Sistem Kebaikan Pemuda Terundung

Sistem Kebaikan Pemuda Terundung
Chapter 11 | Kemunculan Main Quest Pertama


__ADS_3

[Tring!]




aku kembali ke domain.


"teganya kau mem-prank ku agen nostradamus..."


[.....]


agen nostradamus tidak berkata kata bahkan tidak minta maaf karena sudah mengerjai diriku.


[saya masih punya waktu 10 jam lagi sebelum efek tiket emas itu habis. jadi sebaiknya anda selesaikan masalah ini, mumpung saya masih ada di dunia anda.]


"baiklah. tunggu aku bangun besok."


[sudah saatnya anda bangun setelah melalui mimpi yang panjang.]


aku merasakan diriku tertarik ke langit hingga terbang menembusnya. aku merasakan berbagai sensasi saat keluar dari domain alam pertengahan antara alam sistem dan alam mimpi. lalu aku melihat ragaku sedang tertidur pulas.


aku masuk ke ragaku seperti seorang hantu, lalu bangun tepat jam 6 pagi. aku bangun dalam keadaan yang segar bugar. ini tentunya adalah hal baik karena rasa pusingku sudah hilang.


aku lihat tiket emas sudah ada di genggamanku.


"kamu udah bangun?"


"iya bu."


"kamu absen sekolah dulu hari ini. biar kita selesaikan masalah yang menjerat kamu."


"oke bu."


sekarang aku tidak khawatir lagi. sebab kunci menyelesaikan masalah ini sudah ada di tanganku. lalu soal ganti rugi uang aku bisa mencicil nya pada keluarga korban.


"ibu sekalian mau kasih tau kamu. kalau mulai hari ini ibu pindah kerja ke pabrik sepatunya pak arjuna. ibu kerja sama pak arjuna sebagai ganti bantuan yang beliau kasih ke kita selama ini."


"oh ya, bagus dong bu. kita bisa lebih dekat sama saudagar kaya."


"habis ingin jangan nyusahin pak arjuna lagi ya nak! ibu tegasin sama kamu! kalau pak arjuna ngasih kamu uang jangan langsung terima."


"loh kenapa bu? yuda kan selalu bantu pak arjuna."


"kalau pak arjuna ngasih kamu imbalan, sebaiknya ambil secukupnya aja. jangan sampai kita jadi berbuat baik karena mengharapkan imbalan."


"ohh.. iya bu. yuda akan ingat pesan ibu."


singkat cerita, ketegangan menyelimuti hatiku saat keluargaku dan keluarga korban bertemu di depan ruang ugd.


aku permisi ke toilet sebentar untuk menggunakan tiket emas. aku harus cepat karena aku khawatir ibu di apa apain sama laki laki temperamen si adik korban.


dengan tiket emas aku memanggil seorang dokter berilmu pengobatan tradisional.




"aku ingin menggunakan jasa dokter tulang terbaik untuk mengobati seseorang." ucapku.


[Tring!]




dengan perantara agen nostradamus dokter itu datang ke rumah sakit. aku terkejut saat melihat rupa dokter itu. dia adalah wanita muda tiongkok yang fasih berbahasa indonesia.


selama si dokter tiket emas mengobati si korban, ibu dan adik korban berbincang. perhatianku terpaku pada si adik korban yang meminta uang ganti rugi sebesar 100 juta rupiah. itu jumlah terlalu besar, ibu tidak menerimanya tapi si adik korban terus memaksa.


"kakak anda sedang diobati oleh dokter yang handal, kalau pun ada luka yang tertinggal itu adalah luka mental. kami akan memberi ganti rugi atas luka mental yang diderita kakak anda. tapi jumlah 100 juta itu terlalu besar untuk pengobatan mental." jelas ibu.


"kalau gitu gimana kalau 80 juta? saya sudah berbaik hati." kata adik korban yang serakah.


"saya menolak. saya cuma akan kasih paling banyak 40 juta. lagian kakak anda juga salah karena dia melakukan tindak pencurian."


"bangsat! gua gak terima 40 juta!"


"80 juta titik!! atau lu mau anak lu jadi napi!!"


orang ini naik pitam. uang ganti rugi yang dia inginkan tidak rasional. bahkan aku yang tidak terlalu pintar ini tahu jumlah itu terlalu banyak. bayangkan saja apa yang bisa kalian beli dengan uang 80 juta di tangan.


"tunggu sebentar pak karim."


agen nostradamus memotong pembicaraan. aku belum bicara dengannya sejak tadi pagi, karena masih kesal di prank dalam mimpi.


si adik korban ini tampak takut pada agen nostradamus. mungkin dia mengira agen nostradamus a.k.a pak arjuna adalah saudagar kaya yang punya banyak koneksi dengan orang orang besar, sehingga bisa menggunakan cara ilegal atau mengendalikan jalannya hukum untuk menyelesaikan masalah ini.


dia takut aku memiliki relasi seperti itu. seperti protagonis di film film yang punya relasi tidak masuk akal yang membantu menutupi tindakan sang protagonis.


agen nostradamus menjelaskan keadaan saat ini. bahwa pihak keluarga korban tidak bisa lagi menjerat aku dengan hukum atau menuntutku, karena diam diam ibu dibantu agen nostradamus sudah membuat perjanjian damai dengan keluarga korban kemarin.


"apa anda lupa kita sudah mmembuat perjanjian damai kemarin? haruskah saya ingatkan anda lagi?:


"uhh..."


adik korban yang serakah terdiam.


"dengarkan saya. anda tidak berhak meminta ganti rugi sebesar itu. karena bagaimana pun kakak anda adalah seorang pencuri yang kabur dan yudistira adalah pihak yang berinisiatif menangkapnya. anda tidak bisa menghukum berat orang yang menangkap penjahat. jika anda bersikeras dengan jumlah uang itu, maka kami tidak akan ragu melaporkan anda ke polisi atas dasar pemerasan."


si adik korban terdiam. wajahnya pucat. dia tidak bisa berkata kata lagi. lalu si dokter tradisional keluar daru ruang ugd. rupanya pengobatan tulang bengkoknya sudah selesai. aku tidak tahu metode apa yang dokter itu lakukan, yang penting si maling itu sembuh dan aku terbebas dari masalah ini.


"bu! badan bapak gak bengkok lagi!" kata anak korban.


"iya nak... syukur banget..." kata istri korban.


"eh, mbak marni. mbak liat dokter itu ngapain?" tanya adik korban.


"iya liat. dia olesin sejenis minyak di punggung bapak terus diurut sampai tulangnya bener lagi."


"pasiennya sudah saya sembuhkan. terima kasih sudah memakai jasa saya." kata si dokter.


tanpa basa basi agen nostradamus memberikan sebuah koper yang berisi uang 40 juta rupiah. rupanya sebelum ini agen nostradamus dan ibu sudah menyepakati jumlah ini.

__ADS_1


"saya sudah menyiapkan saksi. saksi kalau anda sudah menerima uang ganti rugi dan menutup kasus ini dengan jalur kekeluargaan."


ada 3 orang saksi yang dibawa agen nostradamus, dan ketiganya adalah polisi. sepertinya para polisi ini datang sekalian untuk menangkap si maling.


"ya udah, kita damai ya buk..." kata istri korban.


"oke, kita damai. saya minta maaf untuk perilaku kasar saya sebelumnya." kata adik korban.


"iya bu, pak. saya juga minta rela." kata ibu.


akhirnya aku berhasil lolos dari jeratan hukum. mulai dari sekarang aku berjanji pada diriku sendiri, akan selalu berhati hati dan setiap menjalani quest, dan yang terpenting berhati hati dalam kehidupan sehari hari. aku tidak akan hidup seperti anak anak itu, para pembully yang tidak lama lagi akan ciut saat bertemu denganku.


martha and the gang, andi, bima, dan anak anak pembully lainnya yang belum muncul hingga chapter ini. aku berjanji tidak akan jadi seperti mereka.


kami pulang ke rumah diantar pak arjuna. rupanya ibu akan bekerja mulai besok. hal ini memberiku beban pikiran baru. karena aku tidak bisa lagi menggunakan nama pak arjuna sebagai orang yang memberiku uang yang sebenarnya aku dapatkan dari reward.


ngomong ngomong soal reward. entah mengapa aku rindu dengan quest sistem. apa mungkin aku sudah mulai berubah menjadi orang baik.


aku menyelesaikan 5 daily quest hari ini, dan mendapatkan reward uang serta poin moral dan poin peningkatan seperti biasanya.


aku bingung harus menambahkan poin peningkatan random ke statistik apa. sebab kata sistem sebentar lagi akan ada main quest. jadi aku berpikir untuk menyimpan poin peningkatan ini hingga main quest tiba.


kita lupakan dulu soal sistem dan agen. sebab hari ini aku berangkat ke sekolah seperti biasanya. kira kira apakah masih ada anak yang berani merundungku sekarang?


jawabannya tentu masih ada. siapa lagi kalau bukan martha. anak menteri pendidikan yang tidak takut pada apa pun karena ayahnya memiliki kekuasaan dan harta yang cukup untuk menggulingkan kepala sekolah dan mengambil alih kekuasaan sekolah ini kalau ada yang berani menyalahkan anaknya.


sudah lama tidak dirundung oleh martha, rasanya aku jadi ingin marah. padahal dulu sebelum dapat sistem aku selalu dengan senang hati menerima perlakuan buruknya.


"eh kuda nil. bawain nih tas gue, sekalian tas sister sister gue!"


sister adalah sebutan martha untuk teman teman cewek nya. akhirnya martha si anak manja ini jadi tokoh antagonis lagi.


"buruan bawain!!"


"iya, iya." aku menurut saja. sebab tidak mungkin aku membalasnya saat ini.


di tengah jalan aku berpapasan dengan lauroe. aku berjalan sambil menjaga menjaga mataku agar tidak melihat ke arahnya.


diam dan tidak mengganggu pun anak itu sudah menyeramkan. untung saja aku tidak sekeras dengannya. fyi, dulu aku sempat akan dipindahkan ke kelasnya lauroe, tapi tidak jadi karena andi minta maaf atas kelakuannya padaku. walaupun setelahnya dia kembali membully diriku.


sesampainya di kelas, aku terkejut melihat banyak anak klub silat berkumpul di kelasku. mereka mengerumuni andi.


aku meletakkan tas martha and the gang ke meja mereka masing masing lalu duduk ke mejaku. aku diam diam melirik ke anak anak silat di dekat andi. mereka tampaknya sedang memperhatikan diriku.


tiba tiba saja kepalaku dipukul menggunakan sapu. pelakunya adalah martha.


"kenapa martha?" tanyaku sambil mengusap kepala.


"enggak ada alasannya. gua cuman pengen aja."


martha memukuli dengan sapu. biasanya dia melakukan ini kalau mood nya sedang tidak baik. untunglah pertahananku sekarang sangat kuat, pukulan sapu martha sekarang tidak terlalu menyakitkan lagi.


tapi ternyata yang datang ke padaku bukan hanya ayunan sapu dari martha. saat aku menutup mataku serangan yang amat kuat mendarat di atas kepalaku. wajahku terbentur meja, dan mejaku terbelah menjadi dua. aku pun jatuh ke lantai dengan darah di ubun ubunku.


aku lihat seseorang di depanku. rupanya andi barusan menginjakku sekuat tenaganya.


orang ini adalah tokoh antagonis kedua yang aku perkenalkan. tingkat kekerasannya bukan lagi bullying tapi sudah tingkat kriminalitas.


"bertingkah apa? aku tidak paham maksudmu!"


"akhh..!!"


andi menjambak rambutku. lalu berkata...


"lu lupa ada duit setoran yang harus lu bayar? jangan jangan lu udah berani sama gue mentang mentang udah ngalahin lauroe?!"


aku lupa dengan uang setoran itu. singkatnya seperti ini, setiap satu minggu sekali dia akhir pekan, andi akan memungut uang sebagai bayaran atas penjagaan yang dia berikan kepada para bawahannya. mirip seperti jatah preman.


dengan membayarkan uang sebesar 50 k setiap akhir pekannya, aku dan anak anak terundung lainnya bisa berlindung di belakang andi dari para perundung lainnya yang mungkin lebih buruk dari bocah ini. tapi meskipun begitu andi juga tidak memperlakukan kami dengan baik dan dia juga membiarkan anak anak tertentu menindas kami. jadi anak anak lain yang membullyku semuanya berhubungan baik dengan andi.


dia adalah orang yang paling ingin aku balas. tapi sekarang bukan saatnya. aku membuka dompet lalu memberikan uang 100 k padanya.


"ini.. tolong maafkan aku.."


"gua maafin lu kali ini! awas aja kalau entar lu nunggak lagi!"


"memangnya bayar kos bisa nunggak?" pikirku dengan kesal.


"eh! anak kuli! lu jangan gangguin gua!!" teriak martha, kayanya dia marah momen pelampiasannya diganggu.


"apa sih girl? jangan galak galak amat napa!" balas andi.


"minggir sana!!"


entah karena terlalu bad mood atau apa, martha yang tidak terima memukul andi dengan sapunya. namun sapu itu dengan mudahnya ditendang oleh andi hingga terlempar memecahkan jendela kelas.


"siapa yang lempar sapu?!!"


bapak alam si guru bk muncul entah darimana.


"martha pak!" ucap andi lebih dulu.


"bukan saya pak! andi yang nendang sapunya!" martha membela diri.


"kalian berdua ikut saya ke ruang bk!!"


bahkan andi dan martha sekalipun tidak bisa menolak titah guru bk yang haus akan darah (kata kata hiperbola).


"kenapa lagi anak ini?!" tanya bapak alam saat melihat kepalaku berdarah.


"saya kebentur pak!"


"bener kamu cuma kebentur? bapak enggak mau kalau sampai wali kamu datang lagi ke sekolah! kalau ada apa apa ngomong aja ke bapak!"


"iya pak, bener saya cuman kebentur!" jawabku.


"omong kosong! dulu saat aku melaporkan perbuatan andi, bapak hanya menyuruh kami berdamai dan andi hanya dihukum membersihkan halaman sekolah. untuk apa saya meminta bantuan bapak kalau hanya begitu!" pikirku dengan kesal kepada bapak alam.


pelajaran pertama pun dimulai dengan andi dan martha yang belum juga kembali ke kelas.


ada kejutan di pagi hari ini. anggota osis datang ke kelas kami dan menyampaikan bahwa tidak lama lagi sekolah akan mengadakan festival tahunan yang berisi lomba yang terbuka bagi semua murid.


ini adalah kali pertamaku mendengar festival tahunan di smk negeri 7 harapan. diantara semua lomba yang diadakan ada lomba menyanyi dan lomba memanah.

__ADS_1


ide untuk mengadakan lomba memanah yang pertama kalinya diselenggarakan di smk ini, berawal dari atlet panah indonesia yang berhasil meraih mendali emas di ajang bergengsi pada awal tahun ini.


festival tahunan ini juga diadakan dalam rangka merayakan anniversary sekolah. setidaknya begitulah yang aku dengar dari kakak kelas.


setelah beberapa minggu menggunakan sistem, akhirnya main quest yang dijanjikan oleh sistem muncul juga. kira kira akan sesulit apa main quest pertama ini.


[Tring! Tring! Tring!]






main quest ini menyuruhku berpartisipasi dalam lomba memanah. sebab aku memiliki 1 bakat khusus yang bisa membantuku meraih kemenangan telak di lomba itu.



Bakat :



• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Elang


• silahkan isi sendiri


aku abaikan opsi ketiga yang kosong itu, sebab aku belum punya ide ingin menambahkan bakat apa.


selain itu aku yakin bisa menyelesaikan main quest pertama ini.


"silahkan pilih lomba apa yang berminat untuk diikuti. pendaftaran akan dibuka mulai jam pelajaran pertama, tempatnya di aura kreasi."


main quest pertama dimulai.


.....


Statistik 'kontraktor Yudistira' saat ini:




Etika (25) (Kurang)




Moral (48) (Cukup)




Ketampanan (-70) (Sangat Jelek)




• Berat Badan (105 kg \= 102 kg)


• Kharisma ( - )



Kekuatan (93) (Sangat Kuat)



• Kecepatan (43) (Cepat)


• Pertahanan (56) (sangat Kokoh)


• Stamina (50) (Kuat)


• Mentalitas (39) (Kuat)




Kecerdasan (9) (Sangat Kurang)




Bakat :




• Bela Diri (Aikido) | teknik (nikyo) (kokyunage) (sokaku takeda)


• Penyanyi (Pop) | Suara Emas


• Pemburu | Mata Elang


• silahkan isi sendiri


....................................................................................


Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian😄


....................................................................................

__ADS_1


__ADS_2