
malam hari itu juga setelah yudistira dan pandu dikurung dan diserang di ruang latihan. setelah chris dan anak buahnya bubar, hana mendatangi andi untuk melaporkan kegagalannya menyerang yuda.
hana gemetar, andi menyambut hana dengan ekspresi pahit.
"kenapa gagal?"
"bukannya gua dah ngasih tau caranya supaya berhasil?"
hana menjawab dengan bahasa isyarat.
"...lu gagal karena ada 2 orang?"
"emang gua peduli?"
andi meluapkan kekesalannya dengan mencubit badan hana. hana pun merintih. tidak lama kemudian datang chris seorang diri.
"eh dek, ngapain lu sama tu cewek?" tanya chris.
"ni cewek gua suruh matahin tangan yudistira supaya dia gak bisa narik panah, tapi gagal." jawab andi.
"terus lu lagi ngasih hukuman gitu? udahlah dek, kasian. lagian salah lu juga yang ngirim cewek. harusnya suruh aja kacung kacung lu."
chris menarik tangan hana menjauhkannya dari andi.
"masalahnya gua gak mau nurunin anak silat buat sementara ini. lagian ni cewek udah sering gua suruh ngelakuin hal hal kaya ginian."
"hah, beneran? jadi ni cewek tentara bayaran lu?"
"apaan sih! dia ini anak buah gue yang lain."
"serah deh. lu mau matahin tangan tu anak biar dia gak bisa narik panah. pengecut juga lu." ejek chris.
"jangan mancing gue. biarpun lu kakak kelas, lu kira gua takut."
"maaf, maaf. udahlah biarin ni cewek pulang. dah malem ini."
"ckk, udah pergi sana!"
andi membentak hana untuk pergi. chris si maniak perempuan menggoda hana sebelum dia pergi.
"boleh minta number kamu gak?"
hana menggeleng.
"dia bisu." ucap andi.
"oh gitu. gak apa apa, kamu tetap cantik kok."
hana bergegas pergi meninggalkan 2 preman sekolah itu.
"eh andi. lu gak bully tu cewek kan?" tanya chris.
"napa sih lu! serah gue lah!" bentak andi.
"....."
ekspresi chris menjadi serius. dia memperingatkan andi dengan nada halus namun mengancam.
"ingat dik. senakal nakalnya lu jangan pernah ganggu cewek. yang ganggu cewek tuh bukan lakik."
setelah berkata begitu chris pergi dengan elok. andi kesal dengan gaya sok kerennya chris. dia juga tidak akan mendengarkan kata kata chris.
keesokan harinya...
setelah hari yang panjang dan melelahkan kemarin, hari ini aku bangun dengan badan yang pegal pegal.
"duh, abis tidur badan masih aja pegal. cek reward kemarin ah."
aku kira reward dari sub-quest ini tidak akan seberapa, tapi ternyata lumayan karena ada hadiah uangnya. setidaknya uang sakuku tidak akan pernah habis dan aku bisa menabung.
aku bergegas pergi ke sekolah. baru juga berjalan beberapa langkah melewati gerbang sekolah, aku sudah bertemu lagi dengan pandu.
"pagi yuda. hari ini ada kegiatan apa di klub kita?"
"rencananya habis pulang sekolah aku mau mengumpulkan ke 6 anggota klub. aku mau sidak semua anggota klub terutama menanyai alasan mereka tertarik bergabung ke klub pemanah."
"alasanku menerima amanah membentuk klub panah kelas 1 karena memanah adalah olahraga yang sudah aku tekuni dari dulu. jadi aku berinisiatif ikut lomba." (bohong)
"jadi itu alasan lu bisa jago banget manah. kalo alasan gue sih biar keren aja. kan belakangan ini olahraga panahan lagi viral."
sekolah berjalan dengan damai. andi di skor dan martha tetap menjadikan yuda kacungnya. meski perlakuannya ke yuda tetap sama, kali ini yuda tidak merasa semenderita dulu sebelum mendapat sistem.
hingga saat pulang sekolah yuda kembali ke ruang latihan panah. pintu ruangan yang hancur sudah dicabut, tapi belum diperbaiki. baik yuda maupun pandu yang merusak pintu tidak dimintai ganti rugi oleh pihak sekolah. karena para guru menemukan bekas rantai dipasang di pintu itu yang membenarkan pengakuan yuda dan pandu kalau mereka dikurung di dalam.
selama main quest ini berlangsung semua aktivitas quest di freeze oleh sistem. agen nostradamus juga tidak bisa dihubungi sebagai efek pemanggilan tiket emas.
sekarang aku menyadarinya. menyadari betapa sepinya kehidupanku. dulu sebelum mendapat sistem aku berangkat ke sekolah dengan rasa takut dan khawatir, dan pulang dengan perasaan sakit hati yang mendalam. hari hariku di sekolah hanya dibully dan terkadang belajar. setelah mendapat sistem aku jadi punya ambisi, tapi sekarang karena tidak ada quest sama sekali aku pun kesepian.
aku memikirkan semua hal yang sudah aku lakukan di sekolah ini selama ada sistem. mengembalikan kucing kepala sekolah, menyerang kakak kelas, berkelahi dengan anak anak smk sebelah, bertanding dengan lauroe, dimusuhi anak anak silat, terlibat perkelahian dengan kakak kelas 2 dan bergabung dengan peleton apalah...
harusnya dengan semua hal yang telah aku lakukan bisa meningkatkan statusku di sekolah. mungkin karena alasan itulah main quest pertama perintahnya meningkatkan pamor. apa pun yang terjadi aku harus berhasil menyelesaikan main quest pertama ini. karena aku penasaran apa yang akan berubah jika pamorku naik.
di main quest pertama 'meningkatkan pamor' aku disuruh meraih juara 1-3 di satu lomba yang aku pilih. aku bertekad untuk jadi juara pertama. karena aku tidak ingin setengah setengah. lagipula aku sudah punya cheat untuk memenangkan lomba itu.
Bakat :
• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Elang
• silahkan isi sendiri
karena tidak ada kerjaan dan tidak ada sub-quest yang muncul, aku mengajak ibu pergi ke mcd. setelah ke mcd aku akan mengajak ibu beli baju baru.
uang yang aku dapatkan dari sistem cukup banyak. meski jumlahnya belum cukup untuk menjadikanku orang kaya, setidaknya bisa untuk membahagiakan orang tua, hehee...
sementara aku ke mcd bersama ibu, di tempat lain pandu sedang mencegat hana si perempuan bisu. hana yang tidak punya teman pun tidak bisa meminta tolong.
pandu tampak sangat marah padanya. kalau tidak salah kemarin malam saat aku pingsan dia dipukul pentungan besi oleh hana. jadi hari ini pandu dia berniat balas memukul.
-pov pandu-
"a.. ah.. ak.."
cewek bisu ini mencoba bicara tapi yang keluar dari mulutnya malah suara suara yang ambigu.
"lu tau gak alasan gua nerima lo di klub pemanah gua kemaren? gua nerima lo supaya bisa balas mukul lo pakai pentungan!!"
"yudistira mungkin fine aja. tapi punggung gua sampai lebam gara gara lo pukul!"
__ADS_1
gue lupa kalau dia juga tuli, biar begitu kayanya dia paham gua ngomong apa.
hana menunjukkan tulisannya. dia bilang...
"jangan begitu, aku kan terpaksa."
"biarpun terpaksa orang yang lu pukul bisa mati. bayangin seandainya di kegelapan lu hantam kepala gue. mungkin sekarang gua dah jadi almarhum."
"maaf. aku beneran menyesal. jangan pukul aku tolong..."
gue sebenarnya tidak tega juga. tapi masalahnya gue kesal banget
"untung lu cakep."
kami terus berkomunikasi dengan tulisan.
"kalo gitu kasih tahu gua siapa kakak kelas yang nyuruh lu. gak mungkin si chris kan? waktu itu dia kaya gak kenal sama lu."
"lu tau gak nama anak yang nyuruh lu?"
"kalau gak salah namanya andi."
"hah, andi? ciri ciri fisiknya?"
"badannya tinggi kekar, rambutnya klimis, kulitnya sawo matang."
ciri cirinya sama persis dengan si anak seni bangsat. jangan jangan ni cewek salah sangka ngira si andi kakak kelas.
kampret, gua gak bisa ngelawan andi.
"ya udahlah. awas aja kalo lu nyerang gua lagi."
aku tinggalkan cewek bisu itu. kasian juga sebenarnya, tapi aku penasaran gimana caranya belajar kalau tuli.
aku kaget cewek itu menyusulku lagi. dia menunjukkan catatan padaku.
"tim pemanah kelas 1 bisa menang kan?"
tidak kujawab. mana aku tahu klub kami bisa menang atau tidak. jadi aku abaikan dan kutinggalkan dia.
singkat cerita hari pun berlalu. aku mengirim chat di grub, katanya alasan mereka semua bergabung ke klub pemanah.
pandu ikut karena olahraga panah sedang viral. sesuai dengan yang dia katakan padaku.
frederica ikut karena ingin mencoba hal baru.
yulia ikut karena suka olahraga ekstrem. padahal panahan tidak terlalu ekstrem.
hana ikut karena dia kagum pada skill memanahku, dan ingin aku mengajarinya juga. mirip seperti awal mula pandu bergabung.
nadia ikut karena dia ingin jadi juara. katanya dia sedang butuh uang untuk pengobatan ibunya.
akhirnya ada yang berambisi kuat untuk menang. meskipun aku harus membagi uang juara padanya.
akhirnya klub pemanah kelas 1 berkumpul untuk latihan sepulang sekolah.
-pov kembali ke yuda-
"sebelum mulai latihan memanah pakai dulu alat pelindungnya."
"busurnya enggak sejelek yang aku bayangkan." ucap yulia.
anggota klub ku saat ini berjumlah 6 orang termasuk aku. yudistira dari jurusan seni. frederica, nadia, yulia dari broadcasting. pandu dari farmasi. dan hana dari multimedia. tujuan kami adalah mengikuti perlombaan yang akan diadakan saat festival sekolah dengan klub pemanah kelas 2 dan 3 sebagai lawannya.
ketua dari klub pemenang dari lomba ini akan diangkat menjadi ketua klub seluruhnya. dengan kata lain ketua dari tim yang menang akan memiliki kewenangan mengendalikan seluruh anggota klub pemanah yang nantinya akan melebur jadi satu.
aku yudistira sebagai ketua klub kelas 1 tentunya harus menang meskipun dengan bantuan sistem. karena hanya dengan itulah aku bisa mendapatkan status tinggi ditambah reward paling tinggi dari sistem.
frederica tampak bugar seperti biasanya. pandu tampak biasa saja, tidak ada ekspresi lelah di wajahnya. tapi entah mengapa dari tadi dia curi pandang ke hana. lalu hana tampak gugup. mungkin karena pandu meliriknya terus. yulia tampak bugar, sedangkan nadia matanya sedikit turun. apa dia mengantuk?
"kalian sudah menonton video praktek yang aku kirim?" tanyaku.
"sudah."
"kalau begitu kalian sudah mengetahui gerakan dasar memanah."
"stop sebentar." ucap yulia.
"kenapa yulia?"
"lu berperan jadi apa di klub kita. ketua? pelatih?" tanya yulia.
"aku ketua klub kelas 1. ini amanat guru pemrakarsa pendirian klub pemanah." jawabku.
"yudistira, siapa mbak yang cantik ini?" frederica bertanya siapa hana.
"dia mithia hana, anggota ke 6 kita." jawabku.
"salam kenal ya. gak apa apa kalau kamu enggak mau ngomong." kata frederica.
"dia tuna rungu wicara." ucap pandu dengan spontan.
hana tidak mempermasalahkan tindakan pandu. karena memang lebih baik langsung diberitahukan saja daripada nanti terjadi kesalahan pahaman.
"oh begitu."
siswi siswi broadcasting menunjukkan ekspresi terkejut yang dalam.
mithia hana. seorang gadis cantik yang postur badannya bagus. bahkan aura yang dia pancarkan seperti seorang selebriti. seragam sekolah yang dia pakai tidak bisa menutupi aura yang dia pancarkan. siapa sangka perempuan tuna rungu wicara bisa semenawan ini.
ah aku memikirkan apa sih. sekarang fokus dulu pada latihan.
"perhatikan baik baik!"
aku praktekkan cara memanah yang aku pelajari dari youtube. saat ku lepaskan anak panahnya mereka semua terkejut melihat anak panahku menancap di angka 10.
"woah.. ini yang namanya bakat?"
"sekarang giliran kalian. aku mau lihat seberapa bagus basic kemampuan kalian sebelum berlatih."
"silahkan cewek cewek duluan." ucap pandu.
frederica jadi yang pertama mencoba. postur badannya ketika menarik dan melepas panah bagus. skor frederica adalah 8. cukup jauh dari 10 tapi tidak buruk juga untuk orang yang pertama kali memegang busur.
kedua nadia. dia tampak meragukan, postur badannya tidak tegak dan tangannya bergetar. skornya hanya 6. aku tidak masalah dengan skornya karena dia masih pemula. yang aku khawatirkan dirinya.
"nadia, kau sakit?" tanyaku.
"enggak aku cuma gugup."
"kalem aja. panahnya gak bakalan mantul ke kamu kok." ucap pandu.
selanjutnya yulia. posturnya bagus seperti frederica, tapi anehnya panahnya menancap di angka 7. awalnya saja yang meyakinkan hasil akhirnya payah.
berikutnya pandu. posturnya bagus, dia berhasil mendapat poin 10 dipercobaan pertama.
skill pandu membuatku terkejut. apakah dia berbakat. setahuku dia tidak pernah berlatih kesini.
"sebenarnya gue sering main ketapel. jadi aim gua bagus." kata pandu.
"halah, hoki aja lu. sok ganteng banget." ucap yulia.
"apasih lu kang kameramen? kenal juga enggak."
__ADS_1
mereka berdua malah ribut, untung tidak sampai berkelahi.
lalu giliran hana untuk memanah.
aku tidak melihat dia memanah karena harus melelai adu bacot pandu dan yulia yang berpotensi menjadi perkelahian. frederica lah yang melihatnya. hana berhasil mengenai lingkaran kuning paling tengah di target.
aku tidak tahu kalau kena di bagian itu disebut apa yang pasti nilainya lebih tinggi dari 10. jangan jangan hana juga punya bakat yang luar biasa.
"woah hebat banget hana." ucap nadia.
"heh! dia kan tuli."
"oof.. maaf.. aku gak berlangsung menyinggung kamu."
aku acungkan jempolku pada hana. dia membalas dengan jempolnya juga.
hana akan menjadi kartu truf kami untuk pemanah perempuan. sedangkan aku akan menjadi kartu truf untuk pemanah laki laki.
selanjutnya aku suruh mereka bergantian memanah 3 kali. dan hasilnya seperti ini.
perhitungan skor sederhana yang aku lakukan.
• yudistira \= 10, 10, 10
• frederica \= 8, 8, 7
• nadia \= 6, 6, 7
• yulia \=7, 8, 9
• pandu \= 10, 10, 10
• hana \= 11, 10, 10
skor kami tidak buruk juga. kecuali untuk nadia, dia harus berlatih lebih giat lagi. atau mungkin dia memang sedang mengantuk?
saat aku berniat mengulang lagi, muncul seseorang yang tidak diinginkan. bukan lauroe, bukan martha, bukan andi, tapi orang aneh yang seenaknya memasukkan kami ke peleton apalah itu, chris.
"hasil latihan kalian bagus juga."
pandu mengarahkan panahnya ke chris sontak membuat chris takut.
"ahh! jangan diarahin kesini! becandamu keterlaluan! entar kalau kelepas kan bisa bahaya!"
pandu menurunkan busurnya.
"ngapain lu kesini!" tanya pandu.
"jangan ganggu kami yang lagi latihan." ucapku.
"gua gak mau ganggu kok. gua cuma penasaran aja seberapa jago anggota lu. soalnya kita nanti bertanding kan." kata chris.
"bertanding apa?" aku malas sekali meladeni orang macam begini.
"loh.. lu gak tau? gua ini ketua klub pemanah kelas 2, chris. gua salah satu saingan atau musuh lu di lomba nanti." jawab chris.
ini akan buruk untukku. orang ini seenaknya memasukkanku ke peleton dan menyuruh kami tawuran.
aku sangat ingin menghindarinya tapi mulai sekarang sepertinya kami akan terus bertemu.
....................................................................................
Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:
Etika (34) (Kurang)
Moral (60) (Bagus)
Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)
• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)
• Kharisma ( - )
Kekuatan (100) (Sangat kuat)
• Kecepatan (46) (Cepat)
• Pertahanan (59) (sangat Kokoh)
• Stamina (50) (Kuat)
• Mentalitas (39) (Kuat)
Kecerdasan (24) (Kurang)
Bakat :
• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)
• Penyanyi (Pop) | Suara Emas
• Pemburu | Mata Elang
• silahkan isi sendiri
....................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄
....................................................................................
__ADS_1