ilmu hitam. Simpan senapannya. Kakak tarik kata kata kakak kemarin." Tutur Lauroe.

__ADS_1


Jadi Lauroe lah yang memberitahu anak anak itu kalau Yuda adalah praktisi ilmu hitam.


"Kenapa kau memfitnah ku seperti itu?" Tanya Yuda geram.


"Maaf. Soalnya praktisi ilmu putih gak ada yang gak saling mengenal. Jadinya gua curiga lu praktisi ilmu hitam abal abal." (Lauroe)


"Sialan kau!" (Yuda)


Lauroe membawa Yuda bertamu ke rumah tetua desa. Hawa dingin yang terasa di halaman menghilang begitu menginjakkan kaki di dalam rumah itu.


Yuda pun disambut hangat dengan segelas teh. Dia diminta menunggu kepala desa datang.


Yuda sedikit gugup berada di tempat baru. Karenanya dia coba berbincang bincang dengan Nostradamus. Siapa tahu bisa dapat spoiler Main Quest ke 10.


"Aku gugup sekali. Kira kira Main Quest Ke 10 akan menegangkan tidak ya." Pancing Yuda.


[ Wahh akan sangat menegangkan!! ] Jawab Nostradamus.


"Oh ya! bisa beri gambaran?"


[ Tidak boleh! lanjutkan kegiatan anda! ] Bentak Agen Nostradamus.


Yuda melihat Lauroe bercakap cakap serius dengan seseorang di balik pintu. Tidak lama kemudian seorang sesepuh keluar dari kamar yang dihadapi Lauroe.


Kakek itu duduk, bibirnya sudah sulit untuk bicara karena usianya yang sudah lebih dari seratus tahun.


Si kakek berbisik ke Lauroe lalu Lauroe menyampaikannya ke Yuda.


"Seperti master limbad." Gumam Yuda dalam hati.


[ Anda tidak sopan. ] Ketus Nostradamus.


"Apa tehnya manis?" Tanya Lauroe.


"Pas aja kok." (Yuda) Padahal tehnya hambar.


"Sesepuh ingin bicara langsung ke intinya karena tidak ingin kamu berada terlalu lama disini." Terang Lauroe menyesuaikan tutur bahasanya.


"Sesepuh akan mengajukan beberapa pertanyaan. Tolong jawab dengan jujur agar tidak terjadi hal yang tak diinginkan."


"Lu gak bakal diinterogasi. Jadi tenang aja. Kita gak bakal minta jawaban yang spesifik."


Awan Hitam mendeteksi adanya serangan. ilmu putih ke Yuda.


"Apakah kamu penganut ilmu hitam?" (Lauroe)


"Bukan." (Yuda)


"Apakah kau penganut ilmu putih?" (Lauroe)


"Bisa dibilang begitu." (Yuda)


"Apakah kekuatanmu itu berbahaya?" (Lauroe)


"Lalu apakah kau bersedia mendengarkan kisah kami perguruan kami?" (Lauroe)


< Hidden Quest : menjaga kesopanan dan tata krama > Sistem berkata seolah olah menyuruh Yuda untuk mendengarkan kisah mereka.


"Aku bersedia mendengarkan."


Sesepuh memulai cerita dengan menjelaskan perbedaan dari ilmu putih dan ilmu hitam. Secara mendasar perbedaan utama dari kedua aliran itu adalah pada persyaratan ajian dan kontrak dengan Khodamnya.


Khodam aliran hitam meminta tumbal manusia. Dan ajian hitam mengharuskan praktisi nya untuk memakan daging manusia. Tumbal yang keji itu diperlukan karena ilmu hitam berasal dari jin jahat.


Sementara khodam aliran putih yang berasal dari jin baik mengharuskan kontraktor nya untuk bermeditasi. Untuk makanan mereka hanya memakan daging hewan atau bunga khusus. Jadi tidak ada tumbal manusia di aliran putih.


Perbedaan lainnya, ilmu hitam digunakan untuk melakukan kejahatan. Entah itu untuk pemakaiannya sendiri seperti pesugihan, pelet, santet dan guna guna. Atau pun untuk mengirimkan bala kepada orang lain.


Sementara ilmu putih digunakan untuk menangkal serangan ilmu hitam. Dan berperang melawan pengikut jin jahat. Lebih lanjut ilmu putih dan ilmu hitam dulunya sama sama digunakan untuk melawan penjajah.


Perguruan ilmu putih ini pun didirikan sebagai tempat kumpul para praktisi ilmu putih. Entah mereka yang belajar langsung, ataupun mereka yang menerima ilmu turunan. Tidak jarang pula perguruan ini mereka pelaku ilmu hitam yang ingin hijrah dan bertobat.


Mendengar itu Yuda menjadi respek. Terlebih lagi roh Reog dapat mendengar getaran hati seseorang apabila dia berbohong.


Si sepuh memuji Yuda yang telah berani melawan organisasi pembunuh yang berhubungan erat dengan ilmu hitam.


Sebenarnya perguruan ilmu putih tidak tahu fakta itu. Mereka baru tahu setelah kejadian pembantaian polisi dibawah jembatan Van Den Boss waktu dulu.


Si sepuh pun bertanya dengan serius, maukah Yuda membantu mereka sekali saja.


Si sepuh ingin meminjam kekuatan Yuda untuk menangkap kriminal perdagangan manusia yang bersembunyi di perguruan ilmu hitam.


Si sepuh kagum dengan kemampuan Yuda yang bisa melacak markas organisasi pembunuh dalam waktu singkat. Karena itulah dia ingin Yuda melacak lokasi perguruan ilmu hitam untuk mereka.


Jika sudah ditemukan urusan selanjutnya akan dibereskan oleh murid perguruan ilmu putih.


Yuda menerima permintaan itu. Dia meminta izin untuk pergi keluar.


**


Yuda merobek Tiket Emas. Sistem pun memberitahu dimana lokasi perguruan ilmu hitam. Lebih lanjut Yuda meminta izin untuk membantu menangkap komplotan perdagangan manusia itu.


Yuda merasa kalau Sistem ingin dirinya menjadi pahlawan karena itulah dia ingin ikut. Tetapi anehnya Sistem melarangnya ikut campur kali ini.


"Kenapa tidak boleh Sistem?" Tanya Yuda.


< Kami akan memberitahu anda alasannya nanti. Segeralah selesaikan urusan disini. >


Sistem memberikan gulungan berisi peta kepada Yuda, lalu tanpa membacanya Yuda memberikan peta itu ke Lauroe.


Meski peta lokasi yang diberikan Yuda belum pasti, tapi sesepuh cukup percaya. Dia memberikan hadiah kepada Yuda berupa kalung dengan batu ruby.


Batu Ruby adalah batu pertama yang mahal. Yuda ingin menolak tetapi Lauroe memaksa dia menerima, karena kalau tidak maka Yuda tidak menghormati perguruan mereka.

__ADS_1


Setelah menerima kalung itu Yuda memberikan suvenir yang dia pegang sedari tadi.


Si sesepuh pun menerima dengan senang hati. Beliau menyuruh muridnya untuk mengantarkan Yuda dan Lauroe pulang dengan derman.


**


Sesampainya di rumah Yuda menyimpan kalung Ruby nya di laci.


Nostradamus memberitahu kalau besok Main Quest Ke 10 akan muncul.


Mendengar itu Yuda senang namun juga sedih. Tapi kehidupan akan terus berjalan, mungkin saja Sistem kebaikan harus mendatangi orang lain setelah ini.


Karena itulah Yuda ikhlas jika memang besok adalah hari terakhirnya memiliki Sistem.


Keesokan harinya...


....................................................................................


< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >


< Title [ Golden System User ] didapatkan >


.


< Poin Peningkatan Random +180 >


< Tiket emas +19 >


< Kunci Emas +3 >


.


< 1. Moral (116/40) >


.


< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken


• Berat Badan (81/81)


• Kharisma ( 40/50 ) Awaken


.


< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken


• Kecepatan (115/115) Awaken


• Pertahanan (190/190) Awaken


• Stamina (215/300) Awaken


• Mentalitas (100/150) Awaken


.


< 4. Kecerdasan (263/400) >


< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >


• Automatic Blueprint


• ???


• ???


< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >


( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )


.


< 5. Bakat ( 6/100 ) >


• Bela Diri | Aikido -Advance-


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


• Koki | Food Traveler - Advance -


• Pengacara | Ahli Menyahut - Advance -


• Isi sendiri (12)


.


< Uang Saku [ Rahasia ] >


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan ) ( Alpha Crystal Golem ) ( Cakar Reog Hijau ) ( Mata Reog Hijau ) ( Mirror Armor ) ( Fish Tank )


< Special Massal Product >


- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -


..........................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄

__ADS_1


..........................................................................................


__ADS_2