
Chapter ini menyorot sudut pandang Nostradamus yang menggantikan Yuda menyelesaikan Main Quest ke 9.
....................................................................................
Segera setelah Yuda pingsan Nostradamus datang lalu menyuruh para R Homun untuk membawanya ke rumah sakit. Sekalian untuk memberikan sentuhan akhir mengakhiri perang supranatural ini, dan melenyapkan mayat raja ular.
Nostradamus berdiri di antara dua garis dunia. Dunia yang utuh dan yang terdistorsi oleh Glitch In The Universe.
Percayalah kalian tidak ingin melihat keadaan secuil dunia yang terdistorsi saat itu.
Jika kau masukkan seinci saja jarimu ke ruang yang terdistorsi itu maka dapat dipastikan 'Glicth' nya akan menulari sekujur tubuhmu.
Apakah itu berarti kematian? lalu bagaimana dengan orang orang dan hewan hewan selain raja ular yang juga terkena efek glitch in the universe.
Apakah mereka mati? tentu saja tidak! mereka hanya terkena efek mati rasa selama beberapa menit sejak skill itu dilepaskan.
Yang mati hanyalah yang terkena tebasan, yaitu raja dedemit dan semua orang yang berada di dalam perutnya.
Nostradamus datang untuk membereskan mayat raja dedemit. Sembari menunggu efek glitch nya berakhir dia meminta spoiler Main Quest Ke 10 yang akan dilaksanakan oleh Yuda.
< Itu privasi. Tapi aku bisa memberimu petunjuk. >
< Intinya akan berhubungan dengan identitas ayahnya Kontraktor. >
"Kalau begitu mungkin akan sedikit emosional."
Efek glitch berakhir, mayat raja dedemit ular pun akan segera meledak.
Sepersekian detik sebelum meledak Nostradamus menggunakan kekuatannya yang mencakup sihir manipulasi ruang untuk membuka worm hole sederhana lalu melemparnya ke Segitiga Bermuda.
Nostradamus melemparnya kesana bukan tanpa alasan. Segitiga bermuda adalah tempat paling misterius di dunia. Beberapa kali terjadi insiden pesawat hilang saat melintasinya.
Tempat yang misterius dan berbahaya sangat cocok dijadikan kuburan bagi para makhluk yang hina ini. Begitulah yang ada di pikiran Nostradamus.
Usai membuang mayat raja dedemit ular Nostradamus ingin pergi untuk menyelamatkan presiden. Namun dicegah oleh Sistem karena sudah ada yang mengambil peran itu.
Mereka adalah para penganut ilmu putih yang sudah lama menjadi lawan dari para penganut ilmu hitam.
Selama ini para penganut ilmu putih itu selalu mengawasi penganut ilmu hitam. Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai penjaga. Mereka menggunakan kesaktian yang mereka miliki untuk menjaga suatu kampung atau bahkan negara.
Entah siapa yang memanggil atau karena mereka merasa terpanggil. Para penganut ilmu putih itu saat ini sedang menghadapi Terror Bell dan pasukan Kamikaze nya.
Mereka tidak memiliki khodam, tetapi ajian yang mereka miliki mampu menerbangkan setiap pengebom yang mendekat.
Terror Bell kesusahan menghadapi para penganut ilmu putih itu. Terlebih lagi ilmu hitam yang dia miliki tidak bisa digunakan untuk menyerang.
Pasukan penganut ilmu putih itu dipimpin oleh seorang jawara yang memiliki ajian dapat membengkokkan moncong senjata api dari jauh.
Bukan hanya dia setiap pasukan ilmu putih memiliki ajian yang berbeda beda.
Terror Bell yang kehabisan waktu pun melarikan diri bersama sisa pasukannya. Militer terlambat datang sehingga mereka kehilangan jejak para terori* itu di hutan kota.
__ADS_1
3 hari kemudian Yuda bangun di rumah sakit, dengan sekujur badan yang membiru akibat efek samping glitch in the universe.
Sebenarnya keadaan Yuda setelah melepaskan skill GITU jauh lebih mengerikan. Seluruh sel darah merahnya meledak, itulah yang memicu rasa sakit seperti dihujam ribuan jarum yang dia rasakan sebelumnya.
Orang biasa pasti sudah mati, tapi Kontrak dengan Sistem membuatnya terlindungi dari kematian. Saat bangun pun kondisi tubuhnya sudah lebih baik berkat kerja keras dokter Sistem.
Nostradamus berjanji pada Yuda akan menyelesaikan Main Quest ke 9 untuknya, bahkan berjanji akan memberinya penghargaan. Itu bukan semata mata janji Nostradamus tetapi janji Sistem juga.
Nostradamus pun kembali diutus ke dunia Yuda untuk mengejar organisasi pembunuh.
Dengan kemampuan Sistem tidak butuh waktu. lama untuk menemukan Natalie, Dancing Hatchet, dan Terror Bell.
Kali ini Natalie bersembunyi di kantor kedutaan asing. Hal itu cukup mengejutkan dan fakta baru pun terkuak. Bahwa mitra Natalie dalam melakukan kejahatan tidak hanya berasal dari dalam negeri.
Dengan santainya Nostradamus melewati barisan penjaga keamanan Singapura, lalu masuk ke kamar VIP.
Terlihat Natalie yang sedang telanjang dada bersiap memakai piyama untuk tidur.
Natalie kaget melihat seorang laki laki tiba tiba masuk ke kamarnya.
"Siapa kau? apa kau pelayan kamar?" Natalie menebak nebak dari pakaian Nostradamus yang rapi.
Tanpa basa basi Nostradamus mencekik Natalie lalu membacakan catatan kejahatannya.
"Natalie Herrscher. Kau didakwa atas 434 kasus pembunuhan. 8 kali keluar masuk penjara. Kau juga membantu para pejabat korup untuk menyingkirkan pesaing. Aku datang untuk menangkap dan menghukummu." Jelas Nostradamus.
"Tolong...!!!"
Dia dapat melewati benda padat berkat ilmu hitam dari khodamnya. Dengan percaya diri dia mengancam akan mengapak bij* Nostradamus.
"Jangan banyak bicara Hatchet!! singkirkan tangannya dariku!!" Perintah Natalie yang mulai kehabisan nafas.
Nostradamus yang mendengar itu sedikit kesal lalu meniupkan angin kepada Dancing Hatchet.
Seketika daun telinga kiri Hatchet putus terkena angin yang ditiup oleh Nostradamus. Tidak berhenti sampai disitu, saat dia akan menjerit Nostradamus menyumpal mulutnya dengan sandal.
Lanjut dia menendang perutnya, kemudian menendang dagunya, lalu menyerang pelipis, ulu hati, dada, paha, ulu hati lagi, dagu lagi. Nostradamus menggunakan kemampuan Hand Combatnya untuk menjatuhkan Dancing Hatchet.
Kuntilanak hitam khodam Dancing Hatchet melangkah mundur saat menatap Nostradamus. Sementara Natalie yang berhasil lepas dari cekikan pun mencoba melarikan diri dengan memadamkan lampu seisi gedung.
Dengan ilmu hitamnya Natalie bisa berubah menjadi serangga untuk melarikan diri dari musuhnya. Kali ini dia berubah menjadi kecoa agar bisa menyusup ke sela bawah pintu.
Nostradamus yang mengetahui trik Natalie lewat gelombang energi hitam pun dengan gampangnya berhasil menangkap Natalie.
Melihat yang melihat Natalie berubah jadi kecoa tertawa geli. Kemudian dia berpindah tempat ke atas gedung pencakar langit yang sangat tinggi.
Kedua orang itu tidak punya harapan lagi untuk melawan. Tetapi Dancing Hatchet tetap optimis dengan mencoba mencakar Nostradamus dengan kukunya yang tajam.
Namun tindakannya itu malah membuatnya tergelincir dan akhirnya jatuh dari atap gedung yang miring. Dancing Hatchet pun terjun bebas dari gedung 120 lantai.
Natalie tidak bisa berbuat apa apa.
__ADS_1
"Hei, dia punya khodam kuntilanak kan? berarti dia bisa terbang dong." Ucap Nostradamus sembari menjambak rambut Natalie.
Tidak lama kemudian worm hole muncul, lalu Dancing Hatchet keluar dari sana dan jatuh ke atas badan Nostradamus.
Sistem menegur Nostradamus agar tidak berbuat seenaknya. Natalie dan Dancing Hatchet akan dieksekusi mati. Tetapi bukan Nostradamus yang harus mengeksekusi mereka.
< Jangan bertindak seenaknya Agen Nostradamus. > - Sistem -
< Misimu hanyalah menangkap dan menyerahkan mereka ke polisi. Apa tujuanmu membawa mereka ke atas gedung pencakar langit? >
Nostradamus menjawab dengan malu malu "Sebenarnya aku lupa koordinat tujuanku, jadi aku teleportasi ke sembarang tempat." Jawabnya sambil tertawa kecil.
Sistem memaafkan perbuatan Nostradamus. Tetapi Nostradamus kembali berulah dengan meminta hak eksekusi mati Terror Bell.
Mendengar itu Sistem tentu saja menolak, namun Nostradamus memaksa seakan akan dia memiliki dendam kesumat kepada Terror Bell.
Natalie dan Dancing Hatchet yang melihat Nostradamus bicara sendiri mengira kalau dia sudah gila.
< Tidak! tidak!! tidak!!! >
< Biarkan para korban serangan bom yang menentukan hukumannya. Kenapa kau bersikeras ingin menghukumnya dengan tanganmu sendiri?! >
Sistem terpancing emosi gara gara ketidakpatuhan Nostradamus. Nos pun menjelaskan alasannya.
"Karena hukum di negara ini lucu. Kau sendiri pun tahu kalau tidak ada satupun dari anggota organisasi pembunuh yang akan dieksekusi mati. Karena masalah HAM, mereka tidak akan dibunuh."
"Lucu bukan, menjunjung tinggi hak asasi bahkan hak asasi pembunuh. Lalu bagaimana dengan orang orang yang mereka bunuh? bukankah mereka juga punya hak asasi."
"Negara ini konyol, semua negara yang menghapus hukuman mati itu konyol! orang yang mengampuni pembunuh berantai itu sama seperti mereka!"
Nostradamus adalah orang yang baik dan adil. Namun di satu sisi dia sangat membenci keadilan yang buta. Seperti contohnya, memperjuangkan hak asasi pembunuh berantai.
Baginya hukuman terbaik dan paling adil untuk pembunuh berantai seperti Natalie dan komplotannya adalah 'Mati'
Pemikiran itu diturunkan dari pencipta Sistem.
"Pencipta Sistem sendiri yang mengajarkan hal itu padaku. Memberi kesempatan kedua itu adalah hal yang bagus, tapi jika memberi kesempatan ketiga dan keempat itu sama saja kau mendukung kejahatan mereka."
< ... >
Mendengar itu Sistem pun akhirnya memberikan izin untuk mengeksekusi mati Terror Bell. Ini dilakukan karena Sistem sangat menghormati pemikiran dari penciptanya dan juga menghormati Nostradamus yang merupakan sahabat baik pencipta Sistem.
Nostradamus kembali mengarahkan pandangannya ke Natalie dan Dancing Hatchet.
Natalie yang melihat betapa gilanya senyum Nostradamus hanya bisa menangis tanpa suara.
Mereka berdua pun dibawa ke hadapan jaksa agung dan akan diadili saat itu juga. Sementara Terror Bell akan segera menemui ajalnya.
..........................................................................................
Jangan lupa tekan like dan taruh novel ini di rak buku kesayangan kalian. 😄
__ADS_1
..........................................................................................