Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 5 | Menjadi Target Penyerangan


__ADS_3

Aku kembali ke kelas setelah mengalahkan lauroe di pertandingan.


"ngapain lu kesini?" tanya andi.


"emm... buat belajar..." jawabku lemas.


"dasar otak monyet. lu liat tuh badan lu! lu mau masuk kelas sambil nahan luka sebanyak itu?"


badanku memang sakit tapi aku tidak sadar separah apa lukaku karena tidak bercermin.


aku pun pergi ke ruang uks. baru beberapa langkah menuruni tangga, aku pingsan dan terjatuh ke bawah tangga.


deritaku semakin bertambah saja.


.....


aku bangun dari pingsan. aku lihat aku sudah berada di ruang uks. aku lihat mereka menyatukan 2 kasur untukku berbaring.


aku mengecek hp ku. untung saja retaknya tidak bertambah.


"hai!!"


seorang siswi mengagetkan aku. dia tiba tiba saja muncul dari balik tirai.


"you are aware. don't move yet."


bahasa inggris? aku tidak kenal dia. tapi dari logatnya yang berbeda, sepertinya dia adalah siswi pindahan jurusan broadcasting yang ramai diperbincangkan minggu kemarin. siswi pindahan dari singapura jadi anak uks?


"aku kenapa?" tanyaku. suaraku masih lemas.


"kamu pingsan. kamu terluka di pelipis sebelah kiri, lebam parah di kaki, dan mengalami sedikit syok."


"maksud kamu syok yang bagaimana?" tanyaku.


"kata guru uks sih, kamu syok karena terkena terlalu banyak pukulan dalam satu waktu."


"oh begitu."


"enggak meyakinkan." pikirku.


"aku boleh kembali ke kelas enggak?"


"telinga kamu ada kapasnya ya? aku bilang gak boleh! luka di kaki kamu sedikit parah, kalau gak percaya coba aja jalan."


aku coba berjalan normal, dan seperti yang dikatakan siswi ini. saat melangkah, telapak kakiku yang lebam diinjak lauroe berdenyut.


aku bingung kenapa rasa sakit ini baru terasa sekarang.


"aku pergi ya. jangan kemana mana sampai guru uks datang nanti."


"camkan baik baik! kalau kamu keluar sekarang, kamu bisa diserang sama anak anak silat pengikut lauroe."


siswi itu pun pergi setelah memberiku peringatan tersebut.


hah, lagi lagi aku boros pelajaran. sudah 3 hari berturut turut aku membolos.


hari pertama, aku pingsan dihajar anak anak jurusan mesin smk sebelah dari jam istirahat pertama hingga pulang sekolah. hati kedua, aku pulang lebih awal saat jam istirahat pertama karena takut pada lauroe. hari ketiga, aku diharuskan berada di uks hingga guru uks datang.


aku mengecek aplikasi sistem. quest untuk mengalahkan lauroe belum berakhir. lantas apa yang harus aku lakukan.


aku bertanya pada agen nostradamus.


[kenapa hidden quest nya belum berakhir?]


[hidden quest adalah quest khusus yang tidak memiliki batasan waktu, namun anda diharuskan untuk menyelesaikan. tidak seperti daily quest yang bisa saja anda lewatkan tapi sebagai hukumannya poin moral anda akan dikurangi.]


[lalu alasan mengapa hidden quest nya tidak berakhir, adalah karena anda harus mengalahkan lauroe sapnaz hingga dia tidak berani mengganggu anda lagi.]


[lalu bagaimana aku akan mengalahkannya? haruskah aku serang dia saat pulang sekolah nanti?]


[tunggu saja kontraktor. nanti akan datang pemberitahuan dari sistem.]


jadi intinya ini adalah quest jangka panjang yang membutuhkan beberapa tahap untuk menyelesaikannya. tahap selanjutnya akan datang nanti.


agen nostradamus juga memberitahuku kalau daily quest dari sistem hari ini dikurangi menjadi 2 karena kondisiku yang tidak memungkinkan untuk menyelesaikan 5 quest.


aku pun kembali naik ke kasur. sekarang masih jam 10. aku memutuskan bermain game sembari menunggu guru uks datang.


setelah aplikasi sistem terinstal di hp ku. pengisian daya dan kapasitas baterai hp ku menjadi jauh lebih baik, sekarang bermain game dari pagi hingga sore pun tidak akan masalah untuk hp ku. ngomong ngomong soal game, game yang aku sukai adalah game arcana.


sambil bermain game aku lihat 2 quest yang sudah tersedia di hadapan ku.




bukannya ada ob, kenapa harus aku yang membersihkannya? kalau seragamku kotor lagi ibu bisa marah.


yah.. mari kita berpikir positif. mungkin ob nya sedang absen karena sakit atau hal lain.




quest kedua ini mirip dengan quest anak kucing kemarin. aku juga baru tahu kalau 2 quest bisa berlangsung bersamaan.


singkat cerita, guru bk pun datang saat jam pulang sekolah dan aku baru dibolehkan pulang setelah menunggu selama satu jam, untuk memastikan tidak ada anggota klub silat yang menyerangku.


aku berjalan pincang. sekarang saatnya untuk menyelesaikan quest pertama. membersihkan toilet di belakang kantin.


saat sampai ke depan ruang toilet tertutup yang tersusun sejajar di belakang kantin. aku melihat seorang ob yang sedang duduk di depan pintu toilet.


aku menghampiri dan menanyakan apakah bapak itu butuh bantuan.


"sebenernya bapak lagi perlu bantuan. bapak harus membersihkan ruang toilet tapi penyakit asma bapak kambuh."


"kalau begitu, biar saya aja yang bersihin pak. bapak istirahat saja."


"beneran kamu mau bantu?"


"iya pak, kebetulan saya juga nganggur habis pulang sekolah."


aku mengambil pel dan sebuah ember. apakah kalian pernah disuruh membersihkan toilet sekolah? kalau pernah sekotor apa toilet yang kalian bersihkan? kalau aku sih, toilet yang harus aku bersihkan ini lebih mirip tempat sampah ketimbang toilet.


puntung rokok berhamburan, bekas tanah dari sepatu memenuhi lantai, pup tidak disiram sehingga baunya memenuhi satu ruangan.


kalau hanya itu mungkin masih wajar, tapi di ruang toilet ini juga banyak sampah berupa bungkus minuman plastik hingga bungkus nasi goreng juga tergeletak disini. anak anak tidak beretika yang malas mencari tong sampah memang sering menjadikan toilet di belakang kantin ini sebagai pengganti tong sampah. alasannya karena letaknya yang dekat.


tapi ada yang lebih konyol lagi. yaitu cermin cermin yang tersedia di ruang toilet ini sering dipecahkan oleh anak anak perempuan.

__ADS_1


saat ditanya apa alasannya memecahkan cermin mereka menjawab kalau mereka melihat penampakan hantu setiap kali melihat ke cermin toilet.


kalau memang begitu kenapa tidak diturunkan saja cerminnya. siswa siswi di sekolah ini sebagian besar sudah gila. aku jadi kesal juga menceritakannya.


aku biarkan pintu keluar terbuka, karena aku juga takut dengan rumor kuntilanak di toilet ini. aku melepaskan seragamku, menaruhnya di dalam tas lalu mulai memungut satu persatu sampah dan puntung rokok yang bertebaran.


selesai memungut aku membersihkan pecahan kaca di wastafel dengan hati hati, lalu setelah selesai aku mulai menyiram bersih semua pup yang mengambang.


"duh jijiknya...!!"


setelah selesai menyiram semua pup aku keluar sebentar untuk muntah, lalu masuk lagi untuk mengepel lantai dengan deterjen kemudian dengan air.


aku sudah mengabarkan pada ibu akan pulang telat hari ini. tapi chat ku belum dibaca oleh ibu. mungkin ibu sedang sibuk memasak.


setelah hampir 30 menit aku akhirnya selesai membersihkan toilet yang mengerikan ini.







dilihat lihat reward setiap quest selalu berbeda satu sama lainnya. hadiah yang selalu ada di setiap aku menyelesaikan quest adalah poin peningkatan moral, mungkin itulah alasan mengapa statistik moral bisa dengan tur naik dengan cepat.


tapi kenapa aku tidak dapat tambahan poin moral, setelah dengan tulus membagikan setengah uangku pada bapak kuli kemarin? sudahlah lupakan itu.


aku langsung menambahkan semua poin peningkatan random yang aku kumpulkan dari quest ke 3 kemarin. aku ingin menambahkan semuanya ke ketampanan, agar suatu saat nanti anak anak tercengang melihat wajahku yang berubah menjadi tampan.


hehee, aku tidak sabar menunggu hari aku menjadi tampan.


"terima kasih ya nak. bapak gak bisa ngasih kamu apa apa." kata bapak ob.


"enggak apa apa pak. saya juga enggak terlalu keberatan."


"tapi tadi kamu muntah kan?"


"eh.. iya. saya cuma enggak biasa dengan baunya."


"oh gitu. nak, kamu yang tadi pagi tanding sama anak silat ya?"


"bener pak."


"kalau gitu kamu harus hati hati. klub silat itu isinya kebanyakan anak anak nakal. dan anak yang kamu lawan tadi pagi adalah salah satu bos anak anak nakal klub silat."


"iya, saya tahu pak. saya akan jaga diri."


"kalau gitu saya pamit yang pak."


setelah berbicara sebentar dengan bapak ob, aku mengurungkan niatku untuk meningkatkan statistik ketampananku. sebab saat ini aku lebih butuh kekuatan untuk bertahan dari semua ancaman yang akan datang dari klub silat.


lalu saat aku melewati gerbang sekolah. aku mendapat gangguan.


seseorang memanggilku dari belakang, lalu saat aku berbalik aku dilempari dengan minuman plastik dengan es batu besar di dalamnya.


"mau pulang kuda nil? masa sih lauroe kalah sama anak kaya gini? nangkis plastik es aja dia gak bisa lol."


"kayanya lauroe emang lagi gak enak badan hari ini."


aku bertanya pada agen nostradamus. sekarang aku tidak perlu lagi mengetik di hp ku, karena aku sekarang bisa menulis chat hanya dengan bicara dalam hati. benar benar keren kan.


[bolehkah aku melawan mereka agen nostradamus?]


[boleh. tapi jangan sampai mereka terluka.] jawab nostradamus.


"kalian mau ngapain? aku kan menang adil melawan lauroe." tanyaku.


"menang adil dari mana! lu pakai teknik bela diri yang enggak seorang pun tahu di sekolah! padahal jelas jelas itu pertandingan bela diri silat!"


"iya,lu gak adil! karena lauroe gak tahu teknik lu, sementara lu pasti tahu teknik dia!!"


"enggak! aku juga gak tahu teknik dia!!"


"bacot lu!!!"


aku dipukul di bahu sebelah kanan.


kedua anak itu lebih besar dari lauroe, tinggi mereka hampir sama denganku dan postur badan mereka berisi.


aku tidak akan menang berkelahi dengan kondisi kaki begini, apalagi melawan 2 orang sekaligus.


"tunggu! kalau kalian nyerang aku lagi, aku bakal teriak!" ancamku.


"teriak aja, lu kira sekolah kita letaknya di tengah kota? sekolah kita ini letaknya di tengah sawah tolol!!"


aku menangkis tendangan T mereka. lalu memasang kuda kuda.


kalau sudah berkelahi sekali maka seterusnya tidak boleh menolak tantangan perkelahian. itu adalah aturan tak tertulis anak anak nakal sekolah ini.


disaat 2 bocah silat itu akan menyerang, aku kabur menjauhi mereka.


"kejar! jangan sampai usaha kiita nunggu disini jadi dia sia!"


mereka mengejarku. aku keluar dari sekolah. karena takut kedua anak itu mengejar dengan motor, aku pun berlari ke sawah.


kedua bocah itu masih mengejarku. karena kakiku sakit aku pun terjatuh.


"jangan kabur lagi, kuda nil. kita cuman mau nginjak kaki lu yang luka itu sekali aja kok."


"dasar anak anak gila!!" gumamku.


karena tidak ingin ditindas lagi, aku pun bangkit dan bermaksud melawan mereka.


"apa? mau berantem? oke kalau gitu."


"sekarang pukulan gue!!"


dengan mudahnya aku tangkap tangan anak itu lalu aku banting dia ke kubangan sawah.


aku memang sengaja lari ke sawah, agar bisa memakai teknik kokyunage ku dengan leluasa. kalau aku banting mereka ke semen mereka bisa cedera kan.


aku juga menambahkan semua poin peningkatan randomku ke stamina.


• Stamina (36) (Standar)


"hajar tu anak! pokoknya hajar!!" teriak anak yang aku lempar ke kubangan.

__ADS_1


sulit sekali mempertahankan keseimbangan di atas gundukan tanah yang menjadi jalan di sawah ini. aku enggak mau jatuh ke sawah, nanti sepatuku kotor, apalagi membersihkannya lumayan sulit.


aku tangkap kaki anak silat yang sok jago itu lalu aku dorong dia ke kubangan seperti temannya.


byuur!


"payah lu, man!!"


"udahlah, jangan nyalahin gua mulu! buruan kita kejar tu anak!"


aku berlari lagi. staminaku masih banyak setelah aku tingkatkan tadi, tapi tak dapat dipungkiri rasa sakit di telapak kakiku kian menjadi.


aku pun berhenti berlari karena tidak tahan lagi dengan sakitnya. aku sampai menangis karena sakitnya.


kedua anak silat itu mengejarku. badan mereka coklat seluruhnya seperti coklat silverking.


"awas lu kuda nil..."


aku dilempar dengan batu besar tepat ke dahiku. seketika itu juga aku roboh dan darah mengucur keluar dari dahiku.


aku merasa diriku sedang sekarat. aku lihat kedua anak silat itu bertengkar.


"jangan keterlaluan fir!! gimana kalo tu anak lapor polisi, atau lebih parahnya lagi meninggal!! kita berdua bisa dipenjarakan!!!"


"halah! ni anak gak bakalan mati! kalo pun ngelapor juga gak ada buktinya kan? tinggal kita buang aja batunya!!"


saat kesadaranku semakin menipis aku melihat sesuatu yang berkilau di antara rerumputan tinggi. saat aku meraihnya benda itu ternyata adalah sebuah gelang emas.


"apakah ini adalah gelang emas yang harus aku cari di quest ke 2?"


saat itu aku mendengar suara seorang wanita berteriak memanggil namaku.


"yuda! yuda!! kamu kenapa nak?!"


aku tidak mengira ibuku akan datang di saat seperti ini. ibu datang di saat yang benar benar tepat. entah kenapa momen ini terasa seperti sebuah plot armor dalam novel. entahlah, yang pasti aku senang ibu datang.


"waduh! siapa tuh? emaknya kah?!"


ibu merentangkan badanku. ibu histeris melihat luka di dahi dan wajahku yang babak belur karena lauroe.


"kalian anak anak jahat! mau kalian saya laporin ke polisi!!" teriak ibu.


"apa lo hah! mau mati kaya anak lo!!"


anak klub silat itu wajahnya saja yang ganteng, tapi sifatnya benar benar berengsek.


"berani sekali dia berkata begitu pada ibuku. aku akan menghajarnya! aku pasti akan menghajarnya!!" emosiku meluap.


anak silat yang berengsek itu akhirnya menuruti kata kata temannya untuk kabur.


ibu berusaha menyadarkan aku agar tidak pingsan tapi tidak bisa. aku memasukkan gelang emas yang aku temukan ke dalam kantung celanaku. lalu aku pun pingsan.


....................................................................................


Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:




Etika (20) (Sangat Kurang)




Moral (47) (Cukup)




Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)




• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)


• Kharisma ( - )



Kekuatan (45) (Kuat)



• Kecepatan (21) (Standar)


• Pertahanan (28) (Kuat)


• Stamina (36) (Standar)


• Mentalitas (35) (Kuat)




Kecerdasan (-16) (Sangat Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini rak buku kesayangan kalian😄


....................................................................................

__ADS_1


__ADS_2