
pada suatu era terdapat seorang pemuda yang berjuang demi kelompoknya. pemuda itu adalah aku pandu. (khayalan pandu untuk mendramatisir lomba tahap kedua)
di hadapan buruan yang terus bergerak, sang pemuda pemberani berdiri di atas gurun pasir dengan badai pasir ganas yang menyeruak mengelilinginya. berdiri kokoh menarik tali busur demi bisa menghujam titik lemah buruan dan memberikan 3x skor sempurna kepada kelompoknya. (khayalan pandu untuk mendramatisir lomba tahap kedua)
aku akan melakukannya. aku akan memenuhi harapan kelompokku, dan memberikan skor sempurna. (khayalan pandu untuk mendramatisir lomba tahap kedua)
hari ini, aku pandu akan mencapai fase awakening dari kemampuanku. (khayalan pandu untuk mendramatisir lomba makin liar)
debunya banyak banget anj*ng!
[awas aja kalo sampai ada yang meleset ndu!] yulia meminjam mic untuk mengingatkan pandu.
"ohok ohok.." perwakilan kelas 2 batuk karena debu.
[balikin micnya!]
[situasi berubah menjadi tidak terduga! angin kencang menerbangkan debu debu pasir di lapangan tahap kedua! para peserta pun diharuskan untuk memakai kacamata renang saat memanah!]
[ini sebagai tantangan tambahan. ada yang keberatan?]
sunyi di antara para peserta. tidak ada yang keberatan.
"lensa kacamatanya lurus kan? dapatkan poin paling tinggi pandu!" teriakku.
"dapet kacamata perang juga." (pandu)
"seru juga!" (yulia)
"bentar lagi hujan." (frederica)
"....." (hana)
aku bisa melihat cahaya berwarna hijau mengelilingi badan pandu. sepertinya itu adalah tanda aktifnya evolution candy. kita lihat saja sehebat apa permen itu.
-pov pandu-
"oke, ini gak terlalu susah. cuma debu, angin, dan target menggelantung. dengan aimku aku cukup yakin bisa dapat poin 8 3x."
pandu menoleh ke peserta kelas 2 dan 3.
"siapkan anak panah!"
"3"
"2"
"tembak!"
syung...
-pov yuda-
anak panah pertama dilepaskan.
poinnya :
pandu \= 6
kelas 2 \= 6
kelas 3 \= 7
pandu meleset cukup jauh. yah, memang mustahil mendapat nilai sempurna di lomba yang seperti ini.
-pov pandu-
"apaan itu tadi? sinar laser super terang?"
sesaat sebelum menembak mata pandu dibutakan oleh sinar yang sangat terang. pandu yang punya pengetahuan tentang jalan belakang dalam pertandingan, tahu kalau salah satu dari kelas 2 dan 3 sedang berbuat curang.
trik klasik laser ini pernah digunakan di pertandingan sepak bola nasional, saat mata kiper timnas indonesia dibutakan oleh laser yang berasal dari tribun penonton tim lawan.
"siapkan anak panah ke 2!" wasit memberi aba aba.
"tunggu, pak wasit! tadi mata saya disinarin pakai laser."
"terus? darimana arah lasernya?"
"dari atap gedung sekolah pak."
"kayanya itu pantulan cahaya matahari. gak mungkin ada yang nekat naik ke atas sana. itu kan atap lantai 2."
"tapi saya yakin pak!"
"ya udah. saya bakal kasih tau panitia perihal ini. kamu fokus aja ke lomba. buruan siapin anak panah kamu!"
pandu menarik anak panah kedua, dan lagi lagi laser itu muncul.
"tembak!"
syung...
tak!
tak!
tak!
poinnya :
pandu \= 5
kelas 2 \= 7
kelas 3 \= 6
tiba tiba mata wasit dibuat silau oleh sinar yang cukup terang. rupanya pandu memantulkan sinar laser dengan kacamatanya.
"gak percaya kan pak wasit. rasain sendiri nih sinarnya."
"udah singkirin sinarnya! bapak bukannya gak percaya sama kamu. bapak kan udah ngasih tau ke panitia kalau ada yang curang. sekarang tanggung jawab ada di panitia."
"aduh ribet banget. siapa sih pengecut yang pakai cara curang?" pandu marah marah ke peserta kelas lainnya.
"jangan nuduh ya, kelas gua gak curang!" bantah kelas 2.
"jangan boong lu kelas 2! pasti lu pada yang curang kan?!" ucap kelas 3.
"udah! udah! mau dilanjutin gak nih?"
"...lanjut deh pak, temen temen saya juga gak bakal diem aja."
__ADS_1
anak panah ketiga akan ditembakkan.
lagi lagi mata pandu disinari oleh laser tapi kali ini pandu melakukan trik demi bisa memanah tepat sasaran.
pandu membungkuk menghindari sinar laser, lalu melesatkan panahnya dengan gaya yang keren.
tak!
poin 10. akhirnya pandu berhasil mendapat poin 10. sementara kelas 2 dapat poin 7 dan kelas 3 poin 8.
perolehan poin giliran pertama, tahap kedua, arena pasir.
pandu \= 6, 5, 10
kelas 2 \= 6, 7, 7
kelas 3 \= 7, 6, 8
giliran kedua diwakilkan oleh yulia. aku menyuruh yulia bertahan sebisa mungkin, sementara aku akan mencari pelaku penembak sinar laser itu.
aku naik ke gedung di seberang lapangan lomba tempat pandu, melihat asal lasernya. aku harus buru buru menemukan pelakunya dan kembali ke arena. setidaknya untuk 3 giliran selanjutnya kami harus mendapat poin tinggi akan bisa melampaui poin kelas 2.
sesampainya di lorong kelas lantai 2 aku melihat lauroe datang dari arah yang berseberangan. sedang apa lauroe disini? jangan jangan dialah pelaku penembakan laser itu.
"lauroe, kau yang mengganggu pandu dengan laser?" tanyaku sambil bersiap siap kalau kalau dia menyerang. aku harus berhati hati dengan anak ini.
"jangan sembarangan. gua datang kesini disuruh sama panitia. lu yang peserta ngapain kesini?"
"...aku tidak percaya pada panitia. makanya aku berinisiatif untuk mencari sendiri pelakunya."
"balik lu sana! gua yang disuruh nyari tu orang."
"untuk apa aku mendengarkan perintahmu. aku juga akan mencari pelaku kecurangan itu."
"serah. tapi jangan dekat dekat gue."
langkahku dan juga... lauroe, terhenti di depan sebuah ruangan gudang. lauroe membuka pintu gudang dengan master kunci yang panitia percayakan padanya. lalu kami melihat adanya jendela yang terbuka, beserta 2 siswa gemuk yang sedang merokok.
"ada apaan di atas atap sana?" tanya lauroe ke kedua siswa yang lagi merokok.
"ngapain lu bawa tu anak cengeng? lu berkhianat sama kita?" siswa gemuk bertanya balik.
"jujur lu bedua. si chris curang kan? dan lu bedua lagi jagain jalan naik ke atap gedung yang dipake sama penembak laser itu kan?"
"kalau iya kenapa? lu kalau jadi babu panitia gak usah nyusahin kita."
brak!
lauroe melempar bola basket di dekatnya ke anak anak itu. perkelahian pun tidak terhindarkan. masalahnya 2 siswa gendut itu tampak menakutkan.
"woi kuda nil."
"kau memanggilku?" tanyaku.
"gua gak suka sama lo. tapi untuk kali ini lu harus jagain belakang gue."
"kau ngomong apa sih lauroe? gak ada siapa siapa di belakang kit-"
andi ada di belakang kami. anak buahnya menggembok pintu dari luar sehingga membuat kunci master lauroe jadi tidak berguna.
ruang gudang ini cukup luas karena merupakan gabungan dari 3 ruang kelas yang dibongkar. dari yang aku dengar, banyak pembully yang menyiksa targetnya disini. bahkan pernah kejadian seorang siswi malang dikunci selama 2 hari selama akhir pekan di gudang ini.
"keterlaluan kau andi. kau juga yang menyuruh hana menyerang aku dan pandu kan?"
"enggak tahu, tanya aja ama tu cewek gagu."
"bangsat kau andi!"
aku berusaha mendaratkan tinjuku pada andi tapi dia meninjuku duluan. kecepatan memukul pemuda berbadan ideal memang lebih cepat dari pemuda berbadan gemuk.
perkelahian ber grup demi membongkar kecurangan pun terjadi. lauroe datang sebagai perwakilan panitia yang ingin menjaga agar pertandingan berjalan dengan sportif. lauroe berusaha melumpuhkan 2 siswa penjaga yang ternyata praktisi gulat demi bisa naik ke atap sekolah dan menyita laser yang digunakan untuk berbuat curang.
tujuanku pun sama dengannya, hanya saja aku mungkin hanya bisa mengandalkan lauroe untuk naik ke atas sana. karena tidak mungkin aku naik ke atap dengan bobot badanku yang seperti ini.
buk! buk! buk!
aku terkena tendangan beruntun andi. tendangannya tidak sekuat tendangan lauroe waktu itu, tapi kelihaiannya bergerak di ruang yang sempit dan banyak barang berhamburan seperti ini sangat mengagumkan. andi menyerang dengan gesit sembari parkour menghindari meja meja yang berhamburan.
aku mengangkat satu meja lalu menghantam andi dengan itu. andi menahan meja dengan tangannya, itu pasti cukup berdamage. melihat kesempatan yang ada aku bergegas menggunakan teknik nikyo.
saat aku memegang pergelangan lengannya andi balas memegang pergelangan tanganku. saat itu aku tidak sadar apa yang mau dia lakukan, rupanya dia melakukan teknik nikyo yang sama denganku.
kami pun beradu teknik nikyo dengan memutar tangan masing masing ke kanan. karena tenagaku yang sekarang lebih kuat aku berhasil membanting andi, tapi andi juga berhasil menendang pelipisku disaat badannya terbanting.
dari sini aku belajar kalau petarung yang hebat itu bukanlah mereka yang menguasai banyak teknik ataupun memiliki tinju yang kuat. melainkan mereka yang bisa menyerang lawan meski dalam kondisi sesulit apapun. contohnya seperti andi yang bisa menendang telak pelipisku saat badannya terbanting.
sebelum andi bangun aku mengambil sebuah kursi. tapi serangan malah datang dari belakangku. aku terdorong oleh siswa gemuk yang terpental oleh tendangan lauroe. kursi yang aku pegang pun ditendang oleh andi dan aku kena pukulan telak di tenggorokanku.
"ohook!"
tertinju di tenggorokan rasanya sakit sekali. ini gara gara lauroe yang tidak lihat lihat sekitar. aku berbalik untuk memeriksa kondisi lauroe. rupanya dia sudah mengalahkan kedua siswa pegulat itu dan sudah naik ke atap.
aku merasa lebih tenang sekarang. tidak lama kemudian aku dengar rintik rintik air hujan. yap, hujan turun. itu artinya lomba memanah akan dihentikan sementara atau mungkin dialihkan ke dalam gedung olahraga.
[mohon maaf kepada para peserta lomba memanah. dikarenakan hujan turun maka lomba akan dihentikan untuk sementara.]
itu dia pengumuman yang ingin ku dengar. sekarang aku bisa bertarung dengan santai tanpa takut giliranku tiba. disaat aku menghadapi musuh besarku, di atas sana lauroe sedang melakukan hal menjadi tontonan menarik bagi semua orang yang ada di bawah.
lauroe berhasil menemukan para penembak laser itu. tapi bukannya membawa mereka turun, lauroe malah menghajar mereka semua di atas atap. dia bahkan tidak memperdulikan hujan lebat dan angin kencang yang bisa saja menerbangkannya dari atap sekolah.
"ampun.. lauroe.. biarin gue turun. gue takut hp gue basah kena hujan."
"lu lebih mikirin hp ketimbang nyawa lu sendiri. siapa suruh lu ngikutin si andi? bukannya lu harusnya anak buah gue?"
"maafin gue lau.. gua juga terpaksa berbuat kaya gini.. lu tau kan andi kalau kesel kek gimana?"
"harusnya lo bilang sama gue kalo diancam sama andi!!"
-di bawah, pov frederica yang sedang bernaung-
"si ceroboh lauroe! dia menghajar orang di atas atap sekolah! saat hujan angin lagi!"
"mau kemana frederica?" nadia mengikuti frederica. disusul dengan yulia yang mengikuti nadia dan hana serta pandu yang mengikuti klubnya.
"...hujan deh. kayanya lu gak direstui buat menang." ucap andi padaku.
"kenapa kau bersikeras ingin aku kalah? apa kau tidak ingin aku memiliki kedudukan, karena jika begitu kau tidak akan bisa menjadikan aku kacungmu lagi?"
"apapun alasannya lo tetep gak cocok jadi orang berada. coba liat bayangan lu di cermin. lu gak punya kharisma ataupun kemampuan memimpin. gak punya harta, gak punya relasi, gak punya keluarga besar, gak punya prestasi. yang lu punya cuman otot buat berantem. orang orang kaya lo cocoknya jadi anjing selama masih di sekolah, terus paling nanti jadi satpam pas udah lulus."
aku membalas hinaan yang dilontarkan andi.
__ADS_1
"itu kan menurutmu. lagipula kau juga sama kan. seorang siswa biasa tanpa prestasi yang cuma bisa menyalurkan bakat lewat berkelahi. kalau sudah lulus nanti paling paling kau jadi praktisi silat. ditambah sifatmu yang seperti anjing, aku yakin hanya sedikit orang yang mau belajar darimu."
"wiih, jago ngomong lo sekarang ya."
"ini berkatmu yang sering mengoceh."
kali ini andi menyerangku lebih dulu. dia meninju dengan brutal seolah sedang meluapkan kemarahannya. aku menahan semua pukulannya lalu menginjak kaki kanan. teknik menginjak kaki ini aku beri nama teknik leg hammer (palu kaki).
"gak sakit."
andi menendang lututku. nyaris saja, kalau saja tendangannya lebih keras mungkin betisku bisa bengkok.
aku mengeluarkan semua teknik yang bisa aku keluarkan nikyo, kokyunage, sokaku takeda, namun hanya kokyunage yang berhasil.
aku melempar andi hingga hampir membuatnya terlempar ke luar jendela.
"lu udah berani bunuh orang sekarang ya. hampir aja gua terjun dari lantai 2."
itu kesalahanku. aku harus mengalahkannya, tanpa membuatnya menerima luka fisik yang parah.
andi makin menggila, dia merusak kursi lalu menggunakan kaki kursinya sebagai senjata. aku pun mengambil meja untuk dijadikan perisai. andi dengan balok kayu terlihat lebih mengancam ketimbang para perampok yang menodongku dengan pisau dan senjata tajam hari itu.
tepat disaat kami akan beradu senjata. seorang siswa jatuh dan tersangkut di jendela. rupanya anak itulah pelaku laser, lauroe membawanya turun setelah membuatnya pingsan.
"ini pelaku pelaserannya. katanya dia disuruh sana chris. terus ngapain lu kesini andi?" tanya lauroe.
andi diam saja. sepertinya dia tidak mau ketahuan kalau dia juga terlibat aksi kecurangan ini.
"gua kira lu yang nyuruh anak anak berbuat curang supaya yudistira kalah. tapi ternyata bukan."
"terus lu mau apa?" tanya andi.
"lepasin tu anak. dia salah satu peserta lomba, jadi keselamatannya adalah tanggung jawab gue sebagai penjaga ketertiban lomba."
"hah... rupanya ada yang berbakat jadi satpam sejak masih di sekolah."
"mau gua hajar lu ndi?"
"sini maju lo bedua!"
suara gembok pintu jatuh terdengar. suruhan panitia lainnya datang untuk membantu lauroe.
saat pintu dibuka terlibat seorang pria tinggi besar dengan kemeja putih polos. dia adalah kakak kelas kami. jojo, si pentolan kelas 2 yang paling kuat, lebih kuat dari chris.
...
Episode Selanjutnya
....................................................................................
Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:
Etika (34) (Kurang)
Moral (60) (Bagus)
Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (24) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Elang
• silahkan isi sendiri
....................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄
....................................................................................
__ADS_1