Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 38 | Bentulan Tiga Kekuatan < Main Quest Ketiga [ Complete ] >


__ADS_3

Brak! brak!


Langit langit terowongan bergetar. Pasti si tokoh utama itu sedang melawan raja dedemit.


Tugasku berjalan dengan lancar. Siluman anjing putih itu dapat aku bunuh dengan mudah. Sekarang Nadia sudah aman.


Tiba tiba aku ditampar oleh Nadia yang mengigau.


"Pergi.. makhluk halus..!!" (Nadia mengigau)


Bisa bisanya dia tidur sampai mengigau di kurungan anjing. Aku saja tidak bisa tidur kalau tidak ada bantal.


Nadia sudah kuamankan.


Aku melanjutkan pencarian teman teman ke lorong tengah. Di lorong tengah aku menemukan Lauroe yang diikat terduduk di kursi.


Semoga saja dia tidak terluka, aku sedikit khawatir karena posisi ikatannya seperti orang yang akan diinterogasi.


"Bangun bro!"


Aku sedikit menampar Lauroe.


Nadia dan Lauroe tidak bisa dibangunkan.


Aku lanjut memeriksa lorong kanan. Di sana aku menemukan Yulia dan hana, tapi pak tetua desa tidak ada.


Mereka juga tidak bisa dibangunkan.


Setidaknya sekarang teman temanku yang diculik sudah aku temukan semua.


Aku merobek tiket emas kedua dan meminta kepada sistem untuk mengantarkan teman temanku dengan selamat ke perkemahan.



"Antar teman temanku dengan selamat ke perkemahan. Sekalian pak tetua desa juga, entah dimana pun dia berada sekarang." Pintaku.



Nadia, Lauroe, Yulia dan Hana menghilang. Harusnya sekarang mereka sudah sampai ke perkemahan.


[Tring! Tring! Tring!]


< Selamat! Kepada Kontraktor karena telah menyelesaikan Main Quest Ketiga! >


< Membuka reward Main Quest Ketiga >


< Poin Moral +50 >


< Poin Peningkatan Random +50 >


< Uang Saku +50.000.000,00 >


< Pusaka Sistem [ Ramuan Penyembuhan +7 ] >


< Tiket Emas +2 >


< Reward Eksklusif [ Awakening Statistik ] >


"Awakening Statistik?"


< Batas Maksimal dari statistik anda meningkat! Sekarang anda bisa meningkatkan semua statistik anda yang sudah mentok! >


- Di perkemahan -


Ruang Pengawas.


"Gimana nih?! Orang tua murid terus menelepon kita perihal anak anak mereka."


"Kalau kita jawab anak mereka belum ditemukan para orang tua murid bisa melapor ke polisi, dan nama sekolah kita akan lebih tercoreng lagi."


Keluh kesah para pengawas pun akhirnya terjawab.


Ketiga siswi yang hilang dan satu siswa muncul secara misterius di ruang makan pondok.


Sekarang tinggal satu siswa lagi yang masih missing.


Siswa itu sekarang sedang menjalankan misi penting untuk mengalahkan raja dedemit. Tidak lupa juga, menggali kuburan si dedemit wanita duri.


Aku mengintip dari pintu masuk terowongan sebelum benar benar keluar.


Miguel Salga, tokoh utama novel Hunter And The System itu belum menang melawan raja dedemit.


Aku tidak berani keluar, sebab di atas sana sedang terjadi hujan badai yang besar.


Kekuatan raja dedemit itu benar benar mengerikan. Dia dapat mengendalikan cuaca hingga jadi seekstrem ini.


Miguel juga hebat. dia terus menyerang raja dedemit meskipun serangannya seperti pukulan anak kucing.


Raja dedemit memukul mundur Miguel dengan ekornya. Sialnya Miguel jatuh ke tempatku bersembunyi.


Keberadaanku pun ketahuan oleh raja dedemit.


"Kau baik baik saja Miguel Salga?!" (Yuda)


"Aku sudah mengalahkan makhluk itu 9 kali, tapi dia terus menerus bangkit dan jadi lebih kuat." (Miguel Salga)


"Apa kau tahu cara mengalahkannya?" (Miguel Salga)


"Jika tidak bisa dibunuh, kita mungkin bisa menyegelnya. Aku punya senjata untuk melakukannya." Ucapku sambil menunjukkan Pusaka KK (Kuas dan Kanvas).


"Kuas? Kau mau menggambar di badan makhluk itu?" (Miguel)


"Itulah yang akan aku lakukan." (Yuda)


"Kalau begitu aku akan memindahkanmu ke dekat makhluk itu. Kau bisa menjaga diri sendiri kan?" (Miguel)


"Apa aku terlihat seperti bisa menahan serangan makhluk itu. Kau lihat sendiri, dia bisa mengendalikan petir." (Yuda)


"Kalau begitu kita serang bersama."


Raja dedemit yang terbang menjatuhkan sambaran petir ke arah kami.


Miguel mengaktifkan skill Atomic Warp tepat sebelum petir menyambar kami.


Kami berhasil sampai ke depan raja dedemit. Miguel mengaktifkan skill yang membuat kami jadi ringan di gravitasi bumi.


- Yudistira dan Miguel Salga vs Raja Dedemit -


"Predator of Shadow!"


Bayangan berwujud kepala naga keluar dari tangan Miguel.


Jangkauan Miguel pun meningkat dan dia berhasil memegang ekor si raja dedemit.


Langsung aku lempar taring reog dan aku kombinasikan dengan trik keris menghilang. Tapi lagi lagi kerisku terpental ketika mendekati raja dedemit.


Karena taring reog tidak efektif lagi aku menggunakan Kuas dan Kanvas. Akan ku sebutkan KK saja mulai sekarang.


Aku lempar kanvas KK ke raja dedemit.


Kanvas itu berubah menjadi asap hitam yang kemudian mengepul di badan raja dedemit.


Rasanya kuas di tanganku seperti tertarik ke arah si raja dedemit. Ini adalah petunjuk kalau aku harus membuat mark di makhluk itu.


"Langkah pertama berhasil! Sekarang aku harus menulis di badannya agar bisa menyegelnya!" (Yuda)


"Dimengerti!" (Miguel)


Miguel menarik ekor raja dedemit. Aku pun berhasil menulis satu tanda di tubuh raja dedemit.


< Satu tanda diberikan >


< 10% kemampuan target disegel >


Asap hitam yang mengepul sedikit berkurang.


Si raja dedemit merasakan dampak penyegelan, dia tidak bisa lagi mengeluarkan ilmu sambaran petir.


"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADAKU!!!"


"Gaia Chain!" (Miguel)


Miguel memaksa raja dedemit turun ke permukaan tanah dengan menariknya dengan rantai hitam gaia.


Duh, kenapa aku jadi menjelaskan skill skill yang dia miliki.


"Cepat serang lagi babi!" (Miguel)

__ADS_1


"Uhh..."


Mark kedua berhasil aku buat.


Si raja dedemit tampaknya masih mencerna apa yang terjadi kepadanya.


Baguslah, karena dengan begitu aku bisa membuat mark dengan lebih mudah.


< Dua tanda diberikan >


< 20% kemampuan target disegel >


Dampak penyegelan yang kedua, membuat si raja dedemit kehilangan kemampuan kontrol cuacanya.


Badai besar berangsur angsur mereda.


"Ahh enak juga, cahaya matahari dari dunia lain ini." Ucap Miguel.


Aku pakai trik menghilang untuk menyerang raja dedemit yang mulai melemah. Harusnya Miguel bisa melihatku dengan skillnya.


Kami menyerang bersamaan. Miguel mendekatkan raja dedemit padaku.


Saat aku hampir mencapainya, aku kena hantaman ekornya dan terlempar menghantam pepohonan.


"Akhhh sakiiit..."


Sialan!


"Gwaahahahahaaaahh...!!! Mau sekuat apapun manusia tetaplah makhluk yang rapuh!!!"


Miguel menendang raja dedemit.


Aku bangkit sembari minum ramuan penyembuh.


Miguel teleport ke sebelahku.


"Siapa namamu?" Tanya Miguel.


"Kenapa tiba tiba bertanya? Yudistira." Jawabku.


"Aku tidak tahu ini dunia apa. Saat dalam perjalanan ke istana raja aku tiba tiba tersedot lubang hitam dan sampai ke tempat yang aneh." (Miguel)


"Lalu muncul sebuah papan Sistem di depanku. Aku kira itu adalah Sistem milikku tapi ternyata bukan. Sistem itu menyuruhku untuk membantumu mengalahkan raja dedemit." (Miguel)


"Sebenarnya apa yang terjadi padaku dan apa yang membawaku kesini?" (Miguel)


"Akan kujawab nanti. Sekarang kita kalahkan dulu monster itu." (Yuda)


Miguel menatapku dengan tajam. Duet kami pun berlanjut untuk mengalahkan raja dedemit.


Raja dedemit mencoba melarikan diri. Miguel teleport lagi dan aku berhasil membuat mark yang ketiga.


< 30% kemampuan target disegel >


Raja dedemit tidak putus asa, dia mengeluarkan ajiannya yang lain yang membuatnya dapat melihat ke dalam ingatan seseorang dengan tujuan menemukan ketakutan terbesar kami.


Pusaka Awan Hitam tidak menangkis ajian pembaca pikiran itu.


Tidak terjadi apapun pada kami, sebaliknya si raja dedemit itu yang malah kesakitan.


"Panaaasss...!!!" Rintihnya.


"Apa yang terjadi padanya?" (Yuda)


[Dia membaca ingatan anda. Saat menemukan tentang Sistem kami membakar otaknya.]


"Terima kasih bantuannya. Oh ya, aku sudah bosan berhadapan dengan makhluk halus. Bisakah setelah ini jangan ada quest yang berkaitan dengan hal hal gaib lagi."


[Itu diluar kuasa anda untuk memilih.] Agen Nostradamus menolak permintaanku.


Raja dedemit tidak menyerah, dia memanggil anak buahnya.


Belasan dedemit lemah menyerang kami, tapi semuanya dikalahkan dengan mudah oleh Miguel.


Saat aku akan melangkah, kepalaku tiba tiba jadi sangat pusing.


Aku baru ingat sudah 2 hari lebih aku tidak makan. Badan dan pikiranku juga kelelahan setelah berjuang keras selama 3 hari belakangan ini. Aku merasa akan kehilangan kesadaran sebentar lagi.


aku ambruk. Sebelum benar benar pingsan aku pinjamkan KK pada Miguel.


"Bangun babi! Kau belum menjawab pertanyaanku!" (Miguel)


"Segel makhluk itu sebelum dia mencapai perkemahan warga sipil..."


Aku pingsan.


- Narasi author -


Miguel heran mengapa Yuda tidak menyerahkan pusaka KK dari awal.


Dia menganggap Yuda sebagai orang bodoh yang ingin pamer kekuatan.


Raja Dedemit kembali percaya diri melihat Yuda tidak sadarkan diri. Sementara Miguel merasa senang karena dia akhirnya punya senjata yan dapat membunuh raja dedemit.


Pertarungan keduanya pun berlanjut hingga matahari terbenam.


Di detik detik terakhir Miguel berusaha membuat mark kesepuluh raja dedemit membuat kesalahan dengan turun ke permukaan tanah. Alhasil dia kena skill ultimate Miguel 'Gaia Guilottine' dan tidak bisa bergerak.


"Fyuh, pertempuran yang menyenangkan monster. Kita akhiri sampai sini saja, karena aku tidak suka kegelapan." Ucap Miguel.


Miguel pun membuat mark kesepuluh di wajah raja dedemit, kemudian meninjunya sekuat tenaga. (Epic scene di bayangan Miguel)


< 100% kemampuan target disegel >


< Segel 10.000 tahun telah terpasang >


Raja dedemit tidak bisa mendengar suara Sistem yang memvonis penyegelan 10.000 tahun.


Asap hitam di badan raja dedemit pun berubah menjadi besi yang menutupi dari ujung kaki hingga ujung kepala.


Setelah itu raja dedemit dibawa masuk ke dalam tanah dan menghilang di telan bumi.


"Sial! Tadi itu keren."


Miguel mengeluarkan Yuda yang dia sembunyikan di dalam buku ensiklopedianya.


Dia berusaha menyadarkan Yuda dengan menaburkan bubuk cabai dunia lain ke mulutnya.


"Pedass! Tolong! pedass! pedaas!"


Yuda langsung bangun saat merasakan sensasi pedas membara di mulut. Miguel segera menolong Yuda meredakan pedas dengan memberinya bubuk vanila.


- Narator Yuda -


"Jangan marah ya. Kalau tidak begitu kau tidak akan bangun."


"Sialan! Dia memberiku bubuk bangkai pari super pedas buatannya!" (Marah dalam hati)


Bubuk bangkai ini dia buat untuk menyiksa para pengkhianatan di bab 40 ke atas. Sementara bubuk vanilla sudah dia buat sejak bab prolog.


Pedasnya masih terasa di tenggorokanku.


"Sekarang jawab pertanyaanku! apa yang terjadi padaku dan apa yang membawaku kesini?"


"Jangan membuang waktuku dengan kebohongan. Tenggorokanmu akan terbakar jika berkata bohong."


Bubuk bangkai pari punya keistimewaan. Jika orang yang menelannya berkata bohong maka tenggorokan orang itu akan terbakar.


Hal ini pernah terjadi di bab 42, novel HATS (Hunter And The System).


Aku jawab dengan sejujurnya. Tapi yang didengar oleh Miguel hanyalah ocehan ocehan yang tidak jelas.


"Apa kau memancingku? Kenapa kau mengoceh?"


Miguel marah. Aku tidak tahu apa yang terjadi, padahal jelas jelas aku bicara dengan benar.


Lagi lagi aku terdengar mengoceh di telinga Miguel. Sepertinya tidak ada yang bisa mendengar informasi apapun mengenai Sistem.


Miguel semakin marah. Dia menarik kerah bajuku. Tapi anehnya tangan Miguel malah menembus badanku.


< Waktu Pemanggilan sudah berakhir >


< Karakter Miguel Salga dikembalikan ke bentuk sejatinya >


Dia kembali menjadi fiksi. Untunglah Sistem cepat menyelamatkanku.


"Jika nanti kita bertemu lagi akan kubuat kau bicara bagaimanapun caranya!" Oceh Miguel sebelum menghilang.

__ADS_1


"Akhirnya selesai juga Main Quest Ketiga ini." Ucapku lega.


[Tring!]


< Anda mendapat reward tambahan dari mengalahkan raja dedemit >


< Poin Peningkatan Random +20 >


< Kami akan memindahkan anda ke perkemahan sekarang >


"Tunggu sebentar! Aku harus mencari kuburan wanita duri dulu."


Aku mengikuti benang hijau ke kuburan si dedemit wanita duri.


Aku langsung menggali kuburannya dengan cangkul.


Dedemit wanita muncul saat kerangka mayatnya terlihat. Dia memberikanku rahang mulutnya yang dijadikan pusaka formasi ke 3 oleh si dukun.


Aku memahami maksudnya, lalu aku kembalikan rahangnya ke tempatnya.


Dedemit wanita itu pun menghilang setelah melambaikan tangan padaku.


"Baiklah, aku siap untuk kembali."


Aku berpindah ke perkemahan. 4 Hari kegiatan pramuka aku habiskan untuk menyelesaikan Main Quest.


Bagaimana kondisi yang lainnya ya.


< Pemberitahuan kepada Kontraktor! >


< Ingatan semua orang tentang hal hal gaib yang terjadi di hutan ini akan dihapus >


< Tapi jangan berkecil hati. Pencapaian anda yang mengalahkan raja dedemit dan para dedemit lainnya akan tetap ada >


Itu artinya Lauroe dan yang lainnya tidak akan ingat apa yang telah terjadi, begitu pula dengan dukun dan anak buahnya.


Aku menghela napas lega. Karena dengan begitu si dukun dan antek anteknya tidak akan membalas dendam padaku.


Aku bertemu dengan pengawas pramuka. Beliau tampak senang aku kembali.


"Siswa Yudistira! Dari mana saja kamu?!" (Pak Pengawas)


"Saya tersesat di hutan pak. Saya minta maaf, karena saya 4 orang siswi dan seorang siswa yang mencari saya jadi ikut hilang di hutan." (Yuda)


"Teman teman kamu sudah kembali. Mereka muncul tiba tiba seperti dikembalikan oleh sosok gaib." (Pengawas)


Sosok gaibnya itu adalah aku.


"Boleh saya makan malam duluan pak?" Sudah 2 hari lebih aku tidak makan.


Aku diberi hidangan dengan porsi yang lebih banyak dari sebelumnya.


Kabar kembalinya diriku sudah diketahui oleh semua orang.


Aku menutup hari yang melelahkan ini dengan memeriksa statistikku yang katanya dapat Awakening.


...


Statistik Kontraktor Yudistira setelah Awakening akan ditunjukkan di chapter selanjutnya.


...


.......................................................................................




Moral (129)




Ketampanan (-49) (Jelek)




• Berat Badan (93 kg)


• Kharisma ( 7 )



Kekuatan (100) (Sangat kuat)



• Kecepatan (46) (Cepat)


• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)



Kecerdasan (110) (Sangat Pintar)



• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:


< Bahasa Inggris > (Sudah mencapai level maksimal)


< Penjaskes > (Sudah mencapai level maksimal)


< Bahasa Daerah > (Sudah mencapai level maksimal)



Bakat :



• Bela Diri | Aikido -Advance-


(Teknik Dasar) (Teknik Lanjutan)


• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -


• Pemburu | Mata Pembaca Angin - Advance -


(auto aim) (reading the wind) (third person point of view) (strong eyes)


• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -


< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >


• sepatu mistis


• selimut sutra


• emas hitam peretas


• hoodie anti terkejut


• lidah suci


• Taring Reog Hijau


• Awan Hitam


• Kuas dan Kanvas


< Tiket emas (4) >


< Poin Peningkatan Random (+70) >


< Uang Saku (Rahasia) >


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄

__ADS_1


....................................................................................


__ADS_2