
Aku tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh pemerintah untuk memenuhi tuntutan yang kedua. Satu hal yang aku tahu, aku tidak bisa membiarkan mereka memenuhi tuntutan yang pertama. Yaitu keselamatan Dies Bell.
Sistem memberiku dua pilihan, ingin menyelamatkan presiden atau tidak. Setiap pilihan harus disertai alasan yang kuat.
< Apakah anda akan menyelamatkan presiden? >
< [ Ya ] / [ Tidak ] >
Tanpa pikir panjang aku pilih Tidak. Kenapa? karena...
< Sebutkan alasan anda mengapa memilih untuk tidak menyelamatkan presiden >
"Karena aku masih percaya pada kemampuan negeriku. Aku yakin orang kuat di negara ini tidak hanya aku."
< Jadi anda memilih untuk bergantung kepada orang lain? >
"Itu kurang tepat. Lebih tepatnya aku ingin lebih mempercayai kemampuan orang lain. Tidak mungkin presiden NKRI memilih orang orang lemah untuk menjadi penjaganya."
"Selain itu ini adalah kesempatan emas untuk menangkap salah satu pimpinan organisasi pembunuh."
Itu adalah pemikiran yang sudah lama ingin aku curahkan sejak level kesulitan dan ikut campur quest quest Sistem meningkat ke level yang lebih tinggi.
< HAHHAHHAHHAHAHAHAAAA......!!!!! >
Aku terkejut sampai tidak sengaja menggigit lidah saat mendengar Sistem tertawa terbahak bahak.
< Bagus sekali! Kau menyadari hal itu jauh lebih cepat dari pembuat kami. >
Aku tidak mengerti apa yang spesial dari kata kataku barusan. Sistem melanjutkan penjelasannya...
< Terkadang memiliki kekuatan besar membuat kita tidak mempercayai kemampuan orang lain. >
< With great power comes great responsibility. Itu adalah Quote yang dijadikan landasan bertindak oleh banyak orang seperti anda. >
< Mereka tidak memahami makna kalimat itu dengan benar. Punya kekuatan besar bukan berarti kau harus bertindak layaknya tuhan. Mengabdikan hidupmu untuk menolong orang lain. >
< Tetapi lakukanlah yang terbaik untuk orang sekitarmu tanpa harus melupakan kebaikan dirimu sendiri. >
Saat Sistem berbicara Dies Bell menyerangku dengan FoD nya. Namun dinding yang tidak terlihat melindungiku. Kemungkinan dinding itu dibuat oleh Sistem.
< Anda telah berhasil melewati ujian terakhir. Sekarang kami bisa melepas anda dengan senang hati. >
< Anda pasti akan baik baik saja tanpa Sistem. >
"Kenapa kau tiba tiba berkata begitu..?? Jangan membuatku terharu di tengah tengah pertempuran seperti ini..." Aku ingin menangis, tapi Dies Bell masih ada di depanku.
"Heii..!!" Dies berteriak.
"Jangan berpaling dariku!!" Protesnya.
Bisa bisanya orang yang sebentar lagi akan mati mengatakan hal sombong seperti itu.
"Kalian akan menyesal telah meremehkan Nusantara. Dan penyesalan itu dimulai darimu." Ucapku sembari menunjuk Dies Bell.
Aku masih menilik iya sepuluh Tiket Emas yang menjamin kemenanganku.
Raut panik terpasang di wajah Dies Bell saat aku menggerakkan tanganku. Baik dia, Raja Ular dan Nemesis. Mereka semua sudah sekarat.
Lalu para dukun yang mengawasi kami sudah diurus oleh Roh Reog.
"Mereka sudah aku telan tuan." Kata Roh Reog lewat telepati.
Aku ingin menggunakan Tiket Emas lagi, namun Raja Ular memberikan perlawanan terakhirnya. Dia menjerat Dies Bell dan Nemesis, lalu menelan mereka berdua.
Sebelum ditelan bulat bulat, Dies Bell dan Nemesis sempat terimpit di mulut Raja Ular. Dies Bell sempat mengutuk Raja Ular atas pengkhianatan yang dia lakukan.
"Terkutuklah kau Raja Ular..!!! Kau tidak bisa memakan kami yang sudah menyelamatkanmu..!!" (Dies Bell)
"Yang terkutuk itu kau! Manusia yang membuat perjanjian dengan bangsa jin jahat!" Raja Ular balas mengutuk Dies Bell.
"Kau dan semua manusia tersesat lainnya akan berakhir dengan cara yang sama!"
"...!!!!"
Pusaka Awan Hitam mendeteksi energi hitam yang kuat biasa kuat terpancar dari Raja Ular.
Mulutnya menganga lebar untuk menghisap semua praktisi ilmu hitam yang ada. Dies Bell dan Nemesis yang terimpit di mulut Raja Ular pun terdorong masuk oleh banyaknya praktisi ilmu hitam lainnya.
Bagaikan Vacuum Cleaner, Raja Ular menelan semua manusia dan dedemit yang ada di sekitar sini.
Situasi menjadi sangat gawat. Karena Raja Ular itu terus bertambuh besar, semakin banyak makhluk yang dia telan.
Aku menyuruh Roh Reog untuk membunuhnya. Tapi cakar dan taring Reog hanya menjadi luka lecet ditubuh Raja Ular yang kian membesar.
Satu kepala lagi tumbuh di leher Raja Ular. Sementara kepala yang satunya mengumpulkan kekuatan, kepala yang satunya lagi mencaci maki diriku yang sekarang terlihat lemah di matanya.
"Hahahahahaaa...!!! Mati kau Yudistira..!!! Kekuatan misteriusmu tidak akan mampu menandingi gabungan energi gaib yang ada di Nusantara...!!!" (Raja Dedemit)
"Blaarr!!!"
"Blarr..!!"
Petir berbagai ukuran mulai menyambar dengan ganas. Aku tidak bisa memperkirakan ukuran awan petir yang ada di langit karena saking besarnya.
Kengerian ini bagaikan bencana akhir zaman.
Tiba tiba saja, jalan keluar dari situasi ini muncul. Skill GITU yang aku dapatkan dari Main Quest ke 8 akhirnya bisa digunakan.
< Anomali yang luar biasa terdeteksi dari semesta 082 >
< Penumpukan energi gaib yang dilakukan Raja Dedemit Ular berpotensi merusak dinding pemisah antara dunia manusia dan dunia gaib >
< Skill terkuat G.I.T.U. mendapat izin pengaktifan >
Yang membuatku terkejut adalah kepanjangan dari skill ini.
< Skill [ G.I.T.U. ] >
< Skill [ GLICTH IN THE UNIVERSE ] siap diaktifkan >
< Kesempatan pengaktifan : [ Satu kali ] >
__ADS_1
< Syarat pengaktifan : Senjata Terkuat >
Namanya terdengar mirip seperti Glicth In The Matriks. Tapi aku yakin skill ini lebih dahsyat lagi.
Sebuah orb berwarna merah terang muncul di telapak tangan kananku. Inikah bentuk dari energi yang akan mewujudkan skill Glicth In The Universe?
Satu hal yang aku yakini dari orb ini adalah bahwasanya Raja Ular sangat terganggu dengan keberadaannya.
Senjata terkuat untuk mengaktifkan Glicth In The Universe muncul. Itu adalah replika pedang pencipta Sistem yang aku pajang di kamar.
Begitu aku menyentuh pedangnya, orb itu sirna lalu pedangnya diselimuti kabut berwarna merah.
[ Tebaskan pedang itu seringan mungkin untuk mengurangi timbal baliknya ke tubuhmu. ]
[ Bayangkan seperti mengayunkan bunga Dandelion, tetapi jagalah agar serbuknya tidak beterbangan. ]
Aku menebas seringan mungkin sesuai arahan Nostradamus. Arahnya tentu saja kepada Raja Dedemit Ular Supreme.
Usai menebas pandanganku menjadi muram. Tidak lama aku sadar kalau bukan mataku yang bermasalah tapi dunia inilah yang menjadi muram. Seluruh warna benda berubah menjadi abu abu.
Aku masih bisa melihat Raja Dedemit Ular. Dia diam terpaku dengan lidah menjulur dan mata melotot.
D idadanya ada garis melintang berwarna merah. Anehnya garis seakan memotong ruang dan langit juga.
Kemudian suara dentuman yang sangat nyaring menyakiti telingaku.
Suara seperti suara tv yang nge glitch tapi ini lebih menyakitkan.
Sekujur tubuhku serasa dihujam jarum tanpa henti.
Saat pandanganku masih ke atas, aku menyaksikan Raja Dedemit Ular berubah menjadi glicth. Sayangnya aku tidak sempat menyaksikan sampai akhir karena keburu pingsan oleh efek samping skill yang mengerikan itu.
< Skill [ GLITCH IN THE UNIVERSE ] >
< Kesempatan pengaktifan : [ - ] >
...
..
.
POV NARATOR
3 hari kemudian, Yuda terbangun di ranjang rumah sakit. Di ruang operasi.
Dia kaget saat melihat begitu banyak selang infus di tangannya. Bahkan ada Nasogastric Tube (Selang makanan) terpasang di hidungnya.
[ Kontraktor... ]
[ Kontraktor... ]
Nostradamus memanggil pelan. Yuda mendengar dan bicara melalui hatinya.
"Seberapa buruk keadaanku?"
[ Seluruh badanmu membiru. Maafkan kami Kontraktor, karena tidak bisa memberikan jalan keluar yang lebih baik dari Skill Glicth In The Universe itu. ] Ucap Nostradamus.
Yuda hanya bisa terdiam mendengar itu.
"Kapan aku akan sembuh?" Tanyanya lagi.
[ Dokter Sistem diam diam menyamar jadi dokter yang mengobati anda. Mungkin akan butuh waktu sepuluh hari lagi. ]
Yuda melihat papan quest. Ternyata Main Quest Ke 9 belum berakhir.
Progres quest itu baru berjalan 50%. Hal itu membuatnya jadi tidak tenang. Nostradamus berusaha menenangkan Yuda agar lukanya tidak semakin parah.
Samar samar Yuda mendengar suara orang ribut. Suara itu tidak lain dari ibunya yang memaksa ingin masuk ke ruang operasi.
Perlahan Yuda mulai mengenali itu sebagai suara Ibunya. Ada juga suara Pandu, Frederica dan Yulia.
POV YUDA
Ibu pasti khawatir sekali, belum pernah aku dengar Ibu memohon sambil menangis seperti itu.
Eh, itu suaranya Pandu. Ada Frederica juga. Yulia juga ada.
Lauroe juga ada?? Aneh.
[ Anda tidak perlu memikirkan Main Quest ke 9 itu lagi. Karena Sistem telah memutuskan untuk memberi anda bantuan. ] (Nostradamus)
[ Jadi anda tinggal beristirahat dan Main Quest nya akan selesai dengan sendirinya. ]
"Memangnya boleh seperti itu?" (Yuda)
[ Tidak apa apa. Kita bersama sama menyingkirkan kejahatan dari dunia ini. Selain itu keberanianmu melawan Dies Bell dan dua raja dedemit patut mendapatkan penghargaan. ]
Tidak terasa air mataku menetes. Bukan karena rasa sakit dari luka di badanku, tapi karena teringat dengan hari pertama aku berjumpa dengan Sistem.
Tidak terasa aku sudah hampir sampai lagi Main Quest terakhir. Aku harap Main Quest Ke 10 tidak datang terlalu cepat. Karena jujur saja aku masih belum rela mengucapkan selamat tinggal pada Sistem yang tajir ini.
Aku dengar suara pintu terbuka, lalu aku lihat wajah Ibu dan teman temanku. Lauroe juga ada.
10 hari kemudian... aku dipindahkan ke ruang inap VIP. Biasalah anak sultan.
Keadaanku sudah membaik. Main Quest Ke 9 pun sudah berakhir. Reward akan kubuka nanti.
Dies Bell kemungkinan sudah mati. Lalu Natalie, dari berita yang aku dengar, Natalie CEO organisasi pembunuh telah tertangkap. Begitu juga dengan para bawahannya yang memiliki nama aneh. Terror Bell dan Dancing Hatchet.
Mereka bertiga sedang diadili dan terancam akan dieksekusi mati. Selain itu polisi juga masih mengejar anggota anggota bawah organisasi pembunuh yang jumlahnya ada ribuan.
Sudah dulu tentang organisasi pembunuhnya. Mari bicara tentang keseharianku di rumah sakit ini. Setiap hari aku mendengar para dokter itu memuji dokter dari Sistem.
Mereka juga sering menggunjingku, karena menganggap aku bukan manusia biasa. Itu sangat menyebalkan, setiap ada Ibu mereka diam, lalu saat Ibu pergi mereka mulai mengoceh.
Teman temanku juga berkunjung setiap hari. Maksudku teman teman Archer Club. Seperti menjenguk orang sakit pada umumnya mereka membawakan buah buahan. Terkadang mereka membawakan barang yang aneh juga. Seperti Nintendo Switch dan kaset lagu tahun 80 an.
Tepat di hari kesepuluh ini dokter mengizinkanku pulang ke rumah jika besok keadaanku tetap stabil.
Senang rasanya bisa pulang ke rumah. Lauroe memberiku buket bunga kenanga di hari terakhir ini.
__ADS_1
Dia pasti sedang bercanda. Jadi aku tanya padanya siapa yang meninggal. Namun dijawabnya... "Kayanya lu punya itu ya..?" (Lauroe)
"Punya apa??" (Yuda)
Saat aku lihat lagi buket bunga itu menggunakan indra ketujuh, terlihat ada asap putih yang mengitarinya.
"Kok bunganya ada asapnya??" Tanyaku pada Lauroe.
Lauroe menjawab... "Itu energi dari ilmu putih. Lu pasti baru pertama kali ngeliatnya."
"Jadi ada ilmu putih juga di dunia ini??" Spontan aku bertanya pada Lauroe.
Lauroe tersenyum tipis, lalu mengajakku ke suatu tempat.
"Kalo lu udah sehat, ikut gua jalan jalan. Guru besar ilmu putih ingin ketemu sama lu."
....................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah naik menjadi >
.
< Poin Peningkatan Random +130 >
< Tiket emas +10 >
.
< 1. Moral (80/40) >
.
< 2. Ketampanan (+60/+80) > Awaken
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/50 ) Awaken
.
< 3. Kekuatan (250/250) > Awaken
• Kecepatan (115/115) Awaken
• Pertahanan (190/190) Awaken
• Stamina (215/300) Awaken
• Mentalitas (100/150) Awaken
.
< 4. Kecerdasan (263/400) >
< Skill khusus [ Tesla Incarnation ] >
• Automatic Blueprint
• ???
• ???
< 11 Pelajaran yang paling dikuasai >
( Bahasa Inggris ) ( Penjaskes ) ( Bahasa Daerah )
.
< 5. Bakat ( 5/100 ) >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | Ultimate Eye -Advance-
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
• Koki | Food Traveler - Advance -
• Pengacara | Ahli Menyahut - Advance -
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
• Isi sendiri
.
< Uang Saku [ Rahasia ] >
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( Sepatu Mistis ) ( Selimut Sutra ) ( Emas Hitam Peretas ) ( Hoodie Anti Terkejut ) ( Lidah Suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Penyair Peri ) ( Mata Nebula ) ( Menara Pengantar ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' ) ( Cincin Bumi ) ( Topi Pengetahuan ) ( Alpha Crystal Golem ) ( Cakar Reog Hijau ) ( Mata Reog Hijau ) ( Mirror Armor ) ( Fish Tank )
< Special Massal Product >
- Blanche Homunculus (6) - - Vert Homunculus (8) - - Jaune Homunculus (13) - - Rouge Homunculus (7) -
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
..........................................................................................