
Pov Yuda -
"Besok aku harus mengurus kelasku yang seperti kebun binatang itu. Aku sudah frustasi duluan memikirkan cara mengurus anak anak berandal itu." Mau tidak mau aku harus melakukannya. Mengatur kelasku untuk membuat video penyambutan kurikulum baru.
"Saran gue sih, hajar aja anak anak yang membangkang. Lagian nonjok muka orang udah umum terjadi di sekolah kita kan." Pandu memberi saran yang bar bar.
Yulia juga memberikan saran yang mirip dengan Pandu.
"Buat apa bersikap lembut sama orang orang yang doyan kekerasan." Kata Yulia.
Hana mengangguk setuju, begitupun dengan Nadia.
"Tapi kalau aku menggunakan kekerasan mereka bisa terluka dan memusuhiku." Kataku.
"Alah! buat apa lu takut sama mereka, lu tinggal chat 'E' di grup terus tunggu divisi White Tiger datang. Gak usah kirim lokasi, gua udah pasang aplikasi pelacak ke hp lu."
Pandu memang suka seenaknya. Tapi aku tidak berniat menghapus aplikasi itu karena pasti akan berguna suatu saat nanti.
"Oke deh. Aku akan mencoba bicara dengan lembut dahulu tapi kalau mereka menolak barulah tinju bertindak."
Di malam harinya Hidden Quest yang menjadi jembatan ke Main Quest muncul.
[ Tring! ]
< Hidden Quest telah muncul >
< Anda diharuskan menyelesaikan quest ini untuk membuka Main Quest kelima >
< Hidden Quest >
< Tahap Pertama \= Disiplinkan para siswa kelas yang pernah merundung anda. Berikan masing masing satu tamparan keras [0/20] >
< Tahap Kedua \= ??? >
< Tahap Ketiga \= ??? >
< Tahap Keempat \= ??? >
Rupanya lebih dari setengah murid di kelas pernah membullyku. Mungkin bullying yang mereka lakukan bersifat verbal. Aku tidak sadar ada sebanyak itu orang yang membullyku karena bullying parah yang dilakukan Andi dan Martha.
"Hidden Quest dengan empat tahapan. Benar benar cocok jadi pemanasan sebelum Main Quest kelima." Gumamku.
"Kalau diingat ingat lagi, sebelum Main Quest datang selalu ada Hidden Quest yang mendahuluinya, kecuali Main Quest ketiga dan Keempat."
Di Main Quest pertama 'meningkatkan pamor' ada Hidden Quest untuk mengalahkan Lauroe. Lalu saat Main Quest kedua 'Tawuran Malam' ada misi mencari saksi mata korban tabrak lari yang melibatkan bang Jojo. dan sekarang di Main Quest kelima ada misi untuk menampar murid satu kelas.
Hidden Quest ini terdengar aneh bagiku, tapi tak masalah yang terpenting adalah reward quest dan kesempatan untuk mendisiplinkan anak anak itu.
Memikirkannya membuatku tidak bisa berhenti tersenyum.
...
Keesokan harinya di depan pintu kelas Seni 1 A, aku berdiri memandang gagang pintu.
Dulu aku selalu takut setiap harus memutar gagang pintu ini karena di dalam sana banyak orang gila menungguku. Tapi sekarang mereka sudah tidak ada. Martha pun pasti tidak masuk sekolah hari ini.
Rasa takut telah menjadi kepercayaan diri.
Saat aku buka pintunya asap rokok mengepul keluar melewati celah pintu.
Seorang sis-
Seorang berandalan sedang menghirup 3 rokok sekaligus di mulutnya. Aku yakin orang ini akan mati karena penyakit bronkitis kronis nanti. (tahu nama penyakitnya karena belakangan ini sering belajar ketika malam)
"Matikan semua rokokmu, aku ingin menyampaikan sesuatu." Kataku pada si smoker.
Brak!
Tanpa sengaja aku menggebrak meja guru, padahal niatku hanya meletakkan tangan di meja. Aku harus lebih mengontrol tenagaku.
"Kuda nil, ngapain lu gebrak meja?"
Mereka masih saja memakiku padahal badanku tidak gemuk lagi.
"Berhenti menyebutnya kuda nil! dia tidak tampak seperti itu lagi!" salah satu murid perempuan membelaku.
"B*ngs*t lu mila! lu belain dia karena dia sekarang ganteng!?"
"Dulu aja lu yang ketawanya paling nyaring pas kuda nil disiksa sama Martha. Dasar l*n**!!"
"apa lu bilang!!"
Mereka saling melempar makian. Aku heran bagaimana cara mereka dibesarkan hingga jadi seperti ini.
Tiba tiba muncul cahaya astral di atas kepala setiap murid. Hanya aku yang dapat melihat cahaya itu, ada yang berwarna biru dan ada yang berwarna merah. Seketika itu juga aku mengingat bullying yang dilakukan setiap dari mereka padaku.
< Silahkan tampar sekeras mungkin murid yang cahayanya merah >
"Dengan senang hati."
Murid pertama yang memiliki cahaya merah adalah Eric yang mengatai Mila l*n**.
Aku menghampiri Eric lalu memegang bahunya.
"Eric, apa kau ingat bullying yang pernah kau lakukan padaku?" Tanyaku.
"Kenapa lu tanya itu tiba tiba? gua gak pernah bully lu." Eric berdalih.
"Kau pernah membullyku, dulu kau beberapa kali mencambuk punggungku dengan ikat pinggang." Ucapku.
"Ah elah, cuma kata gitu doang. Gua gak mukul lu sampe luka kan?!"
__ADS_1
"Memang benar, tapi bukan itu yang membuatku marah."
Aku remas bahunya hingga dia menjerit kencang.
Sistem menunjukkan padaku kenangan yang terlupakan sekaligus fakta yang tidak pernah aku tahu.
Sistem memperlihatkan apa yang dilakukan oleh Eric menggunakan skill retrokognisi. (kemampuan melihat ke masa lalu)
"Beraninya kau menaburkan ulat bulu penyek ke dalam bekalku..!!!"
Plak!
Aku tampar dia. Terlihat 2 gigi susu tercabut dari gusinya.
Aku sontak menertawakan hal itu.
"Sudah 16 tahun tapi masih memiliki gigi susu? kau lambat berkembang ya." Ejekku.
"B*ngs*t lu kuda nil!!"
Plak!
Satu tamparan lagi, tapi tidak terlalu keras. Itu saja sudah cukup untuk membuat Eric tidak sadarkan diri.
< Tamparan pendisiplinan diberikan [1/20] >
Selanjutnya Mila. Dia pernah mencuri make up milik salsa (anggota geng Martha).
Saat hampir ketahuan dia memindahkan make up curiannya ke mejaku. Alhasil aku difitnah dan karena kejadian itu Martha mulai senang mengejek ibuku dengan menyebutnya wanita miskin, ibu seorang pencuri.
"Mau ngapain kamu Yuda?!!" Mila berjalan mundur.
Sebenarnya satu kali tamparan tidak cukup untuk melampiaskan kemarahanku pada perempuan ini. Gara gara dia ibuku jadi dihina hina.
"Mila, kenapa kau mencuri make up Salsa waktu itu? lebih parahnya lagi kau memfitnahku. Gara gara kau juga ibuku jadi bahan ejekan di kelas ini." (Yuda)
"Gue terpaksa Yud. Gua minta maaf."
Aku melemahkan tenagaku sedikit saat menampar perempuan ini, tapi itu cukup untuk membuatnya terkapar dan menyesali perbuatannya.
< Tamparan pendisiplinan diberikan [2/20] >
Aku berbalik dan menunjuk semua siswa yang akan kutampar.
"Kau, kau, kau, kau, kau, Kau, kau, kau, kau, kau, Kau, kau, kau, kau, kau, kau, kau, kau."
"Aku akan membalas perbuatan kalian semua. Bersyukurlah karena aku hanya akan menampar kalian satu kali."
Urat menonjol di tanganku saat aku menggenggam tangan.
"Kabur! Yudistira udah gila!!"
Mereka tidak akan bisa keluar dari kelas ini, karena aku sudah menguncinya dengan Magician Trick, Reverse Lock.
- Nama nama trik nya sengaja dibuat lebih keren -
"Pintunya kekunci dari luar, gak bisa dibuka!"
Rasanya puas sekali, masih ada 18 tamparan lagi.
- Pov Narator -
Sementara itu diluar hujan turun secara tiba tiba. Lauroe dikejar hujan, untungnya dia berhasil sampai ke sekolah lebih dulu.
Hatinya diselimuti perasaan geram dan gusar karena dirinya dipaksa pindah ke kelas yang sama dengan Yuda.
Mengingat hubungannya dan Yuda selalu lekat dengan pertarungan dan kekerasan membuat Lauroe selalu ingin menjauh dari Yuda. Tapi kali ini dia tidak bisa menghindar lagi.
Lauroe merasakan hawa yang tidak enak saat berada di depan pintu kelas.
Saat dia membukanya alangkah terkejutnya dia melihat Yuda dilayani bak raja oleh anak anak lain.
Beberapa dari mereka tampak memiliki memar di pipi.
Lauroe yang penasaran pun meminta penjelasan dari Yuda.
"Apa di kelas ini sedang ada praktek tata cara merawat kuda nil?" Tanya Lauroe sembari mengejek.
- Pov Yuda -
"Jaga bicaramu Lauroe. Aku sedang melakukan pendisiplinan untuk kelas ini."
"Dia bohong Lauroe! dia menampar anak anak yang pernah membullynya, lalu menyuruh mereka jadi anak buahnya!" ucap salah satu siswa teladan yang cahayanya berwarna biru.
Ingat biru berarti netral.
"Kau tidak perlu membantu mereka Putri. Orang orang ini tidak tahu seperti apa rasa sakit yang aku rasakan karena perbuatan mereka."
< Tamparan pendisiplinan diberikan [20/20] >
< Reward tahap pertama telah dikirimkan >
Selain mendapatkan reward yang umum aku juga mendapatkan skill baru bertipe pemburu yang disebut 'Observer' skill ini membuatku mampu mengawasi orang lain tanpa adanya batasan jarak.
Sekilas skill ini mirip dengan skill Third Person Point Of View.
"Setelah mendengar semua itu apa kau akan membela mereka Lauroe?" Tanyaku. Aku yakin dia bukanlah sosok pahlawan seperti itu.
Dan benar saja, Lauroe menjawab "Tidak, gue kesini karena dipaksa pindah buat gantiin posisi Andi."
"Oh bagus deh, kalo gitu kita damai ya."
Lauroe memilih kursi di pojok kiri samping jendela, seperti tokoh utama anime.
Akhirnya kelas ini berhasil aku taklukkan. Walau ada satu makhluk gaib lagi yang belum takluk, tapi aku yakin dia tidak akan kembali ke sekolah dalam waktu dekat.
__ADS_1
Karena saat ini Martha sedang terperangkap dalam dunia halusinasi.
Barang yang aku masukkan ke dalam tasnya waktu itu adalah debu keramat yang sudah diperkuat dengan miracle Sistem.
Sekarang efek debu halusinasi 6x lebih kuat dari versi aslinya, dan orang yang terpengaruh debu itu tidak akan bisa disadarkan hanya dengan menyiramkan air.
"Jujur saja aku agak menyesal tidak bisa melihat penderitaannya sekarang." Ucapku pada teman imajinerku, Agen Nostradamus.
[Debu keramat itu membuatnya melihat mimpi buruk yang mengerikan.]
"Mimpi buruknya tidak akan sebanding dengan kenangan buruk yang dia tinggalkan padaku." Ucapku.
Waktunya untuk mendeklarasikan kekuasaanku.
"Nah semuanya, mulai saat ini aku Yudistira adalah ketua kelas kalian yang baru. Mulai hari ini aku menetapkan peraturan, tidak boleh melakukan bullying dalam bentuk apapun di kelas ini!"
"Baik ketua!" jawab mereka serempak, bahkan siswa teladan pun ikut menjawab. Kharismaku bukan main.
[Apa anda mencoba menjadi kebalikan dari Andi Perkasa?]
"Tidak juga. Aku mencoba jadi pribadi yang lebih baik lagi."
Tahap kedua Hidden Quest muncul.
[ Tring! ]
< Tahap Kedua Hidden Quest terbuka >
< Tahap Pertama \= Disiplinkan para siswa kelas yang pernah merundung anda [20/20] > ( Complete )
< Tahap Kedua \= Tunjukkan betapa kerasnya sekolah anda kepada masyarakat! Buat video tentang bullying yang kerap dilakukan di sekolah anda >
"Ini tahapan yang sangat mudah." Gumamku.
"Oke semuanya, aku sudah menemukan ide untuk video kreatif kita. Akan aku tunjukkan naskahnya sore nanti." (Yuda)
"kamu butuh bantuan ngerjainnya gak ketua?" Tanya siswi yang tadi mengadukanku pada Lauroe. Oh iya, namanya Putri.
"Gak perlu." Jawabku dengan dingin.
Aku mengaktifkan skill observer. Lalu di depanku muncul papan quest berwarna merah yang memperlihatkan Martha yang sedang kejang kejang di atas ranjang tidurnya.
...
< Chapter Selanjutnya [ Tamu Tak Diundang ] >
..........................................................................................
< Statistik Kontraktor Yudistira telah terbangunkan >
< 1. Moral (46/40) >
< 2. Ketampanan (+50/+50) > - Cukup Tampan untuk kriteria orang Indonesia -
• Berat Badan (81/81)
• Kharisma ( 40/40 )
< 3. Kekuatan (200/200) >
• Kecepatan (90/90)
• Pertahanan (150/150)
• Stamina (200/200)
• Mentalitas (100/100)
< 4. Kecerdasan (110/300) >
• 3 Pelajaran yang paling dikuasai:
• Bahasa Inggris
• Penjaskes
• Bahasa Daerah
< 5. Bakat : >
• Bela Diri | Aikido -Advance-
• Penyanyi Pop | Suara Emas - Advance -
• Pemburu | -Advance- ( New Skill 'Observer' )
• Pesulap | Manipulasi Realita - Advance -
...
< Daftar Pusaka Sistem yang dimiliki >
( sepatu mistis ) ( selimut sutra ) ( emas hitam peretas ) ( hoodie anti terkejut ) ( lidah suci ) ( Taring Reog Hijau ) ( Awan Hitam ) ( Seruling Fairy Poet ) ( Nebula Eye ) ( Delivery Tower ) ( Buku puisi 'A Collection of Stella's Poems' )
< Tiket emas (2) >
< Special Massal Product >
( Blanche Homunculus (6) ) ( Vert Homunculus (2) ) (Jaune Homunculus (1) )
.......................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
..........................................................................................
__ADS_1